cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
AKULTURASI (JURNAL ILMIAH AGROBISNIS PERIKANAN)
ISSN : 23374195     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 298 Documents
PROFIL PEDAGANG IKAN SEGAR DI PASAR PINASUNGKULAN KELURAHAN KAROMBASAN UTARA KECAMATAN WANEA KOTA MANADO Wakerkwa, Tion; Manoppo, Victoria E.N.; Durand, Swenekhe S.; Sondakh, Srie J.; Aling, Djuwita R.R.; Sinjal, Chatrine A.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 9, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.9.1.2021.34641

Abstract

AbstractThis study aims to analyze the profile of fresh fish traders in the Pinasungkulan market, North Karombasan Village, Wanea District, Manado City. The method used is a survey method. The population in this study is fresh fish traders. The data consists of primary data and secondary data. Primary data is done through observation, interviews guided by questionnaires, while secondary data is obtained indirectly, namely in the form of evidence, historical records or reports that have been compiled in the library. The analysis used in this research is descriptive quantitative analysis and descriptive qualitative.The age of the respondent is at the age of less than 65 years, which is in the productive age. The age of the traders who are still of productive age so that they can survive selling even though they are rarely buyers or when the number of buyers increases. Fresh fish traders have junior high school education (50%), high school (30%), and bachelor degree (10%) and do not go to school (10%). Number of family members 1-3 people and there are more than 3 family members.The income of fresh fish traders varies, namely Rp. 250,000 per day (30%), and Rp. 500,000 per day (50%), and greater than Rp. 500,000 (20%). Expenditures in the form of transportation expenses of Rp. 10,000 per day and do not spend money on transportation because it is walking from home to the market location. Fresh fish traders who sell for more than 10 years are the largest number. Initial business capital to sell their own capital or joint venture with family members. Places of sale, as much as 80% are self-owned and as much as 20% are only rented.Keywords: Socio-Economic Studies, Fresh Fish, Pinasungkulan Market  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil pedagang ikan segar di pasar Pinasungkulan Kelurahan Karombasan Utara Kecamatan Wanea Kota Manado. Metode yang digunakan adalah metode survey. Populasi pada penelitian ini ialah pedagang ikan segar. Data terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer dilakukan melalui observasi, wawancara yang dipandu dengan kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh secara tidak langsung, yaitu berupa bukti, catatan atau laporan historis yang telah tersusun di perpustakan. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif.Umur responden berada pada usia lebih kurang dari 65 tahun yaitu berada pada produktif. Umur para pedagang yang masih usia produktif sehingga mereka bisa bertahan berjualan walaupun jarang pembeli ataupun pada saat jumlah pembeli meningkat. Pedagang ikan segar memiliki pendidikan SMP (50%), SMA (30%), Sarjana (10%) dan tidak bersekolah (10%). Jumlah Anggota keluarga 1 – 3 orang dan ada yang lebih dari 3 anggota keluarga.Pendapatan pedagang ikan segar bervariasi, yaitu Rp. 250.000 per hari (30%), dan Rp. 500.000 per hari (50%), dan lebih besar dari Rp. 500.000 (20%). Pengeluaran berupa pengeluaran transportasi sebesar Rp. 10.000 per hari dan tidak mengeluarkan uang transportsi karena berjalan kaki dari rumah ke lokasi pasar. Para pedagang ikan segar yang berjualan lebih dari 10 tahun merupakan jumlah terbesar. Modal awal usaha untuk berjualan modal sendiri ataupun patungan bersama anggota keluarga. Tempat jualan, sebanyak 80% adalah milik sendiri dan sebanyak 20% hanya sewa.Kata Kunci: Kajian Sosial Ekonomi, Ikan Segar, Pasar Pinasungkulan 
UPAYA MENINGKATKAN EKONOMI KELUARGA NELAYAN TRADISIONAL PANCING ULUR SAAT NORMAL BARU DI DESA BULAWAN INDUK KECAMATAN KOTABUNAN KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR PROVINSI SULAWESI UTARA Rumampuk, Irine; Sondakh, Srie J.; Kotambunan, Olvie V.; Suhaeni, Siti; Wasak, Martha P.; Tilaar, Sandra O.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 9, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.9.1.2021.34614

