p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Marine Inside
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi implementasi ISPS Code di Pelabuhan Banten: Studi kasus kunjungan USCG tahun 2019 Hendi Prasetyo; Ahmad Shulhany
Journal Marine Inside Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v6i2.99

Abstract

Keselamatan dan keamanan pelabuhan adalah elemen esensial dalam menjaga kelancaran operasional dan reputasi perdagangan maritim internasional. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penerapan International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code di Pelabuhan Banten, Indonesia, dengan fokus pada persiapan teknis dan administratif yang dilakukan oleh pihak pelabuhan serta tanggapan terhadap evaluasi yang dilakukan oleh United States Coast Guard (USCG) pada Juli 2019. Temuan utama penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat sejumlah kekuatan, seperti kepatuhan terhadap protokol dasar ISPS Code, beberapa kelemahan teridentifikasi, termasuk dalam manajemen kontrol akses dan koordinasi antar pemangku kepentingan. Artikel ini memberikan kontribusi dengan mengajukan rekomendasi perbaikan yang praktis, untuk mendukung pelabuhan dalam memenuhi standar keamanan internasional secara lebih efektif. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan strategis bagi pelabuhan-pelabuhan lain di Indonesia dalam meningkatkan tingkat kepatuhan terhadap ISPS Code.
Insulation materials in shipboard electrical equipment: A systematic literature review on thermal classes, temperature limits, aging mechanisms, and service life prediction for maintenance planning Syairi Anwar; Hendi Prasetyo; Febria Surjaman
Journal Marine Inside Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v8i1.227

Abstract

The reliability of shipboard electrical systems depends critically on the performance of insulation materials used across generators, motors, transformers, and power distribution networks. Insulation degradation remains a primary catalyst for electrical failures, unplanned shutdowns, and fire hazards onboard ships. This degradation is significantly accelerated by the harsh marine environment, which subjects equipment to high humidity, salt contamination, severe vibration, and continuous thermal cycling. To address these challenges, this study conducts a Systematic Literature Review (SLR) synthesizing previous research on marine electrical insulation, with a specific focus on thermal classifications, degradation mechanisms, service life estimation, and maintenance strategies. Guided by the PRISMA framework, 68 peer-reviewed publications and international standards (e.g., IEC and IEEE) published between 2000 and 2025 were systematically analyzed. The findings reveal that thermal Classes F and H currently dominate modern marine applications due to their exceptional thermal endurance. Thermal aging emerges as the most critical degradation factor; in accordance with the Arrhenius principle, operating just 10°C above the design limit can reduce insulation service life by approximately 50%. Consequently, modern condition-monitoring techniques—such as partial discharge monitoring and polarization index measurement—are increasingly vital for transitioning toward predictive maintenance. Ultimately, this review provides a comprehensive framework for optimizing insulation management and maintenance planning in maritime operations.   Keandalan sistem kelistrikan kapal sangat bergantung pada kinerja material isolasi yang digunakan pada generator, motor, transformator, dan jaringan distribusi daya. Degradasi isolasi tetap menjadi pemicu utama kegagalan kelistrikan, penghentian operasional yang tidak terencana (unplanned shutdowns), dan bahaya kebakaran di atas kapal. Proses degradasi ini dipercepat secara signifikan oleh lingkungan laut yang ekstrem, yang memaparkan peralatan pada kelembapan tinggi, kontaminasi garam, getaran keras, dan siklus termal yang terus-menerus. Untuk mengatasi berbagai tantangan ini, penelitian ini melakukan Systematic Literature Review (SLR) yang menyintesis penelitian-penelitian terdahulu mengenai isolasi kelistrikan laut, dengan fokus spesifik pada klasifikasi termal, mekanisme degradasi, estimasi usia pakai, dan strategi perawatan. Berpedoman pada kerangka kerja PRISMA, sebanyak 68 publikasi ilmiah dan standar internasional (seperti IEC dan IEEE) yang diterbitkan antara tahun 2000 hingga 2025 telah dianalisis secara sistematis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Kelas termal F dan H saat ini mendominasi aplikasi kelistrikan laut modern karena ketahanan termalnya yang sangat baik. Penuaan termal (thermal aging) muncul sebagai faktor degradasi paling kritis; sesuai dengan prinsip Arrhenius, pengoperasian hanya 10°C di atas batas desain dapat mengurangi usia pakai isolasi hingga sekitar 50%. Oleh karena itu, teknik pemantauan kondisi modern—seperti pemantauan peluahan sebagian (partial discharge) dan pengukuran indeks polarisasi—menjadi semakin vital untuk transisi menuju perawatan prediktif. Pada akhirnya, ulasan ini menyediakan kerangka kerja yang komprehensif untuk mengoptimalkan manajemen isolasi dan perencanaan perawatan dalam operasional maritim.