Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Analisis Faktor Penyebab Stagnasi Partisipasi Pemuda dalam Organisasi Seka Truna Truni Sandhi Parama Artha di Banjar Medahan Agustini, Ni Putu Nisabela; Wahyuni, Ni Wayan Leni; Pratama, Octavianus Sumardana
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7345

Abstract

Seka Truna Truni (STT) merupakan organisasi kepemudaan tradisional di Bali yang memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan nilai-nilai sosial, budaya, serta sebagai wadah pembinaan generasi muda di tingkat desa adat. Namun, dalam beberapa tahun terakhir terjadi fenomena stagnasi partisipasi pemuda dalam berbagai kegiatan organisasi STT di Banjar Medahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan menurunnya tingkat partisipasi pemuda dalam organisasi Seka Truna Truni Sandhi Parama Artha di Banjar Medahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pengurus dan anggota organisasi, serta studi dokumentasi berupa data absensi kegiatan organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi pemuda dalam kegiatan paruman hanya berkisar antara 35–40% dari total anggota yang terdaftar. Kondisi ini mengindikasikan adanya stagnasi organisasi yang ditandai dengan rendahnya keterlibatan anggota dalam kegiatan rutin organisasi. Analisis data menunjukkan bahwa stagnasi partisipasi pemuda dipengaruhi oleh empat faktor utama, yaitu konflik prioritas antara aktivitas akademik atau pekerjaan dengan kegiatan organisasi, paradoks digital yang menggeser pola interaksi sosial dari ruang fisik ke ruang virtual, kekakuan program kerja organisasi yang kurang relevan dengan minat generasi muda, serta dinamika kepemimpinan yang masih bersifat top-down dan dipengaruhi oleh budaya senioritas. Penelitian ini merekomendasikan perlunya revitalisasi organisasi melalui inovasi program kerja, pemanfaatan teknologi digital secara produktif, serta pengembangan pola kepemimpinan yang lebih partisipatif guna meningkatkan keterlibatan pemuda dalam organisasi STT.
PKM Pemberdayaan Masyarakat Budidaya Asparagus Pada Kelompok Tani Renjani Di Banjar Selantang Desa Belok Sidan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung Octavianus Sumardana Pratama; I Made Sumada; Ni Made Anggia Paramesti Fajar
Postgraduated Community Service Journal Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pcsj.1.2.2020.48-52

Abstract

This study aims to increase community empowerment to cultivate asparagus through the Asparagus Renjani Farmer Group, in Banjar Selantang, Belok Sidan Village, Petang District, Badung Regency, Bali. This research design uses a qualitative approach with descriptive analysis. The population in this study was the Asparagus Farmer Rinjani Group in Banjar Dinas Selantang, Belok Sidan Village, Petang District, which consisted of 18 members. This research uses data collection from primary and secondary sources with the technique of determining positive sampling of informants from the results of interviews with the chairman and members who are considered potential in providing relevant information and in accordance with the reality in the field. The results of the study are in accordance with the problems faced by the Asparagus Tani group. Renjani, the solution offered to Asparagus farmers and administrators of the Asparagus Tani Renjani group regarding the problem of seedlings, as it has been explained that the seeds are imported from Taiwan. Farmers often complain that the seeds don't arrive at the targeted time, so the solution for that is that some farmers try to make their own seeds through seeds from the asparagus plant. Regarding financial management that has not been considered good, the solution we can provide is by educating on the importance of financial management and accounting. In carrying out promotions, it was conveyed to carry out promotions through social media. Given the development of increasingly sophisticated and practical and broad technology. Social media is a way that we can try to promote. Social media is broad and global.