cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sistem Kesehatan
ISSN : 24608831     EISSN : 2460819X     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sistem Kesehatan dibawah Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, merupakan sarana publikasi ilmiah yang terbit setiap empat bulan yang sudah memiliki nomor ISSN yang cetak maupun yang elektronik dengan nomor pISSN 2460-8831 dan eISSN 2460-819X. Terbitan pertama Jurnal Sistem kesehatan yaitu pada bulan September 2015. Jurnal Sistem Kesehatan menggunakan sistem peer review untuk seleksi artikel. Jurnal Sistem Kesehatan (JSK) dapat menerima artikel penelitian asli yang relevan pada bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat, Kedokteran Komunitas, Ilmu Kedokteran Keluarga/Kedokteran Layanan Primer (DLP), Manajemen Kesehatan dan berbagai artikel yang terkait dengan penguatan sistem kesehatan. Format artikel penelitian terdiri atas halaman judul, abstrak (Indonesia dan Inggris), pendahuluan (memuat latar belakang penelitian dan tujuan penelitian) metode, hasil, pembahasan (pembahasan, keterbatasan penelitian simpulan dan saran), dan daftar pustaka.
Arjuna Subject : -
Articles 277 Documents
Gambaran Persepsi Masyarakat tentang Keberadaan Pelayanan Paliatif di Kota Bandung Neta Oktriyani Poerin; Nita Arisanti; Reza Widianto Sudjud; Elsa Pudji Setiawati
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 4, No 3 (2019): Volume 4 Nomor 3 Maret 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.45 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v4i3.21242

Abstract

Meningkatnya jumlah pasien dengan penyakit stadium terminal memerlukan pelayanan kesehatan yang lebih intensif. Pelayanan paliatif bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dengan menghilangkan rasa nyeri dan keluhan lain, memberikan dukungan kepada pasien dan keluarga. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang keberadaan pelayanan paliatif di Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif observational dengan desain penelitian studi potong lintang. Besar sampel adalah 96, dan teknik sampling yang digunakan adalah cluster, consecutive sampling. Sampel diambil dari 9 cluster yaitu puskesmas dengan cakupan program penyakit kronis yang tinggi berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Bandung tahun 2018. Subjek penelitian ini adalah masyarakat pengunjung puskesmas di Kota Bandung baik pasien maupun keluarga yang mengantarkan pasien dan masyarakat yang menandatangani formulir infomed consent. Penelitian dilakukan dari bulan September-Oktober 2018. Pengambilan data menggunakan kuesioner yang berisi 20 pernyataan. Validitas dan reliabilitas kuesioner menggunakan uji Rasch Model. Persepsi positif jika nilai di atas logit person dan persepsi negatif jika nilai di bawah logit person. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 51% responden memiliki persepsi positif dan 49% memiliki persepsi negatif. Simpulan dari penelitian adalah persepsi masyarakat Kota Bandung mengenai keberadaan pelayanan paliatif hampir sama. Selisih antara persepsi positif dan negatif tidak terlalu jauh maka masih perlu dilaksanakan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pelayanan paliatif.Kata Kunci: Kota Bandung, Masyarakat, Pelayanan Paliatif, Persepsi
Hubungan Karakteristik terhadap Tingkat Aktivitas Kader Posyandu Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung Hadyana Sukandar; Rumaisho Faiqoh; Jusuf Sulaeman Effendi
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 4, No 3 (2019): Volume 4 Nomor 3 Maret 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.833 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v4i3.21238

