cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
FIKRI : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
ISSN : 25274430     EISSN : 25487620     DOI : -
Core Subject : Social,
JURNAL FIKRI adalah jurnal berkala Ilmiah yang diterbitkan oleh Institut Agama Islam (IAIMNU) Metro Lampung. Jurnal Fikri memuat artikel hasil penelitian maupun artikel konseptual (baik kualitatif lapangan atau kualitatif pustaka) dengan fokus kajian di bidang “Kajian Agama, Sosial dan Budaya”. Pengelola (Redaksi) mengundang para ilmuan, sarjana, peneliti, LSM maupun mahasiswa untuk mengembangkan keilmuan dan mempublikasi hasil penelitiannya setelah melalui mekanisme seleksi naskah, telaah mitra bestari, dan proses penyuntingan. Jurnal Fikri terbit dua kali dalam setahun (Juni dan Desember). Jurnal Fikri telah menggunakan Open Journal System (OJS). P-ISSN: 2527-4430 dan E-ISSN: 2548-7620.
Arjuna Subject : -
Articles 352 Documents
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK TERHADAP PERILAKU SISWA MI Wahyu Setiawan; Diana Sari
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 7 No. 2 (2022): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v7i2.6025

Abstract

Pendidikan akhlak dan aqidah memiliki dampak yang signifikan terhadap perilaku anak. Akhlak sebagai perilaku akhlak dan aqidah sebagai keyakinan merupakan dua unsur yang saling terkait yang memengaruhi pertumbuhan pribadi masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dampak pendidikan akhlak dan penerapan aqidah terhadap perilaku baik anak. Anak yang menerima pendidikan akhlak dan aqidah lebih mampu memandang dunia secara positif, menjalin ikatan yang baik dengan orang lain, dan tumbuh menjadi pribadi yang baik, sabar, dan toleran. Anak juga memperoleh dasar moral yang kokoh dari pendidikan ini, yang mempersiapkan mereka untuk menghadapi rintangan dan godaan di lingkungan sekitar. Aqidah dan pendidikan akhlak dapat dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan agama atau pendidikan karakter di lingkungan pendidikan formal. Lebih jauh, pendekatan yang komprehensif dapat digunakan untuk menerapkan ajaran ini, dengan melibatkan masyarakat, keluarga, dan lembaga pendidikan sebagai kolaborator dalam memengaruhi perilaku anak. Singkatnya, pendidikan akhlak dan aqidah memiliki dampak yang signifikan terhadap perilaku anak. Anak-anak dapat tumbuh menjadi orang yang bermoral kuat, memiliki kemampuan berperilaku baik, dan mampu berkontribusi terhadap masyarakat dengan mempelajari akhlak yang baik dan memperkuat aqidah.
PENDIDIKAN WANITA DALAM FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM Yuska; Rismawati
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 7 No. 2 (2022): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v7i2.6026

Abstract

Meneliti dan menganalisis status perempuan dalam Islam, kesetaraan perempuan dalam mengejar pengetahuan, dan pandangan tentang pendidikan perempuan dalam konteks filsafat pendidikan Islam adalah tujuan dari esai ini. Selain menggunakan pendekatan analisis konten dan analisis komparatif konstan, penelitian ini juga memanfaatkan penelitian perpustakaan, yang dilakukan dengan berkonsultasi pada literatur dari penelitian sebelumnya. Sebuah pemeriksaan mendalam terhadap informasi tertulis atau dicetak yang terlihat di media massa dikenal sebagai analisis konten. Temuan studi menunjukkan bahwa, menurut filosofi pendidikan Islam, perempuan selalu diizinkan untuk mengejar pendidikan. Nabi, semoga damai besertanya, juga menekankan bahwa semua Muslim, baik laki-laki maupun perempuan, diwajibkan untuk menuntut ilmu. Nabi Muhammad (saw) membuat semua jalur pengetahuan dapat diakses oleh baik pria maupun wanita dengan menekankan poin ini.
PERAN PENDIDIKAN DALAM MENANAMKAN SIKAP TOLERANSI DI SEKOLAH DASAR M. Khoirul Saputra; Kholifatul Muthoharoh; Heri Darheni
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 7 No. 2 (2022): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v7i2.6027

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran pendidikan dalam menanamkan sikap toleransi di sekolah dasar. Sikap toleransi merupakan nilai penting yang mendukung terciptanya lingkungan belajar yang harmonis dan mendorong siswa untuk menerima perbedaan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengidentifikasi metode yang digunakan oleh sekolah dalam menanamkan toleransi, tantangan yang dihadapi, dan dampak pendidikan toleransi terhadap perilaku siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan guru, serta kuesioner kepada siswa di sekolah dasar di wilayah perkotaan dan pedesaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan toleransi yang terintegrasi dalam kurikulum dan diterapkan melalui kegiatan kelas maupun ekstrakurikuler berperan signifikan dalam meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya menghargai perbedaan. Pendidikan toleransi juga membantu mengurangi konflik dan meningkatkan kolaborasi antar siswa. Namun, tantangan dalam menanamkan nilai ini termasuk keterbatasan sumber daya dan dukungan dari masyarakat. Temuan ini menyoroti pentingnya upaya bersama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam membentuk generasi yang toleran.
PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER Khusnul Khotimah; Maya Gita
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 7 No. 2 (2022): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v7i2.6028

