Claim Missing Document
Check
Articles

TUNDAAN LALU LINTAS TERHADAP TINGKAT PELAYANAN JALAN Ardya Garini; Leni Sriharyani; Septyanto Kurniawan
JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Vol 4 No 1 (2023): JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jumatisi.v4i1.4013

Abstract

Sejalan dengan pesatnya perkembangan kota, tuntutan lalu lintas yang semakin padat, dan permintaan masyarakat terhadap kendaraan yang semakin besar akan menambah kemacetan lalu lintas. Tidak seimbangnya jumlah lalu lintas dengan lebar efektif jalan, rendahnya tingkat pelayanan, pendeknya waktu hijau akan menyebabkan tundaan serta antrian lalu lintas pada persimpangan. Sebagaimana hal tersebut diatas, dicoba untuk melakukan analisa tundaan lalu lintas pada simpang bersinyal. Studi ini menggunakan pendekatan dari MKJI 1997 (Manual Kapasitas Jalan Indonesia) dengan meninjau persimpangan “Jalan Diponegoro – Jalan Raden Intan”. Perolehan data dilapangan yaitu, Geometrik Jalan, Volume Lalu Lintas, Waktu Sinyal, dan Panjang Antrian. Setelah perhitungan dilapangan, didapat nilai tundaan rata-rata 45,52 detik dengan tingkat pelayanan type E. Hal ini menunjukan bahwa kinerja simpang pada Jalan Diponegoro – Jalan Raden Intan yaitu rendah. Untuk itu, perlu adanya solusi seperti : menutup jalan Jl. K.H Ahmad Dahlan yang akan keluar/ masuk ke Jl. Diponegoro, merencanakan ulang waktu sinyal, perlu adanya rekayasa lalu lintas pada simpang bersinyal Jl. Diponegoro – Jl. Raden Intan.
DESAIN PERKERASAN JALAN RAYA nirwan sugatama; Leni Sriharyani; Ida Hadijah
JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Vol 3 No 2 (2022): JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jumatisi.v3i2.4090

Abstract

Jalan Raya Seputih Raman sebagai salah satu ruas jalan provinsi yang menghubungkan kawasan industri pabrik singkong, pusat perbelanjaan, dan kegiatan lainnya, dengan intensitas rata-rata kendaraan yang melewati jalan tersebut adalah kendaraan berat. Oleh sebab itu kondisi jalan cepat mengalami kerusakan akibat beban kendaraan. Dalam penelitian ini Metode Manual Desain Perkerasan Bina Marga 2013 (MDP) digunakan dalam perencanaan tebal perkerasan. Hasil perencanaan tebal perkerasan dengan umur rencana 20 tahun metode Manual Desain Perkerasan Bina Marga 2013 (MDP) diperoleh tebal perkerasan untuk Asphalt Concrete – Wearing Coarse (AC – WC) yaitu 4 cm, Asphalt Concrete – Binder Coarse (AC – BC) yaitu 6 cm, dan Asphalt Concrete – Base Coarse (AC – Base) yaitu 18 cm serta tebal lapisan pondasi atas (LPA) yaitu 30 cm.
KARAKTERISTIK LALU LINTASJALAN KI HAJAR DEWANTARA KOTA METRO Leni Sriharyani; Ida Hadijah
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 13, No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v13i2.3399

