cover
Contact Name
Resmi Bestari Muin
Contact Email
resmi.bestari@mercubuana.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
resmi.bestari@mercubuana.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Sipil
ISSN : 22527699     EISSN : 25985051     DOI : -
Program Studi Teknik Sipil Universitas Mercu Buana. Jurnal ini terbit pertama kali pada bulan Februari 2012. Naskah dalam jurnal ini berupa hasil penelitian, inovasi – inovasi baru, makalah teknik (makalah lengkap), diskusi (berdasarkan makalah yang terbit sebelumnya) dalam bidang Teknik Sipil. Untuk mengirimkan atau mengupload naskah dapat menghubungi email: rekayasa.sipilumb@mercubuana.ac.id
Arjuna Subject : -
Articles 122 Documents
Analisa Perbandingan Metode Konvensional, Desklab dan Bondek pada Pekerjaan Bekisting Jembatan Girder Tipe I pada Proyek Jalan Tol Bogor – Ciawi - Sukabumi Irriene Indah susanti
Rekayasa Sipil Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441//jrs.2019.V08.i2.01

Abstract

Pada saat ini perkembangan teknologi konstruksi yang bervariasi menjadikan alternatif yang cukup baik dalam pembangunan proyek konstruksi, akan tetapi keterbatasan sumber daya yang ada menjadi tolak ukur yang dipertimbangkan dalam pemilihan metode maupun material yang akan digunakan dalam pelaksanaan konstruksi. Seluruh stake holder terkait dalam pembangunan sangat mengharapkan pekerjaan dapat dilakukan dalam waktu yang singkat, mutu yang dapat diandalkan dan biaya yang ekonomis. Bila dilihat dari sudut pandang kontraktor, biaya yang dikeluarkan menjadi salah satu faktor yang sangat berpengaruh dalam pelaksanaan konstruksi, oleh karena itu pemilihan metode perlu direncanakan dan diteliti secara matang. Cara yang digunakan dalam pelaksanaan konstruksi yaitu dengan mencari alternatif bekisting di dalam pelaksanaan konstruksi. Hasil dari analisa biaya pada masing-masing metode bekisting dalam /m2 yaitu : biaya bekisting konvensional sebesar Rp. 401.228, biaya bekisting bondek sebesar Rp. 236.835, biaya bekisting deckslab precast sebesar Rp. 1.069.303. Dari hasil analisa tesebut maka dapat disimpulkan, metode bondek adalah pilihan yang tepat untuk digunakan sebagai bekisting pelat lantai pada jembatan karena biaya yang dikeluarkan lebih efisien bila dibandingkan dengan bekisting konvensional dan deckslab precast.
Peta Sebaran Dampak Banjir Di Kawasan Pemukiman Menggunakan Metoda PBFE Saiful Azis Nuri
Rekayasa Sipil Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441//jrs.2019.V08.i2.04

Abstract

AbstractFlood is an occurrence of natural disasters caused by several factors such as the amount of rainfall, poor drainage channels, high groundwater conditions, soil types that do not absorb surface water so quickly and others. Many floods occur in the territory of Indonesia, not least in the area of Tangerang Regency. Performance Based Flood Engineering (PBFE) method is a new method of analyzing the magnitude of flood impact. PBFE is a derivative of the existing Performance Based Hurricane Engineering (PBHE). PBFE is a methodology that can be used to evaluate the structural risks associated with facilities located in disaster prone areas, based on total probability theorems and built on techniques already developed and used in other sub-fields of civil engineering. In this paper PBFE will be combined with Geographic Information System (SIG). SIG is a specialized information system that manages data that has spatial information (spatial reference). Or in a narrower sense, is a computer system that has the ability to build, store, manage and display geo-referenced information, such as data identified by location, in a database. The incorporation of PBFE and SIG is expected to produce a map of the distribution of flood impacts in Tangerang District. Keywords: Performance Based Flood Engineering; SIG; Impact Analysis; Residential Area. AbstrakBanjir adalah suatu kejadian bencana alam yang disebabkan oleh beberapa faktor yang diantaranya besarnya curah hujan, saluran drainase yang kurang baik, kondisi muka air tanah yang tinggi, jenis tanah yang tidak terlalu cepat menyerap air permukaan dan lain-lain. Banjir banyak terjadi di wilayah Indonesia, tidak terkecuali di wilayah Kabupaten Tangerang. Metoda Performance Based Flood Engineering (PBFE) adalah metoda baru dalam menganalisis besarnya dampak akibat banjir. PBFE merupakan turunan dari Performance Based Hurricane Engineering (PBHE) yang sudah ada. PBFE merupakan metodologi yang dapat digunakan untuk mengevaluasi risiko struktural yang terkait dengan fasilitas terletak di daerah rawan bencana, didasarkan pada total teorema probabilitas dan dibangun berdasarkan teknik yang sudah dikembangkan dan digunakan di sub bidang teknik sipil lainnya. Pada makalah ini PBFE akan dikombinasi dengan Sistem Informasi Geografis (SIG).  SIG adalah Sistem informasi khusus yang mengelola data yang memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan). Atau dalam arti yang lebih sempit, adalah sistem komputer yang memiliki kemampuan untuk membangun, menyimpan, mengelola dan menampilkan informasi bereferensi geografis, misalnya data yang diidentifikasi menurut lokasinya, dalam sebuah database. Pengggabungan PBFE dan SIG diharapkan dapat menghasilkan peta sebaran dampak banjir yang ada di Kabupaten Tangerang.Kata kunci : Performance Based Flood Engineering; SIG;  Analisa Dampak; Kawasan Permukiman.
Optimasi Kinerja Pemindahan Tanah untuk Pekerjaan Jalan Menggunakan Program Linear dari Tinjauan Muatan dan Match Factor Agus Harmoko; Sawarni Hasibuan
Rekayasa Sipil Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jrs.2019.V08.i2.05