Abstract

Pendidikan karakter jelas bukan hal yang baru bagi masyarakat Indonesia. Sudah banyak kegiatan pendidikan karakter yang telah dilakukan dengan berbagai nama dan bentuk sejak masa kemerdekaan, masa orde lama, masa orde baru, dan masa reformasi saat ini. Pembelajaran akhlak sebagian besar dipadukan dalam pendidikan agama dan diajarkan oleh para ustadz. Selama ini, penerapan pendidikan karakter bagi para ustadz belum berjalan dengan baik. Akibatnya, pendidikan karakter belum memberikan hasil yang maksimal. Kepala sekolah tidak hanya memperhatikan prestasi akademik sekolah, tetapi juga memperhatikan kegiatan secara keseluruhan, keadaan lingkungan sekolah, dan situasi sekolah. Tanggung jawab kepala sekolah adalah melaksanakan pendidikan karakter dengan merancang sekolah menjadi sekolah berkarakter yang bernuansa. Menurut pengamatan peneliti, sekolah yayasan swasta tidak sama dengan sekolah swasta pada umumnya. Dengan kata lain, kepala sekolah memiliki keberanian untuk mengadopsi kebijakan yang menggabungkan kompleksitas teologis ke dalam pendidikan karakter. Salah satu jenis penelitian yang dilakukan oleh penulis disebut penelitian kepustakaan (library research). Dari metode ini pengumpulan data dengan melakukan penambahan terhadap buku, literatur, serta catatan mengenai yang berkaitan dengan masalah yang akan di bahas.Kemampuan supervisi merupakan kompetensi keempat. Di MTs.S Mathla'ul Anwar Landbaw, kepala sekolah bertanggung jawab atas tugas supervisi dan pengendalian. Pengawasan ini meliputi supervisi manajemen dan supervisi yang berkaitan dengan pengajaran. Agar dapat melakukan supervisi secara efektif kepada bawahannya, kepala sekolah harus memiliki kompetensi profesional dan kemampuan mengajar
The Development of Philosophy in Education Haris Abdillah; Norma Yulianti
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 8 No. 2 (2023): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v8i2.6030

Abstract

Philosophy plays a very important role in human thought, as it deals with deeper matters—specifically, the study of knowledge itself. This shows that philosophy is the foundation of all science and knowledge. Philosophers study how humans come to know and how they use knowledge. Since thinking and knowing are two distinct things, philosophy—or the thinking about knowledge—is essential. What are the characteristics of human beings? What do we know about the process? Thinking is done in order to produce knowledge. Knowledge is information that enters a person’s heart after it has been acted upon, combined with understanding and the potential for action. Furthermore, knowledge has the capacity to predict and produce outcomes that reveal patterns. As a result, the effort to develop individuals through education and training—whether personal or in groups—depends greatly on knowledge.
The Role of Teachers in Improving Student Discipline Fatqur Rohim; Irmawati, Irmawati; Nikky Saputry
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 8 No. 2 (2023): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v8i2.6031

Abstract

This study aims to analyze the role of teachers in improving student discipline through the axiological approach of Islamic education. Using library research and School Action Research (SAR) methods along with a qualitative approach, data were obtained from recent and relevant literature sources. The results of the study show that teachers play a central role in shaping student discipline—as role models, mentors, and supervisors. The axiology of Islamic education emphasizes that discipline is not merely a set of rules, but an integral part of moral character (akhlaq). Through value-based learning, consistent supervision, and collaboration with parents, teachers can help students internalize the values of discipline. This research highlights the importance of teacher competence and consistency in shaping student discipline in accordance with Islamic values.
Strategies of Islamic Boarding Schools Toward Moral Changes in the Millennial Generation Robi Gunawan; Darmaji, Darmaji; Reni Elisa
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 8 No. 2 (2023): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v8i2.6032

