cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
ISSN : 19071736     EISSN : 26853574     DOI : -
Core Subject : Education,
Al-Adyan (ISSN 1907-1736) is a journal published by the Religious Studies, Ushuluddin Faculty, Raden Intan State Islamic Institute of Lampung, INDONESIA. Al-Adyan published twice a year. Al-Adyan focused on the Religious Studies, especially the basic antropology, local wisdom. It is intended to communicate original research and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Arjuna Subject : -
Articles 199 Documents
KONFLIK DAN INTEGRASI SOSIAL (Telaah Buku A. Malik MTT berjudul “Pura dan Masjid; Konflik dan Integrasi Hakiki, Kiki Muhamad
AL-ADYAN Vol 9 No 2 (2014): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsla.v9i2.1414

Abstract

Buku yang ada dihadapan kita ini adalah merupakan hasil penelitain terkait dengan konflik dan integrasi sosial yang berada di masyarakat etnis suku Tengger. Dilihat dari pembahasannya, buku ini berupaya mengelaborasi dua permasalahan besar; Pertama, apa yang menyebabkan konflik pada masyarakat suku Tengger?. Kedua, apakah faktor-faktor pemicu konflik itu juga dapat menumbuhkan integrasi pada masyarakat Tengger?. Dari hasil penelitian dengan menggunakan teori konflik ditemukan bahwa konflik yang terjadi di Tengger dominan terjadi karena faktor pemahaman terhadap agama yang berbeda meskipun juga faktor lainnya seperti (motif ekonomi, politik, budaya) juga ikut menjadi pemicu. Faktor-faktor penyebab konflik itu juga ditemukan dengan analisa pendekatan teori fungsionalisme struktural ternyata dapat menumbuhkan integrasi sosial antar masyarakat suku Tengger.
RELIGIOSITAS MASYARAKAT PESISIR : (Studi Atas Tradisi “Sedekah Laut” Masyarakat Kelurahan Kangkung Kecamatan Bumi Waras Kota Bandar Lampung) Ruslan, Idrus
AL-ADYAN Vol 9 No 2 (2014): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsla.v9i2.1415

Abstract

Tradisi “sedekah laut” masyarakat Kelurahan Kangkung merupakan ekspresi terhadap keterbatasan manusia, dimana para nelayan mengharapkan keselamatan sewaktu melaut dan hasil panen pun meningkat. Untuk itu mereka melakukan ritual sedekah laut. Ritual ini jika merujuk pada Mariasusai Dhavamony masuk pada jenis ritual faktitif; untuk meningkatkan produktivitas atau kekuatan, atau pemurnian dan perlindungan, atau dengan cara lain meningkatkan kesejahteraan materi suatu kelompok. Salah satu yang nampak bahwa ritual sedekah laut sebagai ekspresi religius adalah keyakinan mereka bahwa ritual ini sebagai wujud rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah memberi rezeki melalui hasil panen di laut. Disamping itu, ketika pelaksanaan ritual sedekah laut, suasana religius nampak mulai dari bacaan-bacaan mantera oleh dalang wayang kulit, yang sebagian doa-doanya ada yang memakai bahasa Arab. Berkaitan dengan hal di atas, maka masyarakat Kelurahan Kangkung termasuk yang berupaya untuk mewujudkan keterpaduan antara sesuatu yang sakral dan yang profan.
PEMIKIRAN SENI KARL MARX DALAM PANDANGAN MIKHAIL LIFTSCHITZ (Menelusuri Kesejatian Seni Bagi Kehidupan Manusia) Yusuf, Himyari
AL-ADYAN Vol 9 No 2 (2014): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsla.v9i2.1416

Abstract

Seni dan eksistensi manusia merupakan dua hal yang tidak terpisahkan, karena pada hakikatnya seni merupakan ekspresi jiwa yang paling indah dan cerminan tujuan hidup manusia. Selain itu seni juga bersifat religio magis yang diekspresikan dalam dunia seni sebagai simbol ketaatan. Oleh karena itu secara fungsional seni adalah cermin jiwa dan tujuan hidup manusia. Fakta sejarah menunjukkan bahwa seni mengemuka semenjak abad Yunani. Namun pada perkembangan berikutnya seni mengalami perubahan dan pergeseran sejalan dengan perkembangan pemikiran dan ilmu pengetahuan manusia. Secara spesifik pada abad modern dan seterusnya, seni tidak lagi bersifat religio magis tetapi sudah menjadi alat dalam politik dan ekonomi, antara masyarakat borjuis dengan masyarakat proletar. Perubahan inilah yang membuat penulis tertarik untuk mengkaji pemikiran seni Karl Marx yang akan dilihat dengan sudut pandang Mikhail Liftschitz. Pendekatan yang digunakan dalam tulisan ini adalah pendekatan filsafat, karena pemikiran yang menjadi objek kajiannya adalah pemikiran filsafat.
FENOMENOLOGI HUSSERL SEBAGAI METODE FILSAFAT EKSISTENSIAL Sudarman, Sudarman
AL-ADYAN Vol 9 No 2 (2014): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsla.v9i2.1417