Abstract

AbstractHuman life around the world is changing, one of which is the result of Covid-19 which forces new conditions. In this case, global social life creates a new order. Human life everywhere enters a space called the New Normal. Bulawan Induk Village is a coastal village in Kotabunan District, Bolaang Mongondow Timur Regency, with a population of 1,167 people consisting of 554 men, 613 women and 309 families. Most of the people work as fishermen for about 121 people. Fishery activities carried out by fishermen as the head of the family vary; some are traditional and some are modern. However, the results of the survey show that the fishermen in Bulawan Induk Village are dominated by traditional fishermen. One of the capture fisheries businesses that are carried out in Bulawan Induk Village is hand-fishing. The purpose of this study is to determine the income of traditional hand-paced fishing rods during new normal in Bulawan Induk Village and what efforts are made to improve the family economy during the new normal. The research method used by the author is a survey method. The population in this study were the wives of traditional hand-pancing fishermen in the village of Bulawan Induk. Data were collected by census because the population was only 9 people. The data collected in this study consisted of primary data and secondary data. The data obtained, processed and analyzed by qualitative descriptive and quantitative descriptive.Based on the results of the analysis, it can be concluded that the average income of the traditional hand-line fishing fishermen family during the new normal in Bulawan Induk Village when the New Normal is IDR 43,733,332 with an increase in average income of 23.77%, thanks to the fishermen's wife's efforts to increase family economy. The wives of traditional fishermen in Bulawan Induk Village are working as petibos and opening stalls to sell groceries. Thanks to the fishermen's wife's efforts to improve the family economy, finally the family income increased by 23.77%. There needs to be attention from the local government to form an institution engaged in the marketing of fishery products so that the fishermen's catch can be marketed at a more stable price by existing marketing agencies.Keywords: Effort, handline, family economy, New Normal AbstrakKehidupan manusia di seluruh dunia berubah, perubahan ini salah satunya akibat covid-19 yang memaksa kondisi baru. Dalam hal ini, secara global kehidupan sosial tercipta suatu tatanan baru. Kehidupan manusia di mana pun memasuki ruang bernama Normal Baru. Desa Bulawan Induk merupakan desa pesisir yang ada di Kecamatan Kotabunan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur dengan jumlah penduduk 1.167 jiwa terdiri dari laki-laki 554 jiwa, perempuan 613 jiwa dan memiliki 309 kepala keluarga. Sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan kurang lebih 121 jiwa. Kegiatan perikanan yang dilakukan oleh nelayan sebagai kepala keluarga bervariasi; ada yang tradisional dan ada yang modern. Namun, hasil prasurvei menunjukkan bahwa nelayan di Desa Bulawan Induk didominasi oleh nelayan tradisional. Salah satu usaha perikanan tangkap yang di lakukan di Desa Bulawan Induk adalah pancing ulur. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pendapatan nelayan tradisional pancing ulur saat normal baru di Desa Bulawan Induk dan upaya apa yang dilakukan untuk meningkatkan ekonomi keluarga saat normal baru. Metode penelitian yang digunakan penulis adalah metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah istri nelayan tradisional pancing ulur yang ada di Desa Bulawan Induk. Pengambilan data dilakukan dengan sensus karena populasi hanya 9 orang.. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data yang diperoleh, diolah dan dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif.Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa rata-rata pendapatan keluarga nelayan tradisional pancing ulur saat normal baru di Desa bulawan Induk pada saat Normal Baru adalah RP.43.733.332 dengan kenaikan pendapatan rata- rata sebesar 23,77%, berkat upaya istri nelayan untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Adapun bentuk upaya yang di lakukan istri nelayan tradisional di Desa Bulawan Induk yaitu bekerja sebagai petibo dan membuka warung untuk menjual sembako. Berkat upaya istri nelayan untuk meningkatkan ekonomi keluarga akhirnya pendapatan keluarga naik sebesar 23,77%. Perlu adanya perhatian dari pemerintah setempat untuk membentuk suatu kelembagaan yang bergerak di bidang pemasaran hasil perikanan sehingga hasil tangkapan nelayan dapat dipasarkan dengan harga yang lebih stabil oleh lembaga pemasaran yang ada.Kata Kunci: Upaya, Pancing Ulur, Ekonomi Keluarga, Normal Baru
KEADAAN SOSIAL EKONOMI NELAYAN TRADISIONAL ALAT TANGKAP JARING IMII DI DESA MIMIKA TIMUR, KECAMATAN POMAKO, KABUPATEN MIMIKA, PROVINSI PAPUA Tipagau, Merince; Aling, Djuwita R.R; Wasak, Martha P.; Andaki, Jardie A.; Dien, Christian R.; Pangemanan, Novie P.L.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 9, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.9.1.2021.34620

