Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

EFIKASI DIRI DAN MOTIVASI IBU PASCA BEDAH SESAR TERHADAP PRAKTIK PEMBERIAN ASI PADA BAYI BARU LAHIR Venny Vidayanti; Listyana Natalia
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 2017: Suplemen Medika Respati Februari 2017 Volume 12
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1457.849 KB) | DOI: 10.35842/mr.v0i0.432

Abstract

Latar Belakang : Efi kasi diri dan motivasi ibu dalam menyusui bayinya merupakan faktor yang berperan penting terhadap pemberian ASI bagi bayi baru lahir. Nyeri, kecemasan, dan hambatan mobilisasi yang dialami oleh ibu pasca pembedahan dapat menurunkan efi kasi diri dan motivasi ibu untuk memberikan ASI eksklusif bagi bayinya. Hal ini akan berdampak pada praktik pemberian ASI bagi bayi dan ibu cenderung akan memberikan susu formula bagi bayi baru lahir.Tujuan :Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efi kasi diri dan motivasi ibu menyusui pasca bedah sesar dengan praktik pemberian ASI eksklusif pada bayi baru lahir.Metode :Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu pasca bedah sesar yang dirawat gabung bersama bayinya sebanyak 48 responden di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Analisis bivariat yang digunakan adalah uji chi square.Hasil :Hasil p-value hubungan efi kasi diri ibu pasca bedah sesar dengan praktik pemberian ASI pada bayi baru lahir sebesar 0,022. Hasil p-value hubungan motivasi ibu pasca bedah sesar dengan praktik pemberian ASI pada bayi baru lahir sebesar 0,011.Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifi kan antara efi kasi diri ibu menyusui dan motivasi ibu pasca bedah sesar dengan praktik pemberian ASI pada bayi baru lahir di RSUD Panembahan Senopati Bantul
HUBUNGAN PENGETAHUAN GURU DENGAN PENERAPAN METODE ABA DI SEKOLAH KHUSUS AUTIS DI WILAYAH YOGYAKARTA Ni Putu Ari Santi, Listyana Natalia R, Lala Budi Fitriana
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan 2017: Suplemen Medika Respati Februari 2017 Volume 12
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.362 KB) | DOI: 10.35842/mr.v0i0.57

Abstract

Latar Belakang: Metode ABA merupakan terapi yang digunakan pada anak autis dengan kurangnya kemampuan bahasa, sosial, akademis, dan kemampuan bantu diri. Dalam penerapan metode ABA, pengetahuan guru sangatlah penting dalam memberikan pelajaran guna mencapai keberhasilan bagi anak autis dan bisa kembali berperilaku normal. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di dua Sekolah Khusus Autis didapatkan hasil bahwa hanya 40 % guru yang memahami dan mengaplikasikan Metode ABA sedangkan 60 % hanya sekedar tahu tentang metode ABA. Selain itu kedua Sekolah Khusus Autis sudah menerapkan metode pembelajaran ABA namun belum sesuai teori.   Tujuan Penelitian: Diketahuinya hubungan pengetahuan guru dengan penerapan metode pembelajaran ABA di Sekolah Khusus Autis di Wilayah Yogyakarta. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan analitik kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Data diambil dengan menggunakan total sampling yaitu guru di Sekolah Khusus Autis Fajar Nugraha dan Sekolah Khusus Autis Bina Anggita yang berjumlah 37 guru. Data diolah dan dianalisis menggunakan Fisher’s Exact dengan α 0,05 dan tingkat kepercayaan (CI) 95 %. Hasil Penelitian: Berdasarkan kategori pengetahuan guru dari 37 guru, kategori baik sebanyak 33 guru (89,2 %), cukup sebanyak 4 guru (10,8 %). Berdasarkan kategori penerapan metode ABA, guru dengan penerapan metode ABA baik sebanyak 32 guru (86,5 %), cukup 5 guru (13,5 %). Hasil analisis diperoleh p-value 1,00 (> 0,05). Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan guru dengan penerapan metode pembelajaran ABA di Sekolah Khusus Autis di Wilayah Yogyakarta. Kata Kunci : Autis,Pengetahuan, Penerapan Metode ABA. 
HUBUNGAN STATUS GIZI DAN PERILAKU PEMBERIAN STIMULASI DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK USIA PRA SEKOLAH DI TK PKK INDRIARINI, WEDOMARTANI NGEMPLAK SLEMAN YOGYAKARTA Endang Lestiawati, Listyana Natalia Retnaningsih
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 13, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.578 KB) | DOI: 10.35842/mr.v13i3.187

