Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Sosialisasi Budaya Malu di Kalangan Pelajar melaui Infografis Sebagai Bentuk Pendidikan Karakter Iswari, Fitria; Handayani, Dian; Nuriyanti, Widya
Jurnal Desain Vol 6, No 02 (2019): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1717.248 KB) | DOI: 10.30998/jurnaldesain.v6i2.3050

Abstract

Pelajar adalah pemuda penerus bangsa, namun apa yang terjad iapabila rendahnya budayamalu yang dimiliki oleh para pelajar. Banyak pelanggaran yang dilakukan oleh siswa seperti terlambat datang ke sekolah, membuang sampah sembarangan, tidak hormat kepada guru, berpakaian tidak rapi, berbicara kotor dan yang lainnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa rendahnya budaya malu para pelajar saat ini. Hal tersebut menjadi perhatian karena ini berarti pendidikan karakter yang belum sepenuhnya terserap oleh para pelajar. Pendidikan karakter kepada peserta didik. Karena sejatinya Pendidikan berkarakter saat ini diharapkan mampu membentu kwatak, kebiasaan, dan tingkah laku para pelajar kearah yang lebih baik. Tulisan ini membahas tentang penggunaan infografis sebagai media soaialisasi budaya malu sebagai bentuk pendidikan karakter. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan budaya malu siswa dan terbentuknya karakter yang lebih baik. Tulisan in imenggunakan metode yang kualitatif dengan cara observasi dan menyelenggarakan FGD (focus group discussion) yang melibatkan kepala sekolah, wakil, staff kesiswaan, guru bimbingan konseling, dan beberapa guru. Hal tersebut dilakukan untuk member gambaran tentang perilaku siswa SMPN 64 Jakarta, dan merumuskan materi yang gunakan pada infografis. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara kepada staff kesiswaandan guru BK. Selanjutnya infografis tersebut pajang di depan sekolah sebagai media sosialisasi budaya malu. Hasil dari penggunaan media selama 1 bulan ini berdampak positif, yaitu dengan ditunjukan berkurangnya peserta didik yang terlambat, berpakaian tidak rapi, membuang sampah sembarangan, berbicara kotor, dan tidak sopan dengan guru. Hal ini menunjukan media sosialisasi budaya malu berupa infografis berhasil membentuk karakter para siswa ke arah yang lebih baik.
Desain Tong Sampah sebagai Upaya Membentuk Karakter Siswa Iswari, Fitria; Putri, Martha Tisna Ginanjar; Nuriyanti, Widya
Darma Cendekia Vol. 3 No. 2 (2024): Darma Cendekia
Publisher : CV Buana Prisma Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60012/dc.v3i2.106

Abstract

Sampah adalah salah satu permasalahan lingkungan yang telah menjadi tantangan global yang semakin mendalam. Di seluruh dunia, manusia menghasilkan sejumlah besar sampah setiap harinya, dan masalah pengelolaan sampah menjadi semakin kompleks seiring dengan pertumbuhan populasi, urbanisasi, dan konsumsi yang meningkat pesat. Sampah tidak hanya menjadi masalah lingkungan, tetapi juga menciptakan dampak sosial, ekonomi, dan kesehatan yang serius bagi masyarakat di seluruh dunia. Pentingnya menjaga lingkungan ini berdampak Panjang ke depan . Tong Sampah atau tempat sampah adalah wadah yang digunakan sebagai penampungan sementara sebelum sampah-sampah tersebut di salurkan ke penampungan akhir. Sayangnya tong sampah yang berada di tempat mitra kami kurang memadai dan kurang terawat. Sebelumnya sudah ada penelitian serupa tentang pembuatan tong sampah yang bertujuan menumbuhkan rasa kepedulian siswa terhadap lingkungan. Dalam permasalahan ini sekolah membutuhkan media yang mudah dibuat dan dalam bentuk kegiatan yang menyenangkan. Kegiatan yang menyenangkan akan mudah diingat oleh para siswa.  Tong sampah yang dilukis dalam bentuk yang menarik serta ditulis dalam ujaran positif akan selalu dibaca siswa yang berada di sekolah sebagai upaya dalam membentuk karakter siswa dan kesadaran peduli lingkungan
Pemberian Motivasi Melalui Media Pembelajaran Flashcard Bagi Anak Berkesulitan Belajar (Learning Difficult) Nurcahyawati, Enny; Iswari, Fitria; -, Syahid
Educivilia: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2021): Educivilia: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.286 KB) | DOI: 10.30997/ejpm.v2i1.2841