Abstract

Ruas Jalan Ki Hajar Dewantara Kota Metro merupakan kawasan pusat pendidikan . Jalan ini mempunyai tipe 2/2 UD yakni jalan dengan 2 lajur 2 arah tanpa median. Pada ruas jalan ini volume lalu lintas pada jam puncak pagi dan sore sangat tinggi. Hal ini disebabkan oleh aktivitas sekolah mulai dari taman kanak-kanak hingga  perguruan tingggi. Kecepatan kendaraan menjadi menurun saat jam puncak, sehingga ruas jalan ini mengalami kepadatan lalu lintas.     Metode yang digunakan pada penelitian adalah ini adalah metode pengumpulan data dengan pengamatan dan observasi langsung di lapangan dengan melakukan  survei traffic counting, survei hambatan samping, survei kecepatan kendaraan dan survei geometrik jalan.Berdasarkan Hasil analisis dan perhitungan didapatkan: Nilai korelasi antara kepadatan dan  arus adalah 0,988 termasuk dalam kategori sangat kuat. Nilai koefisien determinasi 0,974 atau 97,4 %. Nilai signifikansi < alpha = 0,05. Dengan model regresi Y = 185,6158 + 13,6325x. Nilai korelasi antara kepadatan dan kecepatan adalah 0,845 termasuk dalam kategori sangat kuat. Nilai koefisien determinasi 0,686 atau 68,6 %. Nilai signifikansi < alpha = 0,05. Dengan model regresi Y = 22,2076 - 0,0915 x. Nilai korelasi antara arus dan kecepatan adalah 0,772 termasuk dalam kategori kuat. Nilai koefisien determinasi 0,555 atau 55,5 %. Nilai signifikansi < alpha = 0,05. Dengan model regresi Y = 22,9507 - 0,006 x. Pada kondisi eksisting pukul 07.00 – 08.00 arus lalu lintas 1170 smp/jam, kapasitas 2499,336 smp/jam, derajat kejenuhan 0,468, dengan tingkat pelayanan C. Kinerja ruas jalan semakin memburuk seiring dengan bertambahnya kendaraan yang melintas saat jam sibuk. Tetapi saat jam tidak sibuk derajat kejenuhannya 0,191 dengan tingkat pelayanan A
PERENCANAAN STRUKTUR PERKERASAN RUAS JALAN WAY ABUNG KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Leni Sriharyani; Via Vetiana
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 13, No 1 (2023): November 2023
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v13i1.2959

Abstract

Ruas jalan Way Abung yang terletak di desa Gunung Batin Udik Kecamatan Terusan Nunyai Kabupaten Lampung Tengah ini merupakan jalan Provinsi serta akses keluar masuk pintu tol Gunung Batin hingga Pasar Mulya Asri Kecamatan Tulang Bawang Barat yang banyak di lalui kendaraan ringan maupun kendaraan berat, kondisi jalan yang saat ini mengalami kerusakan seperti lapis permukaan jalan mengelupas, lubanglubang besar sampai tanah dasar, dan bergelombang disepanjang jalan. Sehingga kenyamanan dan kelancaran berkendara menjadi terganggu. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode pengumpulan data dengan pengamatan dan observasi langsung di lapangan dengan melakukan pengambilan sampel tanah menggunakan Alat Hand Bor dengan kedalaman 1 meter, kemudian dilakukan pengujian sampel tanah di laboratorium untuk mengetahui nilai CBR tanah dasar, yang selanjutnya data-data tersebut akan digunakan dalam proses perhitungan perencanaan struktur perkerasan menggunakan Metode Bina Marga 2017.Berdasarkan hasil analisis dan perhitungan tebal struktur perkerasan menggunakan Metode Bina Marga 2017, dengan mempertimbangkan antara perkerasan lentur dan perkerasan kaku maka jenis perkerasan yang efisien untuk ruas jalan Way Abung Kabupaten Lampung Tengah adalah perkerasan kaku (rigid pavement). Serta didapat lapisan perkerasan sebagai berikut, untuk perkerasan lentur dengan ketebalan lapis pondasi atas menggunakan agregat kelas A sebesar 15 cm, CTB sebesar 15 cm, dan AC BASE sebesar 10, AC BC sebesar 6 cm, dan AC WC sebesar 4 cm. Sedangkan Tebal struktur perkerasan kaku diperoleh tebal plat beton (fs = 29 Mpa) sebesar 20 cm, tebal lantai kerja/lean mix concrete(fcf=4,04 Mpa) sebesar 15 cm.
Sosialisasi Pengolahan Sampah Organik dengan Menggunakan Maggot BSF (Black Soldier Fly) di RW 01 Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro Siti Hajar Aswad; Septyanto Kurniawan; Leni Sriharyani; Yusuf Amran; Eri Prawati; Ida Hadijah; Chica Oktavia; Feby Aristia Putri
SINAR SANG SURYA Vol 8, No 1 (2024): FEBRUARI 2024
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v8i1.3187

