Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

REVIEW: EVALUASI PEMANFAATAN KULIT PISANG PADA PAKAN UNGGAS TERHADAP PERFORMA: Review: Evaluation of the Use of Banana Peel in Poultry Feed on Performance Angriani, Ririn; Anggi Derma Tungga Dewi; Lusia Komala Widiastuti
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 3 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i3.3025

Abstract

Kulit pisang merupakan limbah melimpah yang belum dimanfaatkan secara optimal, meskipun masih mengandung nutrisi yang berpotensi digunakan sebagai bahan pakan unggas. Namun, kulit pisang tidak dapat diberikan secara langsung karena memiliki faktor penghambat kecernaan yang tinggi dan kadar protein yang rendah. Oleh sebab itu, diperlukan teknologi pengolahan, baik fisik, kimia, maupun biologis, untuk meningkatkan kualitasnya sebagai pakan. Penelitian ini bertujuan menilai potensi kulit pisang sebagai bahan pakan unggas dan memberikan referensi pemanfaatannya. Hasil review menunjukkan bahwa kulit pisang dapat digunakan sebagai bahan pakan, baik dalam bentuk tepung maupun tepung fermentasi, tetapi penggunaannya menjadi tidak optimal pada level tinggi. Peningkatan level penambahan tepung kulit pisang maupun tepung kulit pisang fermentasi cenderung menurunkan konsumsi ransum dan pertambahan bobot badan unggas. Konversi ransum terbaik pada ayam broiler dan ayam kampung ditemukan pada penambahan 5% tepung kulit pisang fermentasi, masing-masing sebesar 1,72 ± 0,15 dan 3,65. Pada ayam petelur, konversi ransum optimal dicapai pada level 15% tepung kulit pisang (1,98 ± 0,2). Bobot badan ayam broiler meningkat hingga 1729,84 g pada level 7,5% tepung kulit pisang fermentasi, sedangkan bobot badan itik mencapai 1076,09 g dengan penambahan 7% tepung kulit pisang. Pada ayam petelur, level 8% dapat menghasilkan produksi telur hingga 94,01 ± 1,42%. Secara keseluruhan, kulit pisang dapat digunakan dalam pakan unggas hingga level maksimal 15%. Meski demikian, diperlukan penelitian lanjutan untuk menentukan metode pengolahan terbaik, level penggunaan yang aman dan efisien, serta pengaruh jangka panjang terhadap performa unggas.   Kata kunci: fermentasi, performa, tepung kulit pisang, unggas
Effect of organic chromium on the selected hematological profile of male Jawarandu goats under transportation stress Lusia Komala Widiastuti; Anggi Derma Tungga Dewi; Muhammad Mirandy Pratama Sirat; Ratna Ermawati
Jurnal Ilmu Peternakan Terapan Vol 9 No 2 (2026): Jurnal Ilmu Peternakan Terapan
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jipt.v9i2.6482

Abstract

This study aimed to evaluate the effect of organic chromium supplementation on the physiological and hematological responses of male Jawarandu goats subjected to transportation stress. Nine adult male goats aged 1-2 years with an average body weight of 30.84 kg were used consisting of three treatments with three replications: T0 (no supplementation), T1 (0.5 ppm organic chromium), and T2 (1 ppm organic chromium). Transportation was carried out over a distance of 289 km with a travel time of 5 hours using an open-back pickup truck without providing feed or water. The observed parameters included total protein (refractometer), packed cell volume (PCV), basophils, eosinophils, and monocytes, measured before and after transportation. The results showed that organic chromium supplementation had no significant effect on total protein, basophils, eosinophils, and monocytes, but significantly affected PCV values. PCV values across all groups remained within the normal range for ruminants (22-38%), with a decrease in P1 indicating a role in reducing hemoconcentration, and an increase in P2 suggesting a function in maintaining red blood cell levels.
Effect of Incubation Period on the Physical Quality, pH, and Bulk Density of Fermented Rice Bran Dewi, Anggi Derma Tungga; Angriani, Ririn
Bantara Journal of Animal Science Vol. 8 No. 1 (2026): BJAS
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/bjas.v8i1.8118

