Kurikulum pada lembaga pendidikan nonformal memegang peranan penting dalam menghasilkan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Namun demikian, implementasi kurikulum di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sering menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterbatasan sumber daya, karakteristik warga belajar yang heterogen, serta tuntutan penyelarasan dengan kebutuhan dunia kerja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat implementasi kurikulum berbasis kebutuhan masyarakat melalui kegiatan observasi partisipatif, pendampingan, diskusi, dan evaluasi bersama pengelola PKBM Karawo Kabupaten Bone Bolango. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi identifikasi kebutuhan, observasi lapangan, wawancara mendalam dengan kepala PKBM dan warga belajar, diskusi kelompok, serta penyusunan rekomendasi pengembangan kurikulum. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa PKBM Karawo telah mengimplementasikan Kurikulum 2013 yang dipadukan dengan pendekatan Teaching Factory (TEFA), sehingga pembelajaran tidak hanya berorientasi pada pencapaian kompetensi akademik, tetapi juga pengembangan keterampilan vokasional dan kewirausahaan. Pendampingan yang dilakukan menghasilkan beberapa rekomendasi strategis, antara lain penguatan integrasi kebutuhan masyarakat dalam penyusunan kurikulum, peningkatan kemitraan dengan UMKM, optimalisasi pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran, serta pengembangan model evaluasi berbasis kompetensi. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman pengelola mengenai pengembangan kurikulum adaptif yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Model pendampingan yang dilaksanakan dapat direplikasi pada PKBM lain dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan nonformal yang relevan dengan kebutuhan lokal.