Abstract

Fenomenologi merupakan salah satu pendekatan dalam studi agama-agama. Pendekatan tersebut begitu penting dalam studi agama-agama karena ia akan menampilkan setiap gejala atau fenomena yang tampak untuk berbicara mengenai dirinya sendiri, apa adanya, tanpa dugaan dan interpretasi dari peneliti atau pemerhati. Fenomenologi mendapatkan tempat dalam studi agama-agama secara signifikan setelah Edmund Husserl mengembangkannya menjadi sebuah metode filsafat eksistensial, yang kemudian banyak mendapat apresiasi dari para ahli dan peneliti agama-agama. Artikel ini membahas fenomenologi Husserl sebagai metode filsafat eksistensial, di dalamnya dibahas mengenai riwayat hidup Husserl, pengertian fenomenologi sebagai metode filsafat eksistensial, dan fenomenologi sebagai ajaran.
PENYIARAN AGAMA DALAM PERSPEKTIF ISLAM (Studi Manajemen Dakwah) Suhandi, Suhandi
AL-ADYAN Vol 9 No 2 (2014): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsla.v9i2.1418

Abstract

Cukup banyak metode yang telah dikemukakan dan dipraktikkan oleh para da‟i dalam menyampaikan dakwah, seperti ceramah, diskusi, bimbingan dan penyluhan, nasihat, panutan dan sebagainya. Dan tentu saja semuanya dapat diterapkan sesuai dengan sistuasi dan kondisi yang dihadapi. Namun demikian, metode bukanlah satu-satunya nyang dapat menetukan tingkat keberhasilan suatu dakwah yang dilakukan, keberhasilan dakwah juga ditunjang dengan berbagai aspek lainnya; seperti kepribadian (kekharismatikan) seorang da‟i, materi yang disampaikan, kondisi objek dakwah (audience), kondisi tempat dan sarana lainnya yang dapat mendukung kegiatan dakwah.
PEREMPUAN: PERSPEKTIF FILSAFAT, TASAWUF DAN FIQIH Anshori, M. Afif
AL-ADYAN Vol 10 No 1 (2015): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsla.v10i1.1419

Abstract

Dalam tradisi pemikiran filsafat Islam, perempuan tidak dibedakan dengan laki-laki, tapi justru disetarakan, sepanjang ia mempunyai kemampuan lebih. Stressingnya adalah kemampuan intelektual dan bukan jenis kelamin. Sementara itu, dalam perspektif Tasawuf (spiritualitas Islam), relasi laki-laki perempuan juga tampak adil dan setara. Hal ini disebebkan ajaran utama tasawuf adalah kebersihan hati dalam upaya mencapai kedekatan dengan Tuhan. Persoalan utamanya adalah bagaimana mencapai Tuhan sedekat-dekatnya dan bahwa Dia semakin dirindukan dan dicintai. Untuk mencapai tingkat tersbut tidak ada syarat laki-laki, karena masing-masing orang, laki-laki maupun perempuan, mempunyai kesempatan yang sama. Oleh karena itu, pemikiran yang bias gender, lebih banyak – tidak semuanya- didapati dalam hukum (fiqih) dan tafsir yang berkaitan dengan hukum. Sementara itu, dalam kajian filsafat dan tasawuf yang tidak banyak bersentuhan dengan kepentingan penguasa, tampak lebih murni dan bebas dari bias gender. Inilah mestinya yang patut disosialisasikan.
SISTEM KEPERCAYAAN AWAL MASYARAKAT SUNDA Miharja, Deni
AL-ADYAN Vol 10 No 1 (2015): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsla.v10i1.1420

Abstract

Sistem kepercayaan suatu masyarakat terbentuk secara alamiah. Dimana sistem kepercayaan merupakan pedoman hidup yang diyakini oleh suatu masyarakat dalam menjalankan kehidupan sosial keagamaannya. Masyarakat Sunda sebagai sebuah suku bangsa di Indonesia, memiliki sistem kepercayaan awal yang unik dan masih bertahan sampai saat ini. Sistem kepercayaan tersebut sering dikenal dengan istilah Sunda Wiwitan yang sekarang bertahan hidup pada komunitas masyarakat adat Baduy di Kanekes. Namun demikian, fakta historis menunjukkan bahwa masyarakat Sunda dipengaruhi oleh beberapa kebudayaan, diantaranya; pertama, kebudayaan Hindu-Budha yang datang dari anak benua India, kedua, Kebudayaan Islam yang datang dari jazirah Arab, ketiga, kebudayaan Jawa, keempat, kebudayaan Barat yang datang dari benua Eropa, dan kelima, kebudayaan nasional karena Tatar Sunda terintegrasi dan menjadi bagian Negara Republik Indonesia dan kebudayaan global. Walaupun dipengaruhi berbagai kebudayaan luar, masyarakat Sunda memiliki identitas tersendiri, yang melekat pada komunitas masyarakat adat Baduy, termasuk dalam sistem kepercayaannya, yaitu Sunda Wiwitan.
PENETRASI SOSIAL DALAM PERNIKAHAN BEDA BUDAYA Fitriani, Annisa
AL-ADYAN Vol 10 No 1 (2015): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsla.v10i1.1421