Abstract

This study evaluated the effect of incubation period on the physical quality of fermented rice bran prepared with an EM4-based starter under anaerobic conditions. Rice bran was assigned to four incubation periods, namely 0 day (P0), 7 days (P1), 14 days (P2), and 21 days (P3). The observed variables were color, aroma, texture, clumping tendency, insect-related visual score, pH, and bulk density. Incubation period modified several physical attributes of the material. Color scores decreased after fermentation, indicating a shift from brown to more yellowish-brown material, whereas aroma scores improved as incubation lengthened. Texture remained relatively unchanged across treatments. In contrast, the clumping score declined with longer incubation, showing a greater tendency of the product to form aggregates. The insect-related visual score also decreased after fermentation. The pH value declined progressively from the non-incubated treatment to the 21-day treatment, indicating increasing acidification during fermentation. Bulk density increased numerically up to 14 days and then slightly decreased at 21 days, although values remained higher than the control. Overall, incubation period was an important determinant of fermented rice bran quality. Longer incubation enhanced aroma and acid development, but it also altered color and increased clumping, indicating that incubation time should be selected according to the desired balance between sensory improvement and physical handling characteristics.
Pengaruh Pemberian Perasan Bawang Merah Dengan Level yang Berbeda Terhadap Morfologi Rumput Pakchong Rindiani, Rindiani; Liman, Liman; Dewi, Anggi Derma Tungga; Muhtarudin, Muhtarudin
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2026
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2026.10.2.241-248

Abstract

Perbanyakan vegetatif dengan stek membutuhkan penggunaan zat pengatur tumbuh (ZPT) untuk mempercepat pertumbuhan akar dan tunas. Rumput pakchong (Pennisetum purpureum cv Thailand) adalah hijauan pakan ternak yang sangat baik dengan produksi tinggi dan kandungan protein kasar sebesar 16-18%. Karena kandungan auksin, giberelin, dan sitokininnya, bawang merah memiliki potensi sebagai ZPT alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian perasan bawang merah dengan level yang berbeda dapat memengaruhi morfologi rumput pakchong. Penelitian ini dilakukan di Dusun Bangun Sari, Desa Way Sari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, dari Oktober hingga Desember 2025. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) non-faktorial digunakan, dengan lima perlakuan dan lima ulangan, yaitu P0 (kontrol), P1 (25%), P2 (45%), P3 (65%), dan P4 (85%) perasan bawang merah. Variabel meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, rasio daun dan batang, berat akar segar, dan luas permukaan daun. Semua variabel morfologi yang diamati tidak berpengaruh secara signifikan (P>0,05) oleh pemberian perasan bawang merah.
Pengaruh Pemberian Perasan Bawang Merah dengan Level yang Berbeda terhadap Produktivitas Rumput Pakchong Suastini, Tri; Liman, Liman; Dewi, Anggi Derma Tungga; Muhtarudin, Muhtarudin
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2026
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2026.10.2.258-265

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian perasan bawang merah dengan level yang berbeda terhadap produktivitas rumput Pakchong dan mengetahui level terbaik dari pemberian perasan bawang merah terhadap produktivitas rumput Pakchong. Penelitian ini berlangsung pada bulan Oktober sampai Desember 2025 yang berlokasi di Dusun Bangun Sari, Desa Way Sari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung dan Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan yaitu P0 (kontrol), P1: perasan bawang merah sebanyak 25%, P2: perasan bawang merah sebanyak 45%, P3: perasan bawang merah sebanyak 65%, dan P4: perasan bawang merah sebanyak 85%. Data dianalisis menggunakan Analisis Varians (ANOVA). Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian perasan bawang merah tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap jumlah anakan, bobot segar, dan produksi bahan kering rumput pakchong.
Pengaruh Pemberian Zat Mutagen Kolkisin dan PGRs Giberelin (GA3) terhadap Pertumbuhan dan Morfologi Rumput Pakchong Maharani, Destia Arnanda; Liman, Liman; Dewi, Anggi Derma Tungga; Muhtarudin, Muhtarudin
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2026
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2026.10.2.249-257

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kolkisin, PGRs giberelin (GA3), serta interaksi keduanya terhadap pertumbuhan dan morfologi rumput pakchong yang dipotong paksa pada umur 3 minggu dan dipanen pada umur 65 hari. Penelitian ini penting dilakukan untuk mengetahui pengarub oemberian zat mutagen kolkisin dan zat pengatur tumbuh giberelin (GA3), baik secara tunggal maupun kombinasi dalam meningkatkan pertumbuhan dan juga karakter morfologi rumput pakchong. Penelitian ini dilaksanakan pada Oktober 2025 – Januari 2026 di lahan Kahfi Farm, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, dan Laboratorium Mikroskop, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 4×3 dan 3 kali ulangan dengan faktor pertama adalah konsentrasi giberelin 0 ppm, 350 ppm, 700 ppm dan 1050 ppm serta faktor yang kedua yaitu konsentrasi kolkisin 0%, 0,3% dan 0,6%. Data yang diperoleh dianalisi menggunakan Anova dan apabila berpengaruh nyata (P>0,05) maka dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak berpengaruh nyata (P>0,05), terhadap tinggi rumput pakchong, jumlah daun, luas daun, diameter batang, dan kerapatan stomata rumput pakchong. Dengan demikian, pemberian kolkisin dan giberelin pada taraf yang digunakan belum memberikan respons pertumbuhan yang signifikan.