Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

UJI EFEK ANALGETIK EKSTRAK DAUN PULAI (Alstonia scholaris R.Br) TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN Galur wistar Mustakim Mustakim; Dedi Fatrida
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 6, No 1: Februari 2021 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v6i1.573

Abstract

Latar Belakang: Salah satu tumbuhan berkhasiat yang ada di Indonesia adalah tumbuhan pulai (Alstonia scholaris R.Br). Tumbuhan pulai merupakan salah satu tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat dalam mengatasi beberapa penyakit salah satunya yaitu nyeri, karena tumbuhan pulai memilki kandungan kimia berupa alkanoid yang berperan sebagai analgesik. Tujuan: Untuk mengetahui ada tidaknya efek analgesik dari ekstrak daun pulai. Metode: Penelitian bersifat eksperimental dengan menggunakan 25 ekor tikus yang dibagi ke dalam 5 kelompok. Kelompok kontrol negatif diberikan aquades, kelompok kontrol positif diberikan Aspirin, dan 3 kelompok eksperimental diberikan ekstrak daun pulai, masing-masing dengan dosis 50 mg/kgBB, 100 mg/kgBB, dan 150 mg/kgBB. Pengujian efek analgesik dilakukan dengan memberikan rangsangan nyeri pada hewan uji dengan diinduksi vaksin DPT Hb. Respon tikus yang diamati yaitu gerakan menjilat kaki dan atau melompat. Pengamatan dilakukan selama 1 menit. Pengamatan dilakukan sebelum pemberian zat uji, kemudian berturut-turut pada tikus ke-30, 60, 90, dan 120 setelah pemberian zat uji. Data dianalisis dengan ANOVA menggunakan SPSS 16 dengan taraf kepercayaan 95% (. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan jumlah respon terhadap rangsang nyeri pada kelompok tikus  yang diberi ekstrak daun pulai dengan dosis 150 mg/kgBB dan mulai menurun pada menit ke-30 dan terus memberikan efek pada menit ke-60. Ekstrak daun pulai menunjukkan adanya efek analgesik, namun efek analgesiknya lebih rendah dari aspirin. Saran: Penelitian ini perlu dilakukan lagi penelitian lebih lanjutnya untuk mengetahui lebih efektif lagi dengan dosis yang lebih tinggi. Kata Kunci: Pulai, Analgesik, Tikus
HUBUNGAN TANGGUNG JAWAB, KOMUNIKASI, DAN DOKUMENTASI DENGAN PELAKSANAAN HANDOVER Dedi Fatrida; Dede Irman Nuriman
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 4: Agustus 2019 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v4i0.333

Abstract

Latar belakang: Keperawatan adalah suatu profesi, keperawatan juga mempunyai ciri-ciri dan kriteria tertentu sebagai suatu profesi diantaranya memiliki body of knowledge dan berbentuk pelayanan yang berorientasi pada masyarakat. handover adalah komunikasi oral dari informasi tentang pasien yang dilakukan oleh perawat pada pergantian shift jaga. Tujuan: Unutk mengetahui hubungan tanggung jawab, komunikasi, dan dokumentasi  dengan pelaksanaan handover. Metode: Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Tehnik pengambilan sampel ini menggunakan metode accidental sampling yang berjumlah 38 responden. Hasil: Hasil analisis univariat didapatkan responden yang tanggung jawabnya baik sebanyak (76,3%), kurang baik sebanyak (23,7%), komunikasi kurang baik sebanyak (27,1%) yang baik (72,9%), dokumentasi kurang baik sebanyak 78%) dan yang baik (22%). Berdasarkan uji Chi-Square pada a = 0,05 diperoleh p-value = 0,002 < a = 0,05, sehingga hipotesis menyatakan ada hubungan yang bermakna antara tanggung jawab dengan  pelaksanaan handover terbukti secara statistik. Berdasarkan uji Chi-Square pada a = 0,05 diperoleh p-value = 0,001 < a = 0,05, sehingga hipotesis menyatakan ada hubungan yang bermakna antara komunikasi dengan  pelaksanaan handover terbukti secara statistik. Berdasarkan uji Chi-Square pada a = 0,05 diperoleh p-value = 0,003 < a = 0,05, sehingga hipotesis menyatakan ada hubungan yang bermakna antara dokumentasi dengan  pelaksanaan handover di Ruang Rawat Inap RS. TK. II Dr. AK. Gani Palembang secara statistik. Saran: Perawat lebih meningkatkan lagi komunikasi terapeutiknya  guna meminimalkan kesalahan pada saat pelaksanaan handover. Kata Kunci : Tanggung Jawab, Komunikasi, Dokumentasi, Handover
HUBUNGAN TANGGUNG JAWAB, KOMUNIKASI, DAN DOKUMENTASI DENGAN PELAKSANAAN HANDOVER Dedi Fatrida; Dede Irman Nuriman
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 4: Agustus 2019 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.009 KB) | DOI: 10.36729/jam.v4i2.215

