Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PERAN BIMBINGAN KONSELING ISLAM DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PENYULUHAN KESEHATAN MASYARAKAT Dhyanti, Damar Retno; Kusnawan, Aep; Miharja, Sugandi
Counseling For All : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5 No 2 (2025): Counseling For All : Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas Nias Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57094/jubikon.v5i2.3019

Abstract

This study aims to analyze the role of Islamic guidance and counseling in enhancing the effectiveness of public health outreach. The research employed a library research method complemented by in-depth interviews with health educators at Giri Mande Community Health Center. The findings indicate that Islamic guidance and counseling can integrate psychological, educational, and spiritual aspects into health outreach activities, creating a more holistic and comprehensive approach. This approach positively impacts individuals’ understanding of their health conditions while fostering healthy lifestyle behaviors and discipline in maintaining good living habits. The integration of Islamic values such as tawakkul (trust and reliance on Allah) and dzikir (remembrance of Allah) also strengthens participants’ mental and spiritual aspects, enabling them to face health challenges with mental readiness and spiritual calm. Moreover, Islamic counseling contributes to comprehensive health education, including mental health, reproductive health, and disease prevention, through a more personal and contextualized approach. Therefore, Islamic guidance and counseling not only serve as an educational medium but also as a tool for empowering individuals to achieve physical, mental, and spiritual well-being. This study emphasizes that integrating spiritual values into health outreach is an effective strategy for promoting public health comprehensively
Penyuluhan Penguatan Moderasi Beragama Pada Remaja Siswa Sekolah Menengah Umum Miharja, Sugandi
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 04 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i04.5442

Abstract

Bangsa Indonesia sedang giat membangun. Diperlukan konsepsi pembangunan yang mendukung ke arah itu, termasuk di dalamnya pembangunan keagamaan yang sinergis. Moderasi beragama yang digulirkan Kementerian Agama patut didukung semua pihak untuk penguatannya. Sekolah adalah bagian dari subjek utama kaum milenial ke arah penguatan moderasi beragama ini. Fokus penelitian mengacu kepada keunggulan asset pada komunitas lokasi penelitian di organisasi intra sekolah lembaga pendidikan. Tujuan penelitian untuk meningkatkan penguatan moderasi beragama dilihat dari peran serta siswa, respons peserta, dan capaian hasil peningkatan moderasi beragama. Metodologi penelitian ini merupakan proses logis secara campuran antara kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian diminta mengikuti wawancara secara terstruktur menggunakan instrumen quesioner digital sebagai proses kuantitiaf dan wawancara langsung secara terbuka sebagai proses kualitatif. Sebanyak 100 siswa ini mengikuti penyuluhan penguatan moderasi beragama. Dan terdapat 700 siswa yang tidak mengikuti penyuluhan moderasi, namun mereka mengisi instrumen sebelum penyuluhan moderasi beragama. Hasil penelitian menunjukkan adanya inspirasi dan arah untuk melaksanakan penguatan moderasi beragama melalui organisasi intra sekolah. Mereka pun merasa senang dan mendapat manfaat dari adanya penyuluhan penguatan moderasi beragama: 69% sangat senang, 16% senang. Terdapat peningkatan indeks moderasi beragama sebesar 15 point semula 67 menjadi 82.
EKSPLORASI MULTIKULTURAL: SINTESIS PARIBASA SUNDA DAN FALSAFAH ABADI TORAJA SEBAGAI NILAI HIDUP DI ERA DISRUPSI DIGITAL Ramadhan, Muhammad Ilham; Miharja, Sugandi; Salsabila , Rofiqa Zulfa; Dahlan, Bayani
TASHWIR Vol. 13 No. 01 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jt.v13i01.16420

Abstract

Abstract: Highlighting the need for integration of local wisdom into education and community development in the digital era, in order to build resilience amidst rapid change. By adopting a multicultural approach, communities are expected to be able to face digital disruption without losing their identity and traditional values ​​that have been inherited. This study explores the synthesis between Sundanese paribasa and Toraja's eternal philosophy as an effort to principle life values ​​in understanding and maintaining local wisdom values ​​in the era of digital disruption. With the rapid development of information technology, many traditional values ​​are threatened, so an approach is needed that can harmonize cultural heritage with the demands of the times. The research method used is descriptive qualitative. The data collection methods used are interviews, observations, and literature studies on Sundanese paribasa and Toraja philosophy and their relevance in the context of modern life. The results of the study show that both Sundanese paribasa and Toraja philosophy emphasize the importance of love for nature, social solidarity, and balance in life, which are very relevant in facing the challenges of globalization and digital disruption. The synthesis of these two cultures can be used as a basis for building ethical and responsible characters in using technology, as well as strengthening community identity. This research is expected to be a reference for the development of education and policies that support the preservation of local wisdom amidst the rapid flow of change. Keywords:. Multicultural, Synthesis, Sundanese paribasa, Toraja eternal philosophy, era of digital disruption   Abstrak:Menyoroti perlunya integrasi kearifan lokal ke dalam pendidikan dan pengembangan komunitas dalam era digital, agar dapat membangun resilien di tengah perubahan yang cepat. Dengan mengadopsi pendekatan multikultural, masyarakat diharapkan dapat menghadapi disrupsi digital tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai tradisional yang telah terwariskan.Penelitian ini mengeksplorasi sintesis antara paribasa Sunda dan falsafah abadi Toraja sebagai upaya untuk prinsip nilai hidup dalam memahami dan mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal di era disrupsi digital. Dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi, banyak nilai-nilai tradisional yang terancam keberadaannya, sehingga diperlukan pendekatan yang dapat mengharmonisasikan warisan budaya dengan tuntutan zaman. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan studi pustaka mengenai paribasa Sunda dan falsafah Toraja serta relevansinya dalam konteks kehidupan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik paribasa Sunda maupun falsafah Toraja menekankan pentingnya kecintaan terhadap alam, solidaritas sosial, dan keseimbangan hidup, yang sangat relevan dalam menghadapi tantangan globalisasi dan disrupsi digital. Sintesis kedua budaya ini dapat dijadikan sebagai dasar untuk membangun karakter yang etis dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi, serta memperkuat identitas masyarakat. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pengembangan pendidikan dan kebijakan yang mendukung pelestarian kearifan lokal di tengah arus perubahan yang cepat Kata Kunci : Multikultural, Sintesis, Paribasa sunda, Falsafah abadi toraja,disrupsi digital
Peran Konseling Komunitas dalam Mitigasi Bencana di Lingkungan Sekolah: Pendekatan Preventif dan Pemulihan Psikososial Arya, Sukarya; Miharja, Sugandi
Nosipakabelo: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 6 No. 01 (2025): NOSIPAKABELO: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING KEISLAMAN
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/nosipakabelo.v6i01.3731

Abstract

Bencana alam dan non-alam dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap lingkungan sekolah, termasuk gangguan psikologis dan sosial pada siswa. Dalam konteks ini, konseling komunitas berperan penting dalam mitigasi bencana, baik melalui pendekatan preventif maupun pemulihan psikososial. Jurnal ini membahas peran konseling komunitas dalam memfasilitasi kesiapsiagaan bencana, memberikan dukungan psikologis, serta membangun ketahanan sosial di lingkungan sekolah. Dengan mengkaji berbagai data dan contoh kasus, diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang pentingnya konseling komunitas dalam menghadapi bencana.