cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
FIKRI : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
ISSN : 25274430     EISSN : 25487620     DOI : -
Core Subject : Social,
JURNAL FIKRI adalah jurnal berkala Ilmiah yang diterbitkan oleh Institut Agama Islam (IAIMNU) Metro Lampung. Jurnal Fikri memuat artikel hasil penelitian maupun artikel konseptual (baik kualitatif lapangan atau kualitatif pustaka) dengan fokus kajian di bidang “Kajian Agama, Sosial dan Budaya”. Pengelola (Redaksi) mengundang para ilmuan, sarjana, peneliti, LSM maupun mahasiswa untuk mengembangkan keilmuan dan mempublikasi hasil penelitiannya setelah melalui mekanisme seleksi naskah, telaah mitra bestari, dan proses penyuntingan. Jurnal Fikri terbit dua kali dalam setahun (Juni dan Desember). Jurnal Fikri telah menggunakan Open Journal System (OJS). P-ISSN: 2527-4430 dan E-ISSN: 2548-7620.
Arjuna Subject : -
Articles 352 Documents
KONSEPSI LONTARA’ PABBURA DAN TIB AL-NABAWIY: KONTINUITAS DAN DISKONTINUITAS TRADISI PENGOBATAN PADA MASYARAKAT BONE Ruslan Ruslan
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 5 No 1 (2020): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v5i1.670

Abstract

This study examines the conception of lontara’ pabbura and tib al-nabawiy by seeing its continuity as a tradition of medicine in society. There are three problems to be answered. First, how is the conception of the disease and treatment practices contained in lontara 'pabbura. Second, how medical knowledge in lontara’ pabbura is practiced in the Bugis society; and third, how is the continuity of lontara 'pabbura treatment with tib al-nabawiy. This research is descriptive in nature, using observational methods, document studies, and interviews. The results of the research show that in the Lontara’ Pabbura document there are various information about the causes of disease and what is more differentiating from medical theory is that disease can arise not only because of viruses or bacteria, but because of factors from supernatural forces. In the practice of lontara’-based medicine, there are three forms of treatment carried out namely, through mantras or incantations, herbs, and Islamic prayer. It turns out that at this time, the concern of the Bugis Bone community for lontara pabbura-based treatment is very limited, due to several factors. First, because of the lack of attention to the lontara 'pabbura publication in Bone. Second, public awareness of the importance of medical treatment and Islamic medicine began to open. Third, the stigma of some people towards the method of treatment in lontara’ pabbura which considers something to do with syncretism. Lontara’-based treatment 'began to be excluded or weakened so that it could be said to be threatened. In contrast to tib al-nabawiy treatment, it actually shows signs of continuity that will be increasingly visible and strong in the community of Bone, because of the emergence of tib al-nabawiy-based treatment places openly. The results of this study suggest the need to preserve Lontara’-based education through educational institutions both formal and non formal
ISLAM AND GLOBALIZATION: AN EFFORT ON POSITIONING ISLAM IN GLOBAL TRANSFORMATION Miftahuddin Miftahuddin Miftahuddin; Sukron Ma'mun Ma'mun
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 5 No 1 (2020): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v5i1.762

Abstract

The object of this article is to explore how different Muslim groups are responding globalization and how a globalization impacts on Muslim life. This is library research with the sociology of religion as the main perspective. There are four Muslim types on responding of globalization, namely a traditionalist, a liberal modernist, a fundamental revivalist, and an Islamist-transform. The uniqueness of the study is not only how the four Muslim groups respond on globalization, but also the contestation among the groups in a public space.
TRANSFORMASI KEARIFAN LOKAL PELA GANDONG DARI RESOLUSI KONFLIK HINGGA PENDIDIKAN PERDAMAIAN DI MALUKU Anju Nofarof Hasudungan; Sariyatun Sariyatun; Hermanu Joebagio; Lianda Dewi Sartika
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 5 No 1 (2020): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v5i1.784

