Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KINERJA PERSIMPANGAN TANPA LAMPU LALU LINTAS (STUDI KASUS PERSIMPANGAN PASAR WAY JEPARA) KABUPATEN LAMPUNG TIMUR Leni Sriharyani; Ida Hadijah
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2015): Mei 2015
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v4i2.568

Abstract

Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997) membedakan simpang atas simpang bersinyal ( traffic signal) dan simpang tak bersinyal ( non traffic signal). Simpang tak-bersinyal paling efektif apabila ukurannya kecil dan daerah konflik lalu-lintasnya ditentukan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas serta nilai tingkat kinerja jalan yang terjadi pada persimpangan tanpa lampu lalu lintas pasar Way Jepara. Data-data yang diperlukan dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Dimana data primer terdiri atas: data geometrik simpang, volume lalu lintas, hambatan samping. Sedangkan data sekunder yaitu terdiri atas: data jumlah penduduk dan peta jaringan jalan. Data primer dan sekunder selanjutnya di olah dan di analisis untuk mengetahui kinerja simpang pasar Way Jepara. Kapasitas persimpangan pasar Way Jepara pada hari Minggu untuk jam puncak pagi pukul 06.00-07.00 adalah 4547.786 smp/jam dan pada jam puncak siang pukul 13.00-14.00 sebesar 4151.144 smp/jam. Sedangkan pada hari Senin kapasitasnya pada jam puncak siang pukul 13.00-14.00 yaitu 4147, 263 smp/jam jam puncak pagi pukul 06.00-07.00 adalah 4383,510 smp/jam. Nilai derajat kejenuhan hari Minggu adalah 0,28 hingga 0,406 dan derajat kejenuhan hari Senin yaitu 0,269 hingga 0,52. Simpang pasar Way Jepara masih layak untuk menampung arus lalu lintas karena nilai derajat kejenuhan yang terjadi lebih kecil dari derajat kejenuhan yang disyaratkan oleh MKJI 1997 yaitu sebesar 0.85. Tingkat kinerja simpang selain derajat kejenuhan, maka tundaan dan peluang antrian pada hari Minggu tundaannya 7,182 det/smp hingga 8,36 det/smp dan peluang antriannya 4,38-12,68 % hingga 7,76-19,07 %. Pada hari Senin tundaannya 7,225 det/smp hingga 9,324 det/smp, peluang antriannya 4,13-12,215 % hingga 11,75-26,08 %. Solusi alternatif pemecahan permasalahan di persimpang pasar Way Jepara untuk kondisi eksisting adalah dengan memasang rambu STOP (berhenti) atau rambu YIELD (beri jalan/Give Way) dan memasang rambu pengendalian kecepatan.Kata kunci: Simpang Tak Bersinyal, Kapasitas, Derajat Kejenuhan
ANALISIS KINERJA SIMPANG TIDAK BERSINYAL KOTA METRO ( STUDI KASUS PERSIMPANGAN JALAN, RUAS JALAN JEND. SUDIRMAN, JALAN SUMBAWA, JALAN WIJAYA KUSUMA DAN JALAN INSPEKSI ) Leni Sriharyani; Ida Hadijah
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tapak.v6i1.262

Abstract

Simpang adalah pertemuan atau percabangan jalan baik sebidang maupun yang taksebidang. Simpang merupakan tempat yang rawan terhadap kecelakaan karena terjadinyakonflik antara pergerakan kendaraan dengan pergerakan kendaraan lainnya. Lokasi penelitianini merupakan daerah yang cukup padat, dimana disekeliling persimpangan terdapat kawasanpertokoan, perkantoran, kawasan bisnis, dan pendidikan, memiliki volume arus lalu lintastinggi, sering terlihat kendaraan dari jalan utama melakukan pergerakan manuver memutararah (u-turn), sering terjadi kemacetan, kecelakaan dan gangguan kelancaran arus lalu lintasyang disebabkan adanya konflik- konflik yang timbul akibat kendaraan yang melintas darilima arah yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja simpangtidak bersinyal pada persimpangan jalan, ruas Jl Jend. Sudirman, Jl Sumbawa, Jl WijayaKusuma dan Jl Inspeksi yang ada dalam kondisi existing saat ini berupa derajat kejenuhan,tundaan dan peluang antrian dengan pendekatan MKJI 1997 serta memberikan masukan atausolusi pemecahan permasalahan pada simpang tersebut. Metoda yang digunakan adalahdengan melakukan pengumpulan data primer dan data sekunder, survey volume lalu lintas,survey kecepatan, serta survey hambatan samping. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwaarus lalu lintas tertinggi terjadi pada hari Senin jam puncak siang pukul 12.00-13.00 sebesar2593 kend/jam atau 1971,3 smp/jam dengan kapasitas 2215,7 smp/jam, derajat kejenuhan0,88. Dari nilai derajat kejenuhan dapat diketahui bahwa kinerja simpang ini tergolongkelas E, melebihi nilai yang disyaratkan MKJI 0,75. Penanganan yang sesuai dengankinerja simpang tersebut dalam menguraikan permasalahan kemacetan, kecelakaan dankelancaran arus lalu lintas yaitu dengan memasang rambu lalu lintas dilarang putar balik (UTURN),memasang lampu lalu lintas satu warna (kuning), dan menutup batas tengah jalanutama (Jl. Jendral Sudirman) dengan median berupa beton pracetak yang bisa dibuka biladiperlukan sepanjang 33 meter, karena secara geometrik jalan utama pada persimpangan inimenikung hingga pandangan untuk kendaraan lain kurang bebas.
ANALISIS KAPASITAS RUANG PARKIR KENDARAAN KAMPUS 1 UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO Septyanto Kurniawan; Leni Sriharyani
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 10, No 1 (2020): November 2020
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v10i1.1316

