Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Implementasi Nilai-Nilai Akidah Akhlak Ibadah Oleh Guru PAI pada Siswa Kelas IX di SMP Muhammadiyah 1 Purwokerto Sab’ati Mela Matsania; Makhful Makhful
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 9 (2023): Proceedings of Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v9i.651

Abstract

Islamic values must be applied to students in order to instill a spiritual soul in a child's identity. The inculcation of Islamic values in schools can be applied through subjects, extracurriculars, or habits that must be carried out by students. The author chose Junior High School of Muhammadiyah 1 Purwokerto as a place of research because he saw deviant behavior carried out by students at some time including students who were truant, cheated, and said rudely in the school environment and dating. This study aims to provide an overview of the implementation of the values of faith, worship, and morals for the class IX students of Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah 1 Purwokerto. The type of research used is field research using a qualitative approach. The subjects of this study were grade IX students at Junior High School of Muhammadiyah 1 Purwokerto with data analysis techniques in the form of observation, interviews, and documentation, while the analysis provided a description in the form of a narrative about the implementation form under study. The author describes the indicators of the variables that are the center of research attention. The results of the study indicate that implementing religious practices organized by schools, especially at Junior High School of Muhammadiyah 1 Purwokerto, it provides an added value for schools, namely by implementing the values of aqidah morals of worship through learning in the classroom and learning outside the classroom such as providing material on faith, morality, worship and require students to perform the Duhur prayer in congregation, pray Duha in the congregation, get used to the 3S (Smile, Greet, Greeting), infaq on Fridays, attend extracurricular Tahsin and Tahfidz, read the Qur'an after prayer noon in the congregation.
Penanaman Cinta Alquran dengan Metode Tadarus di Majelis Taklim Mushola Tasdiqul Iman Desa Gebangsari Kecamatan Tambak Kabupaten Banyumas Imam Teguh Prayitno; Makhful Makhful
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 11 (2023): Proceedings of Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v11i.762

Abstract

Permasalahan moral yang ada di masyarakat semakin hari cenderung semakin menurun disebabkan karena jauhnya umat Islam dari panduan hidupnya yaitu Alquran serta minimnya pembinaan yang serius di masyarakat. Aturan yang dibuat manusia tidak cukup untuk membuat manusia itu tunduk dan patuh hingga menjadikan manusia itu memiliki karakter dan kepribadian yang baik sehingga butuh aturan-aturan yang agama untuk dijadikan sebagai sebuah acuan oleh masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang penanaman cinta Alquran dengan Metode Tadarus di majelis taklim mushola tasdiqul iman Desa Gebangsari Kecamatan Tambak Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan dengan subjek penelitian ustadz dan jamaah majelis taklim mushola Tasdiqul Iman, Tambak, Banyumas. Metode pengumpulan data didapat melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi/penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kecintaan masyarakat terhadap Alquran dengan metode tadarus yang dibuktikan dengan terpenuhinya beberapa indikator cinta Alquran yakni banyaknya masyarakat yang berinteraksi dengan Alquran, tumbuhnya kemauan yang sungguh-sungguh untuk dapat memahami isi Alquran dengan benar, rajin mendatangi majelis ilmu yang mempelajari Alquran, berusaha mengimani dan mengamalkan isi kandungan Alquran, serta jamaah mulai merubah cara hidup dengan menjadikan Alquran sebagai dasar dalam segala tindakan dan cara berpikirnya.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS APLIKASI ANDROID LINES AND ANGLES PADA MATERI GARIS DAN SUDUT UNTUK SISWA SMP/MTS Syifa Ul Fuadi; Lukmanul Akhsani; Makhful Makhful
Jurnal Karya Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2023): Jurnal Karya Pendidikan Matematika Volume 10 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkpm.10.2.2023.41-51

