Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Tafsir Maudhu’i Sebagai Model Pembaca Tematik Al-Qur’an: Peluang Dan Tantangan Metodologis Sulfiadi Sulfiadi; Rukaeni Rukaeni; Sandi Sandi; Saat Bin Abi Wakas; M. Ilham Muchtar
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tafsir maudhu’i merupakan salah satu pendekatan penafsiran Al-Qur’an yang berkembang pesat dalam kajian Islam kontemporer karena kemampuannya mengaitkan teks wahyu dengan problem sosial tematik. Pendekatan ini berupaya memahami Al-Qur’an melalui pengumpulan dan analisis seluruh ayat yang berkaitan dengan suatu tema tertentu sehingga menghasilkan pemahaman yang sistematis dan komprehensif. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji tafsir maudhu’i sebagai model pembacaan tematik Al-Qur’an dengan menyoroti peluang dan tantangan metodologis yang menyertainya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap literatur klasik dan kontemporer tentang tafsir tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa tafsir maudhu’i memiliki peluang besar dalam menjawab persoalan umat Islam kontemporer secara relevan, kontekstual, dan aplikatif. Namun demikian, pendekatan ini juga menghadapi tantangan berupa subjektivitas penentuan tema, potensi fragmentasi makna ayat, serta risiko reduksi pesan Al-Qur’an yang holistik apabila tidak dilakukan dengan kehati-hatian metodologis. Oleh karena itu, tafsir maudhu’i memerlukan kerangka epistemologis yang ketat agar tetap menjaga integritas makna Al-Qur’an
Sejarah Awal Pembaharuan Dalam Islam Rukaeni Rukaeni; Saat Bin Abi Wakas; Sultan Haerun; Tri Asriani; Bahaking Rama
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini membahas sejarah awal pembaharuan (tajdid) dalam Islam dengan menitikberatkan pada kondisi umat Islam sebelum lahirnya gerakan pembaharuan. Pembahasan difokuskan pada empat aspek utama, yaitu kondisi sosial keagamaan, sosial politik dan pemerintahan, sosial ekonomi, serta hubungan internasional yang menjadi latar belakang munculnya gerakan tajdid. Penulisan makalah bertujuan untuk menganalisis berbagai faktor yang menyebabkan kemunduran umat Islam serta menjelaskan urgensi pembaharuan sebagai upaya membangkitkan kembali kejayaan peradaban Islam. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa kemunduran umat Islam dipengaruhi oleh faktor internal, seperti menguatnya budaya taklid, melemahnya tradisi ijtihad, rendahnya kualitas kepemimpinan, fragmentasi politik, dan menurunnya produktivitas ekonomi, serta faktor eksternal berupa kolonialisme Barat yang memperlemah kedaulatan politik, ekonomi, pendidikan, dan hubungan internasional dunia Islam. Kondisi tersebut mendorong lahirnya gerakan pembaharuan yang menekankan pemurnian ajaran Islam berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah, pembukaan kembali pintu ijtihad, reformasi pendidikan, penguatan persatuan umat, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan demikian, pembaharuan dalam Islam merupakan respons terhadap tantangan zaman sekaligus ikhtiar untuk mengembalikan dinamika peradaban Islam agar mampu menjawab berbagai persoalan masyarakat modern tanpa meninggalkan prinsip-prinsip ajaran Islam.
Kaidah Fiqih dalam Hukum Pendidikan, Metode Pengajaran, dan Etika Akademik Ummi Khairi Putri; Saat Bin Abi Wakas; Muajiril Muajiril; Abdul Fattah
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kaidah fiqih merupakan prinsip-prinsip umum yang dirumuskan para ulama berdasarkan dalil-dalil syariat untuk memudahkan penetapan hukum terhadap berbagai persoalan yang terus berkembang. Dalam bidang pendidikan Islam, kaidah fiqih memiliki peran penting sebagai landasan normatif dalam penyusunan kebijakan pendidikan, penerapan metode pengajaran, serta pembentukan etika akademik. Artikel ini bertujuan menganalisis relevansi kaidah fiqih dalam hukum pendidikan, metode pengajaran, dan etika akademik di era modern. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap berbagai literatur fiqih, pendidikan Islam, dan etika akademik. Hasil kajian menunjukkan bahwa kaidah fiqih seperti al-umuru bi maqashidiha (segala perkara tergantung tujuannya), al-masyaqqah tajlibu al-taysir (kesulitan mendatangkan kemudahan), la dharara wa la dhirara (tidak boleh membahayakan diri sendiri maupun orang lain), dan al-'adah muhakkamah (adat kebiasaan dapat menjadi pertimbangan hukum) memiliki kontribusi signifikan dalam membangun sistem pendidikan yang efektif, humanis, dan berorientasi pada kemaslahatan. Implementasi kaidah-kaidah tersebut dapat menjadi solusi dalam menghadapi tantangan pendidikan kontemporer sekaligus memperkuat integritas akademik di lingkungan pendidikan
Mukharrij dan Kitab Himpunan Hadits (Pengenalan Mukharrij dan Karya-karyanya, Pengenalan Kitab Himpunan) Abbas Baco Miro; Sulhikmah Sulhikmah; Saat Bin Abi Wakas; Mujairil Mujairil
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 04 (2026): AGUSTUS - SEPTEMBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hadits menempati posisi sebagai sumber ajaran dan hukum Islam yang kedua setelah Al-Qur’an. Keaslian serta kelestariannya terjaga berkat peran para ulama yang disebut mukharrij, yaitu pihak yang bertugas mengumpulkan, meneliti, hingga membukukan hadits ke dalam kitab-kitab himpunan. Artikel ini menguraikan pengertian mukharrij, syarat dan tahapan penyusunan, tokoh-tokoh mukharrij utama beserta karya-karyanya, serta pengelompokan dan ciri khas kitab himpunan hadits. Penulisan menggunakan metode kajian pustaka terhadap literatur ilmu hadits yang kredibel. Hasil kajian menunjukkan bahwa peran mukharrij sangat strategis dalam menjamin keabsahan hadits sebelum dibukukan, sedangkan kitab himpunan hadits berfungsi sebagai wadah penyimpanan yang teratur agar mudah dipelajari dan dirujuk oleh umat Islam.