Abstract

Posyandu merupakan bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat. Posyandu bertujuan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak melalui kegiatan yang dilaksanakan oleh kader sesuai dengan Buku Pegangan Kader Posyandu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat aktivitas kader posyandu dan hubungan karakteristik individu kader terhadap tingkat aktvitas kader posyandu. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung pada bulan Juni sampai dengan Agustus 2018. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 98 kader yang ditentukan secara acak bertingkat. Metode penelitian pada penelitian ini adalah analitik korelasi dengan desain potong lintang. Mayoritas kader termasuk kategori usia 40-49 tahun, pendidikan menengah, dan sudah menikah. Mayoritas kader telah menjadi kader posyandu lebih dari 10 tahun dan telah mengikuti pelatihan lebih dari 3 kali. Uji Chi Squaremengenai karakteristik status pernikahan, tingkat pendidikan, dan lama menjadi kader terhadap tingkat aktivitas kader menunjukkan p>0,05 atau tidak terdapat hubungan. Nilai p pada karakteristik banyak pelatihan yang diikuti terhadap tingkat aktivitas kader menunjukkan p<0,05 atau terdapat hubungan. Lima puluh enam koma sembilan belas persen kader memiliki tingkat aktivitas tinggi. Tidak terdapat hubungan antara usia, status pernikahan, tingkat pendidikan,dan lama menjadi kader terhadap tingkat akivitas kader posyandu. Banyak pelatihan yang pernah kader ikuti memiliki hubungan dengan tingkat aktivitas kader posyandu.Kata Kata Kunci: Hubungan, Kader, Karakteristik, Posyandu
Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Tindakan Pencegahan Osteoporosis pada Wanita Usia Subur di Kecamatan Babakan Ciparay Kota Bandung Johanna Regina; Elsa Pudji Setiawati; Nucki Nurjamsi Hidajat
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 4, No 3 (2019): Volume 4 Nomor 3 Maret 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.943 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v4i3.21243

Abstract

Pencegahan osteoporosis pada wanita usia subur sangat diperlukan, karena wanita lebih beresiko menderita osteoporosis dibanding laki-laki. Pengetahuan yang baik terhadap osteoporosis disertai dengan sikap yang baik akan menghasilkan tindakan pencegahan osteoporosis yang nyata. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini untuk melihat hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan tindakan pencegahan osteoporosis pada wanita usia subur (WUS) di Kecamatan Babakan Ciparay Kota Bandung. Penelitian ini dilakukan dengan metode obsevasional analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional pada bulan Maret-Mei 2017. Subjek penelitian ini WUS berusia 15-49 tahun berjumlah 117 responden. Data dianalisis dalam bentuk univariat dan bivariate dengan menggunakan uji statistic Chi square dan korelasi gamma. Tingkat pengetahuan WUS mengenai osteoporosis sebagian besar masuk kategori cukup (65%). Begitu juga dengan sikap (64,1%) dan tindakan (65,8%) pencegahan osteoporosis sebagian besar responden masuk dalam kategori cukup. Hubungan antara pengetahuan dengan tindakan WUS terhadap pencegahan osteoporosis memiliki nilai P=0.303 dan r=-0.177. Sedangkan hubungan sikap dengan tindakan pencegahan osteoporosis memiliki nilai P=0,750 dan r=0,051. Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan sikap dengan tindakan pencegahan osteoporosis tidak berhubungan.Kata Kunci : Osteoporosis, Sikap, Tindakan pencegahan, Tingkat pengetahuan, Wanita usia subur
Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Tindakan Pencegahan Osteoporosis pada Remaja Puteri di Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung Nandini Nur Annisa; Nucki Nursjamsi Hidajat; Elsa Pudji Setiawati
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 4, No 3 (2019): Volume 4 Nomor 3 Maret 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.085 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v4i3.21239

