Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Analisis Faktor Dominan yang Mempengaruhi Peran Keluarga dalam Pencegahan Penularan TB di Desa Kambatatana Gunawan, Yosephina E S; Landi, Melkisedek; Pekabanda, Kartini; Mulu, Servasius To'o Jala; Radandima, Ester; Mosa, Erlin Rambu Dulu
JURNAL KESEHATAN PRIMER Vol 7 No Special Edition (2022): JKP (Jurnal Kesehatan Primer)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/jkp.v7iSpecial Edition.1827

Abstract

Introduction: Pulmonary tuberculosis is a contagious disease that requires a long treatment period, making family support crucial in the healing process. Objective: This study aims to explain the role of the family in preventing the transmission of pulmonary tuberculosis within the family at Kawangu Health Center, Kambatatana Village. Methods: This research used a descriptive design with total sampling as the sampling technique. The instrument used in this study was a questionnaire. Results: The study findings revealed that the role of the family in medication assistance was reported by 18 participants (78%), the role of the family in using personal protective equipment (PPE) was reported by 14 participants (61%), the role of the family in maintaining environmental cleanliness was reported by 22 participants (96%), and the role of the family in meeting nutritional needs was reported by 17 participants (74%).
Gambaran Kualitas Hidup Dan Pengalaman Klinis Pada Pasien Tuberculosis Paru Di Lingkungan Pedesaan Dan Perkotaan Radandima, Ester; Toru, Veronika; Mila, Antonetha R.H.; Pekabanda, Kartini
Journals of Ners Community Vol 14 No 1 (2023): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i1.2625

Abstract

Indonesia adalah salah satu negara yang menduduki peringkat empat tertinggi dengan kasus TB di Asia Tenggara, yang dibuktikan dengan kematian penderita TB masih sebesar 95% dari keseluruhan kasus. Hal ini juga terjadi di Kabupaten Sumba Timur khususnya di Puskesmas dan Puskesmas Kambaniru. Data yang didapatkan pada Puskesmas Nggoa mulai tahun 2018 hingga 2020 mengalami penurunan. Tahun 2020 ini terdapat 3 pasien TB dengan rincian 2 laki – laki dan 1 perempuan. Sedangkan data di Puskesmas Kambaniru mulai tahun 2018 hingga 2020 juga mengalami penurunan. Tahun 2020 ini terdapat 5 pasien TB dengan rincian 3 orang laki – laki dan 2 orang perempuan. Memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai kualitas hidup, pengalaman klinis pada pasien TB di lingkungan pedesaan dan perkotaan Kabupaten Sumba Timur. Desain penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Infoman dipilih dengan teknik pusposive sampling, dengan wawancara mendalam mengenai gambaran kualitas hidup, pengalaman klinis serta dukungan social terhadap pasien TB. Sampel penelitian didapatkan lima orang yang telah memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Dalam penelitian ini diperoleh hasil yaitu mengenai gambaran kualitas hidup pasien TB dan pengalaman klinis terhadap pasien TB adalah dari 5 Responden memiliki kesadaran untuk melakukan pengobatan TB dengan harapan kesembuhan dan puas dengan pelayanan yang didapatkan selama melakukan pengobatan TB. kualitas hidup, pengalaman klinis pada masyarakat yang tinggal di kota dan desa khususnya wilayah Kabupaten Sumba Timur merupakan komponen penting yang harus diperhatikan oleh tenaga kesehatan dalam proses pengobatan pasien TB. TB membutuhkan perawatan dan perhatian dari berbagai sektor untuk meningkatkan kepatuhan berobat penderita. Diharapkan lebih aktif mencari informasi TB melalui membaca berita atau buku mengenai TB dan bertanya pada petugas kesehatan
Hubungan Status Gizi Ibu Dan Pola Asuh Dengan Stunting Pada Balita Usia 24-36 Bulan Di Puskesmas Rambangaru Rosni Hunggumila, Antonetha; Pekabanda, Kartini; Toru, Veronika; Radandima, Ester
Journals of Ners Community Vol 14 No 1 (2023): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i1.2630

