Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Efisiensi Penggunaan Air Bersih pada Proses Beam House Penyamanan Kulit dengan Reuse Air Limbah sebagai Penerapan Green Manufacturing di PT. Elco Indonesia Sejahtera Deva Akbar Faturohman; Aviasti; Asep Nana Rukmana
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v4i2.14905

Abstract

Abstract. PT. Elco Indonesia Sejahtera is a tannery company that produces leather products from sheep, goat, and cow hides for garments, gloves, and handicrafts. Water is critical in their production processes, particularly in the Beam house and Tanning stages, where large quantities of water are required. This high consumption not only raises operational costs but also generates significant volumes of wastewater, which must be properly managed to avoid environmental harm. This research aims to design a water reuse process that is safe for production and can reduce the amount of liquid waste discharged into the environment. The study focuses on applying Green manufacturing principles to optimize water use in production. It proposes a Wetland system for wastewater treatment and reuse in the Beam house process. The research also includes an analysis of water use efficiency based on the proposed design and a financial feasibility study for implementing the reuse process. The findings reveal that the Wetland system improves water use efficiency, achieving a 39% efficiency increase in the liming process and a 55% increase in the pickle process. Additionally, the financial analysis shows a Benefit cost ratio of 1.98, indicating that the investment in the reuse system is economically viable. In conclusion, this study successfully demonstrates that a Wetland-based water reuse system not only enhances the efficiency of water use in the tannery industry but also provides significant financial be efits, promoting a more sustainable and cost-effective operation Abstrak. PT. Elco Indonesia Sejahtera merupakan industri penyamakan kulit dengan produk kulit (kulit domba, kambing dan sapi) untuk bahan garments, gloves dan barang kerajinan. Dalam industri ini sumber daya air memiliki peranan penting, karena setiap proses produksi penyamakan kulit membutuhkan air dengan kuantitas sangat besar terutama pada proses Beam House dan Tanning. Konsumsi air yang tinggi tidak hanya meningkatkan biaya operasional, tetapi juga menghasilkan limbah dengan volume besar dan diperlukan pengelolaan tepat untuk mencegah dampak buruk pada lingkungan. Penelitian ini bertujuan merancang proses reuse air yang aman digunakan dalam produksi serta dapat mengurangi limbah cair yang dibuang ke sungai. Fokus utama penelitian ini adalah menilai penerapan konsep Green Manufacturing terhadap penggunaan air dalam proses produksi dan merancang sistem reuse air limbah menggunakan sistem Wetland untuk menghemat penggunaan air bersih pada proses Beam House. Selain itu, penelitian ini juga mencakup analisis efisiensi penggunaan air bersih berdasarkan usulan rancangan dan studi kelayakan investasi secara finansial untuk implementasi proses reuse tersebut. Dengan demikian, penelitian ini berupaya mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan efisiensi operasional melalui penerapan industri berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan penerapan Green Manufacturing dalam penggunaan air pada proses produksi melalui penerapan media reuse. Perancangan menggunakan sistem Wetland menghasilkan efisiensi 39% untuk proses liming dan 55% untuk proses pickle. Selain itu, hasil analisis kelayakan investasi menunjukkan nilai Benefit Cost Ratio sebesar 1,98, yang menunjukan bahwa pembangunan media reuse layak untuk dilaksanakan. Dengan demikian, penelitian ini berhasil menunjukkan bahwa penggunaan media reuse air tidak hanya meningkatkan efisiensi penggunaan air tetapi juga memberikan manfaat finansial yang positif.
PENETAPAN POTENSI UNGGULAN KECAMATAN DI KABUPATEN BANDUNG Rukmana, Asep Nana; Aviasti; Amaranti, Reni; Shakira , Muhammad Akbar
Journal of Research and Technology Vol. 6 No. 1 (2020): JRT Volume 6 No 1 Jun 2020
Publisher : 2477 - 6165

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.163 KB) | DOI: 10.55732/jrt.v6i1.137