Abstract

Bisnis batubara di Indonesia mengalami peningkatan produksi domestik sebesar 25% dan 5% untuk ekspor tahun 2018. Peningkatan tersebut memicu tumbuhnya pembangunan infrastruktur jalan angkut batubara. Salah satu pekerjaan proyek jalan angkut batubara adalah pengangkutan material tanah untuk pekerjaan timbunan jalan. Kendala yang sering ditemui terbatasnya sumber daya dan mahalnya biaya peralatan. Oleh sebab itu diperlukan penelitian untuk menjawab permasalahan tersebut. Penelitian ini membahas analisa operasional pekerjaan pemindahan tanah proyek jalan angkut batubara berdasarkan tinjauan muatan dan match factor. Metode yang digunakan adalah studi kasus proyek jalan angkut batubara di Kalimantan Tengah dengan menggunakan software Linear Programming (Solver dan WINQSB) untuk memeroleh minimasi kinerja biaya berdasarkan kebutuhan alat. Keterbaruan dari penelitian ini adalah optimasi penggunaan alat dan ketersediaan waktu dari sisi alat untuk penggunaan excavator. Hasil penelitian menunjukkan untuk menyelesaikan pekerjaan pemindahan tanah memerlukan excavator sebanyak 1Unit PC400, 1unit PC300, 1unit PC200 dan alat articulated dump truck (ADT) sebanyak 6unit. Optimasi biaya alat diperoleh sebesar 2% untuk skema sewa dan 1% untuk skema kepemilikan. Efisiensi optimum diperoleh dengan menggunakan kombinasi skema sewa dan kepemilikan dengan komposisi 1unit PC200, 1unit PC300 dan 1unit PC400 dengan skema kepemilikan, sedangkan untuk ADT membutuhkan 6unit dengan skema biaya sewa sehingga efisiensi mencapai 5%.
Analisa Keterlambatan Berbasis Manajemen Risiko Pada Proyek Warehouse Lazada Tahap 2 Merlina Ayu Apriliyani
Rekayasa Sipil Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441//jrs.2019.V08.i2.02