Abstract

Prevalensi osteoporosis di Indonesia mencapai 19,7% dengan risiko terbesar dimiliki oleh perempuan. Usia remaja merupakan usia yang efektif untuk memulai usaha pencegahan osteoporosis dengan membiasakan perilaku hidup sehat. Dalam membentuknya dibutuhkan seluruh domain perilaku yaitu pengetahuan, sikap dan tindakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan tindakan pencegahan osteoporosis pada remaja puteri di Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung. Penelitian ini merupakan observasional analitik korelasional dengan rancangan potong lintang. Populasi penelitian adalah remaja puteri di kecamatan Soreang Kabupaten Bandung. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2017. Subjek penelitian yang terlibat adalah remaja puteri yang merupakan siswi SMP, SMA atau sederajat sebanyak 118 orang.  Pengetahuan dan sikap mengenai tindakan osteoporosis diukur dengan menggunakan kuesioner. Data yang dikumpulkan dianalisis secara univariat dan bivariat melalui uji chi-quadrat dan korelasi Somers’D. Diperoleh hasil penilaian tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan tindakan pencegahan osteoporosis (p = 0,73) dan terdapat hubungan antara sikap dengan tindakan pencegahan osteoporosis (p = 0,012) dengan korelasi lemah (r = 0,220). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa keinginan atau minat yang tinggi lebih berperan dalam membentuk sebuah perilaku sehingga diharapkan kedepannya setiap remaja bukan hanya diberikan pengetahuan saja melainkan contoh mengenai cara berperilaku hidup sehat itu sendiri.Kata Kunci: Osteoporosis, Pengetahuan, Remaja Puteri, Sikap, Tindakan
Gambaran Penyakit Berdasarkan Keluhan Utama Dari Rekam Medis Elektronik Pasien Rawat Jalan Puskesmas Kota Bandung Tahun 2015 Mutiara Dewi Restuningrum; Sri Yusnita IrdaSari; Mulya Nurmansyah Ardisasmita
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 4, No 3 (2019): Volume 4 Nomor 3 Maret 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.642 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v4i3.21244

Abstract

Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) adalah fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yang menyelenggarakan Upaya Kesehatan Masyarakat dan Upaya Kesehatan Perseorangan. Keluhan utama yang paling banyak dikeluhkan oleh pasien yang berobat ke puskesmas diklasifikasikan menjadi 20 keluhan utama. Sampai saat ini belum ada informasi yang menjelaskan mengenai gambaran keluhan utama di puskesmas. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran penyakit berdasarkan keluhan utama dari rekam medis elektronik pasien rawat jalan puskesmas Kota Bandung tahun 2015. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional). Subjek penelitian terdiri dari pasien yang berobat ke poli umum dan tercatat di 10 rekam medis elektronik (format TOMI) di Puskesmas Kota Bandung tahun 2015. Keluhan utama yang paling sering dijumpai adalah dispepsia sejumlah 16.263 pasien (19,525%), sakit tenggorokan 14.835 pasien (17,811%), dan diare sejumlah 10.928 pasien  (13,120%). Berdasarkan kelompok umur, umur 0-4 tahun paling banyak terkena diare, umur 5-14 tahun paling banyak sakit tenggorokan, umur 15-64 tahun paling banyak terkena dispepsia, dan umur ≥65 tahun paling sering mengeluhkan nyeri sendi. Berdasarkan jenis kelamin, wanita paling banyak mengeluhkan dispepsia, nyeri sendi, sakit kepala, sakit punggung, dan sakit perut. Keluhan utama pasien yang paling sering dijumpai di puskesmas Kota Bandung tahun 2015 adalah dispepsia, sakit tenggorokan, dan diare.Kata Kunci: Keluhan utama, Puskesmas, Rekam medis elektronik.
Gambaran Tumbuh Kembang Anak Pada Periode Emas Usia 0-24 Bulan Di Posyandu Wilayah Kecamatan Jatinangor Hapsari Maharani Sugeng; Rodman Tarigan; Nur Melani Sari
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 4, No 3 (2019): Volume 4 Nomor 3 Maret 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.111 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v4i3.21240