Abstract

Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Metro yang kampus berlokasi di jalan Ki. Hajar Dewantara No. 116 Iring Mulyo Kecamatan Metro Timur. Jumlah mahasiswa, dosen dan karyawan yang terus meningkat signifikan sejak tahun 2016, menuntut pihak pengelola kampus untuk mampu memberikan pelayanan dan fasilitas penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas kepada mahasiswa dan seluruh civitas akademika Universitas Muhammadiyah Metro. Salah satu fasilitas tersebut adalah pembangunan gedung perkuliahan dan fasilitas kampus lainnya, telah menyebabkan menyempitnya lahan parkir di kampus. Penyebaran kedatangan dan keberangkatan kendaraan yang parkir tidak merata sepanjang  harinya, fasilitas parkir kendaraan pada pelataran/ halaman Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Metro disediakan hanya untuk dosen, karyawan, mahasiswa dan tamu yang datang pada Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Metro saja dikarenakan terbatasnya luas lahan parkir. Adapun jumlah kapasitas kendaraan parkir serta luas lahan/ petak parkir yang tersedia pada Kampus 1 Muhammadiyah Metro terbagi menjadi 5 yaitu : Daerah A dengan luas lahan/ petak parkir  2.694,18 M2, untuk kendaraan bermotor R4 64 unit dan kendaraan bermotor R2 33 unit, Daerah B dengan luas lahan/ petak parkir  631,66 M2, untuk kendaraan bermotor R2 163 unit, Daerah C dengan luas lahan/ petak parkir  1.568,87 M2, untuk kendaraan bermotor R2 306 unit, Daerah D dengan luas lahan/ petak parkir  1.286,59 M2, untuk kendaraan bermotor R4 24 unit, dan kendaraan bermotor R2 134 unit, Daerah E dengan luas lahan/ petak parkir  706,2 M2, untuk kendaraan bermotor R4 13 unit.
ANALISA ARUS KENDARAAN TERHADAP KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL DENGAN METODE PEDOMAN KAPASITAS JALAN INDONESIA 2014 (Studi Kasus Simpang Tiga Pasar Punggur Lampung Tengah) Leni Sriharyani; M Nur Hidayat
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tapak.v6i2.421

Abstract

Masalah lalu lintas sering dijumpai di berbagai daerah kususnya pada persimpangan tidak bersinyal, Simpang tak bersinyal pasar Punggur merupakan simpang tiga lengan simpang ini merupakan pertemuan dari arah Metro, Arah Kota Gajah, dan Dari Arah Gunung Sugih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai skr/jam dan kinerja simpang tak bersinyal pada simpang tiga pasar Punggur. Metode penelitian ini adalah survei lapangan yaitu penelitian yang dilakukan dengan meneliti lapangan secara lansung untuk mendapatkan data-data yang dibutuhkan. Perhitungan data untuk mengetahui nilai skr/jam dan perhitungan data kinerja simpang tak bersinyal menggunakan metode Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia 2014. Hasil analisa yang diperoleh, nilai kapasitas (C) dari tujuh hari pengamatan didapat nilai 1.894,50 skr/jampada hari Rabu pukul 14.00–15.00 WIB, derajat kejenuhan DJ sebesar 0,81 pada hari Rabu pukul 14.00-15.00 WIB dan tundaan simpang sebesar 13,96 det/skr pada hari Rabu pukul 14.00-15.00 WIB. Maka diperoleh kapasitas pada simpang tiga pasar punggur masih layak menampung volume lalu lintas kendaraan karena tidak melebihi kapasitas dasar persimpangan.
ANALISIS PENGUJIAN MARSHALL PADA ASPHALT CONCRETE-BINDER COURSE DENGAN CAMPURAN LATEKS Ida Hadijah; Leni Sriharyani
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 12, No 1 (2022): November 2022
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v12i1.2328