Abstract

Proyek konstruksi sering mengalami kinerja yang buruk dalam hal keterlambatan waktu sehingga keterlambatan adalah hal yang paling umum, mahal , rumit dan berisiko. Karena pentingnya waktu untuk kedua pemilik (dalam hal kinerja) dan kontraktor (dalam hal uang). Ketika keterlambatan terjadi pada proyek dapat menyebabkan kerugian berbagai pihak. Dalam pelaksanaanya proyek Warehouse Lazada ini menghadapai beberapa kendala yang menyebabkan keterlambatan. Adapun penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi risiko keterlambatan, mengetahui risiko keterlambatan yang dominan, serta melakukan penanganan terhadap risiko yang dominan. Metode Penelitian ini akan dilakukan dengan survey, wawancara dan menyebarkan kuesioner kepada 30 responden. Analisis data kuesioner ini akan diolah dengan software SPSS untuk menguji validitas dan realibilitas data. Setelah itu akan dilakukan penilaian nilai risiko berdasarkan PMBOK untuk mengetahui risiko keterlambatan yang dominan kemudian dilakukan validasi pakar mengenai penanganan risiko untuk penanganan risiko terhadap risiko yang dominan. Dari hasil analisis diperoleh 7 variabel risiko yang paling dominan yang mempengaruhi keterlambatan pada proyek warehouse, yaitu: X40 Metode pada pekerjaan heavy lifting dan erection yang kurang tepat, X12 kerusakan alat pekerjaan saat berlangsung, X44 Kurangnya komunikasi dan koordinasi antara pihak yang terlibat dalam proyek, X17 Keterlambatan kedatangan tenaga kerja akibat libur hari raya, X1 Keterlambatan pengiriman material ke lokasi proyek, X19 Produktivitas tenaga kerja yang rendah dan X6 Kekurangan bahan konstruksi
Strategi Perencanaan dan Pelaksanaan dalam Pengadaan Subkontraktor untuk Meningkatkan Kinerja K3 pada Proyek Konstruksi Gedung Lily Kholida; Rosmariani ariffudin
Rekayasa Sipil Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jrs.2021.v10.i1.01

Abstract

Tingginya angka kecelakaan kerja pada industri konstruksi masih menempati posisi tertinggi di antara industri lainnya yang menyebabkan kinerja keselamatan dan kesehatan kerja menurun. Salah satu penyebabnya adalah keterlibatan banyak pihak, diantaranya adalah subkontraktor, dimana internal perusahaan ini masih memiliki manajemen yang kurang memadai. Oleh karena itu, perlu diketahui faktor-faktor dominan yang mempengaruhi pengadaan subkontraktor pada tahap perencanaan dan pelaksanaan yang mengacu pada PMBOK 2013 sebagai panduan dengan metodologi yang spesifik, agar dapat meningkatkan kinerja keselamatan dan kesehatan kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah survey dan studi kasus. Data diolah dengan analisa statistik dan analisa faktor. Berdasarkan hasil penelitian ini peningkatan kinerja K3 didominasi oleh faktor integrasi yang baik untuk memenuhi tuntutan kerjasama dalam aspek K3.
Pemodelan Banjir di Perumahan Pondok Gede Permai Bekasi aditia rojali
Rekayasa Sipil Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jrs.2020.v09.i1.02

Abstract

Perumahan Pondok Gede Permai terletak tepat di samping Sungai Bekasi dekat dengan titik pertemuan Sungai Cikeas dan Sungai Cileungsi, banjir yang melanda pemukiman ini tergolong cukup parah dengan kedalaman sekitar 2-3 m dan di beberapa titik melebihi atap rumah. Pemodelan banjir menggunakan metode numerik analisis hidrologi dengan Metode Nakayasu dan Metode Gamma I, kemudian dilakukan analisis hidraulika menggunakan program HEC RAS. Dari hasil Analisis hidrologi, debit banjir rencana yang aman dengan menggunakan Metode Nakayasu karena menghasilkan debit yang lebih besar dibandingkan dengan Metode Gamma I. Dari hasil Analisis Hidraulika dengan memasukan debit rencana Metode Nakayasu periode ulang 2 tahun sampai dengan 100 tahun, didapatkan hasil pada Q 2 tahun (191.573 m3/det), luapan terbesar hanya terjadi di station 9+900 – 11+200 dan luapan mulai meluas dimulai dari station daerah hulu, yaitu 3+900 pada Q 10 tahun (284.526 m3/det). Berdasarkan hasil analisis, faktor yang menjadi penyebab terjadinya banjir di DAS Bekasi Hulu, khususnya Kecamatan Jatiasih adalah Sungai Bekasi tidak mampu menampung debit air dari Sungai Cikeas dan Sungai Cileungsi. Station 10+100 – 11+300 dimana Kecamatan Jatiasih berada merupakan segmen yang paling besar mengalami limpasan, hal tersebut karena banyaknya tumpukan sampah di sisi dan dasar sungai sehingga kapasitas sungai menjadi berkurang.
Optimasi Biaya Konstruksi dengan Penggunaan Beton Mutu Lebih Tinggi untuk Percepatan Pelaksanaan Pekerjaan Jembatan Hinawan Teguh Santoso
Rekayasa Sipil Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jrs.2020.v09.i2.02