Abstract

AbstractMimika Regency has a very large fishery potential and this potential has been underutilized optimally and sustainably. The socio-economic condition of fishermen is a problem faced by the fishing community which has become a major factor in determining the level of welfare, especially in Mimika Timur Village, Pomako District, Mimika Regency. This study aims to determine the socio-economic condition of traditional fishermen in the Imii fishing gear business in East Mimika Village, Pomako District, Mimika Regency, Papua Province. The population in this study were fishermen who used traditional fishing gear Imii nets. Data collection was carried out using the census method on 4 business owners of Imii fishing gear. The data collected consists of primary data and secondary data. Primary data collection was carried out through field surveys and direct interviews guided by questionnaires. Apart from going through interviews, also by asking and answering questions to respondents using a recording device and using documentation. Secondary data is generally in the form of evidence, notes or reports obtained from village data related to this research. The data analysis used in this research is descriptive quantitative analysis and qualitative descriptive analysis. The result of the research shows that social aspects such as the age of the fisherman in this net are in the productive age range. The average education of fishermen is primary school and the dependents of the families vary. Each fisherman family is 3-7 people. For the economic aspect, fishermen have an average income of iDr 650,000. The average expenditure is IDR 200,000 and you get a profit of IDR 450,000. Apart from the relatively low income from fishing, to meet the daily needs of fishing families in East Mim ika Village, it is obtained from the assistance provided by both the government and NGOs that exist on an ongoing basis. Assistance in the form of fishing gear packages consisting of motorboats, nets, coolboxes and fuel. Apart from that, cash assistance, foodstuffs, education fees and other village facilities support support the livelihoods of the village community.KeyWords: Fishing community, income, poverty, welfare, productivity. AbstrakKabupaten Mimika mempunyai potensi Perikanan yang sangat besar dan potensi tersebut selama ini masih kurang dimanfaatkan secara maksimal dan berkelanjutan. Kondisi sosial ekonomi nelayan merupakan masalah yang dihadapi masyarakat nelayan yang sudah menjadi faktor utama yang menentukan tingkat kesejahteraan khususnya di Desa Mimika Timur Kecamatan Pomako Kabupaten Mimika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keadaan sosial ekonomi nelayan tradisional usaha alat tangkap jaring Imii di Desa Mimika Timur, Kecamatan Pomako, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. Populasi dalam penelitian ini adalah nelayan yang menggunakan alat tangkap tradisional jaring Imii. Pengumpulan data yang dilakukan menggunakan metode sensus atas 4 orang pemilik usaha alat tangkap Imii. Data yang dikumpulkan terdiri atas data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan melalui survei lapangan dan wawancara langsung yang dipandu dengan kuisioner. Selain melalui wawancara juga dengan cara tanya jawab kepada responden dengan menggunakan alat perekam, serta menggunakan alat dokumentasi. Data sekunder umumnya berupa bukti, catatan atau laporan yang di dapatkan dari data desa yang berhubungan dengan penelitian ini. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian memperlihatkan aspek sosial seperti umur nelayan jaring imii berada pada kisaran umur produktif. Pendidikan nelayan rata-rata sekolah dasar dan tanggungan keluarga bervariasi setiap keluarga nelayannya adalah 3 -7 orang. Untuk aspek ekonomi nelayan memiliki pendapatan rata- rata sebesar Rp 650.000. Pengeluaran rata-rata Rp 200.000 dan diperoleh keuntungan sebesar Rp 450.000. Selain dari penghasilan melaut yang relative rendah, untuk memenuhi kebutuhan harian keluarga nelayan jaring imii di desa Mimika Timur, didapatkan dari bantuan yang diberikan baik oleh pemerintah maupun LSM yang ada secara kontinu. Bantuan berupa paket alat tangkap yang terdiri dari perahu motor, jaring, coolbox dan bahan bakar. Selain itu juga bantuan uang tunai, bahan makanan, biaya pendidikan dan bantuan fasilitas desa lainnya untuk menopang kehidupan masyarakat desa ini.Kata Kunci: Masyarakat nelayan, Pendapatan, Kemiskinan, Kesejahteraan, Produktivitas
PENGARUH COVID-19 TERHADAP USAHA PENGOLAHAN IKAN ROA ASAP DI DESA KINABUHUTAN KECAMATAN LIKUPANG BARATKABUPATEN MINAHASA UTARA PROVINSI SULAWESI UTARA Udampo, Mitrani; Suhaeni, Siti; Rarung, Lexy K.; Durand, Swenekhe S.; Rantung, Steelma V.; Mantiri, Rose O.S.E.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 9, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.9.1.2021.34610

Abstract

AbstractThis study aims to find out about financially analyze the smoked roa fish processing business in Kinabuhutan Village before the Covid-19 and during New Normal, then compare it to determine whether there is an effect of Covid 19 on smoked roa fish processing business in Kinabuhutan Village. The method used was the survey method and the data collection method used the census method because the population was smoked roa fish processing only 3 people. The data collected consisted of primary data and data only. Primary data was collected through surveys and interview. Meanwhile, secondary data from sources related to this study. The data analysis used qualitative descriptive analysis and quantitative descriptive analysis. The quantitative descriptive analysis uses financial analysis such as Operating Profit (OP). Net Profit (NP), Profit Rate (PR). Rentability, Benefit Cost Ratio (BCR), Break Even Point (BEP) and Payback Period (PP). Based on the results of the analysis of data before the existence of Covid 19 regarding Operating Profit (OP) = Rp. 3,053,120,000, Net Profit (NP) = Rp. 3,052,233,400; Profit Rate (PR) = 68%; Benefit Cost Ratio (BCR) = 1.68; Rentability = 14,488%; Sales BEP = Rp. 2,162,439; BEP Unit = 108 clips and a payback period of only 3 days, it can be concluded that the smoked roa fish processing business is very feasible and very promising. Based on the results of the analysis of the data during New Normal, there is absolutely no difference with the time before the Covid 19. smoked roa fish processing business in Kinabuhutan Village. KeyWords: Financial Analysis, smoked roa fish. Kinabuhutan AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara finansial usaha pengolahan ikan roa asap di Desa Kinabuhutan sebelum adanya Covid-19 dan saat New Normal, kemudian membandingkannya untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh Covid 19 terhadap usaha pengolahan ikan roa asap di Desa Kinabuhutan. Metode yang digunakan adalah metode Survei dan metode pengambilan data menggunakan metode sensus karena populasinya adalah pengolah ikan roa asap yang hanya 3 orang. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder, adapun cara pengumpulan data primer melalui survei dan wawancara, sedangkan data sekunder dengan mengutip dari sumber yang ada hubungannya dengan penelitian ini. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Adapun analisis deskriptif kuantitatif menggunakan analisis finansial seperti Operating Profit (OP), Net Profit (NP), Profit Rate (PR), Rentabilitas, Benefit Cost Ratio (BCR), Break Even Point (BEP) dan Payback Period (PP). Berdasarkan hasil analisis tentang data sebelum adanya Covid 19 mengenai Operating Profit (OP) = Rp.3.053.120.000, Net Profit (NP) ; Profit Rate (PR) = 68%; Benefit Cost Ratio (BCR) = 1,68; Rentabilitas = 14.488%;  ; BEP Satuan = 109 jepit dan Payback Period yang hanya 3 hari, dapat disimpulkan bahwa usaha pengolahan ikan roa asap sangat layak untuk dijalankan dan sangat menjanjikan. Berdasarkan hasil analisis tentang data saat New Normal sama sekali tidak ada bedanya dengan pada saaat sebelum adanya covid 19. Setelah dibandingkan hasil analisis data sebelum adanya Covid 19 dengan saat New Normal ternyata sama dan tidak ada perubahan sehingga dapat disimpulkan bahwa Covid 19 tidak mempunyai pengaruh terhadap usaha pengolahan ikan roa asap di Desa Kinabuhutan.Kata Kunci: Analisis Finansial, Ikan roa asap, Kinabuhutan
EVALUASI PENGENDALIAN ECENG GONDOK (EICHORNIACRASSIPES) DI DANAU TONDANO KABUPATEN MINAHASA DALAM MASA PANDEMI COVID-19 Moningkey, Gerry Sean; Andaki, Jardie A.; Dien, Christian R.; Jusuf, Nurdin; Rarung, Lexy K.; Moningkey, Ruddy D.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 9, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.9.1.2021.34615