Abstract

RW 01 Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro merupakan salah satu RW yang telah melaksanakan program 3R (Reuse, Reduce, Recycle) dalam pengolahan sampah domestik (Rumah Tangga) non-organik. Hasil survei awal diketahui bahwa RW 01 Kelurahan Hadimulyo Barat mengalami kendala dalam hal pengolahan sampah organik. Hingga saat ini hasil dari pemilahan timbulan sampah domestik berupa sampah organik masih ikut dibuang menuju TPAS (Tempat Pembuangan Akhir Sementara) Karang Rejo Kota Metro. Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan penyuluhan dan sosialisasi mengenai pengolahan sampah organik yang dapat membantu masyarakat khususnya RW 01 Kelurahan Hadimulyo Barat dalam mengolah timbulan sampah organiknya.Permasalahan dalam pengolahan sampah organik yang terdapat di RW 01 Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat dapat diselesaikan dengan menerapakan penggunaan maggot BSF dalam proses pengolahan sampah organik warga. Berdasarkan hal tersebut diatas dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat terkait Sosialisasi Pengolahan Sampah Organik dengan Menggunakan Maggot BSF yang bertujuan untuk: (1) meningkatkan pengetahuan warga tentang pengolahan sampah organik dengan menggunakan maggot BSF, (2) meningkatkan keterampilan warga dalam pembuatan wadah tumpuk maggot BSF serta Biopond, (3) memberdayakan masyarakat untuk mengolah sampah organik agar dapat bernilai ekonomi tinggi.Metode yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa sosialisasi, sharing knowledge dan praktik. Pada tahapan sosialisasi, narasumber menjelaskan mengenai maggot BSF yang meliputi siklus hidup, proses penguraian sampah organik, serta nilai ekonomis dari maggot BSF. Pada tahapan sharing knowledge masyarakat berkonsultasi mengenai jenis sampah organik yang dapat diolah, sedangkan pada tahapan praktik, dilakukan praktik pembuatan wadah tumpuk dan kolam biopond.Kegiatan pengabdian di RW 01 Kelurahan Hadimulyo Barat berlangsung dengan lancar dan memberikan hasil yang baik dan memuaskan. Antusiasme warga dalam sharing knowledge dan praktik menjadi tolak ukur keberhasilan kegiatan ini.
PENILAIAN HAMBATAN SAMPING PADA RUAS JALAN KOTA BANDAR LAMPUNG farid ghozi hanafi; feby Aristia Putri; Leni Sriharyani
JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Vol 4 No 2 (2023): JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jumatisi.v4i2.5210

Abstract

Meningkatnya pergerakan di kota Bandar Lampung tentunya akan meningkatkan jumlah penggunaan sarana transportasi baik sarana transportasi umum maupun pribadi. Hal tersebut secara tidak langsung juga menciptakan masalah yang berhubungan dengan mobilitas seseorang dalam pelaksanaan kegiatan seperti kemacetan. Peningkatan jumlah kendaraan yang besar dan tidak disertai dengan penambahan jaringan jalan merupakan salah satu penyebab maraknya masalah kemacetan di Indonesia, terutama Bandar Lampung. Selain peningkatan jumlah kedaraan yang mempengaruhi kemacetan juga disebabkan pergerakkan tarikan mall dan pertokoan di pinggir hal ini dikarenakan kendaraan yang parkir dan keluar masuk menjadi hambatan lalu lintas. Tujuan dari penilitian ini adalah untuk menganalisis hambatan samping pada ruas jalan di kota Bandar lampung khusus nya pada ruas jalan Pulau Legundi Kecamatan Sukarame. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu survey dan teknis analisis data perhitungan berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) Tahun 2014. Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan Jalan Pulau Legundi Kota Bandar Lampung memiliki volume arus lalu lintas tertinggi terjadi di hari Minggu 28 Mei 2023 pada pukul 16.00 WIB sampai dengan pukul 17.00 WIB dengan volume jumlah kendaraan 1636,55 Skr/jam dan hambatan samping, pada hari Minggu 28 Mei 2023 tertinggi terjadi pada pukul 16.00 WIB sampai Pukul 17.00 dengan jumlah total bobot kegiatan mencapai 462,90 kondisi khusus daerah industry dengan toko-toko disisi jalan dan kelas hambatan samping sedang (S).
ANALISIS DAYA DUKUNG TANAH DASAR PADA JALAN HASANUDDIN KOTA METRO Iang; Sriharyani, Leni; Amran, Yusuf
JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Vol 5 No 2 (2024): JUMATISI : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jumatisi.v5i2.7954

