Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Hubungan Job Demands dengan Workplace Well-Being Karyawan Rumah Sakit X Kota Padang Ade, Frihapma Semita; Himmah, Riadhil; Okfrima, Ria
Psyche 165 Journal Vol. 17 (2024) No. 2
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v17i2.361

Abstract

Manusia merupakan sumber daya yang paling penting di dalam sebuah perusahaan. Tanpa sumber daya manusia yang baik, sebuah perusahaan tidak akan bisa berjalan dengan baik dan lancar. Di dalam pekerjaan, karyawan dituntut untuk dapat melaksanakan pekerjaan dan tanggung jawabnya dengan baik. Tuntutan tersebut beragam, mulai dari mengerjakan tugas tepat waktu, performa yang baik, dan masih banyak tuntutan lainnya yang terkadang menimbulkan ketidakbahagiaan pada karyawan ditempat kerjanya, karena merasa tertekan dengan berbagai tuntutan pekerjaan yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara job demands dengan workplace well-being pada karyawan Rumah Sakit X di Kota Padang. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala job demands dan workplace well-being. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 138 orang karyawan Rumah Sakit X di Kota Padang. Uji validitas dan reliabilitas pada penelitian ini menggunakan teknik Alpha Cronbach. Hasil koefisien validitas pada skala job demands bergerak dari rix=0,313 sampai dengan rix=0,611 dengan nilai koefisien reliabilitas α=0,863 sedangkan hasil koefisien validitas pada skala workplace well-being bergerak dari rix=0,310 sampai dengan rix=0,599 dengan nilai koefisien reliabilitas α=0,891. Berdasarkan analisis data, diperoleh nilai korelasi sebesar -0,447 dengan taraf signifikansi 0,000 yang berarti hipotesis diterima. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara job demands dengan workplace well-being pada karyawan Rumah Sakit X di Kota Padang.
Hubungan Psychological Capital dengan Perilaku Kerja Inovatif di Instansi X Khairunnisa, Mutiara; Okfrima, Ria; Candra, Ifani
Psyche 165 Journal Vol. 17 (2024) No. 2
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v17i2.385

Abstract

Industri kreatif di Indonesia yang terus berkembang, kemampuan pihak di dalamnya untuk berinovasi tentunya memiliki peran penting dalam mempertahankan dan mengembangkan industrinya guna menyesuaikan diri dengan perubahan atau perkembangan kompetitornya. Diperlukan sikap dan perilaku produktif yang didukung dengan kreativitas dan perilaku kerja inovatif. Modal psikologis memiliki dampak langsung pada perilaku kerja inovatif, kemampuan mengoptimalkan akan mampu meningkatkan kinerjanya dan membawa kesuksesan individu dan kelompok. Penelitian bertujuan untuk mengetahui secara empirik apakah terdapat hubungan antara psychological capital dengan perilaku kerja inovatif di instansi X cabang Kota Padang wilayah Sumatera barat. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala psychological capital dan skala perilaku kerja inovatif menggunakan metode sampel jenuh untuk menentukan jumlah sampel. Pegawai yang digunakan sebagai sampel penelitan adalah 41 orang. Hasil koefisien validitas pada psychological capital dengan nilai corrected item-total correlation berkisar antara 0,322 sampai dengan 0,665 sedangkan koefisien reliabilitasnya sebesar 0,862. Hasil koefisien validitas pada skala Perilaku Kerja Inovatif berkisaran antara 0,313 sampai dengan 0.607 sedangkan koefisien reliabilitasnya sebesar 0,790. Berdasarkan analisis data, nilai korelasi 0,540 dengan tingkat signifikansi 0,001 diperoleh, yang berarti hipotesis diterima. Ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara psychological capital dengan perilaku kerja inovatif dengan arah positif pada pegawai di instansi X cabang Kota Padang wilayah Sumatera Barat. Kontribusi efektif dari variabel Psychological Capital pada Perilaku Kerja Inovatif adalah sebesar 29% dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain.
Hubungan Antara Dukungan Emosional dengan Psychological Well-Being pada Siswa SMK X Candra, Ifani; Okfrima, Ria; Gusriwandi, Yodi
Psyche 165 Journal Vol. 17 (2024) No. 4
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v17i4.486