Abstract

AbstractThis research was conducted to evaluate the factors that determine so that the control of water hyacinth in Lake Tondano since the existence of this weed in 1996 until now has not provided maximum results. The research method used is a qualitative research method, more specifically a 'Case Study' with the research object of 'place' which in this case is Lake Tondano, the 'actors' namely the government and citizens of the Minahasa district, and 'activities'. namely the cleaning of water hyacinth in Lake Tondano by the government and the community that has been going on for more than two decades. The data collection methods applied were "unstructured interviews", "non-participant observation", and "document study". The analysis method used was "descriptive analysis." The research began at the end of February 2020 and ended in December 2020. The results showed that there are several factors that determine the inadequate control of water hyacinth in Lake Tondano, namely management factors, institutional factors, technical factors, budget factors, and regulatory factors.Key words: Lake Tondano, water hyacinth, prevention, management AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi faktor-faktor yang menentukan sehingga pengendalian Eceng Gondok di Danau Tondano sejak keberadaan gulma ini pada tahun 1996 sampai saat ini belum memberikan hasil yang maksimal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, lebih khusus lagi adalah sebuah ‘Studi Kasus’ dengan obyek penelitian ‘tempat’ yang dalam hal ini adalah Danau Tondano, ‘para pelaku’ yaitu pemerintah dan warga masyarakat kabupaten Minahasa, dan ‘aktivitas-aktivitas’ yaitu kegiatan pembersihan Eceng Gondok di Danau Tondano oleh pemerintah dan masyarakat yang telah berlangsung selama lebih dari dua dekade. Adapun metode pengumpulan data yang diterapkan adalah ‘wawancara tidak terstruktur’, ‘observasi non partisipan’, dan ‘studi dokumen’ dengan metode analisis yang digunakan adalah metode ‘analisis deskriptif. Penelitian dimulai padaakhir Pebruari 2020 dan berakhir pada Desember 2020.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa faktor yang yang menjadi penentu tidak maksimalnya pengendalian Eceng Gondok di Danau Tondano selama ini yaitu faktor manajemen, faktor kelembagaan, faktor teknis, faktor anggaran, dan faktor regulasi.Kata kunci: Danau Tondano, eceng gondok, penanggulangan, manajemen
KARAKTERISTIK USAHA MANDIRI BUDIDAYA IKAN NILA PADA KERAMBA JARING TANCAP DI DESA ERIS KECAMATAN ERIS KABUPATEN MINAHASA Stevanus, Tobias; Aling, Djuwita R.R.; Rantung, Steelma V.; Dien, Christian R.; Rarung, Lexy K.; Watung, Julian Ch.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 9, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.9.1.2021.34621