Abstract

AbstractThe construction of bridge is often constrained by environmental factors, one of which is flooding. Kaligawe Bridge is located across the Banjir Kanal Timur (BKT) of Semarang City. In December 2018 to March 2019 there was an increase in rainfall which resulted in flooding at BKT which delayed the work of bridge construction. The demolition work on the existing pillars began in December 2018 and is targeted to be completed in February 2019 due to flooding. In addition, the actual depth of the original design pillar is -3.50 meters in the field became -8.00 meters below normal water level, so that the demolition can only be completed on May 31, 2019. From the 3 month delay, the remaining time for completion of 2 bridges until the end of December 2019 is only 7 months left. Therefore, an acceleration strategy is needed to meet the completion target. One strategy is to accelerate the concrete curing time for pillar and floor by increasing the the designed concrete strength fc’ = 30 MPa to strength fc’ = 35 MPa. Thus, the curing time of concrete pillars and decks that were originally 21-28 days theoretically could be accelerated to less than 7 days. The use of higher concrete strength as a step to accelerate the concrete curing time is considered effective, with the potential for cost optimization of 2.90% of the contract value. Key words: higher concrete strength, curing time, concrete, bridge ­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­AbstrakPelaksanaan pekerjaan jembatan seringkali terkendala oleh faktor lingkungan, dimana salah satu diantaranya adalah banjir. Jembatan Kaligawe terletak melintas di atas Banjir Kanal Timur (BKT), Kota Semarang. Pada bulan Desember 2018 hingga Maret 2019 terjadi kenaikan intensitas hujan sehingga mengakibatkan banjir kiriman di BKT yang menghambat pelaksanaan pekerjaan. Pekerjaan pembongkaran pilar eksisting mulai dilaksanakan bulan Desember 2018 dan ditargetkan selesai bulan Februari 2019 terkendala akibat banjir. Selain itu, kedalaman eksisting pilar rencana semula -3.50 meter aktual di lapangan menjadi -8.00 meter di bawah muka air normal, sehingga pembongkaran baru dapat diselesaikan pada 31 Mei 2019. Dari keterlambatan 3 bulan tersebut, maka sisa waktu untuk penyelesaian untuk 2 buah jembatan sampai akhir Desember 2019 tinggal tersisa 7 bulan. Oleh karena itu, diperlukan strategi percepatan untuk dapat memenuhi target penyelesaian. Salah satu strategi yaitu percepatan waktu tunggu umur beton pilar dan plat lantai dengan menaikkan mutu beton rencana fc’ = 30 Mpa menjadi mutu beton fc’ = 35 Mpa. Dengan demikian, waktu tunggu umur beton pilar dan plat lantai yang semula 21-28 hari secara teori dapat dipercepat kurang dari 7 hari. Penggunaan mutu beton lebih tinggi sebagai langkah percepatan waktu tunggu umur beton dirasa efektif, dengan potensi optimasi biaya sebesar 2,90 % terhadap nilai kontrak. Kata kunci: mutu beton lebih tinggi, waktu tunggu, beton, jembatan
Pengaruh Karakteristik Rekaman Gempa Terhadap Rerspon Spektrum Asril Nikson
Rekayasa Sipil Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jrs.2021.v10.i1.02

Abstract

Respon seismik tanah akibat gempa dipengaruhi oleh karakteristik gempa, karkteristik site dan karakteristik struktur. Karakteristik gempa meliputi peak ground acceleration, duration of strong shaking, frequency content dan length of fault rupture. Salah satu upaya untuk merencanakan bangunan yang tahan gempa adalah dengan meneliti respon spektrum kondisi site suatu bangunan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh karakteristik gempa yakni amplitudo, kandungan frekuensi dan durasi gempa terhadap respon spektrum. Untuk melakukan penelitian ini, tiga titik pengujian di investigasi menggunakan uji penetrasi standar (SPT), dan data rekaman gempa divariasikan berdasarkan klasifikasi kandungan frekuensi, durasi dan amplitudo gempa. Analisis respon spektrum ini dilakukan dengan menggunakan program perangkat lunak STRATA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin rendah kandungan frekuensi gempa maka semakin tinggi nilai spektral acceleration-nya. Nilai spektral acceleration paling kecil jika rekaman gempa tergolong median short duration dan median long duration, sedangkan semakin meningkat skala gempa maka semakin meningkat nilai spektral acceleration-nya.
Kinerja Jalur Pejalan Kaki di Jalan Merdeka Kota Malang Amalia Nur Adibah; Faris Rizal Andardi
Rekayasa Sipil Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jrs.2020.v09.i1.03

