cover
Contact Name
trio saputra
Contact Email
trio_saputra@unilak.ac.id
Phone
+6285364465335
Journal Mail Official
jurnalniara@gmail.com
Editorial Address
jl. yos sudarso Km.08 Rumbai Pekanbaru
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
jurnal niara
ISSN : 16933516     EISSN : 25287575     DOI : 10.31849
The scope includes but is not limited to topics, e.g. public policy, administrative reform, corporate governance, collaborative governance, dynamic public services, e-government, digital governance, e-commerce, local government studies, multi-level governance, financial institutions, behavioral finance, innovation, entrepreneurship, microfinance, human resource, knowledge management, leadership, strategic management, organizational development, institutionalization, organizational behavior, learning culture, fiscal policy, tax administration, international tax, politics of taxation, welfare and national security, and sustainable development
Articles 29 Documents
Search results for , issue "Vol. 18 No. 2 (2025): September" : 29 Documents clear
Kedudukan Kuitansi Dalam Sengketa Jual Beli Tanah Melalui Putusan Verstek Roza, Widya; Yasniwati; Devianty Fitri
Jurnal Niara Vol. 18 No. 2 (2025): September
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/377wdk56

Abstract

The use of receipts as the primary means of evidence in land sale transactions remains prevalent due to practical considerations, low costs, and trust-based relationships, especially within familial or local community contexts. Legal complications arise when such transactions are not supported by an authentic deed from a Land Deed Official (PPAT), relying instead on a unilateral acknowledgment in the form of a private receipt. The issue becomes increasingly complex when adjudicated through a default judgment (verstek), as in Decision No. 2/Pdt.G/2022/PN Nab, in which the court accepted two receipts and the testimonies of witnesses who did not observe the transaction directly. This study examines the judicial considerations in assessing the probative value of receipts in default cases and evaluates the extent to which the principle of judicial prudence is applied. Employing a normative juridical method with a case study, statutory, and conceptual approach, the research adopts a descriptive-analytical framework based on library data. The findings indicate that a receipt, as a private unilateral document, carries limited evidentiary strength and attains full probative value only when acknowledged by the opposing party. Absent such acknowledgment, it constitutes merely preliminary evidence requiring corroboration. In default cases, the absence of the defendant cannot be interpreted as absolute admission, thus requiring the judge to rigorously and objectively evaluate all evidence presented. The study highlights the imperative of applying the principle of judicial prudence in default land sale cases to uphold legal certainty and safeguard the integrity of the evidentiary process
Manajemen Sumber Daya Manusia di Era Digital: Sebuah Tinjauan Literatur Sistematis terhadap Fokus Studi Daris Itsar Samudra; Dwi Andre Vebriansyah; Agung Winarno
Jurnal Niara Vol. 18 No. 2 (2025): September
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/14k37p28

Abstract

Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) di era digital merupakan komponen vital dalam kesuksesan organisasi modern. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan tinjauan literatur sistematis mengenai praktik MSDM yang berkembang seiring dengan transformasi digital dan globalisasi. Dengan menggunakan metode PRISMA, penelitian ini mengidentifikasi dan mengelompokkan 42 literatur yang relevan dalam empat fokus studi utama: Administrasi Sumber Daya Manusia, Employer Branding, Pengembangan Manajemen Sumber Daya Manusia, dan Rekrutmen serta Seleksi Administrasi SDM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi, termasuk kecerdasan buatan dan analitik data, telah mengubah cara SDM dikelola, meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam proses rekrutmen, manajemen kinerja, dan pengembangan karyawan. Selain itu, perhatian terhadap kesejahteraan karyawan dan keberagaman menjadi semakin penting dalam kebijakan MSDM. Penelitian ini juga mengungkapkan kesenjangan pengetahuan yang ada dalam literatur dan merekomendasikan perlunya penelitian lebih lanjut untuk mengembangkan praktik MSDM yang lebih responsif terhadap perubahan kebutuhan organisasi dan harapan tenaga kerja. Dengan demikian, pengembangan manajemen SDM yang adaptif dan inovatif sangat penting untuk mencapai keberhasilan organisasi di era digital saat ini.
Kompetensi Penyuluh Pertanian Dalam Pengembangan Urban Farming di Tiga Kota Provinsi Sumatera Barat Pitra Neli; Hery Bachrizal Tanjung; Devi Analia
Jurnal Niara Vol. 18 No. 2 (2025): September
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/47qcsr23