Abstract

Kegiatan belajar mengajar di sekolah umumnya ditunjukkan hanya kepada siswa yang berkemampuan rata-rata, dan bagi siswa yang punyai kemampuan lebih atau yang berkemampuan kurang biasanya terabaikan. Dan kenyataan yang terjadi didunia pendidikan siswa kategori sangat pandai dan kurang pandai, sedikit mendapat kesempatan yang layak untuk berkembang sesuai dengan kemampuannya. Maka dari sini lah, kemudian timbul apa yang disebut kesulitan belajar (learning difficult). Pembelajaran yang mudah diterima oleh anak berkesulitan belajar adalah dengan menggunakan media pembelajaran. Media belajaran yang efektif dengan menggunakan media flashcard, Karena Media flashcard mempunyai karakteristik yang menyajikan informasi pendek pada setiap kartunya. Misalnya tau dengan mudarah huruf, angka, nama binatang, mengenal buah dan lain sebagainya.  Informasi pendek sangat memudahkan siswa mempunyai masalah kesulitan belajar. Metode belajar ini lah yang amat mudah diterapkan, selain mudah tentunya menggembirakan, dan akhirnya mempengaruhi siswa dalam menyerap materi-materi yang disampaikan oleh guru. Seyogya seorang guru harus mempunyai banyak metode yang bervariasi dan menyenangkan dalam memberikan materi setiap mata pelajaran.
Kajian Semiotika Ferdinand De Saussure Poster Film Kang Mak From Pee Mak Abimanyu, Michael Rico; Baihaqi, Mohammad Ilham; Sefi, Aman; Wijayanto, Catur Sunu; iswari, fitria
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 7, No 3 (2025): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v7i3.14103

Abstract

Komunikasi merupakan hal yang penting untuk menyampaikan pesan tertentu dari manusia yang satu (pengirim) ke manusia yang lain (penerima) dengan tujuan untuk mencapai pemahaman yang sama. tak hanya dari lisan, komunikasi juga dapat disampaikan melalui alternatif lain. alternatif yang dimaksud seperti media berupa poster. Poster berfungsi sebagai alat komunikasi visual yang memiliki pengaruh terhadap persepsi awal penonton. Elemen-elemen yang terdapat pada poster membantu audiens memahami pesan yang ingin disampaikan dalam film yang hendak ditayangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis poster film “Kang Mak from Pee Mak” dengan menggunakan pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure, yang membagi tanda menjadi dua bagian, yaitu signifier (penanda) dan signified (petanda). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah sumber data yang terdiri dari data sekunder (poster film) dan data primer (dokumen artikel). Peneliti mendeskripsikan elemen-elemen poster secara rinci, baik tampilan visual maupun teks verbal, kemudian melakukan analisis interpretatif. Data yang diperoleh dikelompokkan berdasarkan pemaknaan tanda visual, tanda verbal, dan tanda gambar dalam poster film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa poster film “Kang Mak from Pee Mak” sangat efektif dalam memanfaatkan elemen-elemen visual untuk memberikan gambaran awal yang jelas mengenai tema, genre dan suasana dalam film serta menarik perhatian penonton.
Peran Program Kampus Mengajar dalam Penguatan Literasi dan Numerasi Siswa di SDN Bedahan 4 Iswari, Fitria; Paksi, Galuh Raga; Cahyadi, Wahyo
JURNAL ASIMILASI PENDIDIKAN Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Asimilasi Pendidikan
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENDIDIKAN (LPP) ARROSYIDIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61924/jasmin.v3i3.62

Abstract

Program Kampus Mengajar merupakan inisiatif pemerintah yang melibatkan mahasiswa untuk berkontribusi langsung dalam pembelajaran di sekolah dasar, khususnya dalam penguatan kemampuan literasi dan numerasi. Penelitian ini dilaksanakan di SD Bedahan 4 Depok menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode evaluasi pra dan pasca tes untuk mengukur pengaruh program terhadap peningkatan kemampuan literasi dan numerasi siswa. Desain program ini dikembangkan bersama oleh peneliti, mahasiswa bimbingan, dan guru di lokasi melalui metode Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan literasi dan numerasi siswa, mengindikasikan efektivitas program dalam memperkuat kompetensi dasar.
Analisis Kesalahan Penggunaan Simple Past Tense Pada Kegiatan Menulis Recount Text Mahasiswa Dkv Unindra Iswari, Fitria; Rahman, Fauzi; Kurniasih, Puri
El Banar : Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 2 No 1 (2019): El Banar : Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : STAI Bani Saleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.845 KB) | DOI: 10.54125/elbanar.v2i1.23