Abstract

Periode emas merupakan periode kritis yang terjadi sekali dalam kehidupan anak, periode ini terjadi pada 1000 hari pertama dan berdampak terhadap perkembangan fisik dan kognisi anak. Penilaian perkembangan anak pada periode ini sangat penting dilakukan agar apabila ditemukan kecurigaan penyimpangan dapat segera dilakukan stimulasi dan intervensi dini sebelum kelainan terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tumbuh kembang anak usia 0-24 bulan di Posyandu. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif potong lintang. Sampel penelitian yaitu balita usia 0-24 bulan yang tercatat di Posyandu wilayah Kecamatan Jatinangor. Teknik sampling yang digunakan adalah randomisasi bertingkat dengan jumlah sampel 49 responden. Hasil Penelitian menunjukkan sebagian besar balita memiliki pertumbuhan yang normal yaitu sebanyak 82%, 6% mengalami gizi lebih, 4% beresiko gizi lebih, 4% mengalami gizi rendah, 2% balita mengalami gizi sangat rendah dan 2% balita mengalami obesitas.  Perkembangan yang diperoleh dengan menggunakan KPSP adalah 81,6% sesuai, 12,2 % balita meragukan, 6,12% terdapat penyimpangan. Berdasarkan hasil penelitian masih ditemukan balita yang mengalami status gizi kurang baik dan ditemukan anak dengan status perkembangan meragukan dan penyimpangan sehingga diperlukan adanya deteksi lebih dini lebih lanjut untuk meminimalisir angka kejadian penyimpangan yang lebih besar.Kata Kunci : Perkembangan, Pertumbuhan, Posyandu
Hubungan Nyeri Kepala Primer dengan Kualitas Hidup pada Remaja Usia 10-12 Tahun di Sekolah Dasar Negeri 077 Sejahtera Bandung Leny Kurnia; Uni Gamayani; Henny Anggraini Sadeli
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 4, No 3 (2019): Volume 4 Nomor 3 Maret 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.965 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v4i3.21247

Abstract

Nyeri kepala primer merupakan masalah umum yang dikeluhkan para remaja dan memengaruhi kualitas hidup remaja, baik dalam fungsi fisik, fungsi emosi, fungsi sosial, dan fungsi sekolah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan nyeri kepala primer dengan kualitas hidup remaja usia 10-12 tahun. Penelitian bersifat observasi analitik studi kasus kelola dengan desain potong lintang yang dilakukan di SD Negeri 077 Sejahtera Bandung pada bulan Agustus sampai September 2018. Kelompok subjek dibagi menjadi kelompok nyeri kepala primer dengan diagnosis sesuai International Classification of Headache Disorders-3 (ICHD-3) dan kelompok kontrol adalah remaja yang sehat secara fisik, tidak nyeri kepala serta sepadan usia dan jenis kelamin. Pemeriksaan kualitas hidup menggunakan Pediatric Quality of Life (PedsQL) dan analisis statistik menggunakan uji Mann Whitney. Total nilai PedsQL signifikan lebih rendah pada kelompok nyeri kepala primer dibanding kelompok kontrol [70,86 vs 89,06 (p <0,001)] dengan korelasi negatif (r =-0,796). Variabel yang diukur menggunakan PedsQL memiliki korelasi signifikan sebagai berikut, fungsi fisik (p<0,001, r =-0,671), fungsi emosi (p<0,001, r =-0,554), fungsi sosial (p<0,001, r = -0,634) dan fungsi sekolah (p<0,001, r =-0,654). Terdapat hubungan nyeri kepala primer dengan kualitas hidup pada remaja usia 10-12 tahun.Kata kunci: kualitas hidup, nyeri kepala primer, PedsQL, remaja
Hubungan Pembentukan Biofilm Bakteri Staphylococcus Aureus dan Pseudomonas Aeruginosa Dengan Derajat Penyakit dan Kualitas Hidup Penderita Rinosinusitis Kronik Lina Lasminingrum; Shinta Fitri Boesoirie; Nurbaiti Nurbaiti
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 4, No 3 (2019): Volume 4 Nomor 3 Maret 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2504.192 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v4i3.21241