Abstract

Kerusakan jalan di Indonesia sering sekali terjadi, bahkan kerusakan terjadi sebelum jalan tersebut mencapai umur rencana yang telah ditetapkan. Ditambah lagi dengan kondisi iklim tropis di Indonesia yang berubah-ubah sehingga menjadi salah satu penyebab terjadinya kerusakan pada lapisan perkerasan. Dengan kondisi iklim dan kondisi perkerasan jalan di Indonesia tersebut sangat diperlukan bahan pengikat yang bersifat keras, titik lembek tinggi, elastis, pelekatan yang baik dan tahan lama. Untuk meningkatkan mutu aspal tersebut maka perlu penambahan zat aditif lain.   Penelitian ini menggunakan metode desain empiris secara eksperimen yaitu metode yang dilakukan dengan mengadakan kegiatan percobaan untuk mendapatkan data, data tersebut diolah untuk mendapatkan suatu hasil perbandingan dengan syarat-syarat yang ada, penyelidikan eksperimen dapat dilakukan didalam maupun diluar laboratorium. Campuran lateks pada asphalt concrete – binder course dalam penelitian ini menggunakan komposisi yang berbeda sesuai dengan perhitungan hasil gradasi dan menggunakan kadar aspal 4%, 4,5%, 5%, 5,5%, 6%, 6,5%, kadar lateks 0%, 4%, 7%, 10%, 11%, 13%.Dari hasil analisis diketahui campuran lateks pada Asphalt Concrete – Binder Course (AC-BC) yaitu, untuk kadar lateks 11% menghasilkan kadar aspal optimum pada aspal 4,5%, 5%, 5,5% memenuhi spesifikasi Binamarga (2010), untuk kadar lateks 13% menghasilkan kadar aspal optimum pada aspal 4,5% memenuhi spesifikasi binamarga (2010), sedangkan untuk kadar lateks 4%, 7%, 10% tidak memenuhi spesifikasi binamarga (2010).
KAJIAN FASILITAS PENYEBERANGAN SEKOLAH PADA KAWASAN PUSAT PENDIDIKAN JALAN KI. HAJAR DEWANTARA KOTA METRO Leni Sriharyani; Septyanto Kurniawan
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 12, No 1 (2022): November 2022
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v12i1.2322

Abstract

Daerah kampus Jalan Ki Hajar Dewantara merupakan kawasan pusat Pendidikan, dimana di area tersebut  terdapat sekolah mulai  dari tingkat taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas hingga perguruan tinggi. Letak gedungnya jaraknya sangat dekat. Volume lalu lintas pada saat jam sekolah yakni pagi dan sore sangatlah tinggi. Pengguna jalan baik pengendara kendaraan maupun pejalan kaki sama-sama menggunakan haknya di jam tersebut. Kesemrawutan terjadi terutama pada saat jam masuk sekolah dan jam pulang sekolah. Pada Kawasan ini minim sekali fasilitas penyeberangan bagi pejalan kaki, sehingga keamanan dan keselamatan pejalan kaki terutama anak-anak sekolah  belum dapat terlindungi.   Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode pengumpulan data dengan melakukan pengamatan dan observasi langsung di lapangan berupa survei perilaku penyeberang jalan, survei perilaku pengantar sekolah, survei kecepatan sesaat, survei volume lalu lintas dan kapasitas jalan.Dari hasil analisis yang telah dilakukan berdasarkan empat parameter, menunjukkan kondisi yang belum selamat, maka pada sekolah-sekolah yang berada di Jalan Ki. Hajar Dewantara yakni : (1) TK PGRI Iringmulyo, (2) SDN2 Metro Timur, (3) SMPN2 Metro, (4) MAN 1 Metro , perlu diterapkan ZoSS. Tingkat pelayanan jalan (Level of Service) ruas jalan Ki. Hajar Dewantara termasuk dalam kategori B yaitu Arus stabil, tetapi kecepatan operasi mulai dibatasi oleh kondisi lalu lintas.
ANALISIS TATA RUANG PARKIR RUMAH SAKIT MARDI WALUYO KOTA METRO Fakhri M Gufron; Leni Sriharyani; Ida Hadijah
JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Vol 2 No 1 (2021): JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1033.424 KB) | DOI: 10.24127/jumatisi.v2i1.3678

