Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemanfaatan Pelayanan K4 Oleh Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Kabupaten Sumba Timur Tahun Kartini Pekabanda; Sutopo Patria Jati; Atik Mawarni
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 4, No 3 (2016): Desember 2016
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.235 KB) | DOI: 10.14710/jmki.4.3.2016.169-176

Abstract

Pada tahun 2011-2013 terjadi penurunan cakupan K4 di Kabupaten Sumba Timur dan hanya mencapai 44,7%, jauh dari target 85%. Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa ibu hamil tidak mengetahui manfaat pelayanan K4 dan mempunyai kesulitan dalam akses pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan K4 oleh ibu hamil. Penelitianobservasional analitik ini menggunakan metode survey dengan desain cross sectional. Subjek penelitian adalah 96 ibu hamil yang dipilih secara multistage random sampling pada tingkat Puskesmas dan Desa. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis bivariat dengan uji Chi Square dan multivariat dengan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan 71,8% responden tidak memanfaatkan pelayanan K4, 66,7% pengetahuan kurang, 66,7% persepsi kurang terhadap pelayanan bidan, 52,1% tersedia sarana prasarana, 75,0% sulit untuk mencapai Puskesmas, 56,3% tidak tersedia biaya, 65,6% persepsi terhadap kebutuhan pelayanan K4 masih rendah. Ada hubungan positif antara pengetahuan (p=0,004), persepsi terhadap pelayanan bidan (p=0,004), sarana prasarana (p=0,444), kemudahan mencapai Puskesmas (p=0,001), ketersediaan biaya (p=0,006), persepsi terhadap kebutuhan (p=0,001) dengan pemanfaatan pelayanan K4. Tidak ada hubungan antara ketersediaan sarana prasarana Puskemas dengan pemanfaatan pelayanan K4. Faktor-faktor yang berpengaruh bersama-sama terhadap pemanfaatan pelayanan K4 adalah kemudahan mencapai Puskesmas (Exp-B=4,728, p=0,001) dan persepsi terhadap kebutuhan (Exp-B=4,177 p=0,001). Akses dan persepsi kebutuhan merupakan dua faktor utama dalam pemanfaatan pelayanan K4 di Kabupaten Sumba Timur. Disarankan Dinas Kesehatan untuk membangun Poskesdes di setiap Desa, agar pelayanan K4 lebih dapat dijangkau oleh ibu hamil.
UPAYA MENGURANGI RESIKO DAN CEGAH PENULARAN COVID-19 DALAM PELAYANAN KESEHATAN MELALUI PEMBAGIAN ALAT PELINDUNG DIRI BAGI PETUGAS KESEHATAN Antonetha Rosni Hunggumila; Maria Ch. Endang Sukartiningsih; Veronika Toru; Kartini Pekabanda; Ester Radandima
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 4, No 1 (2023): Mei: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jpkm.v4i1.19005

Abstract

Peningkatan kasus dan penularan virus covid-19 di Kabupaten Sumba Timur sangat meluas dan hampir semua Kecamatan terjangkit virus ini. Kesiapan rumah sakit maupun fasilitas kesehatan lainnya sangat diperlukan terutama dalam menerapkan kewaspadaan standar untuk mengurangi resiko terinfeksi penyakit menular pada petugas kesehatan baik dari sumber infeksi yang diketahui maupun dari yang tidak diketahui dan harus diterapkan terhadap semua pasien. Penggunaan APD dalam penanganan covid-19 oleh tenaga kesehatan yang terlibat langsung dalam merawat pasien covid merupakan hal yang sangat penting dan APD yang digunakan harus sesuai dengan standar. Pemerintah dan sistem pelayanan kesehatan wajib untuk memastikan ketersedian atau pasokan APD yang memadai untuk semua. Kementerian kesehatan merekomendasikan penggunaan alat pelindung diri dalam menghadapi wabah covid-19 meliputi: 1) masker (masker  dan masker bedah N95),  2) pelindung wajah(face shield), 3) pelindung mata (goggles), 4) apron, 5) lubah/gown, 6) sarung tangan, 7) Penutup kepala dan 8) sepatu pelindung. Kegiatan pengabdian masyarakat terlebih dilakukan survey dilapangan, menentukan masalah dan menghitung kebutuhan stakeholder dan mendistribusikan langsung ke sasaran.   Kebaruan dalam penelitian ini adalah pengabdian yang dilakukan yaitu survey lapangan, menentukan masalah dan menghitung kebutuhan stakeholder serta mendistribusikan langsung alat pelindung diri (APD). Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memenuhi kebutuhan persediaan APD bagi petugas kesehatan di puskesmas, klinik dan rumah sakit serta mengurangi resiko penularan dan infeksi nosokomial. Metode yang digunakan survey dan pembagian APD. Hasil dari pengabdian ini adalah terpenuhinya pasokan atau ketersediaan alat pelindung diri di pelayanan kesehatan.Kata kunci: Covid-19; APD; Penularan; Infeksi.
MEWUJUDKAN SISWA SEKOLAH DASAR YANG SEHAT MELALUI MAKANAN BERGIZI DAN POLA HIDUP BERSIH PADA MASA PANDEMI COVID Radandima, Ester; Toru, Veronika; Hunggumila, Antonetha R.; Pekabanda, Kartini
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 4, No 2 (2023): November: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jpkm.v4i2.23002

