cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
agribisnisjurnal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Agribisnis
ISSN : 14124807     EISSN : 25034375     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Ruang Lingkup pada jurnal ini adalah semua yang berhubungan dengan kegiatan agribisnis pertanian dan semua yang berkaitan dengan dampak kegiatan agribisnis bagi masayarakat baik itu perencanaan usaha tani/agribisnis, kelayakan usaha tani/agribisnis, dll
Arjuna Subject : -
Articles 191 Documents
PERENCANAAN LABA PADA PENGOLAH IKAN JAYA MANDIRI DENGAN PENDEKATAN BREAK EVEN POINT Dina Agustina; Tine Badriatin
Jurnal Agribisnis Vol. 21 No. 2 (2019): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.153 KB) | DOI: 10.31849/agr.v21i2.3551

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Break even point, margin of safety atau batas keamanan agar jumlah penjualannya boleh berkurang dari rencana semula sehingga tidak menderita kerugian dan jumlah penjualan minimal yang harus dicapai untuk mencapai laba yang direncanakan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus pada pengolah ikan Jaya Mandiri di Kecamatan Purbaratu Kota Tasikmalaya.Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa Nilai penjualan produk abon ikan lele Rp 720.000,00 dan abon ikan patin Rp 800.000,00 dengan volume produksi abon ikan lele sebanyak 40 kemasan dan abon ikan patin sebanyak 40 kemasan. BEP nilai penjualan total sebesar Rp 70.623,06. Perhitungan BEP masing-masing produk untuk abon ikan lele sebesar Rp 33.453,03 dan abon ikan patin sebesar Rp 37.170,03, dengan volume produksi abon ikan lele sebanyak 1,86 unit (186 gram) dan abon ikan patin sebanyak 1,86 unit (186 gram). Margin of Safety (MoS) produk pada abon ikan lele sebesar 95,35 persen (Rp 686.520,00) dan abon ikan patin sebesar 95,35 persen (Rp 762.800,00). Profit margin yang ditetapkan untuk abon ikan lele dan abon ikan patin sebesar 21 persen, maka harus menjual dan memproduksi abon ikan lele sebesar Rp 863.757,69 (48 unit) dan abon ikan patin sebesar Rp 960.608,59 (48 unit).
KARAKTERISTIK DAN ANALISIS TIPOLOGI TERHADAP KINERJA PEMBANGUNAN EKONOMI DI PULAU SUMATERA Yusmini; Heriyanto; Deby Kurnia; Evy Maharani
Jurnal Agribisnis Vol. 21 No. 2 (2019): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.551 KB) | DOI: 10.31849/agr.v21i2.3552

Abstract

Pembangunan berkelanjutan terutama dibidang ekonomi membutuhkan perencanaan yang didasarkan pada potensi daerah, mencakup karakteristik dan tipologi dari capaian kinerja pembangunan sebelumnya. Bagian utama dalam pembangunan ekonomi adalah mengurangi tingkat kemiskinan baik di daerah perkotaan ataupun pedesaan. Penelitian ini menganalisis karakteristik kinerja ekonomi Kabupaten/Kota di Sumatera. Data bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada tingkat nasional, provinsi dan kabupaten/kota. Keseluruhan data dianalisis dengan analisis komponen utama (PCA) dan Analisis Klaster. Terdapat 52 variabel asli yang diolah dengan Principal Component Analysis dan tereduksi menjadi 6 komponen utama baru. Variabel ini mampu menjelaskan karakteristik kinerja ekonomi kabupaten/kota di Sumatera sebesar 82,13 persen pada nilai Bartett's Test of Sphericity sebesar 625.111 dan sig 0,000 Terbentuk 3 (tiga) klaster Kabupaten/kota di Sumatera yang secara natural berasal dari kesamaan penciri berbagai variabel dalam kinerja pembangunan. Klaster 1(satu) didominasi oleh daerah non-perkotaan dengan karakteristik yang sama pada aspek ketenagakerjaan dan pendidikan. Klaster 2 (dua) terdiri dari 22 kabupaten/kota yang tersebar di berbagai provinsi dengan karakteristik yang sama dalam aspek ekonomi dan suberdaya alam. Klaster 3 (tiga) menjadi kelompok dengan jumlah anggota terbesar, yang secara administratif didominansi oleh kabupaten/kota di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Provinsi Lampung. Karakteristik utama pembentuknya adalah kesamaan pada aspek ekonomi dan ketenagakerjaan.
ANALISIS KELAYAKAN USAHA AGROINDUSTRI GULA SAGU DI DESA SUNGAI TOHOR Esterlinawati Munte
Jurnal Agribisnis Vol. 22 No. 1 (2020): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.381 KB) | DOI: 10.31849/agr.v22i1.3891