Abstract

Suku di Indonesia memiliki sistem kekerabatan yang berbeda-beda. Sistem kekerabatan adalah hubungan kekeluargaan melalui perkawinan. Secara garis besar, Indonesia mengenal tiga bentuk sistem kekerabatan, yaitu matrilineal, patrilineal, dan bilateral. Sebuah perkawinan akan membentuk sebuah keluarga. Keluarga adalah sistem sosial yang alami dengan hubungan darah, perkawinan atau adopsi serta budaya. Realitas budaya berpengaruh dan berperan dalam komunikasi. Terdapat koordinasi antara budaya dengan komunikasi, budaya mempengaruhi komunikasi dan komunikasi mempengaruhi budaya. Untuk meminimalisir terjadinya konflik, maka diperlukan keintiman diantara keduanya atau yang sering disebut sebagai penetrasi sosial. Teori penetrasi sosial secara umum membahas tentang bagaimana proses komunikasi interpersonal, disini dijelaskan bagaimana dalam proses berhubungan dengan orang lain.
EKSISTENSI ENERGI SPIRITUAL DALAM KONVERSI AGAMA Hamali, Syaiful
AL-ADYAN Vol 10 No 1 (2015): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsla.v10i1.1422

Abstract

Energi spiritual dalam konteks konversi agama menunjukkan adanya suatu tenaga yang amat dahsyat dalam diri manusia, yang berusaha mendorong dan menggerakkan jiwa individu dalam menetapkan sistem kepercayaan, sistem upacara keagamaan dan kelompok keagamaan baik dengan cara pindah atau masuk agama lain, maupun mengadakan perubahan terhadap sikap dan tingkah laku keagamaan yang dianutnya. Secara psikologis, timbulnya energi spiritual merupakan kolaborasi antara aspek afektif dengan aspek konatif yang terdapat dalam jiwa seseorang. Selanjutnya hasil kerjasama dari kedua aspek kejiwaan tersebut disalurkan melalui aspek motorik, sebagai pelaksana tingkah laku manusia, seperti gerakan-gerakan jasmani yang dilakukan manusia. Namun tetap berpedoman kepada fungsi kognitif, sebagai penunjuk jalan yang mengendalikan tingkah laku manusia.
MODERNISASI DALAM PERSPEKTIF PERUBAHAN SOSIAL Rosana, Ellya
AL-ADYAN Vol 10 No 1 (2015): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsla.v10i1.1423

Abstract

Masyarakat senantiasa berubah, dan perubahan yang terjadi dalam masyarakat merupakan hal yang wajar dan tidak dapat dihindari, walaupun perubahan pada masyarakat yang satu akan berbeda dengan perubahan pada masyarakat yang lain. Demikian halnya dengan proses modernisasi. Modernisasi pada masyarakat tertentu akan berbeda dengan masyarakat yang lain baik dari prosesnya maupun pada penerimaannya, tergantung dari kebutuhan dan keinginan dari masyarakatnya. Perubahan yang terjadi karena proses modernisasi akan membelenggu masyarakat pada budaya konsumtif, hedonisme, dan lain sebagainya. Modernisasi merupakan salah satu bentuk perubahan sosial masyarakat dari masyarakat tradisional menuju masyarakat yang maju mengikuti perkembangan masyarakat lainnya yang dianggap lebih dahulu maju. Masyarakat pun harus cerdas dalam memilih mana dari proses modernisasi tersebut yang akan dapat merubah masyarakat ke arah yang lebih baik, sehingga manfaat dari modernisasi tersebut dapat dirasakan.

Page 6 of 20 | Total Record : 199


Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 20 No 2 (2025): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 20 No 1 (2025): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 19 No 2 (2024): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 19 No 1 (2024): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 18 No 2 (2023): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 18 No 1 (2023): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 17 No 2 (2022): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 17 No 1 (2022): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 16 No 2 (2021): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 16 No 1 (2021): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 15 No 2 (2020): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 15 No 1 (2020): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 14 No 2 (2019): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 14 No 1 (2019): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 13 No 2 (2018): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 13 No 1 (2018): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 12 No 2 (2017): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 12 No 1 (2017): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 11 No 1 (2016): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 10 No 2 (2015): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 10 No 1 (2015): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 9 No 2 (2014): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 9 No 1 (2014): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 8 No 2 (2013): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 8 No 1 (2013): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 7 No 2 (2012): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 6 No 2 (2011): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 6 No 1 (2011): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 5 No 1 (2010): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama More Issue