cover
Contact Name
Eny Puspani
Contact Email
jurnaltropika@unud.ac.id
Phone
+62361-222096
Journal Mail Official
jurnaltropika@unud.ac.id
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Udayana Kampus UNUD, Bukit Jimbaran Badung, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Peternakan Tropika
Published by Universitas Udayana
ISSN : jurnaltr     EISSN : 27227286     DOI : https://doi.org/10.24843/JPT
Core Subject : Health,
Jurnal Peternakan Tropika (JPT) was published by the Faculty of Animal Husbandry, Udayana University. Jurnal Peternakan Tropika (JPT) is published regularly, three times a year, in January-April, May-August, and September - December. Jurnal Peternakan Tropika (JPT) summarizes various manuscripts in the field of animal husbandry such as nutrition, production, reproduction, post-harvest (processing and technology) and socio-economic fields of livestock. Open manuscripts for lecturers and researchers related to the field of animal husbandry, and open to S1, S2 and S3 students, by following the rules set by Jurnal Peternakan Tropika (JPT).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 718 Documents
KUALITAS FISIK DAGING SAPI BALI YANG DIMARINASI DENGAN LARUTAN NANAS (Ananas comosus) C., Clarisa; Sriyani, N.L.P.; Wibawa, A. A. P. P.
Jurnal Peternakan Tropika Vol 11 No 3 (2023): Vol. 11 No. 3 Tahun 2023
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas fisik daging sapi bali yang dimarinasi dengan larutan buah nanas (Ananas comosus). Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah marinasi dengan akuades sebagai kontrol, marinasi dengan larutan buah nanas selama 15 menit, 30 menit, dan 45 menit. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah pH, warna, daya ikat air, susut masak, dan susut mentah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas fisik daging sapi bali yang dimarinasi dengan larutan buah nanas (Ananas comosus) berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pH, dan warna, namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap daya ikat air, susut mentah, dan susut masak. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa lama waktu marinasi daging sapi bali dengan larutan buah nanas (Ananas comosus) yang tepat adalah 15 menit. Kata kunci: daging sapi bali, kualitas fisik, marinasi, larutan buah nanas
KECERNAAN NUTRIEN RANSUM KOMERSIAL YANG DISUBSTITUSI DENGAN Duckweed (Lemna minor) FERMENTASI Saccharomyces cerevisiae PADA BROILER I K. E. A., Putrayasa; Mahardika, I G.; Sudiastra, I W.
Jurnal Peternakan Tropika Vol 12 No 2 (2024): Vol. 12 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the effect of adding Duckweed fermented by Saccharomyces cerevisiae in commercial ration on broiler digestibility. The research design used was a Completely Randomized Design (CRD) consisting of four treatments and four replications, each replication containing four broilers. The treatment given is feed without additive duckweed fermented (P0/kontrol); feed with 5% duckweed fermented (P1); feed with 10% duckweed fermented (P2) and feed with an 15%duckweed fermented (P3). The variables observed were dry matter digestibility, organic matter, crude protein and crude fiber digestibility. The results showed that broilers were given duckweed fermented by Saccharomyces cerevisiae at a rate on 5%, 10% and 15% showed decreased digestibility of dry matter, organic matter, crude protein and crude fiber. So that it can be concluded the adding of duckweed fermented by Saccharomyces cerevisiae at a rate on 15% reduced the digestibility of dry matter, organic matter crude protein and crude fiber in broilers.
PERFORMA BROILER YANG DIBERIKAN RANSUM MENGANDUNG ULAT MAGGOT (Hermetia illucens) SEBAGAI SUMBER PROTEIN P. E. N., Putri; Mahardika, I G.; Astawa, I P. A.
Jurnal Peternakan Tropika Vol 12 No 1 (2024): Vol. 12 No. 1 Tahun 2024
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ulat maggot dalam ransum terhadap performa ayam broiler. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Nyitdah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, yang berlangsung selama 8 minggu dari bulan September hingga Oktober 2022. Rancangan yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan empat ulangan. Setiap ulangan berisi empat ekor ayam broiler. Perlakuan yang diberikan adalah ransum komersial tanpa penambahan ulat maggot (PO), ransum dengan 5% penambahan ulat maggot (P1), ransum dengan 10% penambahan ulat maggot (P2), dan ransum dengan 15% penambahan ulat maggot (P3). Variabel yang diamatti adalah konsumsi ransum, bobot awal dan akhir, pertambahan bobot badan, dan feed convertion ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan maggot pada taraf 5%, 10%, dan 15% dapat meningkatkan konsumsi ransum, pertambahan bobot, dan bobot akhir, tetapi tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap FCR. Berdasarkan dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan 5% maggot pada ransum broiler dapat meningkatkan produktivitas broiler dan mendapatkan nilai FCR terendah.