Abstract

Abstrack Pela gandong local wisdom has succeeded in becoming a media for conflict resolution that is unique and different from the conflict resolution of international institutions. So that the reconciliation of the Ambon conflict can be achieved through the Malino II Agreement on 12 February 2002. However, Ambon's condition is still volatile and there is segregation. The condition of peace vulnerabilities is caused by fullfiling the peace gaps. Therefore, the peace gap must be addressed immediately with peace education. The purpose of this paper are, (1) Describe how the transformation of pela gandong from conflict resolution into peace education (2) And to find out what impact the transformation will have on peace in Ambon City, Maluku Province today. This paper uses descriptive qualitative research methods with case studies. The research sites were at SMPN 4 Salahutu Liang Central Maluku and SMPN 9 Ambon City in January 2018 and continued in November 2019. Data collection through literature study, interview, and participatory observation methods. The results of the study revealed that pela gandong succeeded in the second time transforming from conflict resolution to peace education. So, being able to fill the peace gap and overcome segregation among students of different Islamic and Christian religions, at the same time has bequeathed the value of peace to the Ambonese younger generation of Maluku. Keywords: Transformation, Local Wisdom, Pela Gandong, Conflict Resolution, Peace Education Abstrak Kearifan lokal pela gandong telah berhasil menjadi media resolusi konflik yang khas dan berbeda dari resolusi konflik lembaga internasional. Sehingga rekonsiliasi konflik Ambon dapat tercapai melalui Perjanjian Malino II pada 12 Februari 2002. Akan tetapi, kondisi Ambon masih tetap bergejolak dan terdapatnya segregasi. Kondisi perdamaian yang masih rentan itu (peace vulnerabilities) disebabkan oleh masih adanya kesenjangan perdamaian (fullfiling the peace gaps). Oleh karena itu, kesenjangan perdamaian harus segera diatasi dengan pendidikan perdamaian (peace education). Tujuan dari penulisan ini yakni, (1) Mendeskripsikan bagaimana transformasi pela gandong dari resolusi konflik menjadi pendidikan perdamaian (2) Dan untuk mengetahui apa dampak yang dihasilkan dari transformasi tersebut bagi perdamaian di Kota Ambon Maluku saat ini. Tulisan ini mengunakan metodelogi penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian di SMPN 4 Salahutu Liang Maluku Tengah dan SMPN 9 Kota Ambon pada Januari 2018 dan dilanjutkan pada November 2019. Pengumpulan data melalui metode studi kepustakaan, wawancara, dan observasi-partisipatoris. Hasil penelitian mengungkapkan pela gandong berhasil untuk ke dua kalinya bertransformasi dari resolusi konflik menjadi pendidikan perdamaian. Sehingga, mampu mengisi kesenjangan perdamaian dan mengatasi segregasi dikalangan siswa yang berbeda agama Islam dan Kristen, disaat bersamaan telah mewariskan nilai perdamaian kepada generasi muda Ambon Maluku. Kata Kunci: Transformasi, Kearifan Lokal, Pela Gandong, Resolusi Konflik, Pendidikan Perdamaian
PRAKTIK ISLAMISASI NUSANTARA DALAM MANUSKRIP PRIMBON Dian Risky Amalia
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 5 No 1 (2020): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v5i1.807