Abstract

Masa remaja merupakan masa yang rentan, dikarenakan merupakan masa peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa. Banyak hal yang dilalui oleh remaja, sehingga masa ini juga dianggap masa yang penting dilakukan pengawasan oleh orangtua dan lingkungannya. Remaja yang memiliki psychological well-being yang baik, akan mampu menghadapi masa remajanya dengan baik, dan untuk memperoleg itu dibutuhkan dukungan sosia, baik dari keluarga, teman, dan lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empiris hubungan antara dukungan emosional dengan psychological well- being pada siswa SMK X. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah dukungan emosional sedangkan variabel terikat adalah psychological well-being. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI yang berjumlah 156 siswa. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala dukungan emosional dan psychological well-being. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik simple random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah berjumlah 114. Koefisien validitas skala dukungan emosional diperoleh nilai corrected item-total correlation berkisar antara 0,426 sampai dengan 0,822, dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,934. Untuk koefisien validitas skala psychological well- being diperoleh nilai corrected item-total correlation berkisar antara 0,307 sampai dengan 0,747 dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,790. Hasil uji hipotesis diperoleh 0,616 dengan taraf signifikan 0,000 yang berarti terdapat hubungan yang kuat dan sangat signifikan antara dukungan emosional dengan psychological well-being yang berarti hipotesis diterima dimana arah hubungan yang positif antara dukungan emosional dengan psychological well-being. Dengan sumbangan efektif sebesar 38% yang berarti dukungan emosional berpengaruh terhadap psychological well-being siswa.  
Hubungan Work Life Balance dengan Komitmen Organisasi Pegawai PERUMDA Air Minum Batusangkar Ade, Frihapma Semita; Okfrima, Ria; Yanuar, Putri Nadhila
Psyche 165 Journal Vol. 17 (2024) No. 4
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v17i4.490

Abstract

Keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan (work-life balance) merupakan isu yang semakin mendapat perhatian dalam dunia kerja, dikarenakan di dalam pekerjaan harus seimbang antara kehidupan pribadi dengan pekerjaan, jika tidak tentu saja dapat berdampak negatif jika salah satu bermasalah. Penelitian ini berfokus pada hubungan antara work-life balance dan komitmen organisasi, dengan mengambil studi kasus pada pegawai Perusahaan Umum Daerah (PERUMDA) Air Batusangkar. Komitmen terhadap organisasi menjadi salah satu elemen penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan harmonis. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat hubungan antara work life balance dengan komitmen organisasi pegawai PERUMDA Air Minum Batusangkar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai PERUMDA air minum batusangkar yang berjumlah 104. Adapun subjek penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh, dimana semua anggota populasi digunakan sebagai sampel, sampel pada penelitian ini sebanyak 104 pegawai PERUMDA air minum Batusangkar. Alat ukur yang digunakan adalah Skala work life balance dan skala komitmen organisasi. Metode analisis data yang digunakan untuk pengujian hipotesis dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan korelasi product moment pearson, yang menunjukkan bahwa r=0,718 dengan nilai p=0,000 (<0,01), artinya terdapat hubungan yang signifikan antara work life balance dengan komitmen organisasi pegawai PERUMDA air Minum Batusangkar. Hipotesis dalam penelitian ini diterima, dan berkontribusi positif. Adapun sumbangan efektif dari variabel work life balance terhadap komitmen organisasi sebesar 52%, dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lainnya.
Hubungan Iklim Sekolah dengan School Connectedness pada Siswa SMA X Lubuk Basung Nastasia, Krisnova; Okfrima, Ria; Sari, Cindy Cantika
Psyche 165 Journal Vol. 17 (2024) No. 4
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v17i4.491