Abstract

Today's technology is rapidly advancing. Educators must keep pace with technological progress. The increasing use of smartphones and tablets among students and teachers has spurred the development of more innovative and interactive Android-based learning media. Android-based learning resources are required to assist technological growth, especially for pupils in junior high school. This study aims to develop a valid Android application-based math learning tool and ascertain teachers' and students' reactions. The 4D development model put forth by Thiagarajan (1974) is the basis for this study's research and development (RD) approach. Analysis was completed using student responses, teacher feedback, and expert validation. The findings revealed that the android-based mathematics learning media for seventh-grade students' "lines and angles" topic achieved an average validity score of 4.253, indicating it's highly valid. Teachers' responses had an average score of 4.3, deeming the media very helpful, and student feedback had an average score of 3.87, declaring it helpful. Based on the results, the proposed learning media is feasible as a learning supplement and is worthy of further development.
Pelatihan Membaca Al Qur’an dengan Metode Tsaqifa pada Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sumbang Kabupaten Banyumas Makhful Makhful; Wage Wage
Jurnal Literasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 1, No 2 (2022): September
Publisher : CV Litera Inti Aksara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61813/jlppm.v1i2.14

Abstract

Kegiatan ini merupakan pelatihan membaca Al Qur’an dengan menggunakan metode Tsaqifa pada Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sumbang Kabupaten Banyumas bertujuan memberikan dorongan atau motivasi dan kesadaran untuk lebih giat lagi mempelajari dan mengajarkan Al Qur’an sebagai sumber hukum Islam. Para peserta memiliki motivasi dan tertarik untuk mengajarkan Al Qur’an dengan menggunakan metode Tsaqifa mengingat metode ini bisa menjadi sebuah metode alternatif pembelajaran membaca Al Qur’an yang dirancang khusus untuk orang dewasa yang belum mampu membaca Al Qur’an, cukup dengan 5 kali pertemuan bisa membaca Al Qur’an dengan tingkat dasar, meskipun sebelumnya tidak mengenal huruf hijaiyah. Metode ini meliputi karakteristik yang berbeda dengan metode lainnya yaitu sistematis, fleksibel, praktis, fariatif dan dan CBSA. Tahapan dalam metode Tsaqifa meliputi motivasi dan tes kemampuan. Harapan tim pelaksana dan mitra terhadap kegiatan pelatihan membaca Al Qur’an dengan metode Tsaqifa pada Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sumbang Kabupaten Banyumas dapat mendorong aktivisme terus membesar dalam praktiknya. Selain itu, pengelolaan taman pendidikan al Qur’an secara terlembaga terus senantiasa diupayakan agar pembelajaran Al Qur’an bisa menggunnakan metode Tsaqifa sebagai alternatif dari metode iqra’ atau metode -metode lain yang telah ada.
Pelatihan Shalat Komprehensif bagi Warga Muhammadiyah Gandatapa Kabupaten Banyumas Wage Wage; Makhful Makhful
Jurnal Literasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 1, No 1 (2022): Maret
Publisher : CV Litera Inti Aksara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61813/jlppm.v1i1.1

Abstract

Shalat yang baik adalah shalat yang dilaksanakan secara komprehensip, baik dari segi aturan fikihnya, kekhusyu’annya maupun filosofinya. Namun sayangnya mayoritas umat Islam belum memahamii hal tersebut. Untuk itu pelatihan shalat secara komprehensip, merupakan kegiatan yang sangat dibutuhkan, apalagi bagi santri senior yang sudah lama mengikuti pengajian dan sudah terbiasa melaksanakan shalat secara rutin, intensif dan berjamaah di masjid/mushala, seperti halnya warga Muhammadiyah Gandatapa Kabupaten Banyumas. Dalam rangka membantu mengatasi permasalahan shalat yang komprehensip diadakanlah kegiatan pengabdian pada masyarakat (IbM) di desa Gandatapa. Bentuk pelaksanaan IbM ini dilakukan dengan mengadakan pelatihan shalat komprehensif bagi warga Muhammadiyah Gandatapa Banyumas. Harapannya setelah adanya kegiatan ini para peserta mampu mengimplementasikan hasil dari pelatihan, terutama untuk kepentingan diri sendiri dan orang terdekat mereka seperti keluarga dan tetangga. Setelah dilakukan pelatihan Tim memperoleh simpulan pertama, materi pelatihan merupakan hal yang diharapkan oleh peserta sehingga peseerta mengikuti kegiatan dengan antusias. Kedua, selama ini para peserta tidak memahami dengan baik apa yang dimaksud shalat komprehensip. Ketiga para peserta selama ini belum bisa melaksanakan shalat komprehensip. Keempat, mayoritas peserta tidak memahami maksud dari doa/bacaan shalat sehingga tidak bisa menghayati shalat yang mereka lakukan. Kelima, mayoritas peserta belum memahami filosofi shalat misalnya apa tujuan dan makna dari gerakan dan bacaan shalat
Evaluasi Magang Persekolahan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam Darodjat Darodjat; Ahmad Sulaeman; Zakiyah Zakiyah; Makhful Makhful; Kusno Kusno
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 001 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Article In Progress Special Issue 20
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i001.4459