Abstract

AbstractThe purpose of this research is to explain and describe the Characteristics of tilapia farming partnership business in fixed net cages in Eris Village, Eris District, and Minahasa Regency. The aspects that will be examined in this research include the characteristics of the source of capital, the partnership pattern of tilapia aquaculture in live net cages, and the characteristics of the marketing system.The method used in this research is a survey. Surveys are research conducted to obtain facts from existing symptoms and seek factual information about social, economic, or political institutions of a group or individual.The population in this study were fish cultivators with a partnership business, namely those who carried out a partnership business and did not work alone. Samples were taken as many as 10 respondents from a population of 31 people Partnership cultivators. The sample was determined by purposive sampling, which is to be determined by the researcher for cultivators who are considered under the criteria of the respondents that have been set. In this study, it was determined that the respondents were cultivators who had been doing business for more than 5 years. The data obtained in the field were discussed descriptively qualitatively and descriptively quantitatively.The results of the study concluded: 1) The activity of tilapia cultivators is divided into 2) the first is before harvest, where the cultivators provide feed every week, starting at 8:00 in the morning until late in the evening and eating break at 12:00 PM, the total working hours are not fixed, because each worker must complete their respective tasks, and the second is after harvest where the cultivators sell and also supply the needs of their respective partner companies, the partner companies are the Bitung fishery factory, the large tilapia fish cultivators in Eris Village, Manado fish factory, Kotamobagu fish factory, South Minahasa fish factory, and fish factory in Bolaang Mongondow. 2) Several tilapia aquaculture entrepreneurs in Eris Village get capital to build a business from a bank, their capital, and some also get funds from their partners. 3) The partnership pattern run by tilapia fish cultivators in live net cages in Eris Village uses 2 partnership patterns, the first is general trading where the owner (group of partners) is a tilapia cultivator who sells the products needed by the partner company, then the production results will be sold to consumers (industry), and the second is a subcontract, where the owner (partner group) produces the components needed by the partner company, there are also several owners who act as partner companies.Keywords: Characteristics, Tilapia Cultivation, Fixed Net Cages, Business Partnership, Eris Village  AbstrakTujuan dari penelitian ini, yaitu untuk menjelaskan dan mendeskripsikan karakteristik usaha Kemitraan budidaya ikan nila pada keramba jarring tancap di Desa Eris Kecamatan Eris Kabupaten Minahasa. Aspek-aspek yang diteliti dalam penelitian ini meliputi, karakteristik sumber modal, dan pola kemitraan usaha budidaya ikan nila pada keramba jarring tancap, dan karakteristik sistem pemasaranMetode yang dipakai dalam penelitian ini adalah survei. Survei adalah penelitian yang dilakukan untuk mendapatkan fakta-fakta dari gejala yang ada dan mencari keterangan-keterangan secara faktual baik tentang institusi sosial, ekonomi atau politik dari suatu kelompok atau individu.Populasi dalam penelitian ini adalah pembudidaya ikan dengan usaha kemitraan yaitu mereka yang melaksanakan usaha kemitraan dan tidak bekerja secara sendiri. Sampel diambil sebanyak 10 responden dari populasi pembudidaya Kemitraan sebanyak 31 orang. Penentuan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling yaitu akan ditentukan sendiri oleh peneliti bagi pembudidaya yang dianggap sesuai dengan kriteria responden yang telah ditetapkan. Dalam penelitian ini ditetapkan yang menjadi responden adalan pembudidaya yang sudah melakukan usaha di atas 5 tahun. Data yang diperoleh di lapangan dibahas secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif.Hasil penelitian dapat disimpulkan: 1) Aktivitas pembudidaya ikan nila terbagi 2, yang pertama adalah sebelum panen, dimana pembudidaya menyediakan pakan setiap minggu, mulai kerja jam 8:00 pagi hari sampai sore hari dan istirahat makan jam 12:00, total jam kerja tidak tetap karena setiap tenaga kerja harus menyelesaikan tugasnya masing-masing, dan yang kedua adalah sesudah panen dimana pembudidaya menjual dan juga memasok kebutuhan dari perusahaan mitra masing-masing, perusahaan mitra merupakan pabrik perikanan bitung, pembudidaya ikan nila besar di Desa Eris, pabrik ikan Manado, pabrik ikan Kotamobagu, pabrik ikan Minahasa Selatan, dan pabrik ikan di Bolaang Mongondow. 2) Ada beberapa pengusaha budidaya ikan nila di Desa Eris mendapatkan modal untuk membangun usaha dari bank, modal sendiri, dan ada juga yang mendapatkan dana dari mitra mereka. 3) Pola kemitraan yang dijalankan oleh pembudidaya ikan nila pada keramba jarring tancap di Desa Eris menggunakan 2 pola kemitraan, yang pertama adalah dagang umum dimana pemilik(kelompok mitra) adalah pembudidaya ikan nila menjual hasil yang di butuhkan oleh perusahaan mitra, kemudian hasil produksi tersebut akan dijual kepada konsumen(industri), dan yang kedua adalah subkontrak, dimana pemilik(kelompok mitra) memproduksi komponen-komponen yang diperlukan oleh perusahaan mitra, ada juga beberapa pemilik yang berperan sebagai perusahaan mitra.Kata kunci : Karakteristik, Budidaya Ikan Nila, Keramba Jaring Tancap, Usaha Kemitraan, Desa Eris
KEADAAN PERUSAHAAN PERIKANAN TANGKAP PADA MASA PANDEMI COVID-19 DAN ERA NEW NORMAL (Studi Kasus PT. Virgo Internusa di Kelurahan Kadoodan Kecamatan Madidir Kota Bitung) Lantang, Shelly A.; Andaki, Jardie A.; Pangemanan, Jeannette F.; Suhaeni, Siti; Wasak, Martha P.; Rompas, Rizald M.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 9, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.9.1.2021.34609