Abstract

Latar belakang: Keperawatan adalah suatu profesi, keperawatan juga mempunyai ciri-ciri dan kriteria tertentu sebagai suatu profesi diantaranya memiliki body of knowledge dan berbentuk pelayanan yang berorientasi pada masyarakat. handover adalah komunikasi oral dari informasi tentang pasien yang dilakukan oleh perawat pada pergantian shift jaga. Tujuan: Unutk mengetahui hubungan tanggung jawab, komunikasi, dan dokumentasi  dengan pelaksanaan handover. Metode: Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Tehnik pengambilan sampel ini menggunakan metode accidental sampling yang berjumlah 38 responden. Hasil: Hasil analisis univariat didapatkan responden yang tanggung jawabnya baik sebanyak (76,3%), kurang baik sebanyak (23,7%), komunikasi kurang baik sebanyak (27,1%) yang baik (72,9%), dokumentasi kurang baik sebanyak 78%) dan yang baik (22%). Berdasarkan uji Chi-Square pada a = 0,05 diperoleh p-value = 0,002 < a = 0,05, sehingga hipotesis menyatakan ada hubungan yang bermakna antara tanggung jawab dengan  pelaksanaan handover terbukti secara statistik. Berdasarkan uji Chi-Square pada a = 0,05 diperoleh p-value = 0,001 < a = 0,05, sehingga hipotesis menyatakan ada hubungan yang bermakna antara komunikasi dengan  pelaksanaan handover terbukti secara statistik. Berdasarkan uji Chi-Square pada a = 0,05 diperoleh p-value = 0,003 < a = 0,05, sehingga hipotesis menyatakan ada hubungan yang bermakna antara dokumentasi dengan  pelaksanaan handover di Ruang Rawat Inap RS. TK. II Dr. AK. Gani Palembang secara statistik. Saran: Perawat lebih meningkatkan lagi komunikasi terapeutiknya  guna meminimalkan kesalahan pada saat pelaksanaan handover. Kata Kunci : Tanggung Jawab, Komunikasi, Dokumentasi, Handover
HUBUNGAN WAKTU TUNGGU DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DALAM MENDAPATKAN PELAYANAN KESEHATAN Dedi Fatrida; Andesma Saputra
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 4: Agustus 2019 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.606 KB) | DOI: 10.36729/jam.v4i1.229

Abstract

Latar belakang: Indikator keberhasilan pelayanan kesehatan dilihat dari waktu tunggu pasien dan kepuasan pasien. Sebagian besar pasien berkunjung ke puskesmas karena adanya tuntutan masyarakat yang sangat tinggi terhadap kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan khususnya waktu tunggu pasien dan tingkat kepuasan pasien dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. Tujuan: untuk mengetahui hubungan  waktu tunggu dengan tingkat kepuasan pasien dalam mendapatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Kambang Kabupaten Pesisir Selatan. Metode: penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yaitu deskriptif analitik  dengan desain penelitian cross sectional study. Hasil: hasil analisis uji statistik chi-square menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakana antara waktu tunggu dan kepuaasaaan pasien dengan  p value=0,000 (p ≤ 0,05). Saran: penelitian ini  diharapkan perlu meningkatkan mutu pelayanan, supervisi, dan  monitoring terhadap pelayanan kesehatan terutama tingkat kepuasan pasien dan waktu tunggu pasien sehingga dapat memecahkan masalah yang dihadapi untuk meningkatkan profesionalisme dan kinerja pada  pelayanan prima terhadap pasien yang datang berobat di Puskesmas Kambang.Kata kunci: Waktu tunggu, Kepuasan pasien, Pelayanan kesehatan
PENGARUH BREASTFEEDING SELF EFFICACY TREATMENT (BEST) TERHADAP TEKNIK PERLEKATAN MENYUSUI Andesma Saputra; Dedi Fatrida
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 6, No 1: Februari 2021 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v6i1.565

