Petrus Redy Partus Jaya
Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng

Published : 21 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENERAPAN MODEL EVALUASI CIPP DALAM MENGEVALUASI PROGRAM LAYANAN PAUD HOLISTIK INTEGRATIF Petrus Redy Partus Jaya; Felisitas Ndeot
PERNIK : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 1 (2018): Pernik : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/pernik.v1i01.2622

Abstract

Abstract: This paper aims at designing the evaluation model CIPP in evaluating holistic integrative program services in early childhood education.A description of the terminology evaluation and evaluation of the program be placed on early so that the reader can see the holistic integrative services in early childhood education as a program.Next, elaborated on the model of evaluation of CIPP. An understanding of the four components of the CIPP evaluation be the key to implementing this model in evaluating program services holistic integrative in early childhood education.In the four components of the CIPP evaluation there are a few key questions: "what is needed?"; "what should I do?"; "is the program implemented?"; and "how the success rate of the program?".Shove off from these major questions, CIPP model can be applied to evaluate service program holistic integrative in early childhood education from the aspect of Context, Input, Process, and Product. The development of the object and questions of the evaluation refers to the Regulation of the President of the Republic of Indonesia Number 60 of 2013 and Technical Guidelines for the Implementation of Early Childhood Education (PAUD) at the PAUD Unit level. Keywords: evaluation program, PAUD HI,CIPP evaluation model  Abstrak :Tulisan ini bertujuan merancang model evaluasi CIPP dalam mengevaluasi program layanan PAUD HI ditingkat satuan PAUD. Uraian tentang terminologi evaluasi dan evaluasi program ditempatkan pada awal tulisan agar pembaca dapat melihat layanan PAUD HI sebagai suatu program. Selanjutnya, diuraikan tentang model evaluasi CIPP. Pemahaman tentang empat komponen evaluasi CIPP menjadi kunci untuk menerapkan model ini dalam mengevaluasi program layanan PAUD HI.  Dalam empat komponen evaluasi CIPP terdapat beberapa pertanyaan kunci, yaitu “apa yang dibutuhkan?”; “apa yang harus dilakukan?”; “apakah program dilaksanakan?”; dan “bagaimana tingkat keberhasilan program?”. Bertolak dari beberapa pertanyaan utama ini, model CIPP dapat diterapkan untuk mengevaluasi program layanan PAUD HI dari aspek Context, Input, Process, dan Product. Pengembangan objek dan pertanyaan evaluasi mengacu pada Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 60 tahun 2013 dan Petunjuk Teknis Penyelenggaraan PAUD HI di tingkat Satuan PAUD. Kata Kunci: evaluasi, program, PAUD HI, model evaluasi CIPP       
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPA SISWA SEKOLAH DASAR Marlinda Mulu; Rikardus Dinar; Petrus Redy Partus Jaya
Jurnal Literasi Pendidikan Dasar (JLPD) Vol 3 No 1 (2022): JLPD (Jurnal Literasi Pendidikan Dasar)
Publisher : Program Studi Guru Sekolah Dasar (UNIKA Santu Paulus Ruteng)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The low of student learning outcomes and the limited activities of students in the classroom are often a learning problem to date. Therefore, it is very important to study the application of the PBL learning model and its effect on student achievement in elementary schools. The method used in this research is a quasi-experimental with pretest posttest design. The sample was selected randomly and divided into two groups, namely the control group without using the PBL model, while the experimental group using the PBL model. Furthermore, the research data were analyzed by independent sample t-test and one sample t-test. The results of data analysis showed that there was a significant difference between the control class and the experimental class. The PBL model is proven to be effective in increasing student achievement, this is indicated by the value of tcount 5, 209 t table 2,019, at 0.05. The assessment of the reference criteria for the KKM of subjects also shows that the average value of the experimental class has at least reached the KKM.
Pendampingan Penyusunan Dokumen KTSP Paud Felisitas Ndeot; Theresia Alviani Sum; Petrus Redy Partus Jaya; Engelbertus Nggalu Bali; Maria Makdalena Ori
AJAD : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): MAY 2022
Publisher : Lembaga Mitra Solusi Teknologi Informasi (L-MSTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.315 KB) | DOI: 10.35870/ajad.v2i1.39