Abstract

Makanan bergizi pada masa pandemi covid-19 sangat penting bagi pola hidup manusia karena dengan mengkonsumsi makanan bergizi masyarakat dapat menjaga kesehatan sehingga virus tidak mudah menyerang tubuh dan dengan itu dapat memutuskan rantai penyebaran virus corona. Kekurangan gizi Pada anak usia sekolah dapat mengakibatkan terjadi gangguan perilaku,perkembangan fisiologi dan berdampak pada prestasi belajar anak. Kebaruan dalam kegiatan pengabdian ini karena mewujudkan siswa Sekolah Dasar yang sehat melalui makanan yang bergizi dan pola hidup bersih pada masa pandemi Covid. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan, pendidikan siswa tentang makanan bergizi. penurunan peningkatan angka kejadian covid 19. Metodenya yaitu sosialisasi dan penyuluhan. Bekerja Sama dengan pihak sekolah yaitu guru dan siswa sekolah dasar yang berjumlah 47 orang. Hasil evaluasi dari 47 orang peserta dapat memahami dan mengerti pentingnya makanan bergizi untuk meningkatkan imun pada masa pandemic covid 19. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat merupakan salah satu cara untuk melindungi diri dari penularan COVID-19. Kesimpulan bahwa Peserta mampu memperagakan cara mencuci tangan yang benar dan dapat menjelaskan kembali pentingnya PHBS dan makanan bergizi  untuk dapat meningkatkan pendidikan kesehatan pada siswa dan guru  dalam merubah perilaku hidup bersih dan sehat.Kata Kunci : Makanan bergizi; Hidup sehat; Covid 19.
PENCEGAHAN DBD MELALUI PEMBERDAYAAN KELUARGA DALAM PSN DAN PENANAMAN TANAMAN ANTI NYAMUK DI PEKARANGAN RUMAH Toru, Veronika; Landudjama, Leni; Hunggumila, Antonetha R.; Pekabanda, Kartini; Radandima, Ester; Rohi, Yublina
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 5, No 2 (2024): November: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jpkm.v5i2.25154

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi virus dengue yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk spesies Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang ditemukan di daerah tropis dan subtropics diseluruh dunia termasuk kepulauan di Indonesia. DBD adalah penyebab utama penyakit serius dan kematian di beberapa negara Asia dan Amerika Latin. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) prevalensi kasus DBD terus April 2022 kasus DBD meningkat hingga mencapai 398 kasus (Kasus anak sebanyak 318 kasus dan dewasa 80 kasus). Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk mencegah DBD Melalui Pemberdayaan Keluarga dalam PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) dan Pemanfaatan Tanaman Anti Nyamuk di Pekarangan Rumah. Metode pelaksanaan dimulai dari persiapan kegiatan, melakukan penyuluhan, melakukan pendampingan, dan evaluasi pelaksanaan. Hasil dari pelaksanaan kegiatan, keluarga mengalami peningkatan pengetahuan tentang DBD setelah pendidikan kesehatan dengan nilai rata-rata sebelum 26 % dan setelah pendidikan kesehatan sebesar 96,7%. Setelah pendidikan kesehatan sebanyak 10 keluarga telah melakukan kegiatan PSN. Sebelum pendidikan kesehatan yang memiliki tanaman antinyamuk sebanyak 1 keluraga, setelah melakukan kegiatan 10 keluarga telah memiliki tanaman antinyamuk. Kesimpulannya bahwa ada perubahan yang signifikan setelah melakukan pengabdian masyarakat terhadap 10 keluarga yang berada di wilayah Desa Mbatakapidu.Kata Kunci : Pencegahan DBD; Pemberdayaan Keluarga; PSN; Tanaman anti nyamuk. 
PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT DALAM PENGGUNAAN KELAMBU UNTUK MENCEGAH PENYAKIT MALARIA DI DESA MBATAKAPIDU SUMBA TIMUR Sukartiningsih, Maria Ch. Endang; Pekabanda, Kartini; Ki’i, Apliani Ina; Toru, Veronika; Rohi, Yublina; Radandima, Ester
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 8, No 3 (2024): JULI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNIT
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v8i3.25863