Abstract

This is an evaluative study, this research is set at SMP Muhammadiyah 1 Purwokerto and SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto, have been accredited with an A predicate, and have carried out collaborative school internship program for undergraduate students of the Islamic Education Department during the coronavirus pandemic continuously. The objectives of this research are: a) the internship evaluation results to improve the quality of student learning on campus in the next period, b) the development of activities in the Merdeka Belajar Kampus Merdeka curriculum, c) the competence of graduates can be improved, d) partners get by the existence of school internship students. The conclusions of this study are: 1) context evaluation is very good (excellent), 2) on the input component, classified as very good; 3) in the process component, the implementation of school internships is in the very good category. However, several indicators of the implementation of the internship show a fairly good condition. Considering that school internships are carried out during a pandemic, so there are students who experience obstacles in developing innovative learning media; 4) on the product component, school internships can achieve good results, which are assessed in an integrated manner.Keywords: School internship evaluation, CIPP modelI
Model Insersi Pendidikan Antikorupsi Dalam Pembelajaran Keagamaan Islam di SMK Pusat Keunggulan (SMK-PK) Riska Riska; Suyadi Suyadi; Maulidya Ulfah; Mohammad Zakki Azani; Makhful Makhful; Juliwis Kardi
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 04 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i04.5131

Abstract

Pokok masalah dalam penelitian ini adalah munculnya munculnya fenomena “regenerasi” korupsi secara terdidik. Pada tahun 2011, usia koruptor termuda adalah 40 tahun (Angelina Sondakh). Tetapi pada tahuan 202, usia koruptor termuda adalah 24 tahun (Nur Afifah Bilqis). Semakin muda, memasuki dunia kerja termasuk politik semakin berani korupsi. Fenomena regenerasi dan kaderisasi korupsi tersebut disebabkan karena kegagalan pendidikan antikorupsi dalam pembelajaran, termasuk pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) disiapkan untuk memasuki dunia kerja sejak muda, namun jauh dari perilaku koruptif. SMK Pusat Keunggulan (SMK-PK) didesain mampu bersaing dengan tenaga kerja asing baik dari segi hard skill maupun soft skill termasuk karakter Islami yang antikorupsi. Metode penelitian ini adalah Rn D model Borg dan Gall dengan 10 langkah yang terbagi dalam 3 tahap, yakni analisis kebutuhan, rancangan model, dan uji validasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan antikorupsi di SMK-PK dilakukan secara insersi, yakni menyisipkan nilai-nilai antikorupsi ke dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Guru-guru PAI diberi pelatihan khusus tentang kompetensi antikorupsi, RPP dirancang bermuatan fikih antikorupsi, dan praktik pembelajaran menginsersikan nilai-nilai antikorupsi. Temuan penelitian ini berimplikasi terhadap pengembangan materi PAI yang responsif terhdap kasus-kasus korupsi dengan cara memberi tekanan khusus pada fikih antikorupsi.