Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

INOVASI BIOPORI SEBAGAI SOLUSI PENGELOLAAN SAMPAH DI DESA GEMPOL SARI, KECAMATAN SEPATAN TIMUR, BANTEN Hafizah Salsabilah; Febri Yani; Meisanti Meisanti
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 03 (2026): JUNI 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekhawatiran tentang sampah organik rumah tangga masih menjadi masalah lingkungan di Desa Gempol Sari, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan sampah organik dengan memanfaatkan biopori yang terbuat dari jerigen bekas. Metode yang digunakan adalah Penelitian Aksi Partisipatif (PAR) melalui serangkaian kegiatan penyuluhan, pelatihan praktis, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang manfaat biopori dan pengelolaan sampah organik, dengan nilai rata-rata meningkat dari 87,14 menjadi 95,00 dengan tingkat signifikansi 0,028 (p<0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa program tersebut efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat dan mendorong penerapan pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengolahan Sampah Berkelanjutan di Desa Pangkal Jaya, Kecamatan Nanggung Bahrul Falah; Amr Al Usaidi; Meisanti Meisanti
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2026): MEI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/4t09m738

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah masyarakat di Desa Pangkal Jaya, Kecamatan Nanggung ditandai dengan tidak adanya praktik pemilahan sampah dan tingginya ketergantungan terhadap pupuk kimia dalam kegiatan pertanian. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan sampah berkelanjutan serta pembuatan pupuk organik. Program dilaksanakan melalui empat tahapan terintegrasi yaitu sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Peserta terdiri dari ibu rumah tangga dan petani sebagai kelompok sasaran utama. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sosialisasi efektif meningkatkan pemahaman peserta tentang pentingnya pemilahan sampah yang diukur melalui pre-test dan post-test. Pelatihan pembuatan kompos dan pupuk organik memberikan keterampilan praktis yang dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat. Pendampingan selama kurang lebih satu hingga dua bulan memastikan keberlanjutan praktik yang telah dipelajari. Hasil evaluasi menunjukkan perubahan perilaku positif dalam pengelolaan sampah dan penurunan bertahap penggunaan pupuk kimia oleh petani peserta. Program ini membuktikan bahwa pemberdayaan masyarakat secara kolaboratif melalui edukasi, pelatihan, dan pendampingan dapat menciptakan perubahan perilaku lingkungan yang berkelanjutan.
Dari Sampah jadi Karya: Edukasi Daur Ulang Plastik Saset pada Anak Panti Asuhan Septyan Davin Hirzi; Nurcahyo Eka Saputra; Meisanti Meisanti
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2026): MEI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/39fkcn60

Abstract

Sampah plastik saset salah satu penyumbang limbah terbesar sulit terurai dan berdampak buruk terhadap lingkungan. Rendahnya kesadaran masyarakat, khususnya anak-anak di panti asuhan, terhadap pengelolaan sampah plastik menjadi tantangan yang perlu diatasi melalui pendekatan edukatif. Penelitian ini merupakan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk: (1) meningkatkan kesadaran anak-anak panti asuhan terhadap pengelolaan sampah plastik saset; (2) memberikan edukasi daur ulang plastik saset secara sederhana dan efektif; serta (3) mengembangkan kreativitas dalam mengubah limbah plastik keproduk bernilai guna. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 2 Mei 2026 di Panti Asuhan Yatim & Dhuafa Mizan Amanah Cipete dengan melibatkan 16 anak panti sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung pembuatan kerajinan dari plastik saset. dilakukan melalui instrumen pre-test dan post-test. Hasil terlihat peningkatan pemahaman yang sangat signifikan, di mana rata-rata skor pre-test sebesar 2,13 dari 7 menjadi 7,00 (100%) pada post-test. Seluruh peserta mampu menjawab seluruh post-test dengan benar. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran lingkungan, dan kreativitas anak-anak panti asuhan dalam pengelolaan sampah plastik saset.