Abstract

Kota Malang merupakan salah satu kota dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi. Hal ini memicu banyaknya mobilitas penduduk, terutama penduduk yang tidak menggunakan kendaraan bermotor, berjalan kaki. Pemerintah Kota Malang berkeinginan untuk mengintegrasikan kawasan tujuan wisata yang ada di Kota Malang dengan jalur pejalan kaki. Kawasan Alun-alun Merdeka Kota Malang merupakan salah satu pusat kota yang memiliki banyak daya tarik dari guna lahan di sekitarnya. Banyaknya orang yang menggunakan jalur pejalan kaki di kawasan Alun-alun Merdeka Kota Malang tidak diimbangi dengan infrastruktur penunjang kenyamanan pejalan kaki. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk peningkatan kualitas kinerja jalur pejalan kaki di kawasan Alun-alun Merdeka Kota Malang, dengan mengevaluasi berdasarkan standar minimal pada Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Prasarana dan Sarana Ruang Pejalan Kaki di Perkotaan tahun 2000. Berdasarkan karakteristik pejalan kaki, usia pejalan kaki didominasi usia 19-40 tahun. Tujuan perjalanan untuk belanja dan fungsional memiliki persentase yang hampir sama besar, hal ini dikarenakan guna lahan di sekitar kawasan yang merupakan pusat perkantoran serta perdagangan dan jasa. Klasifikasi sarana perjalanan didominasi oleh pejalan kaki pemakai kendaraan pribadi penuh, hal ini dikarenakan pejalan kaki menggunakan moda berjalan kaki sebagai moda antara tempat parkir kendaraan pribadi ke tujuan akhir, yang hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki. Untuk karakteristik jalur pejalan kaki, lebar jalur pejalan kaki yang ada tidak sesuai dengan lebar minimal yang ditetapkan, dan banyaknya pedagang kaki lima yang menggunakan sebagai tempat untuk berjualan. Untuk kinerja jalur pejalan kaki, dari beberapa identifikasi yang dilakukan, tingkat pelayanan jalur pejalan kaki E, dikarenakan arus dan kecepatan pejalan kaki yang tidak sesuai dengan lebar jalur pejalan kaki yang tersedia.
Hubungan Derajat Kejenuhan Dengan Angka Kecelakaan Di Ruas Jalan Gajah Mada Kabupaten Jember Ahya Atho'illah Putra; Willy Kriswardhana; Nunung Nuring Hayati
Rekayasa Sipil Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jrs.2020.v09.i2.03

Abstract

Pergerakan lalu lintas di ruas jalan Gajah Mada tergolong tinggi karena banyak daerah pusat perbelanjaan di sekitarnya yang berpotensi mengakibatkan kecelakaan lalu-lintas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara derajat kejenuhan dengan angka kecelakaan lalu-lintas. Angka kecelakaan (Accident Rate) adalah banyaknya kecelakaan yang terjadi pada ruas jalan selama waktu tertentu dan dihitung berdasarkan panjang jalan serta jumlah kendaraan yang melewati ruas jalan tersebut. Sedangkan derajat kejenuhan merupakan perbandingan antara volume lalu-lintas (smp) dengan kapasitas jalan. Penelitian dilakukan di jalan Gajah Mada Kabupaten Jember yang dibagi menjadi dua bagian. Analisis pada penelitian ini menggunakan uji korelasi dan uji regresi. Variabel yang digunakan adalah derajat kejenuhan untuk variabel bebas, dan tingkat kecelakaan sebagai variabel terikat. Hasil analisis menunjukkan hubungan yang kuat bersifat negatif (-) antara derajat kejenuhan dengan angka kecelakaan. Hubungan antara derajat kejenuhan dengan angka kecelakaan pada setiap ruas adalah fungsi eksponensial negatif  (-). Hasil ini dapat diartikan peningkatan derajat kejenuhan berpengaruh terhadap penurunan angka kecelakaan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pola hubungan antara derajat kejenuhan dengan angka kecelakaan di jalan Gajah Mada Kabupaten Jember. Sehingga hasil penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan untuk perencanaan dan manajemen jalan perkotaan.

Page 6 of 13 | Total Record : 122