Abstract

Tanah dasar (subgrade) merupakan bagian penting dari kontruksi jalan karena tanah ini berfungsi mendukung seluruh kontruksi jalan beserta muatan lalu lintas di atasnya sehingga tanah dasar harus mempunyai kapasitas dukung yang baik serta mempunyai stabilitas volume akibat pengaruh lingkungan terutama air. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data dan rekayasa daya dukung tanah dasar pada jalan Hasanuddin Kota Metro dengan memanfaatkan gipsum sebagai bahan stabilisasi tanah. Data hasil penelitian ini didapat dari hasil pengambilan sampel tanah asli yang diambil di bahu Jalan Hasanuddin, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Provinsi Lampung menggunakan alat bantu Hand bor pada lima titik kerusakan dengan kedalaman 1 meter. Kemudian tanah diuji di laboratorium mekanika tanah Universitas Muhammadiyah Metro untuk dilakukan pengujian sifat fisik dan sifat mekanis tanah. Dari hasil pengujian sifat fisik tanah asli diketahui kondisi eksisting tanah dasar pada ruas jalan Hasanuddin berdasarkan sistem klasifikasi tanah USCS memiliki nilai batas cair rata – rata 53.64% (>50%), dan nilai indeks plastisitas sebesar 14,27% pada diagram plastisitas berada dalam kelompok MH or OH yaitu Lanau anorganik dan pasir micaceous dengan plasitisitas tinggi. Dari hasil pengujian sifat mekanis tanah asli dan tanah campuran, dapat disimpulkan tanah dasar pada jalan Hasanuddin yang distabilisasi menggunakan gipsum pada kadar campuran 26% mampu meningkatakan nilai daya dukung tanah dasar dengan kenaikan presentase rata-rata mencapai 117,3% dari nilai CBR tanah asli (rata-rata 2,95%) menjadi (rata-rata 6,41%) setelah dilakukan stabilisasi menggunakan bahan campuran gypsum
ANALISIS KERUSAKAN STRUKTUR PERKERASAN LENTUR Dava, Muhmmad; Sriharyani, Leni; Aristia Putri, Feby; Kurniawan, Septyanto
JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Vol 5 No 2 (2024): JUMATISI : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jumatisi.v5i2.7955

Abstract

Dalam desain penelitian ini peneliti menggunakan data yang langsung diambil dari lokasi penelitian berupa gambaran keadaan secara umum meliputi panjang jalan, lebar jalan dan kondisi kerusakan. Sedangkan untuk meneliti penyebab kerusakan jalan pada lokasi Jalan Lintas Sumatera (Lampung Tengah – Lampung Utara), yaitu dengan mencari data-data seperti lalu lintas harian. Ruas Jalan Lintas Sumatera (Lampung Tengah – Lampung Utara) ditemukan dalam kondisi permukaan aspal yang mengalami Agegat licin 2.0%, Alur 34.9%, Amblas 7.0%, Benjol 4.0%, Kegemukan 1.9%, Keriting 8.8%, Lubang 4.5%, Pelepasan Butir 0.6%, Pengembangan 6.9%, Retak Buaya 6.2%, Retak Kotak 0.7%, Retak Memanjang 0.6%, Retak Pinggir 3.1%, Tambalan 18.5%, Pinggir Jalan Turun 0.4%. Sedangkan untuk jenis kerusakannya didominasi oleh Alur, Total kerusakan perkerasan jalan dari Segmen 1 - Segmen 8 yaitu sebesar 34,9 %. Secara umum nilai PCI kerusakan jalan dari Segmen 1 - Segmen 8 adalah 40, yang artinya kondisi kerusakan jalan dalam keadaan buruk, yang membuat jalan ini perlu dimasukkan ke dalam program pemeliharaan secara berkala. Untuk Volume lalu-lintas (LHR) berdasarkan hasil survey selama 3 hari, didapat volume sepeda motor 13.787, kendaraan berat 3.332, kendaraan ringan 9.285, dan kendaraan tidak bermotor 66, Total diperoleh data sebesar 26.470 kendaraan, , dan total jumlah kendaraan tahunan yaitu 140.470.
Sosialisasi Pengolahan Sampah Organik dengan Menggunakan Maggot BSF (Black Soldier Fly) di RW 01 Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro Aswad, Siti Hajar; Kurniawan, Septyanto; Sriharyani, Leni; Amran, Yusuf; Prawati, Eri; Hadijah, Ida; Oktavia, Chica; Putri, Feby Aristia
SINAR SANG SURYA Vol 8, No 1 (2024): FEBRUARI 2024
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v8i1.3187