Abstract

In today's digital era, particularly as a result of the COVID-19 pandemic, the millennial generation is experiencing a crisis of uswah hasanah (exemplary role models). After nearly three years of being accustomed to online learning, students' morals and habits have gradually shifted away from religious norms. This situation is further exacerbated by the ease of access to vulgar images and videos that deviate from Islamic teachings, worsening the future outlook of young people's religious values. When formal education fails to offer a solution for parents facing this reality, Islamic boarding schools (pesantren) present an educational model that prioritizes moral development through the salafiyah system, where the kyai (Islamic scholar) serves as the central figure and role model, and the pesantren environment becomes the place to internalize and apply knowledge. Through this 24-hour learning method, millennial students—known as santri—receive constant supervision and guidance from the kyai, both physically (dzahir) and spiritually (batin), with the aim of shaping them into well-rounded individuals (insan kamil). Based on this reality, the author conducted a study to examine how significantly the presence of pesantren influences the morality of the millennial generation in its surrounding environment using descriptive and verifiable methods. This is exemplified by KH. Nurhusen Hidayatulloh, leader of Pesantren Darul Muta’alimin 06 Sumber Agung, in how he educates his students. Located in the village of Sumber Agung, Way Sulan District, South Lampung Regency—a community largely composed of informal laborers with low levels of education and limited religious understanding—teenagers often lack proper religious guidance from their parents. However, significant changes have been observed: community interest in religious gatherings and dhikr has increased, and youth are becoming more actively involved in various religious activities.
Ki Hajar Dewantara's Educational Philosophy as the Foundation of Education in the Digital Era Bima Wisnu Gunawan; Wasilatur Rohmah
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 8 No. 2 (2023): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v8i2.6033

Abstract

Considering the ever-evolving digital era, this study seeks to examine the application and relevance of Ki Hajar Dewantara’s educational philosophy. Ki Hajar Dewantara, a highly influential figure in Indonesian education, held a rich and comprehensive pedagogical vision. However, it is necessary to evaluate how these conventional methods can be applied amidst the substantial challenges and transformations brought about by digital technology in the field of education. This article explores the educational principles of Ki Hajar Dewantara, including "ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani," and their implementation in digital-era education. The findings provide valuable insight into how Ki Hajar Dewantara’s ideals and beliefs can be upheld in technology-based education.
Progressive Character-Based Education Yusuf Sofiyan; Nur Rohman Ustman
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 8 No. 2 (2023): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v8i2.6034

Abstract

Progressive Character-Based Education is an innovative approach aimed at building a generation that is not only academically intelligent but also moral and virtuous. The background, problem formulation, and research objectives regarding progressive character-based education in Indonesia are discussed in this article. This article contributes significantly to the implementation of character education in schools, based on data from the National Education Standards Agency (BSNP) and the Ministry of Education and Culture of the Republic of Indonesia. The purpose of this study is to explore insights into progressive character-based education, examine how it is applied, and provide recommendations for improving education in a better and more sustainable way. Progressive character-based education is expected to shape individuals who possess not only knowledge but also positive behavior and attitudes in daily life. This will be achieved through a comprehensive and innovative approach
INCREASING THE STUDENT VOCABULARY SKILL USE FLASHCARD MEDIA THROUGH CHAIN WHISPER GAME IN SEVENTH GRADE OF SMP Siti Fatimah; Dewi Kurnia Sari
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 8 No. 2 (2023): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v8i2.6035

Abstract

The main objective of this study was to determine whether the use of the flashcard method of the chain whisper game technique helps in memorizing and improving English vocabulary. The method used in this study is known as Classroom Action Research (CAR). Data were collected through documentation, observation, field notes, interviews, and tests. The researcher chose class VII, consisting of 24 students, as the subjects in this study. Based on the data obtained, it can be seen that there was a significant increase in students' vocabulary memorization abilities. This is evidenced by the average value of students in the pre-test and post-test 1, which increased from 56.25 to 67.91, or 11.66, while in post-test 1 and post-test 2, it increased from 67.91 to 77.08, or 9.17. This means that the use of the flashcard method through the chain whisper game technique in memorizing vocabulary can improve English vocabulary in class VII students of SMP 2 PGRI Rengas Bekri Lampung Tengah. It can be seen that this study concludes that the technique of memorizing English vocabulary with the chain whisper game can improve the memorization and understanding of class VII students of SMP 2 PGRI Rengas Bekri, Central Lampung, especially students' interest in learning to memorize vocabulary in learning English.

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 1 (2026): Fikri: Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 10 No. 2 (2025): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 10 No. 1 (2025): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 9 No. 2 (2024): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 9 No. 1 (2024): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 8 No. 2 (2023): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 8 No. 1 (2023): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 7 No. 2 (2022): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 7 No. 1 (2022): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 6 No. 2 (2021): Fikri: Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 6 No. 1 (2021): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 5 No. 2 (2020): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 5 No 2 (2020): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 5 No 1 (2020): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 4 No 2 (2019): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 4 No 1 (2019): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 3 No 2 (2018): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 3 No 1 (2018): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 2 No 2 (2017): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 2 No 1 (2017): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 1 No 2 (2016): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 1 No 1 (2016): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya More Issue