Abstract

Latar Belakang: Breastfeeding self efficacy treatment (BEST) merupakan media edukasi yang menggunakan modul dan audiovisual. BEST adalah intervensi yang mengembangkan teori self efficacy dalam menyusui yaitu prestasi kinerja, pengalaman orang lain, persuasi verbal, dan respon fisiologis agar meningkatkan pengetahuan ibu, teknik perlekatan ibu menyusui, dan pada akhirnya berhasil memberikan ASI secara ekslusif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan unutuk mengetahui pengaruh breastfeeding self efficacy treatment (BEST) terhadap teknik perlekatan  menyusui. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan  metode eksperimental (quasi eksperimen) dengan menggunakan rancangan pretest-posttest only control group design. Penelitian ini dilakukan terhadap 42 ibu menyusui di Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang. yang dibagi 2 kelompok yaitu 21 responden kelompok intervensi yang diberikan edukasi kesehatan berupa video dan modul. Sebanyak 21 responden kelompok kontrol yang tidak diberikan modul. Hasil: Penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh BEST secara signifikan pada teknik perlekatan menyusui dengan nilai p (0,00) < 0,05. Saran: Diharapkan pihak Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang memfasilitasi ruangan menyusui ibu-bayi dan menyediakan media pembelajaran audiovisual (modul dan video). Kata Kunci: BEST, Teknik Perlekatan, ASI
MOTIVASI SUAMI MERAWAT ISTR PASCA PRA OPERASI SECTIO CAESAREA DI RUMAH SAKIT PELABUHAN PALEMBANG TAHUN 2022 Dedi Fatrida; Arif Irpan Tanjung
Jurnal ADAM : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2023): Vol. 2 No. 1 Edisi Februari 2023
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/adam.v2i1.1387

Abstract

Angka kejadian Sectio Caesarea (SC) meningkat di negara-negara berkembang, operasi Sectio Caesarea merupakan tindakan yang banyak menimbulkan kecemasan. Kecemasan merupakan gejala klinis yang terlihat pada pasien dengan penatalaksanaan medis, bila kecemasan merupakan gejala klinis yang terlihat pada pasien pra operasi tidak segera diatasi maka dapat mengganggu proses penyembuhan.Penyuluhan dilakukan melalui metode presentasi materi, tanya jawab dan pengisian kuesioner. Data diambil melalui pengisian kuesioner wawancara dan observasi yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Pengabdian Masyarakat ini untuk mengetahui Kecemasan Pasien Pra Operasi Sectio Caesarea di Rumah Sakit Pelabuhan Palembang.Sasaran pasien yang akan menjalani persalinan dengan Sectio Caesarea di Rumah Sakit Pelabuhan Palembang berjumlah 67 responden, jumlah sampel dalam penelitian ini 40 responden, pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan data primer dengan wawancara dan lembar kuisioner, Saran untuk petugas kesehatan diharapkan meningkatkan serta menambah keilmuan pada profesi keperawatan khususnya tentang kecemasan pasien pra operasi Sectio caesarea, diketahui bahwa distribusi responden yang mengalami kecemasan kategori berat berjumlah 24 responden (60,0%) lebih besar dari yang mengalami kecemasan kategori ringan berjumlah 16 responden (40,0%). Dari hasil analisa bivariat ditemukan ada hubungan bermakna antara pengetahuan dengan Kecemasan Pasien Pra Operasi Sectio Caesarea
Hubungan Pekerjaan, Genetik, dan Usia Klien Dengan Kejadian Hipertensi di Puskesmas Petaling Kabupaten Banyuasin Tahun 2022 Irwadi I; Dedi Fatrida; Yenni Elfira
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1, No 7 (2023): Agustus
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8220332

Abstract

Hypertension is an increase in systolic pressure greater than or equal to 160 mmHg or diastolic pressure equal to or greater 95 mmHg (Kodim Nasrin, 2003). High blood pressure is one risk factor for stroke, heart attack, heart failure and arterial aneurysm, and is a major cause of chronic heart failure. The purpose of this study was to determine the relationship between employment, genetic and age with the incidence of hypertension in Petaling District Health Center Banyuasin 2022. Samples were obtained using the method of accidental sampling with total sample of 61 respondents, by using accidental sampling technique. Data analysis was carried out by two stages of data analysis of univariate and bivariate analysis with Chi-Square test statistics program SPSS. Results of univariate analysis showed that respondents who suffer from hypertension as much as 38 respondents (62.3%), while those not suffering from hypertension were 23 respondents (37.7%). From the results of the bivariate analysis found no significant relationship between the job with hypertension in which p-value = 0.006 and significant relationship between genetic with hypertension in which p-value = 0.011. From the results of the bivariate analysis found no significant relationship between age with hypertension in which p-value = 0.006. Based on these results, it can be concluded that there is a significant relationship between employment, genetic and age with hypertension in Petaling district health centers Banyuasin 2022.
Penyuluhan Pada Pasien Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Petaling Tahun 2022 Irwadi I; Dedi Fatrida
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 4 (2023): July
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8220284