Abstract

Latar Belakang: Anak merupakan individu yang berada dalam satu rentang perubahan pertumbuhan dan perkembangan yang perlu mendapatkan perhatian sebagai generasi penerus bangsa. Banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan diantaranya adalah stastus gizi dan pemberian stimulasi. Setiap anak perlu mendapatkan gizi yang baik dan stimulasi rutin sedini mungkin dan terus menerus pada setiap kesempatan. Anak yang memiliki status gizi baik dan mendapatkan stimulasi rutin  akan  mencapai perkembangan yang optimal.  Tujuan: Mengetahui hubungan status gizi dan pemberian stimulasi dengan perkembangan motoruk halus anak usia pra sekolah di TK PKK Indriarini, Wedomartani Ngemplak Sleman Yogyakarta.Metode penelitian: Metode penelitian ini adalah penelitian korelasi analitik dengan rancangan penelitian cross-sectional. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 35 orang. Penelitian ini menggunakan instrumen status gizi IMT/U, kuesioner dan lembar observasi DDST. Uji analisis menggunakan chi-square. Hasil: Status gizi anak usia pras sekolah mayoritas normal (77,1%), perilaku pemberian stimulasi orang tua paling banyak  baik (40%), dan perkembangan motorik halus anak usia pra sekolah mayoritas normal (57,1%). Hasil uji korelasi status gizi dengan perkembangan motorik halus diperoleh p-value 0,700 (>0,05) dan pemberian stimulasi dengan perkembangan motorik halus anak usia pra sekolah diperoleh p-value 0,011 (< 0,05).Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang signifikan antara status gizi dengan perkembangan motorik halus anak usi di TK PKK Indriarini Wedomartani Ngemplak Sleman Yogyakarta. Ada hubungan yang signifikan antara perilaku pemberian stimulasi dengan perkembangan motorik halus anak usia pra sekolah di TK Indriarini Wedomartani Ngemplak Sleman Yogyakarta. Kata kunci : Status Gizi, Stimulasi, Perkembangan Motorik Halus, Anak Usia Pra Sekolah.
PENGARUH KOMPRES DINGIN TERHADAP TINGKAT NYERI ANAK USIASEKOLAH SAAT PEMASANGAN INFUS DI POLIKLINIK PERSIAPAN RAWAT INAPRSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL Ni Kadek Asriani; Endang Lestiawati; Listyana Natalia Retnaningsih
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 4 No 1 (2017): JANUARY 2017
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v4i1.53