Abstract

Penelitian ini mengkaji dan menganalisis kompetensi penyuluh dalam pengembangan urban farming di tiga Kota Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini dilakukan bulan April s.d Juni 2024 pada tiga kota di Sumatera Barat, yaitu : Kota Padang, Kota Padang Panjang, dan Kota Bukittinggi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kompetensi Penyuluh Pertanian dalam pelaksanaan urban farming di tiga kota Provinsi Sumatera Barat dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kompetensi Penyuluh Pertanian dalam pengembangan urban farming di tiga kota Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengambilan sampel secara sensus terhadap 36 Penyuluh Pertanian di tiga kota Provinsi Sumatera Barat yang mendampingi urban farming sejak tahun 2016. Adapun alat analisis tujuan pertama yaitu menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan alat ukur yaitu skala likert. Selanjutnya, untuk tujuan kedua yaitu menggunakan analisis regresi linear berganda dengan menggunakan software SPSS. Hasil penelitian pada tujuan pertama menunjukkan bahwa tingkat kompetensi Penyuluh Pertanian berada pada kategori sedang dengan persentase sebesar 38,9% yang meliputi dimensi penguasaan inovasi dengan kategori sedang sebesar 38,9%, pemahaman potensi wilayah dengan kategori sedang sebesar 55,6%, pemahaman potensi agribisnis di perkotaan dengan kategori sedang sebesar 36%, dan pemahaman kebutuhan petani dengan kategori sedang sebesar 33,3%. Hasil penelitian pada tujuan kedua menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh signifikan berdasarkan taraf kepercayaan 5% terhadap kompetensi penyuluh dalam pengembangan urban farming yang nilai Sig. dibawah 5% yaitu : pendidikan formal (0,020), sikap (0,013), dan keterampilan (0,022). Kata Kunci : Kompetensi, Penyuluh Pertanian, Urban Farming
Konversi Utang PT Menjadi Saham Berdasarkan UU Kepailitan PKPU Nomor 37 Tahun 2004 Rafi Muhammad Ave; Rembrant; Yasniwati
Jurnal Niara Vol. 18 No. 2 (2025): September
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/08w4p646

Abstract

This study aims to analyze the regulation of debt-to-equity conversion in limited liability companies within the framework of Law Number 37 of 2004 concerning Bankruptcy and Suspension of Debt Payment Obligations and examine the considerations of commercial court judges in ratifying peace plans through a case study of Commercial Court Decision Number: 497/Pdt.Sus-PKPU/2021/PN.Niaga.Jkt.Pst involving PT. Waskita Beton Precast Tbk (WSBP). The research method employs a normative juridical approach with descriptive-analytical characteristics, utilizing secondary data consisting of primary, secondary, and tertiary legal materials collected through document study and library research. Data analysis techniques use qualitative methods through interpretation, conclusion drawing, and presentation in sentence form based on expert opinions and statutory regulations. Research results indicate that debt restructuring through debt-to-equity conversion is not specifically regulated in the Bankruptcy Law, making legal foundations rely solely on technical provisions such as Articles 222, 281 of the Bankruptcy Law, and Article 41 of the Company Law, which potentially conflict with business continuity and balance principles, particularly in the WSBP case that was under special monitoring by the Financial Services Authority yet still obtained homologation ratification that could potentially harm creditors
Transaksi Hubungan Seksual Melalui Michat Dalam Perspektif Perundang-Undangan Putri Salamah, Maydaria; Usman; Erwin
Jurnal Niara Vol. 18 No. 2 (2025): September
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/whewh756

Abstract

The development of digital technology has created new phenomena in prostitution practices through the Michat application, raising problems of norm ambiguity and regulatory disintegration in the Indonesian legal system. Regulations regarding sexual transactions through Michat are scattered across various laws such as the Criminal Code, ITE Law, Pornography Law, TPPO Law, and TPKS Law, each with different approaches without clear harmonization, creating legal uncertainty for law enforcement officers and society. This research uses normative legal methods with statutory, conceptual, and case approaches to analyze the harmonization of regulations and law enforcement regarding sexual transactions through Michat. The research results show significant disharmonization in laws related to sexual transactions through Michat, where this regulatory disintegration creates norm overlaps, inconsistent article application, and legal uncertainty reflected in concrete cases in Surabaya (2024) and Mamuju (2023) which used different legal bases for similar cases. The research concludes that legislative harmonization becomes an urgent need to create alignment, consistency, and legal certainty in the national legislative system to provide optimal protection for victims and effective law enforcement against digital technology-based crimes
Analisis Pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) Di Bakesbangpol Provinsi Riau Indra Mardeni Putra; Adianto; Indry; Ayu Tri Utami
Jurnal Niara Vol. 18 No. 2 (2025): September
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/3zqqv884