Abstract

Primbon sebagai warisan intelektual masyarakat Jawa sudah digunakan jauh sebelum masuknya ajaran Islam di tanah Jawa. Kepercayaan masyarakat Jawa akan primbon sangatlah kental, bahkan sampai saat ini masih ada masyarakat yang masih memegang teguh ajaran yang terdapat didalam primbon, pengaruh animism-dinamisme serta hinduisme dalam primbon menyebabkan sebagian umat Islam menolaknya namun sebagian yang lain menerimanya. Penelitian ini berusaha menjawab dua pertanyaan sebagai rumusan masalah yaitu yang pertama kenapa primbon dijadikan media dakwah Islam Nusantara?Dan Bagaimanakah bentuk Islamisasi Nusantara dalam Pimbon? Dua rumusan ini akan dijawab dengan menggunakan metode penelitian sejarah melalui pendekatan Filologi. Sumber primer yang digunakan adalah manuskrip tunggal berupa primbon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, karena keadaan kultur sosial budaya masyarakat Jawa ketika itu masih kental memegang teguh kepercayaan animism-dinamisme ditambah pengaruh hinduisme yang kuat, sehingga pendekatan dakwah secara kultural lebih dapat diterima., kedua, bentuk Islamisasi yang dilakukan dalam pribon adalah dengan merubah aksara yang digunakan dengan aksara pegon, penanaman nilai-nilai ketauhidan dalam primbon, penggunaan nama hari dan bulan sesuai penanggalan Islam.
RITUAL TAREI ASYEIK PADA MASYARAKAT KELURAHAN PONDOK TINGGI KOTA SUNGAI PENUH PROVINSI JAMBI Yolla Ramadani; Nurlizawati Nurlizawati; Salamah Salamah; Yelnim Yelnim
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 5 No 1 (2020): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v5i1.818

Abstract

This article was written to explain why people still perform rituals Tarei Asyeik and describe the process as well as the meaning contained in the ritual Tarei Asyeik. Data were collected through interviews and observations. Asyeik Tarei rituals are still performed by High cottage Village community because the community believes that by carrying out the ritual Tarei Asyeik, they will be protected from any disaster and distress that would threaten their community and not all diseases can be treated medically. Ritual Tarei Asyeik has meaning cleanse and purify the body and soul.
RESOLVING CONFLICT POTENTIAL: THE PREVENTIVE ACTION ON THE SHIA COMMUNITY IN YOGYAKARTA Riza Saputra; Irza Melly; Siti Noor Aini; Ahmad Khotim Muzakka
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 5 No 1 (2020): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v5i1.821

Abstract

Since the 11th years ago the existence of the Syi'ah community in Yogyakarta lived in harmony with other groups of religions and society, however, in 2013, the leaflet is put in several places that mention "Syi'ah is not Islam." This notion ultimately intrigued some people to know about the existence of Syi'ah in Yogyakarta. Moreover, conflict potential may also occur because of this notion. This article will focus on the defendable entity of the Syi'ah community in Yogyakarta. The purpose of this paper is to identify the conflict potential among the Syi'ah community in Yogyakarta and to observe the prevention of this community from the conflict potential. In this respect, we carried out field research, interview with Syi'ah adherents in Yogyakarta and hamlet official indicating conflict potential and the way of Syi'ah community interaction and prevention within the contentious notion of anti-Syi'ah. This research finds the following results: conflict prevention which has been done is structural and operational. Syi'ah actively socializes with the society, does the dialogue with MUI and people who disagree with their existence, and being open to the people who want to discuss and study religious studies from their community.
MISTISISME DAN TRANSENDENSI SOSIO-KULTURAL ISLAM DI MASYARAKAT PESISIR PANTAI PARANGKUSUMO YOGYAKARTA Yazida Ichsan; Yusuf Hanafiah
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 5 No 1 (2020): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v5i1.856