Abstract

Bakteri biofilm terbukti berperan dalam patogenesis rinosinusitis kronik khususnya Staphylococcus Sp pada kasus berat dan rekalsitran. Penelitian dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pembentukan biofilm bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa dengan derajat penyakit dan kualitas hidup penderita rinosinusitis kronik. Penelitian ini menggunakan metoda analitik observasional prospektif  dengan pendekatan potong lintang, pada kurun waktu September 2017 – Agustus 2018, dengan populasi penelitian adalah penderita usia ≥ 18 tahun yang didiagnosis RSK di klinik Rinologi-Alergi, RS dr. Hasan Sadikin Bandung. 29 sampel sekret hidung diperoleh menggunakan floqswabs dan dilakukan kultur identifikasi bakteri serta deteksi biofilm menggunakan metode TCP (Tissue Culture Plate). Pengukuran derajat penyakit menggunakan Skala Analog Visual dan pemeriksaan nasoendoskopi serta kualitas hidup menggunakan SNOT-22. Data diolah dan dianalisis menggunakan uji rank Spearman. Tidak didapatkan hubungan yang bermakna antara pembentukan biofilm bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa dengan derajat penyakit (p>0,05) tetapi didapatkan hubungan yang bermakna dengan kualitas tidur dan psikologi (p<0,05). Pembentukan biofilm pada rinosinusitis kronik berpengaruh terhadap kualitas tidur dan psikologi penderita RSK.Kata kunci: Biofilm, derajat penyakit, kualitas hidup,  SNOT-22
Pengaruh Shift Kerja Malam Terhadap Waktu Reaksi Dan Konsentrasi Tenaga Kesehatan Gicu Rshs Renita Dewi Supyana; Nova Sylviana; Novina Novina; Lulu Eva Rakhmilla
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 4, No 4 (2019): Volume 4 Nomor 4 Juni 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.28 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v4i4.22988

Abstract

Shift kerja malam rentan mengakibatkan penyimpangan ritme sirkadian. Penyimpangan ritme sirkadian dapat mengganggu kinerja fungsi kognitif seperti waktu reaksi dan konsentrasi. Gangguan fungsi kognitif dapat mengakibatkan terjadinya error dan injury  terutama pada lingkungan kerja yang berisiko tinggi, seperti General Intensive Care Unit (GICU). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh shift kerja malam terhadap waktu reaksi dan konsentrasi tenaga kesehatan General Intensive Care Unit Rumah Sakit Umum Pusat Dr.Hasan Sadikin (RSHS), Bandung. Penelitian ini menggunakan desain penelitian potong lintang. Total sampel yang masuk kriteria inklusi sebanyak 30 orang, terdiri dari 4 dokter dan 26 perawat. Penelitian dilakukan di bagian GICU  RSHS pada bulan Oktober 2016. Uji normalitas Shapiro Wilk menunjukkan data waktu reaksi terdistribusi normal dan konsentrasi tidak terdistribusi normal. Uji-t berpasangan dilakukan pada waktu reaksi dan uji wilcoxon terhadap konsentrasi menunjukkan secara statistik terdapat perbedaan yang bermakna pada kedua variabel antara sebelum dan sesudah shift kerja malam, p < 0.05. Sehingga peneliti menyimpulkan terdapat pengaruh dari shift kerja malam terhadap waktu reaksi dan konsentrasi tenaga kesehatan GICU RSHS.Kata Kunci : Intensive Care Unit, Konsentrasi, Ritme Sirkadian, Shift Kerja Malam, Waktu Reaksi
Gambaran Angka Kejadian Cedera Penyerta Pada Fraktur Skapula Di RS Dr Hasan Sadikin Bandung Periode Januari 2014 - Desember 2018 Liliek Yudhantoro; Yoyos Dias Ismiarto
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 4, No 4 (2019): Volume 4 Nomor 4 Juni 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.17 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v4i4.22981