PENGARUH PEMBERIAN JUS DAUN INDIGOFERA (Indigofera zollingeriana) MELALUI AIR MINUM TERHADAP ORGAN DALAM ITIK BALI (Anas platyrhynchos) JANTAN V. O., Silaban; Puger, A. W.; Warmadewi, D. A.
Jurnal Peternakan Tropika Vol 12 No 1 (2024): Vol. 12 No. 1 Tahun 2024
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus daun indigofera melalui air minum terhadap organ dalam itik bali jantan umur 8 minggu telah dilaksanakan di Farm Sesetan Jalan Raya Sesetan, Denpasar, Bali. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas empat perlakuan, yaitu: P0 (tanpa jus daun indigofera pada air minum), P1 (pemberian 2% jus daun indigofera pada air minum), dan P2 (Pemberian 4% jus daun indigofera pada air minum), P3 (Pemberian 6% jus daun indigofera pada air minum). Masing-masing perlakuan terdiri atas 5 ulangan dan setiap ulangan menggunakan 6 ekor itik bali sehingga terdapat 120 ekor itik bali jantan umur dua minggu. Variabel yang diamati adalah berat dan presentase jantung, hati, proventrikulus, ventrikulus, dan empedu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian jus daun indigofera sebanyak 2%, 4% dan 6% berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap semua berat dan persentase organ dalam. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian jus daun indigofera sampai level 6% tidak berpengaruh terhadap berat dan presentase organ dalam (jantung, hati, proventrikulus, ventrikulus, dan empedu) itik bali jantan umur 8 minggu.
KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK SERTA PRODUK METABOLIT DARI LITTER BROILER YANG DIFERMENTASI DENGAN INOKULAN BERBEDA I G., Wyasaputra; Miwada, I N. S.; Mudita, I M.
Jurnal Peternakan Tropika Vol 11 No 3 (2023): Vol. 11 No. 3 Tahun 2023
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fermentasi jenis inokulan berbeda dalam fermentasi litter broiler terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik, dan produk metabolit serta mengetahui inokulan yang menghasilkan kecernaan bahan kering dan bahan organik, dan produk metabolit tertinggi diantara Ragi, EM4 dan Bio-BaliTani. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri atas 4 perlakuan yaitu litter broiler tanpa fermentasi (LF0), fermentasi dengan inokulan EM4 (Effective Microorganism 4) (LF1), fermentasi dengan inokulan Ragi (Saccharomyces cerevisiae) (LF2), dan fermentasi menggunakan inokulan Bio-BaliTani (LF3). Tiap perlakuan menggunakan 4 ulangan. Variabel yang diamati yaitu kecernaan bahan kering dan bahan organik (KcBK dan KcBO) secara in-vitro serta produk fermentasi rumen (pH, VFA, dan N-NH3). Hasil penelitian menunjukkan penggunaan inokulan ragi (LF2) mampu menghasilkan KcBK sebesar 62,63% (P<0,05) terhadap LF0. Perlakuan inokulan Bio-BaliTani (LF3) menghasilkan KcBO tertinggi sebesar 65,17% (P<0,05) terhadap LF0. Perlakuan inokulan Bio-BaliTani (LF3) menghasilkan pH terendah sebesar 6,54 (P<0,05) terhadap LF0. Penggunaan inokulan ragi menghasilkan VFA tertinggi sebesar 141,96mM (P<0,05) terhadap LF0. Penggunaan inokulan Bio-Balitani menghasilkan konsentrasi N-NH3 tertinggi sebesar 8,31mM (P<0,05) terhadap LF0. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan berbagai jenis inokulan pada proses fermentasi litter broiler mampu meningkatkan kecernaan bahan kering dan bahan organik (KcBK dan KcBO) dan produk metabolit (VFA, N-NH3, dan derajat keasaman) litter broiler secara in-vitro. Fermentasi litter broiler dengan inokulan Ragi dapat menghasilkan nilai KcBK, dan VFA tertinggi sedangkan fermentasi litter broiler menggunakan inokulan Bio-BaliTani menghasilkan KcBO, N-NH3, dan derajat keasaman tertinggi. Kata kunci: Litter broiler, inokulan, kecernaan, produk fermentasi rumen
PENGARUH DOSIS Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) AKAR Mimosa pudica TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL Asystasia gangetica PADA JENIS TANAH BERBEDA G., Sembiring; Duarsa, M.A.P.; Roni, N.G.K.