Abstract

Sekolah merupakan tempat siswa untuk menimba ilmu. SMA merupakan pendidikan wajib terakhir yang ada di Indonesia, baru kemudian siswa memutuskan untuk melanjutkan pendidikan atau tidak. Siswa SMA umumnya berusia 15-19 tahun, dan berada pada masa transisi dari masa anak-anak menuju dewasa. Dalam memutuskan untuk memilih SMA, remaja ada yang memutuskan pilihannya sendiri, namun ada yang paksaan dan pilihan dari orangtuanya. Di masa sekolah, siswa berhubungan tidak hanya dengan guru, namun dengan teman dan lingkungannya di sekolah. Siswa saling bergaul dengan teman, namun banyak juga siswa yang merasa tidak memiliki kedekatan dengan sekolah, teman, guru, sehingga menimbulkan menurunnya motivasi belajar, dan prestasinya. Hal ini biasa dikenal dengan istilah school connectedness. Salah satu faktor yang mempengaruhi school connectedness adalah iklim sekolah. Iklim sekolah yang baik, dapat menciptakan lingkungan yang nyaman dan aman untuk siswa, sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar dan prestasinya dibidang akademik maupun non akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan antara iklim sekolah dengan school connectedness pada 221 siswa SMAN 2 Lubuk Basung, menggunakan teknik random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur iklim sekolah (X) dan school connectedness (Y). Hasil analisis menggunakan korelasi Pearson dengan bantuan IBM SPSS 21.0 menunjukkan koefisien korelasi r=-0,554 dan nilai p=0,000, yang berarti terdapat hubungan positif yang signifikan. Semakin baik iklim sekolah, semakin tinggi tingkat school connectedness siswa, dan sebaliknya. Sumbangan efektif iklim sekolah terhadap school connectedness adalah 31%.
Hubungan Moral Integrity dengan Academic Dishonesty pada Siswa Kelas VII & VIII MTsN 4 Kota Padang Aisah, Siti; Okfrima, Ria; Anggawira, Andhika
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 2 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i2.811

Abstract

Penelitian ini dilakukan di MTsN 4 Kota Padang Tahun Ajaran 2023/2024. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah moral integrity, sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah academic dishonesty. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala moral integrity dan skala academic dishonesty. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah accidental sampling merupakan pengambilan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bisa dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data. Sampel dalam penelitian ini adalah 191 orang siswa kelas VII & VIII MTsN 4 Kota Padang Tahun Ajaran 2023/2024. Uji validitas menggunakan Corrected Item-Total Correlation dan uji reliabilitas menggunakan teknik Alpha Cronbach. Hasil uji coba menunjukkan koefisien validitas pada moral integrity bergerak dari 0,354 sampai dengan 0,801. Sedangkan koefisien reliabilitas diperoleh sebesar 0,903. Dan koefisien validitas pada academic dishonesty bergerak dari 0,375 sampai dengan 0,862 sedangkan koefisien reliabilitas diperoleh sebesar 0,953. Berdasarkan analisis data, diperoleh korelasi sebesar -0,635 dengan taraf signifikansi 0,000 yang berarti hipotesis diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sangat signifikan antara moral integrity dengan academic dishonesty pada siswa kelas VII & VIII MTsN 4 Kota Padang dengan arah hubungan negatif. Dengan sumbangan efektif moral integrity dengan academic dishonesty pada siswa siswa kelas VII & VIII MTsN 4 Kota Padang sebesar 40%.
Hubungan Adversity Quotient dengan Work Family Conflict pada Perawat Wanita Di Rumah Sakit X Padang Panjang Ade, Frihapma Semita; Okfrima, Ria; Mutya, Mita Fani Tri; Arti, Sintia Itria
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 4 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i4.2960

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan antara Adversity Quotient dengan Work Family Conflict pada Perawat Wanita di Rumah Sakit X Kota Padang Panjang. Penelitian ini dilakukan pada perawat wanita Rumah Sakit X Kota Padang Panjang, dengan jumlah sampel 92 orang, metode penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel berdasarkan kriteria tertentu (purposive sampling). Adapun alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala adversity quotient dan skala work family conflict. Hasil koefisien validitas pada skala adversity quotient berkisar antara 0,369 sampai dengan 0,792. Hasil koefisien validitas skala work family conflict berkisar antara 0.397 sampai dengan 0,895. Dengan koefisien reliabilitas skala adversity quotient sebesar 0,948 dan pada skala work family conflict sebesar 0,964. Berdasarkan hasil penelitian di peroleh nilai korelasi r = -0,702 dengan taraf signifikansi 0,000. Hasil uji hipotesis menunjukkan hubungan adversity quotient dengan work family conflict pada perawat wanita di Rumah sakit X Kota Padang Panjang dan hubungan keduanya adalah negatif. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang sangat significant antara adversity quotient dengan work family conflict yang berarti hipotesis diterima. Adapun besar sumbangan efektif dari variabel adversity quotient dengan work family conflict pada perawat wanita di Rumah sakit X Kota Padang Panjang sebesar 49%.
Hubungan antara Kontrol Diri dengan Perilaku Kerja Kontraproduktif pada Karyawan PT. Kencana Sawit Indonesia Aksrabilla, Kayadza Vrida; Okfrima, Ria; Irdam, I
Journal of Economics and Management Scienties Volume 6 No. 2, March 2024
Publisher : SAFE-Network