Abstract

Anak usia sekolah mengalami nyeri saat prosedur pemasangan infus. Nyeri yang tidak ditangani dapat menimbulkan dampak yang merugikan bagi anak antara lain  ansietas, kesulitan tidur, ketidakberdayaan dan keputusasaan. Kompres dingin merupakan salah satu tindakan keperawatan yang mampu mengurangi nyeri dengan memberikan  efek anestesi lokal pada area yang akan di pasang infus.Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kompres dingin terhadap tingkat nyeri anak usia sekolah saat pemasangan infus. Desain penelitian menggunakan quasi experiment post-test only nonequivalent control group.Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dengan sampel sebanyak 36 responden terbagi menjadi dua kelompok (kelompok kontrol dan kelompok intervensi).Kompres dingin dilakukan selama 3 menit sebelum pemasangan infus dilakukan.Analisa data menggunakan uji Mann Withney.Hasil penelitian menunjukkan tingkat nyeri anak pada kelompok kontrol mayoritas mengalami sakit yang paling sakit 44,4%. Tingkat nyeri pada kelompok intervensi mayoritas mengalami sedikit nyeri 38,9%. Perbedaan rata-rata tingkat nyeri diketahui tingkat nyeri kelompok intervensi lebih rendah 2,17 dibandingkan kelompok kontrol. Hasil uji Mann Withney didapatkan p value 0,000.Ada pengaruh kompres dingin terhadap tingkat nyeri anak usia sekolah saat pemasangan infus di Poliklinik Persiapan Rawat Inap RSUD Panembahan Senopati Bantul. Kata Kunci:  Anak usia sekolah, Kompres dingin, Tingkat Nyeri, Pemasangan infus
Efektifitas Pijat/Sentuhan Bayi Terhadap Kadar Bilirubin Pada Bayi Ikterik Di Ruang Bayi Rs Yogyakarta Paulinus Deny Krisnanto; Listyana Natalia Retnaningsih; Endang Lestiawati
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 6 No 1 (2019): JANUARY 2019
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v6i1.290

Abstract

Kadar Bilirubin yang berlebih dapat menyebabkan kerusakan otak yang permanen atau kernikterus. Sebanyak 60 % dari bayi sehat akan mengalami penyakit kuning/ikterik dan 75 % dilakukan perawatan di Rumah Sakit ( Rawat inap) terutama dalam minggu pertama kelahiran. Penanganan yang dilakukan diantarannya fototerapi, tranfusi tukar  dan pijat bayi untuk mencegah terjadinya encephalopathy atau kernicterus. Pijat bayi memiliki banyak manfaat diantaranya adalah meningkatkan berat badan, meningkatkan intake kalori, meningkatkan aktivitas vagal, meningkatkan motilitas lambung, meningkatkan sistem imun, tidur, menurunkan kadar bilirubin dan memperpendek rawat inap di rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah membuktikan efektifitas terapi pijat apakah efektif menurunkan kadar bilirubin pada bayi ikterik di Ruang bayi di Rumah Sakit Wilayah Yogyakarta Metode: Penelitian ini menggunakan metode Quasy Experimental one group pre post test. Dengan analisa bivariat menggunakan Mann-Whitney. Sampel dipilih secara random berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi. Terdapat hubungan antara pijat bayi dan fototerapi  dengan penurunan kadar bilirubin darah dengan p value 0.000, terdapat hubungan antara fototerapi dengan penururnan kadar bilirubin dengan p value 0.000. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan anatara bayi yang mendapatkan pijat bayi dan fototerapi dengan bayi yang mendapatkan fototerapi saja dengan p value 0.146.  Selisih kadar bilirubin antara kelompok intervensi dan kontrol sebesar 0.65. Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara bayi yang mendapatkan terapi pijat dan fototerapi dengan bayi yang mendapatkan terapi fototerapi saja.
The Relationship Between Learning Concentration and Understanding Level Through the Online Learning Process Shao Xiaolin; Suwarsi Suwarsi; Pornman Inta; Asmarani Lathu Fajarina; Muflih Muflih; Listyana Natalia Retnaningsih; Santi Damayanti
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 10 No 2 (2023): MAY 2023
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v10i2.741