Abstract

AbstractThis study aims to see and describe how PT. Virgo Internusa can survive until Covid-19 Pandemic and New Normal Era, as well as what the company has done to maintain its existence. The research method used is the study method, and data collection by making observations at the research site, interviews and questionnaires to respondents. Data collected from primary data and secondary data,primary data obtained from respondents who state 5 people and are employees at PT. Virgo Internusa, while secondary data is obtained by quoting from existing sources with this research such a books, laws, articles, ensiclopedias, journals and other official archives. Meanwhile, the data analysisused qualitative and quantitative analysis. The quantitative analysis uses simple mathematical calculations, and qualitative analysis through systematic writters’ languages. Based on the results of research and discussion, it can be adjusted: 1) PT. Virgo Internusa only carries out limited activities, and employees are not guaranted to come to the office everyday; and 2) PT. Virgo Internusa is still in existence today becausethere is still a flo of funds flowing in it and sourced from foregn investors who are Filipino citizens who are usually called Mr. Tan; and 3) This company may start a new business or still have hopes of relief and policy changes on licensing from the Minisrty of Marine Affairs and Fisheries, so that it can rise and achievethe same glory as before. Keywords: Case studies, New Normal Era, Pandemic Covid-19, PT. Virgo Internusa  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana PT. Virgo Internusa dapat bertahan hingga saat ini, sampai masa Pandemi Covid-19 dan Era New Normal, serta apa saja yang dilakukan perusahaan untuk mempertahankan eksistensinya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus, dan pengambilan data dengan cara melakukan observasidi tempat penelitian, serta wawancara dan kuisioner terhdapa responden. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder, data primer diperoleh dari responden yang berjumlah 5 orang dan merupakan karyawan di PT. Virgo Internusa, sedangkan data sekunder didapatkan dengan cara mengutip dari sumber-sumber yang ada hubungannya dengan penelitian ini seperti buku-buku, undang-ndang, artikel, ensiklopedi, jurnal dan arsip-arsip resmi lainnya. Sedangkan Analisis data menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Adapun analisis kuantitatif menggunakan perhitungan matemats sederhana, dan analisis kualitatiff melalui bahsa-bahasa penulis yang sistematis. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan: 1) PT. Virgo Internusa hanya melakukan aktivitas terbatas, dan para karyawan tidak berkewajinam untuk datang ke kantor setiap hari ; dan 2) PT.Virgo Internusa masih bertahan hingga saat ini dikarenakan masih ada aliran dana yang mengalir di dalamnya dan bersumber dari Investor asing berkewarganegaraan Filipina yang biasa dipanggil Mr. Tan; dan 3) Perusahaan ini mungkin saja akan memulai usaha yang baru ataupun masih memiliki harapan akan adanya keringanan dan perubahan kebijakan tentang perizinan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, agar bisa bangkit dan meraih kejayaan seperti dulu.Kata Kunci: Studi Kasus, Era New Normal, Pandemi Covid-19, PT.Virgo Internusa
DAMPAK COVID-19 TERHADAP USAHA PEMASARAN IKAN ROA ASAP DI DESA KINABUHUTAN KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA PROVINSI SULAWESI UTARA Aramana, Jesika; Suhaeni, Siti; Longdong, Florence V.; Sondakh, Srie J.; Rantung, Steelma V.; Rumampuk, Natalie D.C.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 9, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.9.1.2021.34616

Abstract

AbstractThis study aims to find out about to determine how many marketing channels, marketing margins and selling price of smoked roa fish before the existence of Covid-19 and during New Normal in Kinabuhutan Village to see the impact of Covid 19 on the marketing of smoked roa fish in Kinabuhutan. The method used is the survey method. The population in this study were producers and traders of smoked roa fish from Kinabuhutan Village. The data collection method uses the census method for producers and purposive sampling for traders. The total number of respondents was 15 people (3 producers, 4 middlemen and 8 retailers). Primary data collection methods use surveys and interviews as well as secondary data by quoting existing data.Based on the results of the study, it is known that the marketing channels for smoked roa fish originating from Kinabuhutan Village before the Covid-19 and when New Normal did not change, there were still 4, namely Channel 1 from producers to intermediary traders to retailers and finally to consumers; Channel 2 from Producers to Intermediary Traders and directly to consumers; Channel 3 from Producers to Retailers continues to consumers and the last Channel 4 is from Producers directly to Consumers. The results of the margin analysis show that Channel 4 is the most efficient channel because it has a margin equal to 0, that is, what consumers pay is the same as what producers receive. The existence of Covid 19 has no impact on the marketing of smoked roa fish originating from Kinabuhutan Village, because the number of production and marketing channels that exist are the same between before the existence of Covid 19 and during Normal Nev. Likewise, the selling price of smoked roa fish has remained unchanged.Keywords: Impact of Covid-19, Smoke Roa, Marketing, Kinabuhutan AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah saluran pemasaran, margin pemasaran dan harga jual ikan roa asap sebelum adanya Covid-19 dan saat New Normal di Desa Kinabuhutan untuk melihat dampak yang ditimbulkan Covid 19 terhadap pemasaran ikan roa asap di Kinabuhutan. Metode yang digunakan adalah metode Survei. Populasi dalam penelitian ini adalah produsen dan pedagang ikan roa asap yang berasal dari Desa Kinabuhutan. Metode pengambilan data meggunakan metode sensus untuk produsen dan purposive sampling untuk pedagang. Jumlah renponden seluruhnya adalah 15 orqng (3 produsen, 4 pedagang perantara dan 8 pedagang pengecer). Metode pengumpulan data primer menggunakan survey dan wawancara serta data sekunder dengan mengutip data yang sudah ada.Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa saluran pemasaran ikan roa asap yang berasal dari Desa Kinabuhutan sebelum adanya Covid-19 dan saat New Normal tidak ada perubahan yaitu tetap ada 4, yaitu Saluran 1 dari Produsen ke pedagang perantara terus ke pedagang pengecer dan terakhir ke konsumen; Saluran 2 dari Produsen ke Pedagang Perantara dan langsung ke konsumen; Saluran 3 dari Produsen ke Pedagang Pengecer terus ke konsumen dan yang terakhir Saluran 4 yaitu dari Produsen langsung ke Konsumen. Hasil dari analisis margin diketahui bahwa Saluran 4 merupakan saluran yang paling efisien karena mempunyai margin sama dengan 0 yaitu yang dibayarkan konsumen sama dengan yang diterima produsen. Adanya Covid 19 tidak berdampak terhadap pemasaran ikan roa asap yang berasal dari Desa Kinabuhutan, karena jumlah produksi dan saluran pemasaran yang ada sama antara sebelum adanya Covid 19 maupun saat Nev Normal. Demikian juga harga jual ikan roa asap tetap, tidak berubah sama sekali.Kata Kunci: Dampak Covid-19, Roa Asap, Pemasaran, Kinabuhutan
STUDI USAHA TRANSPORTASI WISATA BAHARI KALIMAS KELURAHAN CALACA KOTA MANADO PADA MASA PANDEMIK COVID-19 Salanggamo, Verki; Andaki, Jardie A.; Wasak, Martha P.; Sondakh, Srie J.; Aling, Djuwita R.R.; Rangan, Jetty K.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 9, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.9.1.2021.34623