Abstract

Penyakit Malaria sampai saat ini masih menjadi persoalan di masyarakat, terutama di Sumba Timur. Tahun 2019, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur meluncurkan program pembagian kelambu secara massal kepada masyarakat karena kondisi geografis dan lingkungan yang mendukung perkembangan nyamuk pembawa malaria, tetapi tidak semua masyarakat memanfaatkan kelambu dengan tepat guna, masih ada beberapa masyarakat yang menggunakan kelambu untuk pagar sayuran di kebun. Kebaruan dalam penelitian ini karena menganalisis tentang pengetahuan dan sikap masyarakat dalam penggunaan kelambu untuk mencegah penyakit malaria. Tujuan penelitian ini berfokus pada sikap masyarakat dalam penggunaan kelambu untuk mencegah penyakit malaria di Desa Mbatakapidu Kecamatan Kota Waingapu Kabupaten Sumba Timur. Metode penelitian ini Observasional Analitik dengan desain studi Cross Sectional. Populasi penelitian ini masyarakat di Desa Mbatakapidu, sebanyak 95 responden dan teknik pengambilan sampel secara Simple Random Sampling secara survei.  Intstrument yang digunakan berupa lembar kuesioner di analisis secara bivariat. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan signifikan antara pengetahuan dengan penggunaan kelambu nilai p = 0,027. Ada hubungan antara sikap dengan penggunaan kelambu nilai p = 0,001 masyarakat di Desa Mbatakapidu. Kesimpulan bahwa pengetahuan dan sikap mempengaruhi masyarakat dalam penggunaan kelambu di Desa Mbatakapidu.
PENINGKATAN KOPING PENDERITA TUBERKULOSIS PARU MELALUI PENDAMPINGAN KELUARGA Radandima, Ester; Toru, Veronika; Pekabanda, Kartini
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 5, No 2 (2024): November: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jpkm.v5i2.27141

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyebab dari 10 kematian tertinggi di dunia. TB merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang dapat menyerang anak-anak maupun orang dewasa. World Health Organization (WHO) menyatakan secara global tuberkulosis menyebabkan kematian sekitar 1,3 juta penderita. Menurut WHO TB paru adalah suatu penyakit yang juga mempunyai angka kematian yang tinggi secara global. TB dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan dan, seperti menurunnya kemampuan fisiologis, keterbatasan interaksi sosial dan kebutuhan spiritual, menurunnya produktivitas kerja serta perubahan psikologis. Masalah psikologis yang dapat dihadapi oleh penderita TB, yaitu putus asa, stress, merasa bersalah dan ketakutan akan kematian. Tujuan dari Kegiatan ini adalah untuk meningkatkan koping penderita Tuberkulosis paru melalui pendampingan keluarga. Metode pelaksanaan ini dilakukan dari tahap persiapan seperti perizinan, koordinasi, identifikasi kemudian masuk dalam tahap pelaksanaan seperti sosialisasi, pendampingan dan monitoring evaluasi kegiatan dengan melihat apakah ada peningkatan koping individu setelah diberikan pendampingan keluarga. Hasil yang diperoleh yaitu bahwa penderita dan keluarga memahami tentang peningkatan koping dalam membentuk keluarga sehat sebagai role model dalam lingkungan masyarakat untuk mencapai kesehatan yang optimal dan meningkatkan koping penderita TB Paru di Desa Mbatakapidu. Kesimpulan bahwa terjadi peningkatan koping pada keluarga dan pasien TB dalam menjalani pengobatan maupun dalam pengambilan keputusan untuk mempertahankan kesehatan.Kata Kunci : TB Paru; Peningkatan koping; Keluarga.
Pengaruh Kondisi Lingkungan dan Perilaku terhadap Kejadian Penyakit Demam Berdarah Dengue: Tinjauan Pustaka Toru, Veronika; Pekabanda, Kartini; Mila, Antonetha R H; Radandima, Ester; Noviana, Ineke
JURNAL KESEHATAN PRIMER Vol 7 No Special Edition (2022): JKP (Jurnal Kesehatan Primer)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/jkp.v7iSpecial Edition.1783