Abstract

Learning using online methods is indeed beneficial in several ways, but in nursing study programs, online learning faces several problems. Problems such as lack of focus and concentration become obstacles in how students understand course material, especially for topics related to skills. This study contributes to knowing the relationship between learning concentration and understanding level through an online learning process. This research is a type of quantitative research with a cross-sectional research design consisting of 130 respondents and using a total sampling technique, the instrument used is a questionnaire. The analysis used was the chi-square test. Data is collected online using the Google form. Univariate analysis shows that in the majority of students, when participating in online learning, the level of concentration of their learning is in the middle category (70%). For most students, when participating in online learning, their understanding level is in the low category (60.8%). The results of the bivariate analysis with the chi-square test showed that there was a relationship between learning concentration and the level of understanding through the online learning process with a p-value = 0.000. There is a relationship between learning concentration and the level of understanding when participating in online learning.
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN DIARE PADA ANAK USIA 6-12 BULAN DI POSYANDU DESA WEDOMARTANI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NGEMPLAK II Ni Wayan Suryanti; Listyana Natalia Retnaningsih; Paulinus Deny Krisnanto
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 4 No 3 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v4i3.160

Abstract

Sekitar satu dari lima kematian anak balita di dunia disebabkan karena diare. Angka kematian balitayang disebabkan karena diare mencapai 1,5 juta per tahun. Di Kabupaten Sleman tahun 2014ditemukan sebanyak 22.744 kasus diare. Salah satu faktor penting yang menyebabkan diare padaanak yaitu kesalah dalam pemberian nutrisi (anak sudah diberikan makanan pendamping ASIsebelum usia 6 bulan) karena pencernaan bayi belum mampu mencerna makanan selain ASI. Salahsatu cara pencegahan diare pada bayi yaitu dengan memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Pemberian ASI Eksklusif Dengan Kejadian DiarePada Anak Usia 6-12 Bulan Di Posyandu Desa Wedomartani Wilayah Kerja Puskesmas Ngemplak II.Penelitian ini merupakan penelitian non-experimental dengan desain penelitian cross-sectional.Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan stratified random sampling dengan ibu yangmempunyai anak usia 6-12 bulan dengan total responden sebanyak 47 responden. Analisa bivariatmenggunakan fisher’s exact test. Kategori dari pemberian ASI dari 47 responden, yang menyusuianaknya secara eksklusif sebanyak 35 respondents (74,5%), yang Non-eksklusif sebanyak 12responden (25,5%). Kategori dari kejadian diare, anak yang tidak mengalami diare sebanyak 34responden (72,3%) dan yang mengalami diare sebanyak 13 responden (27,7%). Hasil analisisdiperoleh p value = 0.01 (<0.05). Terdapat hubungan antara pemberian asi eksklusif dengankejadian diare.
ANKLE-BRACHIAL INDEX, FASTING BLOOD GLUCOSE, AND BMI SCORES AS PREVENTION AND MANAGEMENT OF THE RISK OF DIABETES MELLITUS COMPLICATIONS Mardika Sari, Puspita; Sucipto, Adi; Retnaningsih, Listyana Natalia; Widarti, Sulis Mukaryanah; Rohmawati, Dwi Asih; Nurdjanah, Siti; Kuncara, Akhmad Surya; Febiyanita, Anggun
Darussalam Nutrition Journal Vol. 8 No. 2 (2024): Darussalam Nutrition Journal
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/dnj.v8i2.11492