Abstract

AbstractThe formulation of the problem in this study, namely how is the state of the inter-island ecotourism transportation business at the Kalimas Tourism Port, Calaca Village, Manado City in the face of the Covid-19 pandemic. Meanwhile, the purpose of this research is to study the state of the inter-island ecotourism transportation business at the Kalimas Tourism Port, Calaca Village, Manado City in the face of the Covid-19 pandemic.This research uses a descriptive type of research based on case study research, in this case the inter-island ecotourism transportation business in the tourist port of Kalimas, Calaca Village, Manado City. This research uses descriptive qualitative and quantitative approaches, namely research procedures that produce descriptive data in the form of written words or from people's spoken words and observed behavior. The approach is directed to the background of the object and the individual holistically (intact). Respondents in this study are people who carry out inter-island ecotourism transportation businesses at the Kalimas tourism pierThe results of the study can be concluded: 1) the inter-island transportation business in Kalimas has been started since 2016, every day each boat can carry a maximum of up to 30 people along with their luggage, the fare per passenger is Rp. 20,000.00 and for luggage, a rate of Rp. 2,000.00 for all types of goods; 2) during the Covid-19 pandemic, visits from foreign tourists were prohibited, but local residents were still allowed to travel between islands; and 3) during the new normal period, tourist transportation activities using motorized boats could already be carried out including foreign tourists by implementing a strict Covid-19 Protap, but the number of visits was still insufficient.Key words: motorized boat, Kalimas tourism pier, transportation, ecotourism  AbstrakRumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu bagaimana keadaan usaha transportasi ekowisata antar pulau di Pelabuhan Wisata Kalimas Kelurahan Calaca Kota Manado dalam menghadapi pandemik covid-19. Sedangkan tujuan penelitian ini, yaitu mempelajari keadaan usaha transportasi ekowisata antar pulau di Pelabuhan Wisata Kalimas Kelurahan Calaca Kota Manado dalam menghadapi pandemik covid-19.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yang bersifat deskriptif dengan dasar penelitian studi kasus, dalam hal ini usaha transportasi ekowisata antar pulau di Pelabuhan wisata Kalimas Kelurahan Calaca Kota Manado. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif, yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau dari lisan orang-orang dan perilaku yang diamati. Pendekatan diarahkan pada latar belakang objek dan individu tersebut secara holistic (utuh). Responden dalam penelitian ini ialah masyarakat yang melakukan usaha transportasi ekowisata antar pulau di dermaga wisata KalimasHasil penelitian dapat disimpulkan : 1) usaha Transportasi Antar Pulau di Kalimas telah dimulai dari tahun 2016 setiap harinya setiap perahu dapat mengangkut maksimal sampai dengan 30 orang beserta barang bawaan, tarif per penumpang yaitu Rp. 20.000.00 dan untuk barang bawaan di bebankan tarif Rp. 2.000.00 untuk semua jenis barang; 2) pada masa pademik covid-19 terjadi pelarangan kunjungan dari turis asing, namun penduduk lokal masih diizinkan melakukan perjalanan antar pulau; dan 3) pada masa new normal kegiatan transportasi wisata menggunakan perahu bermotor sudah dapat dilakukan termasuk turis asing dengan menerapkan Protap Covid-19 yang ketat, namun jumlah kunjungan masih kurang.Kata kunci: perahu bermotor, dermaga wisata Kalimas, transportasi, ekowisata
PERANAN WANITA/ISTRI NELAYAN DALAM USAHA MENGATASI PEREKONOMIAN KELUARGA PADA ERA NEW NORMAL DI KELURAHAN SINDULANG SATU KECAMATAN TUMINTING KOTA MANADO (Studi Kasus Kelompok Nelayan Daseng) Soputan, Stevaldo J.M.; Manoppo, Victoria E.N.; Durand, Swenekhe S.; Rarung, Lexy K.; Tambani, Grace O.; Pangkey, Henneke
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 9, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.9.1.2021.34607