Abstract

Mistisme yang dikenal dengan laku batin di dalam masyarakat Jawa menjadi fenomena menarik untuk dikaji. Sebagai sebuah perangkat pemikiran yang meliputi kosmologi dan mitologi, laku batin direalisasikan dalam bentuk ritual untuk memperoleh tujuan tertentu. Di kalangan masyarakat pesisir, Ziarah Batu Cinta komplek Cepuri pantai Parangkusumo merupakan salah satu petilasan pertemuan Nyi Roro Kidul dan Panembahan Senopati yang dianggap sebagai tempat mustajabah untuk melaksanakan ritual. Fenomena tersebut melatarbelakangi peneliti bagaimanakah perilaku sejarah, ritual dan perspektif masyarakat terhadap ritual zirah batu yang dilaksanakan di komplek Cepuri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sekaligus menganalisis praktik ziarah kubur pada masyarakat pesisir Parangkusumo. Riset merupakan riset kualitatif dengan dengan jenis studi kasus. Pendekatan yang digunakan adalah fenomenologi yang berkaitan dengan ziarah batu di Parangkusumo. Peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan untuk mengumpulkan dan menguji kredibiltas data menggunakan trianggulasi. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa ritual ziarah Batu dilatarbelakangi dengan kisah pertemuan Panembahan Senopati dan Nyi Roro Kidul yang menjalin pernikahan spiritual untuk mewujudkan ketentraman Yogyakarta. Adapun motif ritual biasanya dilakukan untuk memperoleh ketenangan, kekuatan, keturunan dan keberkahan hidup dengan ritual berdiam diri di depan batu dengan memanjatkan doa sesuai dengan agama dilanjutkan tabur bunga dan memasang dupa. Masyarakat pesisir sendiri memahami bahwa ziarah batu merupakan salah satu wasilah akan adanya keberkahan di dalam kehidupan masyarakat. meskipun demikian, masyarakat tetap melanjalankan peribadatan sesuai dengan ajaran agamanya, sehingga unsur sikretis sangat kental di dalamnya.
QIRA’AT SYĀZZAH PRESPEKTIF IBN KHALĀWAIH: KRITIK ATAS QIRA’AT SAB’AH IBN MUJĀHID Miftahul Janah
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 5 No 1 (2020): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v5i1.873

Abstract

This paper aims to examine the qira’at syāz\z\ah in the view of Ibn Khalawaih. He was a student of Ibn Mujāhid, the originator of the qira’at sab’ah. Nevertheless, despite having the status of teacher and student, they have different judgments about the qira’at syāz\z\ah. So the qira’at which is considered ṣaḥīḥ by Ibn Mujāhid is sometimes considered syāz\z\ah by Ibn Khalāwaih. This also shows the different qira’at evaluation standards between the two. This study finally shows contiu and cange in the study of Islamic thought in general and the qira’at region in particular. With a historical and philosophical approach, this study concludes that the difference in the assessment of qira’at between Ibn Mujāhid and Ibn Khalāwaih can be grouped into two; absolute difference and non-absolute difference as an affirmation of Ibn Mujāhid’s previous judgment. The standard assessment of qira’at for both still refers to the same three things, namely; sanad ṣaḥīḥ, according to rasm usmani and according to language rules. The difference lies in the strictness of Ibn Khalawaih in the aspects of sanad, so that the assessment between Ibn Mujāhid and Ibn Khalāwaih is different.
PENGELOLAAN KEBERAGAMAN BUDAYA MELALUI MULTILINGUALISME DI INDONESIA Khairiah Khairiah; Ahmad Walid
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 5 No 1 (2020): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v5i1.789

Abstract

Kajian tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendidikan multikultural dalam multilingualisme di Indonesia. Adapun metode yang digunakan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Komponen yang menjadi tolak ukur adalah keberagaman bahasa, kebudayaan, etnis, suku, adat istiadat, tradisi, keyakinan agama yang tersebar luas dan sangat variatif di bumi nusantara Indonesia dapat hidup secara aman, damai dan tenteram. Pendidikan multikultural dalam multilingualisme merupakan upaya meminimalisir dan mencegah terjadinya konflik dan perpecahan. Melalui pendidikan multikultural dapat mewujudkan masyarakat lebih toleransi, demokratis, terbuka untuk memahami dan menghargai keberagaman. Artikel membahas 4 Program pendidikan multikultural dalam multilingualisme yaitu proses pendidikan multikultural dan multilingualisme di Indonesia, multikultural dalam multilingualisme di seluruh pelosok Indonesia, Bahasa Indonesia sebagai pemersatu dalam multilingualisme, dan mengembangkan kesadaran multikultural dalam multilingualisme
KONTESTASI ANTARA TEKS DAN REALITAS SOSIAL: SAKRALITAS ‘AMIL ZAKAT DI DUSUN NUGUK, KABUPATEN MELAWI, KALIMANTAN BARAT Wendi Purwanto
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 4 No 1 (2019): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v4i1.400