Abstract

This service activity aims to provide assistance to the PAUD Santa Fransiska Asisi unit in compiling the KTSP document because the managers and teachers of the PAUD Santa Fransiska Asisi do not understand and have sufficient competence in compiling the KTSP document. The method used in this service activity is discussion and mentoring. The partners of this service activity are the managers and teachers of PAUD Santa Fransiska Assisi, totaling 3 people. The activity stages consist of (1) Studying the KTSP document; (2) Conduct discussions and assist the preparation of the PAUD KTSP document, (3) Observe the progress of the PAUD KTSP document preparation. The results of the service activities show that the managers and teachers of PAUD Santa Fransiska Assisi are able to prepare their own KTSP and produce a final KTSP document.
Pelatihan Membuat Buku Penghubung Di PAUD Wejang Asih Felisitas Ndeot; Petrus Redy Partus Jaya; Beata Palmin
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 1 No. 2 (2020): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v1i2.15

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk mengoptimalkan keterlibatan orang tua dalam menstimulasi aspek-aspek perkembangan anak di rumah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan metode brain storming bersama orang tua dan guru serta pendampingan pembuatan buku penghubung bersama guru. Adapun hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berupa buku penghubung PAUD Wejang Asih Mano dan keikutsertaan orang tua dalam menstimulasi aspek-aspek perkembangan anak di rumah. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat menjadi acuan guru dalam mengamati tindak lanjut stimulasi yang sudah diberikan selama anak berada di satuan PAUD sehingga orang tua tidak lagi menganggap hanya guru di satuan PAUD saja yang bertanggung jawab untuk menstimulasi anak-anak mereka. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan mampu menyadarkan orang tua akan pentingnya kesinambungan antara peran guru dan orang tua dalam mengoptimalkan aspek-aspek perkembangan pada anak agar anak lebih siap saat memasuki sekolah dasar.
Model Penyelenggaraan PAUD Holistik Integratif Di Kecamatan Wae Ri’i Petrus Redy Partus Jaya; Felisitas Ndeot; Maria Rahayu Anwar
PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran Volume 6 Nomor 2 Oktober 2022
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pembelajar.v6i2.13335

Abstract

Penyelenggaraan PAUD Holistik Integratif yang menyatukan layanan pendidikan, kesehatan dan gizi, perawatan, pengasuhan, perlindungan dan kesejahteraan di lembaga PAUD masih sulit menemukan model yang tepat. Satuan PAUD kesulitan menentukan model dan strategi penerapan PAUD Holistik Integratif yang ideal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan model penyelenggaraan PAUD Holistik Integratif di Kecamatan Wae Ri’i. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian evaluatif model CIPP. Peneliti menghimpun data penyelenggaraan PAUD Holistik integratif dari aspek konteks, input, proses, dan produk. Satuan PAUD yang menjadi sasaran penelitian adalah TK Negeri Timung, TK Ting dan PAUD Marie Lousie Welong. Peneliti melakukan wawancara kepada 7 orang guru PAUD dan 6 Orang tua murid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan PAUD Holistik Integratif yang diselenggarakan di Kecamatan Wae Ri’i berupa layanan pendidikan, layanan kesehatan, perawatan dan gizi serta layanan pengasuhan. Layanan perlindungan dan layanan kesejahteraan belum dilakukan secara terprogram dan terstruktur namun terintegrasi dalam kegiatan-kegiatan main di setiap satuan PAUD. Pelaksanaan Program layanan PAUD Holistik Integratif belum didasarkan pada analisis kebutuhan. Layanan diberikan berdasarkan asumsi bahwa layanan tersebut penting bagi pertumbuhan dan perkembangan Anak Usia Dini. Hal ini terjadi akibat kurang terorganisasinya program layanan PAUD Holistik Integratif. Padahal, jika ditelusuri terkait dukungan berbagai pihak, satuan PAUD di kecamatan Wae Ri’I selalu mendapatkan dukungan positif dari trisentra pendidikan seperti orang tua, sekolah dan masyarakat. Seharusnya dukungan ini dapat dijadikan sebagai peluang untuk mengoptimalkan penyelenggaraan  layanan PAUD Holistik Integratif di Kecamatan Wae Ri’i. Komitmen berbagai pihak dapat diwujudkan dalam nota kesepakatan dan pemahaman bersama dalam meningkatkan kualitas Anak Usia Dini melalui layanan PAUD Holistik Integratif.  The implementation of Holistic Integrative PAUD that brings together education, health and nutrition, care, care, protection and welfare services in PAUD institutions is still difficult to find the right model. PAUD units have difficulty determining the ideal Holistic Integrative PAUD implementation model and strategy. This study aims to describe the model of implementing Holistic Integrative PAUD in Wae Ri'i District. The type of research used is the CIPP model evaluative research. Researchers collected data on the implementation of integrative Holistic PAUD from the aspects of context, input, process, and product. The PAUD units that were the targets of the research were Timung State Kindergarten, Ting Kindergarten and Marie Lousie Welong PAUD. Researchers conducted interviews with 7 PAUD teachers and 6 parents of students. The results of the study showed that Holistic Integrative PAUD services held in Wae Ri'i District were in the form of education services, health services, care and nutrition as well as parenting services. Protection services and welfare services have not been carried out in a programmed and structured manner but have been integrated into play activities in each PAUD unit. The implementation of the Holistic Integrative PAUD service program has not been based on a needs analysis. Services are provided based on the assumption that these services are important for the growth and development of Early Childhood. This is due to the lack of organization of the Holistic Integrative PAUD service program. In fact, if we trace the support of various parties, the PAUD unit in the Wae Ri'I sub-district always gets positive support from the education tri-centre such as parents, schools and the community. This support should be used as an opportunity to optimize the delivery of Integrative Holistic PAUD services in Wae Ri'i District. The commitment of various parties can be realized in a memorandum of understanding and mutual understanding in improving the quality of Early Childhood through Integrative Holistic PAUD services
Intercorrelation of Factors which Determine the Early Childhood Education Quality Petrus Redy Partus Jaya; Felisitas Ndeot; Beata Palmin; Maria Fatima Mardina Angkur
CAKRAWALA DINI: JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 14, No 1 (2023): MAY 2023
Publisher : UPI Kampus Cibiru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.308 KB) | DOI: 10.17509/cd.v14i1.56230