Abstract

Stunting describes the condition of failure to thrive in toddlers. Maternal nutritional status during pre-pregnancy, pregnancy and lactation is a critical period for child growth and development. In addition to maternal factors, parenting plays a very important role in the nutritional status of children. This study aims to determine the relationship between maternal factors and child care patterns with stunting. Research Design: The research design used a cross sectional method with a sample size of 106 children under five. Collecting data through interviews using a questionnaire with a sampling technique of systematic random sampling. The variables studied were stunting, maternal nutritional status, SEZ, Hb levels, feeding practices, hygiene habits and child care. Results: Stunting was found to be 43.4%, maternal nutritional status (BMI) was thin by 38.7%, anemia during pregnancy 25.5%, KEK 17%, poor feeding practices by 54%, poor hygiene habits 62, 3% and child caregivers who are not biological mothers 66%. Variables related to stunting were hygiene habits (AOR=3.342;95%CI=1.266-8.825;p=0.01) and KEK variables (AOR=4.293;95%CI=1.054-17.486;p=0.04). Variables that were not associated with stunting were maternal nutritional status (BMI), Hb levels, feeding practices and child care. Conclusion: Chronic energy deficiency during pregnancy and hygiene habits were found to be associated with stunting. Suggestions to increase educational activities for pregnant women about nutrition through empowering groups of MCH enthusiasts and families in an effort to improve family nutrition and clean living behavior.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PELAJAR DENGAN TINDAKAN PENCEGAHAN DBD PADA SISWA SMA KRISTEN Veronika Toru; Ester Radandima; Kartini Pekabanda; Anthonetha R.H Mila; Maria Kareri Hara
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 5, No 3 (2023): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v5i3.19940