Abstract

The background of this study is the uniqueness of the management zakat fitrah in Nuguk hamlet by giving to those considered to have a match or harmony, with the hope that the person receiving the zakat fitrah can become the mediator of health, tranquility for the life of muzakki in the future. This article is the result of qualitative field research with descriptive-analysis methods. The conclusion of this study is the management of zakat fitrah in Nuguk hamlet is performed with the classical management model, a model that’s still very simple with the way of muzakki delivering zakat fitrah to the ‘amil individually at their home respectively. The trust among the community in Nuguk hamlet is excessive and not following the ideal concept of shari’a. The management according to the al-Qur`an includes three important element, namely : collection (Qs. At-Taubah [9] : 103), data collection and distribution (Qs. al-Baqarah [2] : 282 and Qs. At-Taubah [9] : 60), and utilization by using ‘traditional consumptive’ model, that’s zakat fitrah is directly distributed to mustahik through the ‘amil intermediary. The factors the contribute to the weaknesses of zakat fitrah management in Nuguk hamlet include : 1) low quality of education, and 2) oriented to the past management Abstrak Latar belakang kajian ini adalah karena ada keunikan manajeman zakat fitrah di Dusun Nuguk, yaitu dengan cara menyerahkan kepada orang yang dianggap cocok atau serasi, dengan harapan orang yang menerima zakat fitrah tersebut dapat menjadi perantara kesehatan, ketenteraman bagi kehidupan muzakki dikemudian hari. Artikel ini merupakan hasil dari penelitian kualitatif lapangan dengan metode deskriptif-analisis. Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah manajemen zakat fitrah di Dusun Nuguk dilakukan dengan model manajemen klasik, yaitu suatu model manajemen yang masih sangat sederhana dengan cara muzakki menyerahkan zakat fitrah kepada ‘amil yang bersifat perorangan di rumah ‘amil masing-masing. Kepercayaan masyarakat Dusun Nuguk yang berlebihan kepada ‘amil dirasa kurang sesuai dengan konsep ideal syariat. Adapun manajemen menurut Alquran meliputi tiga unsur penting, yaitu : Pengumpulan (Qs. At-Taubah [9] : 103), Pendataan dan Pendistribusian (Qs. Al-Baqarah [2] : 282 dan Qs. At-Taubah [9] : 60, serta Pendayagunaan dengan menggunakan model ‘konsumtif tradisional’, yaitu zakat fitrah langsung didistribusikan kepada mustahik melalui perantara ‘amil. Faktor yang menyebabkan lemehnya mananjemen zakat fitrah di dusun Nuguk ada dua, yaitu : (1) Rendahnya mutu pendidikan, dan (2) Berorientasi pada manajemen masa lalu.

Page 7 of 36 | Total Record : 352


Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 1 (2026): Fikri: Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 10 No. 2 (2025): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 10 No. 1 (2025): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 9 No. 2 (2024): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 9 No. 1 (2024): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 8 No. 2 (2023): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 8 No. 1 (2023): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 7 No. 2 (2022): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 7 No. 1 (2022): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 6 No. 2 (2021): Fikri: Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 6 No. 1 (2021): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 5 No. 2 (2020): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 5 No 2 (2020): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 5 No 1 (2020): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 4 No 2 (2019): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 4 No 1 (2019): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 3 No 2 (2018): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 3 No 1 (2018): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 2 No 2 (2017): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 2 No 1 (2017): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 1 No 2 (2016): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol 1 No 1 (2016): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya More Issue