Abstract

AbstractSindulang Satu Village is one of the villages in Tuminting District which has a coastal area and most of the population works as fishermen. The job as a fisherman generates an uncertain income because it depends on the season and is currently pressured by government regulations in overcoming covid-19 and facing the new normal so that the participation of women as breadwinners to cover their household needs.How far their role is in dealing with the family economy is an interesting topic for conducting research. Research Objectives: 1. To analyze the economic condition of fishermen group households in Sindulang Satu Village, Tuminting District, Manado City. 2. To analyze the role of women in the household conomy of fishermen groups during the Covid-19 pandemic and facing the new normal era in Sindulang Satu Village, Tuminting District, Manado City. The method used in this research is the case study method. The data collected in this study are primary data and secondary data. The so-called respondents were obtained by recording all the women / wives of members of the Daseng fishermen group; and 15 people registered as the population. The 15 people who were used as respondents to be visited one by one conducted interviews with a questionnaire guide as a tool that had been previously prepared by means of a census. The data analysis used in this research is quantitative analysis and qualitative analysis.The economic condition of the family of the Daseng fishing group in Sindulang Satu Village includes age, education and family dependents. The women / wives of the Daseng fishermen group are mostly in the productive age range so they are still active in carrying out income-generating activities and jobs, their education is dominated by elementary school graduates, while the dependents of the family have at most 1 - 3 dependents in the family. The role of women / wives in overcoming the family economy of fishermen groups during the Covid-19 pandemic and facing the new normal era, including domestic roles, namely cooking, cleaning and tidying houses, caring for children and helping husbands, active social roles in spiritual activities (mother worship) also participate in arisan and PKK, and the productive role of women / wives of the daseng fishermen group is that they work as a washerman, open a shop and sell business. All the roles of the wife are very supportive of the economy of the Daseng group's fishing family. Keywords: Role of Women, Family Economy, Sindulang Satu AbstrakKelurahan Sindulang Satu merupakan salah satu desa di Kecamatan Tuminting yang memiliki daerah wilayah pesisir serta ada sebagian besar penduduk bekerja sebagai nelayan. Pekerjaan sebagai nelayan tersebut menghasilkan pendapatan yang tidak menentu karena tergantung kepada musim dan pada saat sekarang tertekan dengan peraturan pemerintah dalam mengatasi covid-19 dan menghadapi new normal sehingga peran serta wanita sebagai pencari nafkah untuk menutupi kebutuhan rumah tangga mereka.Seberapa jauh peranan mereka dalam rangka mengatasi perekonomian keluarga merupakan topik yang menarik untuk mengadakan penelitian. Tujuan Penelitian: 1) menganalisis keadaan perekonomian rumah tangga kelompok nelayan di Kelurahan Sindulang Satu Kecamatan Tuminting Kota Manado, dan 2) Menganalisis sejauh mana peran perempuan dalam perekonomian rumah tangga kelompok nelayan dimasa pandemic covid-19 dan menghadapi era new normal di Kelurahan Sindulang Satu Kecamatan Tuminting Kota Manado. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Adapun yang disebut sebagai responden diperoleh dengan cara mendata seluruh wanita/istri anggota kelompok nelayanDaseng; dan yangterdaftar berjumlah 15 orang yang disebut sebagai populasi. Ke 15 orang ini yang dijadikan responden untuk dikunjungi satu persatu mengadakan wawancara dengan panduan kuisioner sebagai alat bantuyang telah disiapkan sebelumnya dengan cara sensus. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif dan analisis kualitatif.Keadaan perekonomian keluarga kelompok nelayan Dasengdi Kelurahan Sindulang Satu meliputi keadaan umur, pendidikan dan tanggungan keluarga. Wanita/istri kelompok nelayan Daseng paling banyak dalam range umur produktif sehingga masih aktif dalam melakukan kegiatan dan pekerjaan yang menghasilkan pendapatan, pendidikan mereka didominasi oleh tamatan SD sedangkan tanggungan keluarga paling banyak memiliki 1 – 3 orang tanggungan dalam keluarga. Peranan wanita/istri dalam mengatasi perekonomian keluarga kelompok nelayan dimasa pandemic covid-19 dan menghadapi era new normal, meliputi peran domestik yaitu memasak, membersihkan dan merapikan rumah, mengurus anak dan membantu suami, peran sosial dengan aktif dalam kegiatan kerohanian (ibadah kaum ibu) juga mengikuti arisan dan PKK, dan peran produktif wanita/istri kelompok nelayan daseng ada yang bekerja sebagai tukang cuci, membuka usaha warung dan berjualan. Semua peran istri sangat mendukung perekonomian keluarga nelayan kelompok Daseng. Kata Kunci: Peranan Wanita, Perekonomian Keluarga, Sindulang Satu