Abstract

This research aims to describe the intercorrelation between various components of early childhood education (PAUD) quality. The PAUD quality components were reviewed based on the 8 National PAUD Standards (SNP-AUD). The study was conducted on 43 PAUD institutions in the districts of Manggarai, West Manggarai, and East Manggarai. Data were collected using a questionnaire consisting of 50 questions that covered various scopes of SNP-AUD. Each question's response was measured on a Likert scale and accompanied by a description of each level based on the substance of the instrument's statement. Data were analyzed using Path Analysis techniques. The study's results showed that the Teacher and Education Personnel standard was a significant determinant factor in determining children's growth and development, with a determinant coefficient of 83.7%. However, this factor's determination was not direct but through its correlation with other factors within the process component. Therefore, efforts to improve PAUD teacher qualifications, competencies, and quality need to be done simultaneously and comprehensively with various aspects that determine PAUD process quality, such as improving the ability to develop and design a contextual curriculum, improving pedagogical abilities and learning strategies, as well as improving the ability to accurately and meaningfully assess children's development.
Intrarater Reliability of Accreditation Assessment for Early Childhood Education Petrus Redy Partus Jaya; Theresia Alviani Sum; Felisitas Ndeot
KINDERGARTEN: Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 6, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjiece.v6i1.22136

Abstract

This study measured intrarater reliability between assessors of Early Childhood Education (PAUD) unit accreditation in the East Nusa Tenggara Province (NTT), Indonesia. In the 2022 PAUD unit accreditation assessment, 50 institutions across 15 districts in the NTT Province were sampled. The intrarater reliability testing technique used was the intraclass correlation coefficient (ICC). The results showed good agreement between Assessor A and Assessor B, with the ICC coefficient in the 2022 PAUD unit accreditation assessment in the NTT Province being relatively high with an estimated ICC of 0.644. However, the ICC coefficient between Assessor A and Validator, as well as between Assessor B and Validator, was in the moderate category with a moderate level of agreement. In addition, the study found a small effect size, indicating that subjective factors such as assessors' backgrounds and accreditation experience had a very small correlation with accreditation scores. Therefore, efforts should be made to improve agreement between Assessor A and Validator as well as between Assessor B and Validator to improve intrarater reliability in the PAUD unit accreditation assessment in the NTT Province.Penelitian ini mengukur reliabilitas intrarater antara asesor akreditasi satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam penilaian akreditasi satuan PAUD tahun 2022, 50 lembaga yang tersebar di 15 kabupaten di Provinsi NTT dijadikan sebagai sampel. Teknik pengujian reliabilitas intrarater yang digunakan adalah teknik intraclass correlation coefficient (ICC). Hasil penelitian menunjukkan tingkat kesepahaman yang baik antara Asesor A dan Asesor B, dengan koefisien ICC dalam penilaian akreditasi satuan PAUD tahun 2022 di Provinsi Nusa Tenggara Timur tergolong tinggi dengan besaran estimasi ICC 0,644. Namun, koefisien ICC antara Asesor A dengan Validator maupun antara Asesor B dengan Validator berada pada kategori sedang dengan tingkat kesepakatan yang moderat. Selain itu, dalam penelitian ini diperoleh nilai effect size yang kecil. Hal ini menunjukkan bahwa faktor subyektif asesor seperti lingkungan asal maupun pengalaman melakukan akreditasi berkorelasi sangat kecil terhadap skor akreditasi. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya-upaya untuk meningkatkan kesepakatan antara Asesor A dan Validator serta antara Asesor B dan Validator guna meningkatkan reliabilitas intrarater dalam penilaian akreditasi satuan PAUD di Provinsi Nusa Tenggara Timur.Kata Kunci:  Reliabilitas intrarater; Akreditasi; Pendidikan Anak Usia Dini
Perspektif Orang Tua Tentang Bullying pada Anak Maria Fatima Mardina Angkur; Theresia Alviani Sum; Petrus Redy Partus Jaya
Jurnal Pelita PAUD Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v7i2.2774