Abstract

Background: Diabetes has become an important health problem in the world, with prevalence rates increasing throughout the world. Uncontrolled diabetes can have various negative impacts, mainly increasing risk of complications as well as neuropathy and circulation disorders, which can cause various health problems, including diabetic foot wounds and the risk of amputation. Controlling blood sugar levels is one strategy to prevent the risk of complications. Health screening and monitoring can help in preventing and managing complications of uncontrolled diabetes. Purpose: The aim of this study was to determine the ankle-brachial index (ABI), spontaneous blood sugar levels (GDS), and body mass index (BMI) scores to prevent complications risk of Diabetes Mellitus in people through a health screening program. Method: This research was a cross-sectional approach with an observational design. It was conducted in June 2023 at Posbindu Ngrame, Tamantirto subdistrict, Kasihan district, Bantul regency, Yogyakarta province. The number of respondents in the study were 75 people who were taken by accidental sampling technique. Instruments used for data collection includes ABI questionare, microtoice and body scale for measure IMT, and glucose meter for GDS.  Results: This study showed that (90.7%) of respondents were female, in the elderly category (41.3%), had primary school education (40%), and were housewives (50.7%). GDS levels were mostly normal (78.7%), BMI category 1 (41.3%), and ABI values were normal category (89.3%). Conclusion: The description of the risks and complications of DM based on GDS and ABI values is mostly normal, while based on BMI values, most are in the 1st-degree obese category.
Survival analysis of COVID-19 outcomes in pregnant and non-pregnant women: A secondary data study Retnaningsih, Listyana Natalia; Fadlilah, Siti; Suharto, Agus; Widaryanti, Rahayu; Sugimoto, Hiroshi; Arifin, Hidayat
Pediomaternal Nursing Journal Vol. 11 No. 1 (2025): VOLUME 11 NO 1 MARCH 2025
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/pmnj.v11i1.65421

Abstract

Introduction: Pregnant women are a population vulnerable to health problems. The morbidity and mortality of pregnant women with COVID-19 are higher compared with the rest of the population. This study aims to determine the survival rate of pregnant versus non-pregnant women with COVID-19. Methods: The study used a retrospective observational cohort design. Data were collected from Dr Soeradji Tirtonegoro and Penembahan Senopati hospitals on patients treated between March 2020 and June 2022. A total of 923 women diagnosed with COVID-19 were included in the study. Sociodemographic and clinical data on patient characteristics were extracted from medical records. Data analysis was conducted using Kaplan-Meier and Cox regression analyses to estimate survival probability and investigate predictors of death, with a 5% significance level. Results: Among 932 women with COVID-19, 231 deaths occurred. The median survival time for all participants was 30.56 days, while for pregnant women, it was 11.21 days, and for pregnant women with comorbidities, it was 9.68 days. Years of treatment, age, comorbidities, number of comorbidities and pregnancy were associated with survival rate (P-value < 0.001). Consistent results were also obtained for pregnant women’s age and number of comorbidities (P-value < 0.05). Significant differences between pregnant and non-pregnant patients remained after adjustment for year, sex, age and hospital type (P-value < 0.001). Conclusion: Pregnant women with COVID-19 have a higher risk of death compared with non-pregnant women. Keywords: comorbidity; COVID-19, female; pregnant women; survival analysis
THE DIFFERENCE IN EFFECTIVENESS BETWEEN DEMONSTRATION AND STORYTELLING METHODS OF HANDWASHING KNOWLEDGE OF FIRST- GRADERS ELEMENTARY SCHOOL CHILDREN Lestiawati, Endang; Hapsari, Riris Puri; Retnaningsih, Listyana Natalia
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 16 No. 2, Juli 2025
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v16i2.1769

Abstract

Background: School-age children are vulnerable to infectious diseases that can potentially lead to death. Proper handwashing is one of the effective measures for prevention. Preventive actions become more effective when health education is delivered using demonstration and storytelling methods. This study aimed to determine the effectiveness of health education using demonstration and storytelling methods on the level of handwashing knowledge among first-grade elementary school students in Krogowanan Village, Sawangan, Magelang. Methods: The research was a quasi-experimental study using a pre-test and post-test design without a control group. A total sampling technique was employed, involving 42 respondents who were divided into two groups based on the method used: demonstration and storytelling. A questionnaire was used as the research instrument. Data were analysed using the Paired T-Test and the Independent T-Test.Results: The results of the Independent T-Test revealed a statistically significant difference (p = 0.000 < 0.05) in handwashing knowledge between the groups that received demonstration and storytelling interventions. The mean increase was higher in the storytelling group (2.1429) than in the demonstration group (1.8571).Conclusions: It indicates that the storytelling method was more effective in improving handwashing skills in first-grade elementary school children.