Abstract

RW 01 Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro merupakan salah satu RW yang telah melaksanakan program 3R (Reuse, Reduce, Recycle) dalam pengolahan sampah domestik (Rumah Tangga) non-organik. Hasil survei awal diketahui bahwa RW 01 Kelurahan Hadimulyo Barat mengalami kendala dalam hal pengolahan sampah organik. Hingga saat ini hasil dari pemilahan timbulan sampah domestik berupa sampah organik masih ikut dibuang menuju TPAS (Tempat Pembuangan Akhir Sementara) Karang Rejo Kota Metro. Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan penyuluhan dan sosialisasi mengenai pengolahan sampah organik yang dapat membantu masyarakat khususnya RW 01 Kelurahan Hadimulyo Barat dalam mengolah timbulan sampah organiknya.Permasalahan dalam pengolahan sampah organik yang terdapat di RW 01 Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat dapat diselesaikan dengan menerapakan penggunaan maggot BSF dalam proses pengolahan sampah organik warga. Berdasarkan hal tersebut diatas dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat terkait Sosialisasi Pengolahan Sampah Organik dengan Menggunakan Maggot BSF yang bertujuan untuk: (1) meningkatkan pengetahuan warga tentang pengolahan sampah organik dengan menggunakan maggot BSF, (2) meningkatkan keterampilan warga dalam pembuatan wadah tumpuk maggot BSF serta Biopond, (3) memberdayakan masyarakat untuk mengolah sampah organik agar dapat bernilai ekonomi tinggi.Metode yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa sosialisasi, sharing knowledge dan praktik. Pada tahapan sosialisasi, narasumber menjelaskan mengenai maggot BSF yang meliputi siklus hidup, proses penguraian sampah organik, serta nilai ekonomis dari maggot BSF. Pada tahapan sharing knowledge masyarakat berkonsultasi mengenai jenis sampah organik yang dapat diolah, sedangkan pada tahapan praktik, dilakukan praktik pembuatan wadah tumpuk dan kolam biopond.Kegiatan pengabdian di RW 01 Kelurahan Hadimulyo Barat berlangsung dengan lancar dan memberikan hasil yang baik dan memuaskan. Antusiasme warga dalam sharing knowledge dan praktik menjadi tolak ukur keberhasilan kegiatan ini.
PENAMBAHAN ZAT ADDITIVE ANTI STRIPPING AGENT DAN FILLER SERBUK PVC PADA CAMPURAN ASPAL AC-WC Sriharyani, Leni; Septiadi, Dwi
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 14, No 1 (2024): November 2024
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v14i1.3830

Abstract

Aspal merupakan bahan konstruksi utama dalam pembangunan jalan dengan tipe perkerasan lentur. Fenomena yang sering terjadi pada kontruksi jalan adalah pengelupasan lapisan antara agregat dan aspal yang biasa di kenal dengan sebutan stripping. Stripping merupakan salah satu kerusakan jalan yang sering terjadi pada perkerasan lapis aus (AC- WC) karena lapisan aus yang letaknya paling atas, sehingga lapisan tersebut langsung bersentuhan dengan roda kendaraan umum, panas matahari, dan air hujan. Untuk meningkatkan kualitas aspal yaitu dengan cara memodifikasi aspalnya, atau dengan menambahkan zat kimia daya ikat antara agregat dan aspal yaitu dengan cara menggunakan zat (additive) berupa anti pengelupasan (anti stripping agent). Menurut ASTM (1989) bahan pengisi (filler) harus terdiri dari material yang dapat dibagi secara halus seperti abu batu, terak, kapur, semen, abu terbang atau material mineral yang sesuai. Pada penelitian ini menggunakan serbuk PVC sebagai bahan tambah (filler) dalam campuran aspal PVC merupakan polimer termoplastik kedua yang paling banyak digunakan di seluruh dunia, setelah polietilen dan polipropilena. Penelitian ini menggunakan zat additive anti stripping agent 0%, 0,1%, 0,2%, 0,3%, 0,4% dan serbuk PVC 0%, 1%, 2%, 2,5%, 3% serta variasiAspal penetrasi shell 60/70 5%, 5,5%, 6%, 6,5%, 7%. Hasil penelitian pada additive anti stripping agent 0,2% dan serbuk PVC 2% didapat KAO 5,90% serta stabilitas sisa sebesar 90,91%. Menurut Spesifikasi Umum Bina Marga Tahun 2018 Revisi 2, batas minimal nilai stabilitas sisa yaitu 90% yang artinya pada campuran variasi additive anti stripping agent 0,2% dan serbuk PVC 2% sudah memenuhi persyaratan