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha agroindustri gula sagu. Analisis ini dilakukan untuk melihat kelayakan usaha agroindustri gula sagu. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei dimana informasi diperoleh langsung dari sampel melalui pertanyaan yang tersedia dalam kuesioner. Penentuan sampel dilakukan dengan metode sensus dimana semua pengrajin gula sagu yang berjumlah enam orang menjadi sampel dalam penelitian. Analisis yang digunakan ialah analisis kelayakan usaha dengan metode R/C Ratio. Hasil analisis diperoleh bahwa apabila pengrajin hanya memproduksi gula sagu cair sebanyak 678,06 l/tahun, maka usaha layak untuk dilakukan karena nilai RCR diperoleh sebesar 1,16. Namun jika usaha hanya memproduksi gula sagu bubuk sebanyak 226,02 kg dalam setahun, maka usaha belum layak untuk dilakukan karena nilai RCR diperoleh sebesar 0,87. Apabila pengrajin memproduksi kombinasi 339,03 l gula sagu cair dan 113,01 kg gula sagu bubuk dalam setahun maka diperoleh RCR sebesar 0,94. Angka ini menunjukkan bahwa usaha ini belum layak untuk dilakukan. Maka usaha agroindustri gula sagu harus melakukan perbaikan dan pengembangan usaha kedepannya.
PENGARUH KARAKTERISTIK PETANI DAN KOMPETENSI TERHADAP KINERJA PETANI PADI SAWAH DI KECAMATAN GUNUNG TOAR KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Sri Ayu Kurniati
Jurnal Agribisnis Vol. 22 No. 1 (2020): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.365 KB) | DOI: 10.31849/agr.v22i1.4042

Abstract

Keberhasilan berusahatani dipengaruhi oleh karakteristik petani dan kompetensi yang dimiliki untuk meningkatkan kinerja petani dan manajerial usahatani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik sosial ekonomi, kompetensi petani, kinerja petani dan pengaruh karakteristik petani dan kompetensi terhadap kinerja petani pada usahatani padi sawah. Penelitian menggunakan metode survei di Kecamatan Gunung Toar Kabupaten Kuantan Singingi dengan sampel petani padi sawah yang dipilih secara simple random sampling. Analisis data secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif menggunakan Regresi berganda. Hasil penelitian 1) Karakteristik sosial petani meliputi rata-rata umur 49,1 tahun, tingkat pendidikan adalah tamatan SD, pengalaman usaha rata-rata adalah 20,62 tahun, dan jumlah anggota keluarga dominan adalah 3 jiwa. Sedangkan karakteristik ekonomi meliputi luas lahan rata-rata 0,30 ha, tenaga kerja umumnya berasal dari dalam keluarga, dan penggunaan modal usahatani relatif sedikit, 2) Kompetensi petani termasuk kategori tinggi dan kinerja petani juga termasuk kategori baik, 3) Nilai R2 sebesar 0,600 berarti variabel bebas mempengaruhi kinerja petani padi sawah sebesar 60%
IS INTELLECTUAL CAPITAL ENHANCING THE FINANCIAL PERFORMANCE OF BUM DESA? CASE STUDY IN TAMBANG SUB-DISTRICT, KAMPAR DISTRICT, RIAU PROVINCE Ayub Rasidy
Jurnal Agribisnis Vol. 22 No. 2 (2020): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.163 KB) | DOI: 10.31849/agr.v22i2.4101

Abstract

Intellectual capital is an intangible asset that consist of knowledge and networks that can improving the economic value of business. BUM Desa is a village owned enterprise was hopefully to become a pillar of village economic development in Indonesia after issued UU No. 6/2014. This study aims to identified and measure the intellectual capital and analyze the relationship of intellectual capital on financial performance of BUM Desa. Research was done by case study in Tambang Sub-district, Riau Province. Intellectual capital was measured by the Likert and financial performance of BUM Desa was measured in profitability and cost reduction. Descriptive analysis was used to determine the relationship between intellectual capital and financial performance. The results showed that the intellectual capital of BUM Desa was forming by the structural capital, the relationship capital and the human capital respectively. BUM Desa has the ability to generate profits from assets better than the equity and BUM Desa has the ability to minimized costs to generate profits. BUM Desa that have higher intellectual capital have better finances. In the future, empowering of BUM Desa needs to be considered the capital intellectual development.
STRATEGI PENGEMBANGAN LEMBAGA KEUANGAN MIKRO AGRIBISNIS GABUNGAN KELOMPOK TANI DI KABUPATEN MAGELANG Fifit Nilasari; Ivo Novitaningtyas
Jurnal Agribisnis Vol. 22 No. 2 (2020): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.156 KB) | DOI: 10.31849/agr.v22i2.4269