Abstract

Data dari Kementerian Kesehatan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia mencapai 13.683 orang, di NTT yang menderita DBD sebanyak 1.337. Angka tersebut terus meningkat menjadi 1.563 orang. Kebaruan dalam penelitian ini karena menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap pelajar dengan tindakan pencegahan DBD pada siswa SMA Kristen. Tujuan penelitian menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap pelajar dengan tindakan pencegahan DBD pada siswa SMA Kristen. Metode penelitian kuantitatif dengan rancangan analitik observasional. Teknik Analisa data analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Uji dua variabel menggunakan chi-square untuk mengetahui hubungan di antara variabel. Uji banyak variabel menggunakan regresi logistik biner mendapatkan nilai rasio odds (OR), 95% CI, dan nilai p, di mana setiap variabel dengan nilai p 0,25 diikutsertakan dalam uji banyak variabel menggunakan metode ENTER. Hasil analisis univariat menunjukkan sebagian besar mempunyai pengetahuan yang kurang baik yaitu 70%, sikap yang kurang baik yaitu 60%. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan (P-value 0,001) antara pengetahuan, sikap dengan tindakan pencegahan DBD pada siswa SMA. Analisis multivariat menunjukkan variabel pengetahuan dan sikap secara statistik berhubungan dengan tindakan pencegahan DBD. Secara berturut-turut variabel yang paling berpengaruh adalah pengetahuan terdiri dari pendidikan yang baik berhubungan 6 kali dengan tindakan yang baik dalam pencegahan DBD (PR: 6,008;95%CI: 2,127-16,967; P-value 0,001),  variabel sikap yaitu baik berhubungan 5 kali dengan tindakan yang baik dalam pencegahan DBD (PR: 4,682; 95%CI: 1,784-12,286; P-value 0,002). Kesimpulan terdapat korelasi antara pengetahuan, sikap, dan perilaku dalam mencegah penyakit DBD pada siswa SMA Kristen.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL DENGAN PEMERIKSAAN HIV DI PUSKESMAS WAINGAPU TAHUN KABUPATEN SUMBA TIMUR 2024 Yublina Rohi; Kartini Pekabanda; Maria Christina Endang Sukartiningsih
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 1: Juni 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang. Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) masih menjadi tantangan kesehatan global, termasuk di Indonesia. Pemeriksaan HIV pada ibu hamil merupakan langkah penting dalam mencegah penularan dari ibu ke anak. Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah penyakit yang bekerja dengan cara merusak system imun tubuh sehingga penderita mudah terserang penyakit infeksi oportunistik bila jumlah CD4 (sel darah putih atau limphocyte/Sel-T) menurun atau kadar viral loadnya meningkat. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu hamil tentang HIV dengan pelaksanaan pemeriksaan HIV di Puskesmas Waingapu tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari ibu hamil yang melakukan kunjungan ke Puskesmas Waingapu Maret-April tahun 2024. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang mengukur tingkat pengetahuan tentang HIV serta riwayat pemeriksaan HIV selama kehamilan. Analisis data menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antara dua variabel. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu hamil dan informasi tentang HIV dengan pelaksanaan pemeriksaan HIV. Ibu yang pernah mendengar tentang HIV lebih cenderung melakukan pemeriksaan (69,23%) dibandingkan dengan yang belum pernah mendengar (25,53%), dengan nilai p = 0,000. Temuan ini menunjukkan bahwa akses terhadap informasi memiliki peran penting dalam mendorong tindakan pencegahan. Selain itu, tingkat pengetahuan juga berpengaruh signifikan (p = 0,007), di mana ibu dengan pengetahuan tinggi menunjukkan angka pemeriksaan yang jauh lebih tinggi (68,62%) dibandingkan ibu dengan pengetahuan rendah (23,8%). Simpulan: Pengetahuan dan paparan informasi terkait HIV merupakan faktor yang secara signifikan berkontribusi terhadap keputusan ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan HIV. Intervensi edukatif dan promosi kesehatan menjadi kunci penting untuk meningkatkan partisipasi dalam pemeriksaan ini. Saran: Diharapkan pihak Puskesmas dan tenaga kesehatan dapat meningkatkan kegiatan penyuluhan dan konseling untuk mendorong ibu hamil melakukan pemeriksaan HIV secara rutin.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DAN SIKAP IBU DENGAN PEMERIKSAAN INSPEKSI VISUAL ASETAT Pekabanda, Kartini; Toru, Veronika; Radandima, Ester; Mila, Anthonetha R.H; Rohi, Yublina
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 7, No 1 (2025): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v7i1.27647

Abstract

Kanker serviks adalah penyebab utama tingginya tingkat kematian wanita di seluruh dunia. Tingginya risiko yang dihadapi oleh wanita terhadap kanker serviks mendorong pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan Inspeksi Visual Asetat (IVA). Hasil studi pendahuluan Puskesmas Kabaniru menunjukkan bahwa tingkat penemuan awal kanker serviks dapat dilakukan melalui pemeriksaan IVA yang diperuntukkan bagi wanita usia subur masih rendah. Berdasarkan hal tersebut, perlu dikaji berbagai permasalahan yang dihadapi para ibu khususnya wanita usia subur yang telah menikah di area pelayanan Puskesmas Kabaniru. Kebaruan dari penelitian ini adalah peningkatan pengetahuan ibu dan sikap yang lebih positif melalui pendidikan kesehatan yang tepat sasaran dapat secara signifikan mendorong partisipasi dalam pemeriksaan deteksi dini kanker serviks Puskesmas Kabaniru. Desain Penelitian mengadopsi tipe penelitian kuantitatif dan kerangka bentuk penelitian observasional analitik dengan penerapan metode survei serta desain cross-sectional. Subyek penelitian terdiri dari 95 wanita usia subuh yang telah menikah, dengan menerapkan metode pengambilan sampel acak berstrata proporsional, dan unit pengambilan sampelnya adalah tiap kelurahan. Pengumpulan data dilaksanakan melalui wawancara dengan memanfaatkan kuesioner terstruktur. Analisis bivariat dilakukan dengan menerapkan uji chi-square. Hasil penelitian bahwa 58,9% responden belum melakukan pemeriksaan inspeksi visual asetat, 64,3% responden memiliki pemahaman yang rendah tentang pemeriksaan inspeksi visual asetat, dan 54,7% responden memiliki sikap yang kurang terhadap pemeriksaan inspeksi visual asetat. Hubungan positif antara pengetahuan ibu (p=0,000) dengan sikap ibu (p=0,000) berdasarkan pemeriksaan IVA di daerah pelayanan Pusat Kesehatan Masyarakat Kambaniru. Kesimpulan bahwa pengetahuan dan sikap ibu berperan signifikan dalam mendorong partisipasi ibu dalam pemeriksaan IVA.
Factors Associated with K4 Service Utilization by Pregnant Women in the Working Area of Kambaniru Health Center East Sumba District Pekabanda, Kartini; Rohi, Yublina
JURNAL KESEHATAN PRIMER Vol 3 No 1 (2018): JKP (Jurnal Kesehatan Primer)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/jkp.v3i1.252

