Ayu Sinta Aprilia
Institut Teknologi Sumatera

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

STUDI PARAMETRIK PERKUATAN GALIAN DALAM PADA TANAH LEMPUNG MENGGUNAKAN DINDING DIAFRAGMA DAN SECANT PILE Ayu Sinta Aprilia; Rahmat Kurniawan; Syahidus Syuhada; Try Lestari Sihotang; Ahmad Auliadi Yufrizal; Puspa Ningrum
Racic : Rab Construction Research Vol. 11 No. 1 (2026): JUNI
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/racic.v11i1.7694

Abstract

The selection of deep excavation retaining systems in Indonesian clay soils is commonly performed based on practical experience without systematic parametric guidance. This study develops selection criteria between diaphragm walls and secant piles through a comprehensive parametric study using the finite element method. A total of 216 numerical models were simulated using Optum G2 software, varying wall type (diaphragm wall and secant pile), excavation depth (4, 8, and 12 m), groundwater table position, building surcharge load (25 kN/m), soil type (soft clay with N-SPT = 4 and stiff clay with N-SPT = 15), and constitutive model (Mohr-Coulomb and Hardening Soil). Results demonstrate that the Hardening Soil model produces 30–39% lower deformations compared to Mohr-Coulomb. Secant piles proved more cost-efficient across all 216 scenarios analyzed, achieving up to 50% cost savings for shallow excavations under low-risk conditions. The most influential parameters on wall performance are, in order: soil type, excavation depth, groundwater table position, constitutive model, surcharge load, and wall type. The resulting design charts and decision matrices serve as preliminary design tools within the SNI 8460-2017 framework.
PENGARUH VARIASI KADAR SERAT BAJA TERHADAP WORKABILITY DAN KARAKTERISTIK MEKANIK BETON FC' 30 MPA Siska Apriwelni; Kirtinanda P; Ayu Sinta Aprilia; Anggarani Budi Ribowo; Kevin Chandra Nurwadji; Fadillah Anisa Pandia
Racic : Rab Construction Research Vol. 11 No. 1 (2026): JUNI
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/racic.v11i1.8116

Abstract

This study analyzes the effect of steel fiber addition on the workability, compressive strength, and split tensile strength of f’c 30 MPa concrete. Steel fiber contents of 0%, 5%, and 7% by total weight of concrete mix materials (equivalent to 0, ±112.4, and ±157.4 kg/m³, respectively) were investigated. Thirty-six cylindrical specimens (Ø15 cm × 30 cm) were tested at 7 and 28 days per SNI 7656:2012. Steel fiber addition significantly reduced slump values (7.5, 5.0, and 3.0 cm), decreased 28-day compressive strength from 31.97 MPa to 26.79 MPa (5%) and 23.39 MPa (7%), and increased split tensile strength from 2.45 MPa to 4.29 MPa (5%) and 4.20 MPa (7%). One-way ANOVA confirmed significant differences among variations (compressive strength: F = 34.86 > Fₜₐₕₑ = 5.14, α = 0.05; split tensile strength: F = 12.97 > Fₜₐₕₑ = 5.14, α = 0.05). The 5% steel fiber variation proved most effective, delivering the highest tensile strength improvement while maintaining acceptable workability.
Penentuan Soil Behavior Type (SBT) dan Konsistensi Tanah Hasil Uji Cone Penetrometer Test (CPT) di Masjid At Tanwir ITERA Sebagai Langkah Awal Perencanaan Pondasi. Syahidus Syuhada; Cahyo Agung Saputra; Rahmat Kurniawan; Arif Rahman Hakim Sitepu; Julita Hayati; M. Abi Berkah Nadi; Ayu Sinta Aprilia; Erlina Kurnianingtyas
STATIKA: Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 1 (2024): STATIKA JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : Politeknik Raflesia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53494/jts.v10i1.579