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi kapasitas kelembagaan LKM-A Gapoktan di Kabupaten Magelang dan merumuskan strategi untuk mengembangkan lembaga tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan analisis IFAS, EFAS dan SWOT sebagai metode analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKM-A Gapoktan memiliki kekuatan (memiliki modal finansial dan peralatan yang cukup, struktur organisasi yang terstruktur dengan baik, memiliki koperasi, dan memiliki akses penjualan hasil bumi yang mudah), kelemahan (kualitas Sumber Daya Manusia), peluang (peluang pendampingan pelatihan dan permintaaan hasil pertanian yang stabil), ancaman (iklim yang tidak stabil, dan adanya serangan hama). Alternatif strategi berdasarkan hasil analisa SWOT yaitu 1) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan finansial melalui pelatihan-pelatihan serta mempertahankan kualitas hasil panen agar dapat memenuhi permintaan pasar. 2) Meningkatkan pengontrolan dalam pencegahan serangan hama dan peningkatan keahlian anggota sehingga dapat memahami upaya-upaya pencegahan serangan hama serta peramalan kondisi iklim untuk meningkatkan kualitas hasil pertanian. 3) Pengingkatan kapasitas SDM agar LKM-A lebih baik 4) Mengadakan program pendampingan dan penyuluhan secara rutin disertai dengan demonstrasi sehingga dapat meningkatkan kemampuan anggota LKM-A Gapoktan dan melakukan kegiatan pencegahan dari hama.
S Manajemen Pengendalian Kualitas Dalam Menjaga Eksistensi Pada Kopi Babah Kacamata di Salatiga : Manajemen Pengendalian Kualitas Selvia Candra
Jurnal Agribisnis Vol. 22 No. 2 (2020): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.513 KB) | DOI: 10.31849/agr.v22i2.4379

Abstract

Kopi Babah Kacamata merupakan salah satu produk lokal di Salatiga. Kopi Babah Kacamata terus mempertahankan kualitas produk hingga eksistensi sampai saat ini. Penelitian ini bertujuan : 1) Menganalisis proses manajemen kualitas Kopi Babah Kacamata dengan metode PDCA 2) Mengidentifikasi faktor-faktor dalam menjaga eksistensi Kopi Babah Kacamata 3) Mengetahui apakah kopi Babah Kacamata dapat mempertahankan eksistensi atau tidak. Penelitian ini dilakukan di Kopi Babah Kacamata yang berada di Jl. Kalinyamat no.16, Kuntowinangun, Salatiga. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode analisis yang digunakan untuk uji validitas data menggunakan metode triangulasi, PDCA (Plan, Do, Check, Action), 5M (Man, Money, Machine, Methods, Materials), dan menggunakan software ATLAS (Audit Tool and Linked Archive System). 5M (Man, Money, Machine, Methode, Materials), dan menggunakan software ATLAS (Audit Tool and Linked Archive System). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen kualitas yang dilakukan oleh Kopi Babah Kacamata sudah cukup baik dengan menjalankan SOP yang sudah dibuat. Analisis 5M menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi kualitas di Kopi Babah Kacamata adalah faktor manusia (man). Alasan mengambil tempat penelitian di Kopi Babah Kacamata, karena ingin mengetahui manajemen kualitas kopi yang mempengaruhi eksistensi Kopi Babah Kacamata saat ini. Eksistensi Kopi Babah Kacamata akan terus berlanjut sampai kapanpun, karena perusahaan terus berupaya untuk memperbaiki kualitas. Kata Kunci : Pengendalian Kualitas, PDCA,Proses Produksi, Eksistensi, Kopi Babah Kacamata
ANALISIS SHIFT SHARE PETERNAKAN KABUPATEN TANAH DATAR PROVINSI SUMATERA BARAT ANDI ALATAS
Jurnal Agribisnis Vol. 22 No. 1 (2020): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.864 KB) | DOI: 10.31849/agr.v22i1.4773