Abstract

This study aims to analyze the management of regional assets (BMD) in the Riau Province Bakesbangpol and identify challenges in these management activities. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques in the form of direct observation, documentation studies, and interviews with informants selected purposively. The data obtained were subjected to data reduction, data presentation, and verification processes to draw conclusions. This study found that the management of regional assets in Bakesbangpol has been carried out in accordance with the rules that should refer to theoretical aspects and regulations governing the cycle and stages of regional asset management, namely Permendagri No. 19 of 2016. The challenges faced by Bakesbangpol Riau Province in managing BMD lie in the administrative aspects during the transition or change of regional asset managers. In addition, the less than optimal utilization of information technology needs to be addressed so that BMD management can be carried out effectively and efficiently in the future
Penempatan Pegawai Kecamatan Di Kabupaten Kuantan Singingi Neha; Febri Yuliani; Dadang Mashur
Jurnal Niara Vol. 18 No. 2 (2025): September
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/am05jy80

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh perbedaan kekosongan jabatan di setiap kantor kecamatan, ditambah dengan latar belakang pendidikan pegawai yang tidak sesuai dengan tugas jabatan, serta minimnya pelatihan yang diberikan, dapat menyebabkan penempatan pegawai menjadi tidak optimal. Hal ini juga berdampak pada kesenjangan kompetensi yang menghambat pelaksanaan tugas pokok dan fungsi masing-masing jabatan, sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi tidak efektif. Ketidaksesuaian ini juga berpotensi menciptakan ketidakpuasan di kalangan pegawai akibat beban kerja yang tidak seimbang dengan kemampuan yang mereka miliki. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Penempatan Pegawai Kecamatan dan faktor yang mempengaruhi penempatan pegawai kecamatan Di Kabupaten Kuantan Singingi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif dengan pendekatan fenomenologi yang menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penempatan pegawai Kecamatan di Kabupaten Kuantan Singingi dilakukan dengan menekankan pada kemampuan kepemimpinan, pengambilan keputusan, komunikasi efektif, dan motivasi tim. Penilaian kinerja menjadi dasar utama untuk menilai kemampuan mereka, sementara kesesuaian dengan budaya organisasi juga diperhatikan agar pegawai dapat beradaptasi dengan lingkungan kerja. Selain itu, keterampilan komunikasi dan pengelolaan menjadi nilai penting, sedangkan pendidikan formal dianggap sebagai tambahan yang mendukung. Faktor yang mempengaruhi seperti Kedisiplinan, motivasi, kepribadian berperan besar dalam menentukan posisi yang tepat, sehingga pegawai dapat menjalankan tugas dengan efektif dan meningkatkan kualitas pelayanan publik
Analisis Kebijakan Pendidikan di Bidang SPMB Berbasis Zonasi/Domisili Dan Problematikanya Wawan Shofwani; Mochamad Dicky Yudhantaka; Masduki Duryat
Jurnal Niara Vol. 18 No. 2 (2025): September
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/8a03c171

Abstract

Kebijakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) atau yang sekarang berubah menjadi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) resmi diberlakukan oleh Mendikdasmen Prof. Abdul Mu’thi, perubahan juga terjadi pada istilah zonasi menjadi domisili, yakni siswa akan dinilai layak atau tidaknya masuk ke sekolah negeri berdasarkan jarak dari rumah ke sekolah. Istilah tersebut tentu tidak terlalu berbebda dengan kebijakan zonasi yang dikeluarkan oleh menteri pendidikan sebelumnya. Tujuan dari kebijakan tersebut diterapkan adalah sebagai upaya pemerataan kualitas dan akses pendidikan di Indonesia. Selain itu, implementasi kebijakan tersebut dirintis tentu masih menghadapi berbagai macam tantangan dan permasalahan lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan zonasi atau domisili SPMB yang dikeluarkan oleh Mendikdasmen, memunculkan problematika-problematika yang akan timbul, serta mengevaluasi pengaruhnya terhadap peserta didik, orang tua, serta satuan pendidikan. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif – deskriptif analitis, melalui studi literatur dan wawancara terhadap pemangku kepentingan. Penulis mengidentifikasi bahwa kebijakan tersebut memiliki dampak positif dalam mengurangi kesenjangan pendidikan tetapi juga melahirkan beberapa masalah, yaitu keterbatasan daya tampung sekolah, ketimpangan kualitas antar sekolah, serta resistensi masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi dan penyesuaian kebijakan yang lebih fleksibel agar prinsip keadilan dan pemerataan pendidikan dapat tercapai secara normal
Pemberdayaan Masyarakat Untuk Peningkatan Ketahanan Pangan Keluarga:  Kasus Kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) Di Kota Padang Devi Irmayeni; Asdi Agustar; Widya Fitriana
Jurnal Niara Vol. 18 No. 2 (2025): September
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/mw09mj65