Abstract

    Sekitar 50% dari fraktur scapula terjadi pada body dan spina skapula, Glenoid neck sekitar 25%, glenoid cavity sekitar 10%, acromion dan processus coracoid sekitar 8% dan 7% dari fraktur skapula. Penelitian ini merupakan suatu studi dekskriptif yang menggunakan data dari rekam medis pasien penderita fraktur skapula yang dirawat di RS Dr. Hasan Sadikin Bandung selama kurun waktu Januari 2014 sampai Desember 2018.    Kejadian fraktur skapula di Rumah Sakit Hasan Sadikin terjadi pada umur 25-34 tahun yaitu 10 pasien (35,72%), umur 15-24 tahun (28,57%) dan umur 35-44 tahun (21,42%),pada laki-laki yaitu 92,85%. Didapatkan dari 28 pasien fraktur skapula yang dirawat di RS Hasan Sadikin, 17 pasien (60,72%) mengalami fraktur pada body of scapula, 6 pasien (21,43%) mengalami fraktur pada acromion dengan fraktur pada glenoid neck 4 pasien (14,28%), dan glenoid cavity dengan 1 pasien (3,57%), 27 pasien (96,43%) mengalami  tipe cedera yang multiple dan hanya 1 pasien (3,57%) mengalami tipe cedera yang isolated, cedera penyerta terbanyak adalah cedera kepala tertutup dengan jumlah 10 kasus (35,71%) diikuti dengan hemato/pneumothorax sebanyak 8 kasus (28,57%), fraktur costae 7 kasus (25%) dan fraktur clavicula sebanyak 6 kasus (21,42%). Sehingga sebaiknya dilakukan pemeriksaan pada skapula pada kasus multiple trauma untuk mengurangi miss diagnose cedera penyerta dari fraktur skapula   Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi fraktur skapula yang tercatat di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan untuk dilakukan tindakan promosi baik berupa penyuluhan, seminar, workshop, dll untuk menurunkan angka tidak terdiagnosa cedera penyerta fraktur skapula.Kata Kunci : Fraktur Skapula, Prevalensi, Promosi Kesehatan

Filter by Year

2015 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 2 (2021): Volume 6 Nomor 2 Desember 2021 Vol 6, No 1 (2021): Volume 6 Nomor 1 September 2021 Vol 5, No 4 (2020): Volume 5 Nomor 4 Juni 2020 Vol 5, No 3 (2020): Volume 5 Nomor 3 Maret 2020 Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 Desember 2019 Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 September 2019 Vol 4, No 4 (2019): Volume 4 Nomor 4 Juni 2019 Vol 4, No 3 (2019): Volume 4 Nomor 3 Maret 2019 Vol 4, No 2 (2018): Volume 4 Nomor 2 Desember 2018 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 September 2018 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 September 2018 Vol 3, No 4 (2018): Volume 3 Nomor 4 Juni 2018 Vol 3, No 4 (2018): Volume 3 Nomor 4 Juni 2018 Vol 3, No 3 (2018): Volume 3 Nomor 3 Maret 2018 Vol 3, No 3 (2018): Volume 3 Nomor 3 Maret 2018 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Desember 2017 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Desember 2017 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 September 2017 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 September 2017 Vol 2, No 4 (2017): Volume 2 Nomor 4 Juni 2017 Vol 2, No 4 (2017): Volume 2 Nomor 4 Juni 2017 Vol 2, No 3 (2017): Volume 2 Nomor 3 Maret 2017 Vol 2, No 3 (2017): Volume 2 Nomor 3 Maret 2017 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Desember 2016 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Desember 2016 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 September 2016 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 September 2016 Vol 1, No 4 (2016): Volume 1 Nomor 4 Juni 2016 Vol 1, No 4 (2016): Volume 1 Nomor 4 Juni 2016 Vol 1, No 3 (2016): Volume 1 Nomor 3 Maret 2016 Vol 1, No 3 (2016): Volume 1 Nomor 3 Maret 2016 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Desember 2015 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Desember 2015 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 September 2015 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 September 2015 More Issue