Abstract

Menulis merupakan kegiatan yang kompleks karena melibatkan ide, gagasan, dan rasa yang disampaikan berupa tulisan dan dikemas sebaik mungkin agar mampu dipahami oleh pembaca dengan mudah. Menulis dengan baik sangat penting bagi mahasiswa, karena menulis adalah keterampilan yang harus dikuasai dalam pembelajaran bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan kesalahan – kesalahan penggunaan simple past tense yang sering dilakukan oleh mahasiswa pada kegiatan menulis recount text. , yang kemudian hasil penelitian ini akan digunakan untuk bahan perbaikan dalam sistem/ proses belajar dan pembelajaran mahasiswa khususnya kegiatan menulis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan melibatkan 40 hasil tulisan mahasiswa Prodi DKV Universitas Indraprasta PGRI benrbentuk recount text dengan tema “pengalamanku”. Data yang didapat dianalisis menggunakan teori dari ellis tentang kesalahan berbahasa. Hasil penelitian ini menunjukan terjadinya kesalahan penggunaan simple past tense pada kegiatan menulis recount text sebesar 54% untuk kesalahan penghilangan (omission), 38% untuk kesalahan penggunaan bentuk (misinformation), dan 8% untuk kesalahan penempatan (missordering). Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa mahasiswa membutuhkan peningkatan dalam penguasaan simple past tense dan mampu menuangkan dalam bentuk tulisan lebih baik lagi.
Perancangan Buku Ilustrasi Jamur di Sekitar Kita sebagai Media Literasi Anak Alfajri, Muhamad; Sidhartani, Santi; Iswari, Fitria
Cipta Vol 2, No 2 (2023): Cipta
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/cipta.v2i2.2583

Abstract

Meningkatkan kegiatan membaca sejak dini merupakan hal yang penting di era gempuran generasi yang serba digital ini . Buku ilustrasi bergambar tentang jamur adalah salah satu media yang dapat digunakan sebagai upaya dalam meningkatkan pembiasaan anak. Tujuan penelitian untuk merancang buku ilustrasi berjudul “jamur di sekitar kita” sebagai sarana edukasi yang dapat memperkenalkan jamur dan menyalurkan rasa ingin tahu serta ketertarikan yang tinggi dari anak-anak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan  teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan) teknik pengumpulan data yang berbeda-beda untuk mendapatkan data dari sumber yang sama. Dengan demikian metode tersebut dapat diterapkan dalam penelitian perancangan buku ilustrasi “Jamur di Sekitar Kita”, sehingga informasi akan tersampaikan dengan baik. Berdasarkan hasil yang telah dicapai dalam penelitian ini adalah sebuah buku ilustrasi yang berisikan informasi mengenai beberapa jamur yang ada di sekitar masyarakat, mulai dari morfologi bentuknya, substrat tempat tumbuhnya jamur, serta aman atau tidaknya jamur tersebut untuk di konsumsi. Penyampaian informasi tersebut dikemas menggunakan ilustrasi yang menarik disesuaikan berdasarkan target dari pembacanya yaitu anak-anak. Diharapkan dengan adanya buku ini dapat mengedukasi dan juga menjadi salah satu solusi dari kurangnya media informasi terkait jamur yang diperuntukkan kepada anak-anak.
Storytelling dengan Menggunakan Media Flashcard terhadap Kemampuan Berbicara Bahasa Inggris Mahasiswa Arsitektur Yohana, Fenti Mariska; Alam, Bambang Perkasa; Iswari, Fitria
Magenta | Official Journal STMK Trisakti Vol. 4 No. 01 (2020): Magenta : Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Media
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61344/magenta.v4i01.53