Abstract

Background: In 2014-2015 there was decline coverage of K4 in East Sumba regency and it was only reached 44.7%, it was far from the target of 85%. Preliminary study results show that pregnant women do not know the benefits of k4, access to remote health care, expensive transfortasi cost. The purpose of this study is to determine the factors a associated with the utilization of k4 services by pregnant women ini puskesmas kambaniru. Methods: This analytic observational study uses survey methods with a cross-sectional design. The Subjects of the study were 84 pregnant women were who were selected by clustered random sampling at the health center and village. Data were collected by interviews using a structured questionnaire. Bivariate analysis is tested by the chi square test and multivariate logistic regression. Results: The research results showed that 59.5% of respondents did not utilize K4, 61.9% was lack of knowledge, 60.7% was hard to reach health center, 57.1% did not have costs, 57.1% had low perception of K4. There is a positive relationship between knowledge (p = 0.001), ease of reaching health center (p = 0.02), the availability of cost (p = 0.001), perception of needs (p = 0.02) with the use of K4. Conclusion: There is a relationship between knowledge, ease o reaching puskesmas, availability o cost, perception to requirement with utilization of service K4.
LITERATURE REVIEW: CHALLENGES IN REACHING VOLUNTARY COUNSELING AND TESTING SERVICES FOR HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS SUFFERERS Rohi, Yublina; B.T. Liunokas, Oklan; Christina Endang S., Maria; Pekabanda, Kartini; Toru, Veronika; Radandima, Ester
JURNAL KESEHATAN PRIMER Vol 10 No 1 (2025): JKP (Jurnal Kesehatan Primer)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/jkp.v10i1.1785

