Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Live Shopping Strategy Cues and Consumer Purchase Intention Through Perceived Seller Strategic Agility in Indonesia Arus Reka Prasetia; Toni Heryana; Yusuf Murtadlo Hidayat
Commercium : Journal of Business and Management Vol. 4 No. 3 (2026): August 2026
Publisher : Indonesian Scientific Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61978/commercium.v4i3.1747

Abstract

Live shopping integrates real-time interaction, entertainment, product demonstration, and immediate purchasing, yet the mechanism connecting observable session cues with consumer purchase intention remains insufficiently explained in emerging markets. This study examined whether Live Shopping Strategy Cues (LSSC) were associated with Consumer Purchase Intention (CPI) through Perceived Seller Strategic Agility (PSSA) among Indonesian social commerce users. PSSA is operationalized as a newly proposed consumer-observable adaptation of strategic agility that captures perceived recognition of audience signals, timely adjustment, and responsive execution without equating these perceptions with internal organizational capability. Using a quantitative explanatory design, data from 320 users with recent live-shopping experience were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling with 5,000 bootstrap resamples. LSSC was positively associated with PSSA (β = 0.684, p < 0.001), and PSSA was positively associated with CPI (β = 0.724, p < 0.001). The indirect association from LSSC to CPI through PSSA was also positive and statistically significant (β = 0.495, p < 0.001). These findings extend live-commerce research beyond trust, perceived value, social presence, and parasocial interaction by highlighting consumer-perceived adaptive seller execution as an intervening evaluation. Effective live shopping therefore depends not only on session features or promotional intensity but also on credible and timely adaptive responses to audience signals.
Islamic Signifier Intensity, Integrity, and Theatrical Performance in Indonesian Horror Film Campaigns Arus Reka Prasetia; Muhammad Firdaus Benyamin; Arzqilail Muhammad Nadzara; Ratna Anantari Haiqa Maizah Alifaningdyah; Queena Naurah Arum Azalia
Economics and Business Journal (ECBIS) Vol. 4 No. 6 (2026): September
Publisher : PT. Maju Malaqbi Makkarana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/ecbis.v5i1.540

Abstract

Islamic symbolism has become a prominent feature of Indonesian horror film promotion, yet its market relevance depends on more than visual prominence because sacred cues may differ in semantic accuracy, ethical coherence, and contextual consistency. This study examines how Islamic Signifier Intensity and the Islamic Signifier Integrity Index are associated with theatrical audience performance, while also considering Established Market Recognition and Eid al-Fitr Release Timing as contextual market conditions. An exploratory secondary digital archival design was applied to fourteen Indonesian horror film campaigns released between 2022 and 2025 by coding official titles, posters, thumbnails, trailers, synopses, release metadata, and theatrical admissions through multimodal content analysis, rank-based comparison, permutation assessment, and contrasting-case interpretation. The results show a stable negative corpus-level association between signifier intensity and admissions, whereas established market recognition produced the strongest stable positive association; signifier integrity and Eid al-Fitr release timing retained positive but imprecise directions, while pre-release digital-attention metrics were excluded because comparable historical series could not be reproduced. The findings indicate that sacred-symbol visibility does not independently determine market performance and that credible symbolic use becomes strategically meaningful only when aligned with campaign coherence, audience familiarity, release conditions, and responsible marketing governance.
Workshop Pengembangan Profesional Berkelanjutan (32 JP) bagi Guru dan Dosen di Era Transformasi Digital: Studi Kasus di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat Edah Jubaedah; Octaviani Ratna Sari Santoso; Arus Reka Prasetia; Ayi Muhiban; Sumarsid
Jurnal Cendekia Mengabdi Berinovasi dan Berkarya Vol 4 No 3 (2026): Juni - September (IN PROGRESS)
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jenaka.v4i3.1854

Abstract

Pengembangan keprofesian berkelanjutan merupakan bagian penting dalam peningkatan kompetensi guru dan dosen, terutama dalam menghadapi transformasi digital pendidikan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kompetensi pendidik melalui Workshop Pengembangan Profesional Berkelanjutan (32 Jam Pelajaran/JP). Kegiatan dilaksanakan pada 3–6 September 2026 di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif yang meliputi persiapan, sosialisasi, pelaksanaan pelatihan, praktik, dan evaluasi. Peserta berjumlah 48 orang, terdiri atas 18 guru SD, 14 guru SMP, 10 guru SMA/SMK, dan 6 dosen perguruan tinggi mitra. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta angket kepuasan peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti kegiatan, sedangkan penilaian kepuasan menunjukkan skor rata-rata 4,5–4,8 pada lima aspek yang dievaluasi. Skor tertinggi terdapat pada kualitas interaksi dan sesi tanya jawab (4,8), sedangkan skor terendah pada kebermanfaatan praktik pemanfaatan teknologi digital (4,5). Hasil tersebut menunjukkan bahwa workshop 32 JP dapat menjadi bentuk kegiatan pengembangan profesional yang memberikan peningkatan pemahaman dan pengalaman praktik teknologi pembelajaran bagi guru dan dosen serta mendukung pelaksanaan pengembangan keprofesian berkelanjutan.
Peningkatan Kompetensi Digital Guru Dan Dosen Melalui Pelatihan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Di Kabupaten Bandung Barat Sigit Panca Priyana; Fikriyah; Vivian Nova; N. Rosidah; Arus Reka Prasetia
Jurnal Cendekia Mengabdi Berinovasi dan Berkarya Vol 4 No 3 (2026): Juni - September (IN PROGRESS)
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jenaka.v4i3.1855

Abstract

Transformasi digital dalam pendidikan menuntut guru dan dosen memiliki kompetensi digital untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi dan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi digital guru dan dosen melalui pelatihan pemanfaatan teknologi pembelajaran. Kegiatan dilaksanakan pada 3–6 September 2026 di Kabupaten Bandung Barat menggunakan pendekatan participatory action melalui tahapan persiapan, pelatihan, praktik, pendampingan, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest berdasarkan lima indikator kompetensi digital. Hasil menunjukkan peningkatan skor pada seluruh indikator, yaitu literasi perangkat digital dari 46 menjadi 78 (69,57%), pemanfaatan LMS/Google Workspace dari 41 menjadi 74 (80,49%), pembuatan media pembelajaran digital dari 38 menjadi 71 (86,84%), asesmen dan evaluasi digital dari 44 menjadi 76 (72,73%), serta etika dan keamanan digital dari 52 menjadi 83 (59,62%). Secara keseluruhan, rata-rata skor meningkat dari 44,2 menjadi 76,4, atau bertambah 32,2 poin (72,85%). Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan melalui ceramah interaktif, demonstrasi, praktik, dan pendampingan dapat meningkatkan capaian kompetensi digital peserta serta mendukung keberlanjutan PKB.