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  Menganalisis proses pemberdayaan masyarakat yang dilakukan melalui program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Kota Padang dan Menganalisa dampak program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kota Padang. Analisis yang digunakan adalah aeskriptif kualitatif dengan membandingkan kondisi yang ada dilapangan saat penelitian dengan lieteratur serta kebijakan yang releva. Hasil penelitian menunjukan bahwa Proses pemberdayaan masyarakat melalui program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Kota Padang dilakukan dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai aktor utama. Tahapan pemberdayaan dimulai dengan perencanaan kegiatan, yang melibatkan identifikasi kebutuhan kelompok dan penyusunan rencana secara bersama-sama dengan anggota KWT. Selanjutnya, tahap pelaksanaan dilakukan melalui pelatihan dan bimbingan teknis yang mencakup pengelolaan pekarangan, pembibitan, pengelolaan hasil panen, serta penerapan praktik pertanian ramah lingkungan. Pendampingan rutin dari pihak terkait juga menjadi bagian penting dalam proses ini untuk memberikan solusi atas berbagai kendala yang dihadapi, baik teknis maupun nonteknis. Evaluasi berkala dilakukan untuk menilai pencapaian program dan memastikan keberlanjutan kegiatan. Proses ini secara keseluruhan berhasil meningkatkan kapasitas anggota KWT dalam mengelola pekarangan sebagai sumber pangan dan ekonomi keluarga. Dampak pemberdayaan masyarakat melalui program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Kota Padang berpengaruh secara signifikan dalam berbagai aspek. Meskipun demikian, kendala seperti keterbatasan lahan, ketidaksesuaian bantuan dengan kebutuhan spesifik kelompok, dan kurangnya akses ke pasar untuk hasil panen masih memerlukan perhatian lebih untuk memastikan keberlanjutan program
Implementasi Pemungutan Pajak Bumi Dan Bangunan Perdesaan Perkotaan (PBB-P2) Liston Suwito; Zaili Rusli; Dadang Mashur
Jurnal Niara Vol. 18 No. 2 (2025): September
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/rwchh947

Abstract

Penelitian ini menganalisis Implementasi Pemungutan Pajak Bumi Dan Bangunan Perdesaan Perkotaan (PBB-P2) Kabupaten Bengkalis. Pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan merupakan pajak atas bumi dan/atau bangunan yang dimiliki, dikuasai, dan/atau dimanfaatkan oleh orang pribadi atau badan, kecuali kawasan yang digunakan untuk kegiatan usaha perkebunan, perhutanan, dan pertambangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Implementasi pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis sudah sesuai dengan Peraturan Peraturan Daerah Kabupaten Bengkalis Nomor 02 Tahun 2013 tentang Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis. Namun masih belum terlaksana dengan maksimal. Hambatan dalam melakukan pungutan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis adalah dari faktor internal yaitu berupa Sumber Daya Manusia (SDM) yang belum memadai, serta faktor eksternal yaitu berupa faktor ekonomi masyarakat, keberadaan wajib pajak, dan wajib wajak yang belum balik nama atas objek pajaknya. Rekomendasi penelitian ini UPT Pendapatan Daerah Kecamatan Pinggir wajib melakukan evaluasi terhadap apa saja yang menjadi hambatan dalam implementasi PBB-P2 di Kecamatan Pinggir. Adanya hambatan-hambatan yang terjadi baik internal dan eksternal, pemerintah harusnya menjadikan hambatan tersebut sebagai fokus pembenahan dalam pelaksanaan pemungutan pajak ditahun berikutnya

Page 2 of 3 | Total Record : 29