Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Kebiasaan Membuang Sampah di Sungai Bulango dan Dampaknya Terhadap Masyarakat Desa Boidu Kabupaten Bone Bolango Yulianti Tahir; Misran Rahman; Rapi Us Djuko; Nurain Karnain
Student Journal of Community Education Volume 5 No. 1: Agustus 2025
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/sjce.v5i1.2599

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Kebiasaan Masyarakat Membuang Sampah di Sungai Bulango Dan Dampaknya Terhadap Masyarakat di Desa Boidu Kabupaten Bone Bolango. Jenis Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dampak yang terjadi akibat kebiasaan masyarakat membuang sampah di sungai bulango yakni (1) Terjadinya Banjir, (2) Menurunnya kualitas air minum, (3) Membunuh Biota Air, (4) Menjadi sarang penyakit dan (5) Penumpukan Sampah di dasar sungai.
Penguatan Implementasi Kurikulum Berbasis Kebutuhan Masyarakat Melalui Pendampingan Program PNFDI PKBM Karawo Bone Bolango Nurain Karnain; Halim K. Malik
PRAWARA Jurnal ABDIMAS Vol 5 No 3 (2026): PRAWARA JURNAL ABDIMAS
Publisher : CV. Manha Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum pada lembaga pendidikan nonformal memegang peranan penting dalam menghasilkan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Namun demikian, implementasi kurikulum di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sering menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterbatasan sumber daya, karakteristik warga belajar yang heterogen, serta tuntutan penyelarasan dengan kebutuhan dunia kerja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat implementasi kurikulum berbasis kebutuhan masyarakat melalui kegiatan observasi partisipatif, pendampingan, diskusi, dan evaluasi bersama pengelola PKBM Karawo Kabupaten Bone Bolango. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi identifikasi kebutuhan, observasi lapangan, wawancara mendalam dengan kepala PKBM dan warga belajar, diskusi kelompok, serta penyusunan rekomendasi pengembangan kurikulum. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa PKBM Karawo telah mengimplementasikan Kurikulum 2013 yang dipadukan dengan pendekatan Teaching Factory (TEFA), sehingga pembelajaran tidak hanya berorientasi pada pencapaian kompetensi akademik, tetapi juga pengembangan keterampilan vokasional dan kewirausahaan. Pendampingan yang dilakukan menghasilkan beberapa rekomendasi strategis, antara lain penguatan integrasi kebutuhan masyarakat dalam penyusunan kurikulum, peningkatan kemitraan dengan UMKM, optimalisasi pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran, serta pengembangan model evaluasi berbasis kompetensi. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman pengelola mengenai pengembangan kurikulum adaptif yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Model pendampingan yang dilaksanakan dapat direplikasi pada PKBM lain dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan nonformal yang relevan dengan kebutuhan lokal.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Menyimpang pada Remaja di Desa Gandasari Kecamatan Tolangohula Kabupaten Gorontalo Misran S. Asi; Abd Hamid Isa; Zulkarnain Anu; Halim K Malik; Nurain Karnain
Student Journal of Community Education Volume 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/sjce.v5i2.4379

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perilaku menyimpang pada remaja di Desa Gandasari, Kecamatan Tolangohula, Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus intrinsik yang bersifat fenomenologis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, yang dianalisis secara tematik melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku menyimpang remaja, merupakan hasil dari interaksi berbagai faktor. Faktor individu,Faktor keluarga,Faktor teman sebaya,faktor lingkungan sosial, Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor Teman Sebaya menjadi Faktor paling dominan yang memicu bentuk penyimpangan seperti tawuran, balap liar, minum-minuman keras dan pencurian. Perilaku tersebut tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan merupakan hasil sinergi negatif dari berbagai faktor internal dan eksternal. Oleh karena itu, Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam mengawasi dan membina remaja agar terhindar dari perilaku menyimpang.
Analisis Faktor Sosial, Budaya, dan Ekonomi dalam Kesenjangan Gender Nurain Karnain; Misran Rahman; Hariansya Lahama; Muhammad Muhdu Attaufik; Siti Khairunnisa
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal Vol 11, No 3 (2025): September 2025
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/aksara.11.3.%p.2025

Abstract

Diskriminasi terhadap perempuan masih menjadi masalah dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya terkait akses terhadap pekerjaan dan pengembangan karir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor sosial, budaya, dan ekonomi yang memengaruhi kesenjangan gender di Kelurahan Heledulaa Utara, Kota Timur, Kota Gorontalo. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan penyebaran kuesioner kepada masyarakat, khususnya perempuan dan tokoh masyarakat laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan di wilayah ini memiliki akses yang relatif setara dengan laki-laki dalam pendidikan, pekerjaan, dan partisipasi sosial, namun masih terdapat hambatan kultural seperti stereotip dan dominasi laki-laki dalam pengambilan keputusan rumah tangga. Penelitian ini menunjukkan pentingnya penguatan kesadaran dan perlindungan hak-hak perempuan guna mencapai kesetaraan gender yang berkeadilan.