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan struktur perekonomian dari sektor pertanian pada sektor peternakan di Kabupaten Tanah Datar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kepustakaan. Studi kepustakaan yaitu teknik yang dilakukan dengan cara menelusuri literatur serta menelaah studi yang ada pada perpustakaan maupun instansi atau lembaga pemerintahan yang terkait dengan penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Tanah Datar. Teknik Analisis Shift Share adalah analisis yang bertujuan untuk menentukan kinerja perekonomian daerah. Analisis Shift Share digunakan untuk melihat karakteristik struktur ekonomi di suatu wilayah. Shift Share menunjukkan bahwa struktur perekonomian dari sektor pertanian dari tahun 2014-2018 dilihat dari tiga faktor yaitu pertama, Regional Share dengan total PDRB sektor pertaniannya yaitu Rp 122.833,50 juta. Kedua, Proportional Shift/Industry Mix struktur pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sumatera Barat berpengaruh negatif terhadap peningkatan PDRB sektor pertanian di Kabupaten Tanah Datar sebesar Rp 34.676,93 juta. Ketiga, Differential Shift/ keunggulan Kompetitif memperoleh dampak positif yang dapat meningkatkan PDRB sektor pertanian sebesar Rp 118.821,54 juta. Keyword : Shift Share, Peternakan
PENGEMBANGAN USAHA AYAM PETELUR DI KECAMATAN LINTAU BUO KABUPATEN TANAH DATAR PROVINSI SUMATERA BARAT Chezy WM Vermila
Jurnal Agribisnis Vol. 22 No. 1 (2020): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.697 KB) | DOI: 10.31849/agr.v22i1.4774

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran usaha ternak ayam petelur termasuk kedalam sektor basis atau non basis di Kecamatan Lintau Buo Kabupaten Tanah Datar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kepustakaan. Studi kepustakaan yaitu teknik yang dilakukan dengan cara menelusuri literatur serta menelaah studi yang ada pada perpustakaan maupun instansi atau lembaga pemerintahan yang terkait dengan penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di Nagari Tigo Jangko, Nagari Buo, Nagari Taluk dan Nagari Pangian di Kecamatan Lintau Buo Kabupaten Tanah Datar. Teknik Location Quotient (LQ) merupakan salah satu pendekatan yang umum digunakan dalam model ekonomi yang lebih sederhana dengan segala kelebihan dan keterbatasannya. Teknik Location Quotient (LQ) merupakan salah satu pendekatan yang umum digunakan dalam model ekonomi basis sebagai langkah awal untuk memahami sektor kegiatan yang menjadi pemacu pertumbuhan. Kecamatan lintau buo memiliki empat Nagari yang terdiri dari Taluk, Tigo Jangko, Pangian dan Buo. Populasi ayam petelur di Kecamatan Lintau Buo tahun 2014-2018 berfluktuasi. Jumlah populasi di Kecamatan Lintau Buo dari tahun 2014-2018 sama yaitu sebanyak 644.000 ekor. Nagari yang memiliki populasi terbanyak yaitu Nagari Buo pada tahun 2015, 2016 dan 2018 sebanyak 360.000 ekor. Sementara Nagari Taluk memiliki populasi terendah dibandingkan nagari lainnya. Keyword : sektor basis non basis, ayam petelur
FAKTOR-FAKTOR YANG DIPERTIMBANGKAN DALAM PEMBELIAN KOPI BUBUK INSTAN DI KOTA SEMARANG Ernoiz Antriyandarti
Jurnal Agribisnis Vol. 22 No. 2 (2020): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.454 KB) | DOI: 10.31849/agr.v22i2.4829

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : 1. Untuk mengetahui faktor – faktor yang dipertimbangkan dalam pembelian kopi bubuk instan di Kota Semarang, 2. Untuk mengetahui faktor yang paling dominan dipertimbangkan dalam pembelian kopi bubuk instan di Kota Semarang. Pengambilan sampel dengan metode non probality sampling dengan jumlah responden 100 orang. Teknik pengumpulan data, kuesioner Google Form, dan pencatatan. Analisis yang digunakan adalah analisis faktor. Hasil analisis faktor menunjukkan bahwa terdapat delapan faktor yang dipertimbangkan konsumen dalam pembelian kopi bubuk instan di Kota Semarang. 1) faktor distribusi dan aksebilitas yang terdiri dari variabel ketersediaan produk di pasaran, praktis dan kemudahan memperoleh:- 2) faktor promosi dan lingkungan fisik yang terdiri dari variabel nama produk, promo,iklan dan bentuk desain kemasan:- 3) faktor identitas yang terdiri dari kelengkapan keterangan produk dan varian produk:- 4) faktor image produk yang terdiri dari variabel nama produk dan kesesuaian harga:- 5) faktor letak lokasi dan harga yang terdiri dari variabel keterjangkauan harga dan letak lokasi:- 6) faktor berat produk yang terdiri dari variabel berat produk:- 7) faktor produk dasar yang terdiri dari variabel rasa produk dan ketersediaan di pasaran:- 8) faktor pelayanan toko yang terdiri dari variabel pelayanan toko.

Page 9 of 20 | Total Record : 191