Abstract

Penyakit hipertensi merupakan salah satu penyakit yang banyak dijumpai karena pola hidup tidak sehat, masyarakat Di Puskesmas Petaling banyak menderita hipertensi karena kurang memperhatikan pola hidup mereka, masyarakat kurang mengetahui dampak dari penyakit hipertensi sehingga walaupun mengetahui mereka menderita hipertensi tetap tidak merubah gaya hidup dan jarang memeriksakan kesehatan, Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan sikap tentang Pencegahan Hipertensi pada masyarakat di Puskesmas Puskesmas Petaling. Berdasarkan pengkajian yang dilakukan melalui wawancara, observasi dan penyebaran kuesioner didapatkan masalah di Puskesmas Puskesmas Petaling yaitu kader mengatakan penyakit yang banyak dialami oleh warga adalah hipertensi, 63,63% masyarakat usia dewasa dan lansia menderita hipertensi. Dari penyuluhan yang kami sampaikan diharapkan warga dapat menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari serta mampu mengendalikan berbagai macam masalah kesehatan yang berhubungan dengan pola hidup sehat seperti rajin olahraga, diet rendah lemak, dan lakukan pemeriksaan secara rutin. Rencana tindak lanjut dari kegiatan penyuluhan tentang hipetensi adalah berkoordinasi dengan pihak puskesmas Puskesmas Petaling untuk melakukan penyuluhan tentang hipertensi dengan melibatkan kader di kelurahan murni dan juga berkoordinasi dengan pihak puskesmas Puskesmas Petaling untuk menjalankan program pemeriksaan kesehatan 
Penyuluhan Pada Pasien Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Petaling Tahun 2022 Irwadi I; Dedi Fatrida
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 4 (2023): July
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8220284

Abstract

Penyakit hipertensi merupakan salah satu penyakit yang banyak dijumpai karena pola hidup tidak sehat, masyarakat Di Puskesmas Petaling banyak menderita hipertensi karena kurang memperhatikan pola hidup mereka, masyarakat kurang mengetahui dampak dari penyakit hipertensi sehingga walaupun mengetahui mereka menderita hipertensi tetap tidak merubah gaya hidup dan jarang memeriksakan kesehatan, Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan sikap tentang Pencegahan Hipertensi pada masyarakat di Puskesmas Puskesmas Petaling. Berdasarkan pengkajian yang dilakukan melalui wawancara, observasi dan penyebaran kuesioner didapatkan masalah di Puskesmas Puskesmas Petaling yaitu kader mengatakan penyakit yang banyak dialami oleh warga adalah hipertensi, 63,63% masyarakat usia dewasa dan lansia menderita hipertensi. Dari penyuluhan yang kami sampaikan diharapkan warga dapat menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari serta mampu mengendalikan berbagai macam masalah kesehatan yang berhubungan dengan pola hidup sehat seperti rajin olahraga, diet rendah lemak, dan lakukan pemeriksaan secara rutin. Rencana tindak lanjut dari kegiatan penyuluhan tentang hipetensi adalah berkoordinasi dengan pihak puskesmas Puskesmas Petaling untuk melakukan penyuluhan tentang hipertensi dengan melibatkan kader di kelurahan murni dan juga berkoordinasi dengan pihak puskesmas Puskesmas Petaling untuk menjalankan program pemeriksaan kesehatan 
HUBUNGAN STRES DENGAN KEJADIAN GOUT ARTHRITIS PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BOTANIA KOTA BATAM Alba, Afif D; Fatrida, Dedi; Badar, Mawardi
Ensiklopedia of Journal Vol 6, No 2 (2024): Vol. 6 No. 2 Edisi 2 Januari 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v6i2.2124

Abstract

As a person ages, there is a tendency to decrease various functional capacities both at the cellular level and at the organ level which can lead to degeneration in line with the three aging processes. One of the degenerative diseases that are often suffered by the elderly is gout arthritis, which is an inflammatory joint disease, a factor that causes gout arthritis attacks, one of which is stress, stress is not only a stimulus or reaction but also an active factor that can affect stressors. This study aims to see the relationship between stress and the incidence of gout arthritis in the Botania Health Center Work Area, Batam City 2022. Method of this research is an analytical observational study with a case control design involving 60 respondents, with an elderly population at the Botania Health Center in 2022. Sampling using purposive sampling technique . The measuring instrument in this study was the Depression Anxiety Stress Scale (DASS 21) questionnaire and the “Medical Record” retrospective method. The results of study, most of the elderly who experience stress have a risk of developing gout. The results of the Chi-Square statistical test obtained a value (p value = 0.001 < 0.05), indicating that H0 was rejected and Ha was accepted with an Odds Ratio of 6.417. The conclusion is that there is a significant relationship between stress and the incidence of gout arthritis. So implementing a healthy lifestyle with stress control can be a preventive measure against various diseases that can attack the elderly.Keywords: Degenerative diseases, Stress, Gout Arthritis, Elderly, analytical observational