Abstract

Cone Penetration Test (CPT), atau yang dikenal sebagai sondir, merupakan metode penyelidikan geoteknik yang sering digunakan untuk menentukan profil tanah dan kedalaman lapisan tanah keras. Robertson mengembangkan metode klasifikasi tanah yang berbasis pada data CPT, yang memungkinkan interpretasi stratigrafi tanah serta estimasi sifat-sifat mekanis tanah, seperti kekuatan geser dan konsolidasi. Selain efisien dari segi biaya, CPT juga memberikan keuntungan dalam hal kecepatan pelaksanaan di lapangan dibandingkan metode uji tanah lainnya. Penelitian ini menyajikan metode untuk mengklasifikasikan jenis perilaku tanah (Soil Behavior Type/SBT) berdasarkan data CPT menggunakan pendekatan dari Robertson. Hasil analisis ini tidak hanya membantu mengidentifikasi jenis tanah seperti lempung, lanau, pasir, dan kerikil, tetapi juga memberikan wawasan penting dalam desain fondasi, penentuan kapasitas dukung tanah, dan penanganan risiko geoteknik lainnya, seperti potensi likuifaksi dan stabilitas lereng. Pada penelitian ini dilakukan 4 titik pengujian untuk menentukan stratigrafi tanah yang ada di sekitar Masjid At Tanwir ITERA, Lampung Selatan. Dengan menggunakan SBT dari Robertson, didapatkan hasil kira – kira dari kedalaman 0 – 3 m dari permukaan tanah merupakan formasi tanah berbutir halus dan 3 - 6.8 m diisi oleh tanah berbutir kasar. Untuk konsistensi tanah yang didapatkan merupakan jenis tanah Stiff di permukaan dan Medium Dense – Dense untuk lapisan sampai kedalaman tanah keras.
ANALISIS PEMANFAATAN TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI AGREGAT HALUS PADA BETON GEOPOLIMER BERBASIS FLY ASH: ANALISIS PEMANFAATAN TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI AGREGAT HALUS PADA BETON GEOPOLIMER BERBASIS FLY ASH Ahmad Yudi; Sephia Melanie Syahri; Kirtinanda P; Ayu Sinta Aprilia; Anggarani Budi Ribowo
STATIKA: Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 2 (2024): STATIKA : JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : Politeknik Raflesia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53494/jts.v10i2.710

Abstract

Beton sebagai material konstruksi mengalami peningkatan permintaan dan pada daerah tertentu yang memiliki keterbatasan material untuk mendapatkan material seperti pasir dan semen. Untuk itu limbah tempurung kelapa dapat digunakan sebagai alternatif bahan material untuk campuran beton, karena produksi dari perkebunan kelapa nasional mencapai 2,85 juta ton lebih serta konsumsi kelapa terus meningkat tiap tahunnya. Selain itu dapat memanfaatkan abu terbang (fly ash) sebagai pengganti semen,yang merupakan limbah dari pembakaran batu bara. Tempurung kelapa dapat dimanfaatakan sebagai bahan tambah pada campuran beton dengan harapan menghasilkan beton yang memiliki kuat tekan yang diinginkan dengan cara tempurung kelapa yang sudah melalui pembakaran menjadi arang kemudian dihaluskan. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh tempurung kelapa sebagai agregat halus pada beton geopolimer berbasis abu terbang (fly ash). Metode penelitian pada penelitian ini yaitu eksperimental dalam data kuantitatif. Variasi substitusi tempurung kelapa sebagai agregat halus sebesar 0%, 3%, 5%, dan 7% dari berat agregat serta penggunaan alkali aktivator yaitu NaOH dan Na2SiO3 pada campuran beton geopolimer dengan perbandingan 1:2,5. Benda uji yang digunakan berbentuk silinder dengan ukuran diameter 100 mm dan tinggi 200 mm. Sampel pada tiap variasi berjumlah 3 sampel. Metode curing dilakukan dengan oven yang memiliki suhu sebesar 90°C dalam waktu 24 jam kemudian dengan suhu ruang dan pada umur beton 7 hari akan dilakukan pengujian kuat tekan. Hasil pengujian yang didapatkan yaitu nilai slump 0 mm pada tiap variasi, berat volume optimum didapatkan pada variasi 3% sebesar 2069,43 kg/m3 serta kuat tekan optimum pada variasi 0% sebesar 18,37 MPa.
ANALISA PENGARUH PENGGUNAAAN KERTAS HVS SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT HALUS PADA CAMPURAN BETON: ANALISA PENGARUH PENGGUNAAAN KERTAS HVS SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT HALUS PADA CAMPURAN BETON ayu Sinta Aprilia; Rawid Panji Asmara; Kirtinanda P; Ahmad Yudi; Arif Rahman Hakim Sitepu; Putri Ayu Dwiyana; Ayu Kamila Khanza; Miskar Maini; Bernaditha Catur Marina
STATIKA: Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 2 (2024): STATIKA : JURNAL TEKNIK SIPIL
Publisher : Politeknik Raflesia Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53494/jts.v10i2.712

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengatasi masalah lingkungan akibat limbah kertas sekaligus mencari alternatif material ramah lingkungan dalam konstruksi dengan mengkaji pemanfaatan limbah kertas sebagai subtitusi agregat halus pada beton. Substitusi limbah kertas dilakukan dengan variasi 2%, 5%, dan 7,5%, dan hasil menunjukkan bahwa kuat tekan beton menurun seiring peningkatan substitusi kertas, dengan nilai berturut-turut 20,18 MPa, 19,05 MPa, 18,30 MPa, dan 17 MPa. Penurunan ini terjadi karena kertas menyerap air yang dibutuhkan dalam hidrasi semen. Meskipun demikian, beton dengan substitusi kertas HVS pada variasi yang digunakan masih dapat diaplikasikan untuk beton non-struktural dan struktural ringan. Penggunaan limbah kertas dalam variasi tersebut mampu mengurangi limbah kertas masing-masing sebesar 3,380 kg/m³, 8,449 kg/m³, dan 12,673 kg/m³, serta menawarkan alternatif material yang lebih ramah lingkungan.