Abstract

The purpose of this research is to gaining the speaking ability of Architecture students by storytelling method that using flashcard media in a groups class. After that, one of them speaking and doing storytelling about the picture on flashcard. Role play storytelling method is a method to mastery the lesson of studying by story telling of any kinds a story with how to gaining your imagination and appreciation that do by the act as a living figures or inanimate objects. Qualitative method is using in this research where is the data that taken from many books and journal, information are needed,concept, and discuss the object problem.The students of Architecture has learn the English language by this method and using the flashcard as a media to storytelling, because the media that they use is interesting, colorful, and by the figures, so the students can raise their imagination by this flashcard. Flashcard is a card bearing information, a word or numbers, or either both sides that by picture, used in classroom drills or in private study. Flashcard can bear a vocabulary, historical dates, formula, or any subject matter that can be learned. In this globalization era, teachers must be creative to do teaching and learning activities, by this method learning activities, teacher hopes that the students are going to interesting in their English class. Abstrak Tujuan dari penelitian ini ialah meningkatkan kemampuan berbicara mahasiswa Arsitektur dengan metode storytelling menggunakan media flashcard yang dibentuk dalam berkelompok. Lalu mereka berbicara di depan kelas menceritakan gambar yang ada pada flashcard tersebut. Metode role play storytelling adalah metode penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui bercerita tentang apapun menggunakan media ataupun tidak melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan yang dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif, dimana data yang dikumpulkan berupa kepustakaan, informasi, tanggapan, konsep, maupun uraian yang mengungkapkan masalah. Para mahasiswa Arsitektur lebih mudah bercerita berbahasa Inggris dengan menggunakan media flashcard, karena media yang digunakan menarik, berwarna, dan menggunakan gambar sehingga siswa mampu bermain dengan imajinasinya melalui media tersebut. Flashcard mampu meningkatkan penguasaan kosakata, sejarah, rumus, atau berbagai subjek permasalahan pembelajaran yang diajarkan. Era globalisasi saat ini mengharuskan pengajar lebih kreatif dalam kegiatan belajar mengajar, karena dengan metode tersebut di harapkan kegiatan pembelajaran bermakna dan menyenangkan serta tidak membosankan, dengan metode dan penggunaan media tersebut diharapkan kemampuan bahasa anak tercapai dengan baik.
Kemampuan Menulis Teks Fungsional Pendek Dalam Tugas Membuat POP UP Greeting Card Pada Mahasiswa Desain Komunikasi Visual Yohana, Fenti Mariska; Iswari, Fitria; Sukarwo, Wirawan
Magenta | Official Journal STMK Trisakti Vol. 4 No. 02 (2020): Magenta : Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Media
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61344/magenta.v4i02.58

Abstract

Writing is an inseparable activity in human life in general. Almost in everyday require writing skills. Writing is a productive skill that require practice because it need ideas, knowledge, and language skills. It becomes a challenge when you have to write in a foreign language. Short functional texts are often used in social life, one of which is greeting cards. In reality , some students find the difficult to make greeting cards. This study aims to determine the ability to write short functional texts on greeting cards. The method used is qualitative by taking a sample of 40 greeting cards in the English class, of Visual Communication Design program at Indraprasta PGRI University . The results showed students with there are 40% of students in sufficient categories (C), students with very good categories (A) and good (B) each 28%, and students with less categories (D) by 5%. In addition, the ability to write text functional text in grammatical aspects points (C), the effectiveness of sentences is good grades (B), the amount produced in writing is enough (C), and the choice of words gets points B (good). From the data need more training in writing to improve students' writing abilities. ABSTRAK Menulis adalah kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia pada umumnya. Hampir kegiatan sehari hari membutuhkan keahlian menulis. Menulis termasuk productive skill yang membutuhkan latihan karena membutuhkan ide, gagasan, pengetahuan, dan kemampuan bahasa yang baik. Hal tersebut menjadi tantangan ketika harus menulis dengan bahasa asing yaitu Bahasa Inggris. Teks fungsional pendek sering digunakan dalam kehidupan bermasyarakat salah satunya greeting cards atau dikenal sebagai kartu ucapan pada kenyataannya beberapa siswa merasa kesulitan dalam membuat greeting cards hal ini ditunjukan oleh lamanya proses mereka menulis greeting cards, serta ditemukan beberapa siswa yang mendapat skor sedikit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan menulis teks fungsional pendek pada greeting cards . Metode yang digunakan ialah kulitatif dengan mengambil sampel hasil belajar 40 siswa berupa greeting cards Pada kelas Bahasa Inggris Prodi DKV Universitas Indrasta PGRI. Hasilnya ditemukan siswa dengan kategori cukup (C) 40%, siswa dengan kategori sangat baik (A) dan baik (B) masing – masing 28%, dan siswa dengan kategori kurang (D) sebesar 5%. Selain itu kemampuan menulis dari aspek tata bahasa mendapat poin cukup (C), efektifitas kalimat dengan nilai baik (B), Jumlah yang dihasilkan dalam tulisan cukup (C), dan pemilihan kata mendapat poin B ( baik). Dari data yang didapat dibutuhkan pelatihan dalam menulis guna meningkatkan kemampuan menulis siswa.