Abstract

Pada area parkir Rumah Sakit Mardi Waluyo pun, masih menggunakan tempat parkir yang seharusnya diperuntukkan untuk parkir, contohnya pada pintu masuk UGD (Unit Gawat Darurat), yang memang di peruntukkan untuk pasien yang harus mendapatkan penanganan medis yang cepat, tetapi dengan adanya parkir yang menutupi pada pintu masuk ruang UGD sangat menghambat pasien yang seharusnya membutuhkan penanganan cepat. Pola tata ruang parkir di Rumah Sakit Mardi Waluyo, masih banyak ditemukkan pola parkir / pemodelan parkir yang berbeda – beda yang masih memungkinkan bisa menjadi penyebab terjadinya penumpukkan kendaraan parkir pada Rumah Sakit Mardi Waluyo Kota Metro. Dari analisis tata ruang parkir rumah sakit mardi waluyo kota metro untuk karakteristik ruang parkir akumulasi parkir roda dua didapat pada hari senin 241 kendaraan dan roda empat didapat pada hari selasa 108 kendaraan, durasi parkir didapat lamanya waktu parkir untuk roda empat terdapat pada hari selasa yaitu 138,42 menit dan roda dua terdapat pada hari rabu 175,41 menit, kapasitas parkir kend/jam didapat hasil terbesar untuk roda empat terdapat pada hari senin 90,93 kend/jam dan roda dua pada hari selasa 52,60 kend/jam. Ketersediaan parkir untuk roda empat terdapar pada hari selasa 1134 kend dan roda dua terdapat pada hari rabu 1438 kend. Indeks parkir didapat hasil terbesar untuk roda empat pada hari selasa 97,2% dan roda dua terdapat pada hari senin 217,1%, untuk turn over pada roda empat terdapat pada hari selasa 0,47 PTO dan roda dua terdapat pada hari senin 0,79 PTO, kebutuhan ruang parkir didapat hasil perhitungan untuk roda empat 732 SRP dan roda dua 1377 SRP, untuk pola sudut parkir Rumah Sakit Mardi Waluyo Kota Metro masih dikatakan cukup dengan menggunakan pola sudut parkir sebelumnya yaitu 45°.
KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN ASPHAL CONCRETE –BINDER COURSE (AC-BC) DENGAN BAHAN PENGISI (FILLER) ABU BATU KAPUR (LIMESTONE) Merza Okta Vianda; Leni Sriharyani; Septyanto Kurniawan
JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Vol 2 No 1 (2021): JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.956 KB) | DOI: 10.24127/jumatisi.v2i1.3685

Abstract

Jalan merupakan sarana yang sangat penting digunakan untuk transportasi bagi masyarakat. Di Indonesia , kontruksi jalan sudah banyak menggunakan campuran Laston, karna dalam campuran ini akan menghasilkan lapisan perkerasan yang kedap air dan tahan lama, harga relatif murah dibandingkan dengan kontruksi jalan beton. Dalam penelitian ini dicoba menggunakan variasi filler berupa abu batu kapur (Limestone) sebagai alternatif bahan campuran lapis aspal beton AC-BC. (Limestone) sendiri banyak dijumpai di provinsi Lampung, Khususnya di Kabupaten pesawaran yang sebagian besar digunakan untuk bahan bangunan. Jenis penelitian ini adalah penambahan variasi filler (Limestone) kedalam campuran AC-BC dengan penambahan komposisi campuran sebesar 0% (tanpa bahan tambahan), 1%, 2%, 5%, 6% dan kadar aspal 4,5%, 5%, 5,5%, 6%, 6,5%. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa karakteristik Marshall seperti nilai VMA, VFA cenderung naik sedang nilai VIM, Flow, Stability, Marshall Quotient cenderung menurun karena pengaruh variasi filler. Di dapat KAO sebesar 5%, 5%, 5,1%, 5,5%, 5,6%, 5,8%, 5,9%, dan 6,4%. Berdasarkan spesifikasi Bina Marga 2010 di dapat penambahan variasi filler 1%, 2% dengan KAO 5,5%..
ANALISIS SIFAT FISIK DAN MEKANIS TANAH LEMPUNG MENGGUNAKAN BAHAN ADDITIVE DIFA SOIL STABILIZER DAN SEMEN Asep Harwanto; Yusuf Amran; Leni Sriharyani
JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Vol 2 No 2 (2021): JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1025.203 KB) | DOI: 10.24127/jumatisi.v2i2.3690