Jurnal Peternakan Tropika Vol 12 No 3 (2024): Vol. 12 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) akar Mimosa pudica pada jenis tanah yang berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Asystasia gangetica. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola Split plot dengan dua faktor. Faktor pertama adalah jenis tanah sebagai main plot/petak utama yang terdiri atas tanah regosol (TR), tanah latosol (TL), dan tanah mediteran (TM). Faktor kedua adalah dosis PGPR sebagai subplot/anak petak yang terdiri atas dosis 0 ml (P1), dosis 10 ml (P2), dan dosis 20 ml (P3). Terdapat sembilan kombinasi perlakuan dan setiap perlakuan diulangi sebanyak empat kali sehingga terdapat 36 unit percobaan. Variabel yang diamati yaitu variabel pertumbuhan, variabel hasil, dan variabel karakteristik tumbuh tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada variabel berbunga pertama kali terjadi interaksi. Kombinasi TMP1dan TLP2 menghasilkan nilai tertinggi sebesar 55 hari pada berbunga pertama kali. Pada pertumbuhan dan hasil tanaman Asystasia gangetica penggunaan jenis tanah regosol (TR) memberikan hasil terbaik, sedangkan pada dosis PGPR 10 ml (P2) memberikan hasil terbaik. Disimpulkan bahwa penggunaan jenis tanah regosol dengan pemberian dosis PGPR 10 ml dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman Asystasia gangetica.
PENGARUH PEMBERIAN SARI AZOLLA MELALUI AIR MINUM TERHADAP PERFORMA BROILER I K. C., Negara; Siti, N.W.; Wibawa, A.A.P.P.
Jurnal Peternakan Tropika Vol 12 No 2 (2024): Vol. 12 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian sari azolla melalui air minum terhadap performa broiler. Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Yangapi, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli selama 5 minggu dari bulan Desember 2022 hingga Januari 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan, empat ulangan dan masing-masing ulangan terdiri dari empat ekor broiler dengan bobot awal rata rata 159,63g + 7,98. Perlakuan yang diberi yaitu broiler diberi air minum tanpa sari azolla (P0), broiler yang diberi 2% sari azolla melalui air minum (P1), broiler yang diberi 4% sari azolla melalui air minum (P2), dan broiler yang diberi 6% sari azolla melalui air minum (P3). Variabel yang diamati meliputi bobot badan awal, konsumsi ransum, konsumsi air minum, bobot badan akhir, pertambahan bobot badan dan feed convertion ratio. Hasil dari penelitian pemberian sari azolla 2% 4% 6% rataan konsumsi ransum, konsumsi air minum, pertambahan bobot badan, dan nilai FCR tidak memberikan hasil yang nyata (P>0,05). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian sari azolla melalui air minum terhadap performa broiler sebanyak 2% 4% dan 6% tidak dapat meningkatkan performa broiler.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KULIT BUAH NANAS (Ananas comocus L. Merr) MELALUI AIR MINUM TERHADAP SISTEM PENCERNAAN AYAM JOPER D.N.P.O., Kedisan; Siti, N. W.; Sriyani, N.L.P.
Jurnal Peternakan Tropika Vol 12 No 1 (2024): Vol. 12 No. 1 Tahun 2024
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kulit buah nanas melalui air minum terhadap sistem pencernaan ayam joper. Penelitian dilaksanakan selama 6 minggu di Farm Sesetan, Fakultas Peternakan Universitas Udayana. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Setiap ulangan menggunakan 3 ekor ayam joper berumur 2 minggu dengan berat badan 100,31±11,4 g, sehingga didapatkan 20 unit percobaan dengan jumlah ayam joper sebanyak 60 ekor. Keempat perlakuan tersebut adalah ayam joper yang diberi air minum tanpa ekstrak kulit buah nanas sebagai kontrol (P0), ayam joper yang diberi air minum dengan ekstrak kulit buah nanas 6% (P1), ayam joper yang diberi air minum dengan ekstrak kulit buah nanas 8% (P2), dan ayam joper yang diberi air minum dengan ekstrak kulit buah nanas 10% (P3). Variabel yang diamati yaitu persentase hati, persentase empedu, persentase pankreas, persentase proventrikulus, persentase ventrikulus, persentase usus halus, dan panjang usus halus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayam yang diberi perlakuan P0, P1, P2, dan P3 memberikan hasil yang berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap persentase organ sistem pencernaan ayam joper. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak kulit buah nanas dengan taraf 6%, 8%, 10% memberikan hasil yang sama terhadap sistem pencernaan ayam joper.