Abstract

Background: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a significant health problem in Indonesia, especially in endemic areas. Even though public knowledge about dengue fever is adequate, the implementation of preventive behavior such as 3M Plus is still low. Environmental factors such as rainfall, temperature, humidity and population density also play a role in increasing the risk of spreading this disease. Objective: This study aims to review literature related to environmental factors and community preventive behavior that contribute to the incidence of dengue fever, as well as provide recommendations for interventions for more effective prevention. Method: This research uses a literature review study method by collecting data from scientific journals available on Google Scholar, PubMed, and Elsevier. This study identifies the relationship between environmental factors and 3M Plus behavior on the incidence of dengue fever, and analyzes relevant findings to develop better prevention strategies. Results: There is a significant relationship between environmental factors such as rainfall, temperature, humidity and population density with an increase in the incidence of dengue fever. Even though the public knows the dangers of dengue fever, many still rely on fogging and do not apply 3M Plus consistently. Behavioral factors such as lack of larval inspection and environmental cleanliness also have a big influence.
Pengetahuan dan Sikap Ibu Terhadap Pemberian Makanan Lengkap Pekabanda, Kartini; Toru, Veronika; Mila, Antonetha R H
JURNAL KESEHATAN PRIMER Vol 8 No Special Edition (2023): JKP (Jurnal Kesehatan Primer)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/jkp.v8iSpecial Edition.1784

Abstract

Background:     Introduction: Stunting has a negative impact in the short term, namely causing impaired brain development, intelligence, impaired physical growth, and metabolic disorders in the body. The long-term adverse effects that can be caused are decreased cognitive abilities and learning achievement, decreased immunity so that it is easy to get sick, and a high risk of degenerative diseases in old age. Objective: This study aims to analyze the relationship between knowledge and maternal attitudes towards the Accuracy of Providing Complementary Feeding. Method: The sampling technique used in this study was accidental sampling. The subjects of the study were 44 mothers who had babies who came for check-ups at the health center. Bivariable analysis with the Chi Square test. Results: Showed that 35.7% of mothers did not provide appropriate complementary feeding. 18% had a low level of knowledge about the accuracy of providing complementary feeding, 16% of respondents had a low attitude about the accuracy of providing complementary feeding. There is a positive relationship between maternal knowledge (p = 0.001) and maternal attitudes (p = 0.001) with the accuracy of providing complementary feeding at the Kambaniru Health Center, East Sumba Regency.
Pengetahuan dan Sikap Ibu Balita tentang Stunting Pekabanda, Kartini; Toru, Veronika; Mila, Antonetha R H; Radandima, Ester
JURNAL KESEHATAN PRIMER Vol 7 No Special Edition (2022): JKP (Jurnal Kesehatan Primer)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/jkp.v7iSpecial Edition.1802

Abstract

Background: Stunting is the biggest problem in the world and East Nusa Tenggara is one of the largest contributors to stunting. Nggaha Ori Angu Health Center in 2019 reached 26.1%, in 2020 reached 29.6%, and in 2021 decreased by 24.5%, Makamenggit Village in 2019 reached 33%, in 2020 decreased by 25.4%, in 2021 22.5%. Objective: This study is to determine the knowledge and attitudes of mothers of toddlers about stunting in Makamenggit Village, Work Area of ​​Nggaha Ori Angu Health Center, East Sumba Regency. Method: The type of research used in this study is a descriptive method that aims to determine the knowledge and attitudes of mothers of toddlers about stunting in Makamenggit Village, Nggaha Ori Angu Health Center Work Area. Results: Respondents of mothers of toddlers about stunting in the Nggaha Ori Angu Health Center work area consisting of 33 mothers of toddlers who have good knowledge as many as 3 people (9.1%), have sufficient knowledge as many as 14 people (42.4%), have less knowledge as many as 16 people (48.5%), have a good attitude 21 people (63.6%), who have less attitude 12 people (36.4%).
Pola Asuh Ibu Balita dalam Pemberian Makan pada Anak Stunting Pekabanda, Kartini; Toru, Veronika; Mila, Antonetha R H; Radandima, Ester
JURNAL KESEHATAN PRIMER Vol 6 No Special Edition (2021): JKP (Jurnal Kesehatan Primer)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/jkp.v6iSpecial Edition.1807

Abstract

Introduction: Stunting is a condition of growth failure in children under five years of age (toddlers). The condition of growth failure that occurs in toddlers is caused by a lack of nutritional intake over a certain period of time, as well as repeated infections, especially in the First 1,000 Days of Life (HPK). One of the indirect causes of stunting is the parenting pattern of the toddler's parents. Data on stunting in the Kananggar Health Center Work Area amounted to 204 cases. Objective: The purpose of this study was to determine the description of the parenting pattern of mothers of toddlers in providing food to stunted children in the Kananggar Health Center Work Area, East Sumba Regency. Method: This type of research uses a descriptive method, the population of this study were all mothers of toddlers in the Kananggar Health Center Work Area, the number of samples was 30 people, the sampling technique used Simple Random Sampling by survey from house to house. The research instrument used a questionnaire sheet and was analyzed univariately. Results: Parenting patterns of mothers in feeding toddlers in the Kananggar Health Center Working Area from 30 respondents who used permissive parenting patterns were 25 people (83.3%), Neglect 3 people (10%) and Democratic 2 people (6.6%).