Abstract

Kata Bullying sudah sangat sering kita dengar akhir-akhir ini. Peristiwa Bullying semakin marak terjadi, bukan hanya terjadi pada orang dewasa bahkan pada anak usia dini juga sudah sering kita dengarkan berita terkait Bullying. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perspektif orang tua terkait Bullying pada anak usia dini. Subyek penelitian ini adalah orang tua anak usia dini yang berjumlah 15 orang. Lokasi penelitian ini adalah Mano Kabupaten Manggarai Timur. Instrument yang digunakan untuk mendapatkan data penelitian adalah dengan menggunakan angket dan pedoman wawancara. Angket peneliatn disebarkan terlebih dahulu kemudian dianalisis. Adapun data tersebut dianalisis dengan menggunakan tahap-tahap: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perspektif atau sudut pandang orang tua anak usia dini tentang Bullying mengganggap bahwa tindakan memukul teman, mengejek teman, menjauhi teman merupakan tindakan yang wajar dilakukan karena menurut responden itu adalah tindakan yang sesuai dengan usia mereka lama-lama juga pasti akan berubah.
Perspektif Orang Tua Tentang Bullying pada Anak Maria Fatima Mardina Angkur; Theresia Alviani Sum; Petrus Redy Partus Jaya
Jurnal Pelita PAUD Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v7i2.2774

Abstract

Kata Bullying sudah sangat sering kita dengar akhir-akhir ini. Peristiwa Bullying semakin marak terjadi, bukan hanya terjadi pada orang dewasa bahkan pada anak usia dini juga sudah sering kita dengarkan berita terkait Bullying. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perspektif orang tua terkait Bullying pada anak usia dini. Subyek penelitian ini adalah orang tua anak usia dini yang berjumlah 15 orang. Lokasi penelitian ini adalah Mano Kabupaten Manggarai Timur. Instrument yang digunakan untuk mendapatkan data penelitian adalah dengan menggunakan angket dan pedoman wawancara. Angket peneliatn disebarkan terlebih dahulu kemudian dianalisis. Adapun data tersebut dianalisis dengan menggunakan tahap-tahap: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perspektif atau sudut pandang orang tua anak usia dini tentang Bullying mengganggap bahwa tindakan memukul teman, mengejek teman, menjauhi teman merupakan tindakan yang wajar dilakukan karena menurut responden itu adalah tindakan yang sesuai dengan usia mereka lama-lama juga pasti akan berubah.
Pengujian Instrumen Akreditasi PAUD dengan Model Rasch Jaya, Petrus Redy Partus; Palmin, Beata; Sum, Theresia Alviani
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 4 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v8i4.5953

Abstract

Kualitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sangat dipengaruhi oleh instrumen akreditasi yang valid dan reliabel, yang dapat memberikan penilaian objektif terhadap stimulasi kognitif yang diberikan oleh guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mengkritisi validitas serta reliabilitas instrumen visitasi akreditasi PAUD menggunakan Model Rasch 1 Parameter Logistic (1PL). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 124 lembaga PAUD dan 47 asesor pada tahun 2023. Data dikumpulkan melalui penilaian performa guru dalam menstimulasi aspek kognitif anak usia dini. Analisis data dilakukan menggunakan Model Rasch yang mengevaluasi kesesuaian item dengan model serta variasi tingkat kesulitan item. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar item dalam instrumen sesuai dengan model Rasch dan memiliki variasi tingkat kesulitan yang memadai. Beberapa item diidentifikasi memerlukan revisi untuk meningkatkan kualitas instrumen. Temuan ini menegaskan validitas dan reliabilitas instrumen, serta memberikan rekomendasi perbaikan untuk akreditasi PAUD di Indonesia. Implikasi penelitian mencakup peningkatan konsistensi dan akurasi penilaian melalui penyempurnaan instrumen dan pelatihan asesor.