Abstract

Tanah dasar (subgrade) merupakan lapisan tanah asli yang terletak paling bawah yang berfungsi sebagai tempat perletakan lapis perkerasan dan mendukung konstruksi diatasnya. Daya dukung suatu lapisan tanah tertentu tergantung dari kepadatan tanah yang menyusun lapisan tersebut, semakin kecil CBR (California Bearing Ratio) suatu lapisan dari jenis tanah tertentu maka lapisan yang dibuat diatasnya haruslah semakin tebal. Salah satu tanah yang biasa ditemukan pada suatu konstruksi yaitu jenis tanah lempung.Tanah lempung memiliki kemampuan menyerap air yang cukup tinggi dan kondisi pengaliran air sangat rendah. Tanah lempung merupakan jenis tanah dengan daya dukung rendah, pengaruh air sangat besar terhadap perilaku fisik dan mekanisnya. Dari hasil penelitian/pengujian terhadap sampel tanah, secara umum menunjukkan semakin banyak persentase penggunaan semen maka daya dukung tanah semakin baik, namun jika penggunaan pada jenis tanah lempung berplastisitas rendah, dianjurkan penggunaan difa soil stabilizer yang digunakan secara bersamaan dengan semen persentase optimum pada 4% dari berat/volume tanah kering, yang diparameterkan melalui sifat mekanis tanah meliputi nilai hasil uji pemadatan tanah/uji proctor (kadar air optimum dan berat isi kering maksimum tanah) dan nilai hasil pengujian CBR laboratorium. Terjadi peningkatan daya dukung tanah yang diindikasikan adanya peningkatan nilai- nilai CBR tanah campuran dari nilai CBR tanah asli, pada persentase penambahan difa soil stabilizer dan semen sebesar 4% ternyata telah mampu meningkatkan nilai CBR tanah dasar menjadi 6,37% dari CBR tanah asli sebesar 2,7%, nilai ini telah memenuhi batas minimum CBR tanah dasar/sub grade yang ditentukan oleh spesifikasi umum Bina Marga Tahun 2010 yaitu sebesar 6%.
KEPADATAN LALU LINTAS AKIBAT HAMBATAN SAMPING RUAS JALAN KI HAJAR DEWANTARA KOTA METRO Leni Sriharyani; Ida Hadijah
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 12, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v12i2.2596

Abstract

Ruas Jalan Ki Hajar Dewantara Kota Metro merupakan kawasan pusat pendidikan, dimana di area tersebut  terdapat sekolah mulai  dari tingkat taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Volume lalu lintas pada saat jam puncak pagi dan sore sangatlah tinggi. Hambatan samping jalan pada ruas jalan ini terjadi pada pagi hingga sore hari. Parkir kendaraan orang tua yang menjemput anaknya disisi kanan dan kiri jalan serta pedagang makanan yang berjualan disisi kanan dan kiri jalan bahkan di atas trotoar sangatlah menggangu pengguna jalan. Tingginya kejadian hambatan samping ini sangat berdampak besar terhadap kelancaran arus lalu lintas sehingga menimbulkan kepadatan dan kemacetan terutama pada sore hari ketika jam sekolah telah selesai. Minimnya pengawasan dan rekayasa lalu lintas pada ruas jalan ini membutuhkan solusi untuk penyelesaiannya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode pengumpulan data dengan pengamatan dan observasi langsung di lapangan dengan melakukan  survei traffic counting, survei hambatan samping, survei kecepatan sesaat dan survei geometrik jalan. Volume lalu lintas yang melintasi ruas jalan Ki Hajar Dewantara adalah sebesar 1229,7 smp/jam. Kepadatan lalu lintasnya adalah 960 kendaraan/km. Aktivitas hambatan samping yang terjadi pada ruas jalan Ki Hajar Dewantara tergolong tinggi pada jam puncak pagi pukul 06.00-07.00 dengan frekuensi kejadian 770 dan frekuensi berbobot 524,4. Kegiatan kendaraan masuk dan keluar segmen jalan mendominasi 85,8 % dari seluruh hambatan samping yang terjadi. Hendaknya ada rambu, fasilitas penyeberangan orang dan petugas yang mengatur ketertiban lalu lintas pada saat jam sibuk pagi dan sore hari