Abstract

Background:  Human Immunodeficiency Virus (HIV) is a disease that works by damaging the body's immune system so that patients are susceptible to opportunistic infectious diseases when the number of CD4 (white blood cells or lymphhocyte/T-cells) decreases or the viral load level increases. Objective: To identify challenges in achieving voluntary counseling and testing services for people with human immunodeficiency virus.  Methods: literature review, literature search process using Google Scholar and Pubmed databases with the keyword 'Challengesi in Reaching Voluntary Counseling and Testing Services for Human Immunodeficiency Virus Sufferers'. The inclusion criteria are journals published in the 2021-2024 range, journal types of articles with quantitative, qualitative, empirical research methods, pdf full text journals, articles taken are national and international journal articles. Results: The challenges in achieving voluntary counseling and testing services for people with HIV are influenced by several things, including lack of cost, limited provision of logistics for examinations, stigma and discrimination both from patients and the community, including health workers, knowledge about HIV in at-risk people as well as the community, and limitedservice facilities and health human resources that are still limited both in terms of number and knowledge of VCT.
EFFECTIVENESS OF HOME-BASED CARE AND MULTI-FAMILY GROUP SUPPORT ON COPING AND TREATMENT ADHERENCE IN TUBERCULOSIS CLIENTS Ester Radandima; Kartini Pekabanda; Antonetha Rosni Hunggumila; Veronika Toru; Irene Febriany Mamo Kitu
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 6 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background : Tuberculosis (TB) is still a global health problem with low levels of medication adherence as one of the causes of drug resistance. Home-Based Care with Multi-Family Group Support programs are seen as able to improve coping strategies and client compliance. Objective: To determine the influence of the Home-Based Care Program with the Multi-Family Group Support approach on coping strategies and treatment adherence of TB clients. Methods: A quasi-experimental study with a pre-test post-test with control group design involved 56 TB respondents who were divided into intervention and control groups. The research instrument used a coping strategy questionnaire (COPE Inventory) and a treatment compliance observation sheet. Data analysis was carried out in univariate, bivariate (paired t-test, independent t-test), and multivariate (linear regression test). Results: There was a significant improvement in adaptive coping strategies (p<0.05) and medication adherence (p<0.05) in the intervention group compared to the controls. The most influential factors were family support and the intensity of group meetings. Conclusion: The Home-Based Care Program with a Multi-Family Group Support approach effectively improves coping strategies and treatment adherence in TB patients. The Home-Based Care Program with a Multi-Family Group Support approach is effective in improving coping strategies and treatment adherence in TB clients.
Pengaruh Edukasi Kader Hipertensi Terhadap Peningkatan Pengetahuan Keluarga Tentang Pencegahan Stroke di Desa Mbatakapidu: Pengabdian Veronika Toru; Irene Febriany Mamo Kitu; Ester Radandima; Kartini Pekabanda; Oklan B.T Liunokas
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6944

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi diidentifikasi secara global sebagai pembunuh senyap (the silent killer) karena sering kali tidak memunculkan gejala klinis awal hingga memicu komplikasi fatal. Hipertensi yang tidak terkontrol menjadi salah satu penyebab serangan jantung, stroke, penyakit ginjal kronis, dan demensia yang paling penting dan dapat dicegah. Pemberdayaan kader kesehatan desa sebagai agent of change diperlukan untuk menjembatani kesenjangan informasi ini. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini, yaitu untuk mengetahui pengaruh edukasi oleh kader dalam meningkatkan pengetahuan keluarga tentang pencegahan stroke di Desa Mbatakapidu. Metode: Kegiatan ini dilaksanakan pada tahun 2026 di Desa Mbatakapidu dengan melibatkan 5 orang kader kesehatan dan 20 perwakilan keluarga yang memiliki anggota penderita hipertensi. Metode yang digunakan meliputi pembekalan kader di balai desa, diikuti dengan edukasi komunitas melalui kunjungan rumah (home visit) selama ±30 menit oleh kader kepada keluarga sasaran. Evaluasi keberhasilan dilakukan secara kuantitatif dengan membandingkan tingkat pengetahuan sebelum (pre-test) dan dua minggu sesudah intervensi (post-test) menggunakan kuesioner terstruktur. Hasil: Sebelum dilakukan edukasi, mayoritas keluarga memiliki tingkat pengetahuan yang kurang yaitu sebesar 60% (12 orang). Setelah mendapatkan intervensi edukasi terstruktur dari kader, tingkat pengetahuan keluarga mengalami peningkatan signifikan dengan 80% (16 orang) keluarga berhasil mencapai kategori pengetahuan yang baik. Kesimpulan: Edukasi berbasis pemberdayaan kader hipertensi melalui kunjungan rumah terbukti efektif meningkatkan pengetahuan keluarga secara signifikan dalam upaya pencegahan stroke di tingkat komunitas.