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37034/jems.v6i2.51

Abstract

Self-control and counterproductive work behavior are two things that are interrelated to one's behavior at work. The purpose of this study was to determine whether there is a relationship between self-control and counterproductive work behavior among PT. Kencana Palm Indonesia. The independent variable in this study is self-control and the dependent variable is counterproductive work behavior. Measuring tools used in this study are self-control scale and counterproductive work behavior scale. The sample selection technique in this study uses probability sampling technique. The sample of this study were 73 people from a total population of 107 employees of PT. Kencana Palm Oil Indonesia. Test the validity and reliability in this study using the Alpha Cronbach technique. The results of the validity coefficient on self-control ranged from 0,358 to 0.768 with a reliability coefficient value of 0,911 and on the counterproductive work behavior scale ranged from 0,314 to 0.761 with a reliability coefficient value of 0,890. Based on data analysis, the correlation coefficient between self-control variables and counterproductive work behavior was obtained, namely R=-0,737 with a significance level of P=,000. This shows that there is a negative correlation, which means that the higher the self-control, the lower the level of counterproductive work behavior experienced, conversely, the lower the self-control, the higher the level of counterproductive work behavior experienced by employees of PT. Kencana Palm Oil Indonesia. This shows that there is a significant relationship between self-control and counterproductive work behavior among PT. Kencana Palm Oil Indonesia.
Hubungan Antara Self Control dengan Smartphone Addiction pada Mahasiswa Jurusan Akuntansi Okfrima, Ria; Utama, Tari Mulfika; Ade, Frihapma Semita
Journal of Economics and Management Scienties Volume 6 No. 3, June 2024
Publisher : SAFE-Network

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37034/jems.v6i3.55

Abstract

This study aims to determine the relationship between Self Control and Smartphone Addiction in students majoring in Accounting Class 18 Universitas Putra Indonesia YPTK Padang. The independent variable in this study is Self Control and the dependent variable is Smartphone Addiction. The measuring instrument used in this research is the Self Control scale and the Smartphone Addiction scale. The sampling technique in this study used the Simple Random Sampling technique. The sample in this study was 147 students majoring in Accounting, class 18, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang. The validity and reliability test in this study used the Cronbach Alpha technique. The item discriminatory index on the Self Control scale moves from rix = 0.341 to rix = 0.599 with a reliability coefficient of = 0.908. While on the Smartphone Addiction scale, it moves from rix = 0.329 to rix = 0.613 with a reliability coefficient of = 0.909. Based on the results of data analysis, it can be concluded that there is a significant relationship between Self Control and Smartphone Addiction, with a correlation value (r) of -0.394 with a significant level of 0.000 which means the hypothesis is accepted. This shows that there is a significant negative relationship between Self Control and Smartphone Addiction in Accounting students class 18, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang.
Work Family Conflict dan Subjective Well Being Ibu Bekerja di Kampus Okfrima, Ria; Apriliani, Fitri; Situmorang, Nina Z; Diponegoro, AM
Journal of Economics and Management Scienties Volume 7 No. 1, December 2024
Publisher : SAFE-Network

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37034/jems.v7i1.70

Abstract

Someone who has a high subjective well-being shows a positive condition for an event such as welfare, satisfaction, optimism, hope, and spirituality. This high subjective well-being should be owned by a mother, especially working mothers because individuals who have high subjective well-being will have positive stress management and better physical health. However, some research results show that working mothers have low subjective well-being. This is because work-family conflict usually occurs when domestic life clashes with responsibilities at work, such as getting to work on time, completing daily tasks, or working overtime. Likewise, the demands of home life prevent a person from making time for his work or career-related activities. This is what underlies researchers conducting research with the aim of looking at the relationship between work family conflict and subjective well-being in working mothers. The method in this research is correlational quantitative. The correlational research method is used to see the relationship between the two variables in this case, namely work family conflict as variable X and subjective well-being as variable Y. Sampling in this study uses purposive sampling technique, namely working mothers who have early childhood (pre-school age). ) amounted to 50 people. The measuring instrument used in this study uses a role conflict scale and a subjective well-being scale. The scale model in this study is a Likert scale. From these results, it can be concluded that there is a relationship between work family conflict and subjective well- being in a negative direction, which means that the higher the work family conflict, the lower the subjective well- being and vice versa for working mothers.