Abstract

Economic development is a continuous effort to improve people’s welfare. The main problem in regional development lies in the development of policies that are based on the specific characteristics of the area concerned (endogenous development) by using the potential of human resource, institutional, and natural resource locally (regions). Potential leading sectors in Bandung Regency are agriculture, plantation, livestock, fishery, industry, and tourism. Each sub-district in Bandung Regency region has potential leading sectors that need to be set as leading sectors to be further developed. The purpose of this research was to identify the variables that influence the determination of superior potential of sub-districts in Bandung Regency. The method used to create a model in determining the superior potential of sub-districts in Bandung Regency was the Analytical Hierarchy Process (AHP) method. In this research, 4 sub-districts were taken as an example of the model that were Majalaya, Banjaran, Soreang, and Cimenyan District. Leading sectors assessment of the four districts had the following priority sequence: Majalaya District is for the Industrial sector with a priority weight of 0.326, Agriculture 0.254, Tourism 0.163, Plantation 0.149, and Livestock 0.107; Banjaran District, had the Plantation sector with priority weights 0.294, Industry 0.207, Tourism 0.205, Agriculture 0.165, and Livestock 0.128; Soreang District, had the Agriculture sector with priority weights 0.278, Industry 0.222, Plantation 0.208, Tourism 0.199, and Livestock 0.093; Cimenyan District, had the Tourism sector with priority weights 0.373, Agriculture 0.223, Industry 0.195, Plantation 0.129, and Livestock 0.081. The sub-criteria/factors that were priorities in determining the superio sectors of the district, the top 5 of the 12 sub-criterias/factors were capital, technology, business management, market availability, and prices.
Perbaikan Kualitas menggunakan Metode Fault Tree Analysis dan Failure Mode and Effect Analysis untuk Meminimasi Kecacatan Produk Syaefan Abdillah; Asep Nana Rukmana; Selamat
Jurnal Riset Teknik Industri Volume 4, No. 1, Juli 2024, Jurnal Riset Teknik Industri (JRTI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrti.v4i1.3750

Abstract

Abstract. Biyan Convection is a company engaged in the convection of pants with the main raw material being cloth. The production produced at Biyan Convection includes several types of products such as culottes, pleated skirts, and baggy pants following the growing trend. The products produced by Biyan Convection are often found to fail in the form of defects caused by the company's lack of supervision or control over the products produced during the production process from the start to the finished product. The aim of the research is to identify the factors that cause defects in Biyan Convection products and to design improvement proposals to reduce and prevent defects in Biyan Convection products. Efforts to fix these problems are carried out by first identifying and analyzing them using the Fault Tree Analysis and Failure Mode and Effect Analysis methods. Based on an analysis using a pareto diagram, the types of defects found in Biyan Convection products are uneven stitching defects of 28.45%, tears of 52.52%, uneven rib rubber of 76.19%, and wrong size of 85.91%. Abstrak. Konveksi Biyan merupakan perusahaan yang bergerak di bidang konveksi celana dengan bahan baku utama kain. Produksi yang dihasilkan di Konveksi Biyan meliputi beberapa jenis produk seperti celana kulot, rok lipit, dan celana longgar mengikuti trend yang sedang berkembang. Produk yang dihasilkan oleh Konveksi Biyan sering ditemukan adanya kegagalan berupa kecacatan yang disebabkan karena kurangnya pengawasan atau pengendalian perusahaan terhadap produk yang dihasilkan selama proses produksi dari awal hingga produk jadi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab terjadinya kecacatan pada produk Konveksi Biyan dan merancang usulan perbaikan untuk mengurangi dan mencegah terjadinya kecacatan pada produk Konveksi Biyan. Upaya perbaikan masalah tersebut dilakukan dengan terlebih dahulu mengidentifikasi dan menganalisis menggunakan metode Fault Tree Analysis dan Failure Mode and Effect Analysis. Berdasarkan analisis menggunakan diagram pareto, jenis-jenis cacat yang terdapat pada produk Biyan Convection adalah cacat jahitan tidak rata sebesar 28,45%, sobek sebesar 52,52%, karet rusuk tidak rata sebesar 76,19%, dan salah ukuran sebesar 85,91%.
Efektivitas Pelatihan Pengelolaan Keuangan Kelompok Usaha Olahan Ikan Patin Desa Cibinong Purwakarta Rukmana, Asep Nana; Anwar, Aviasti; Supena, Agus Nana; Amaranti, Reni; Septiani, Anis
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 7, No 4 (2024): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v7i4.7236

Abstract

Pengelolaan keuangan merupakan hal yang sangat penting dan diperlukan untuk suatu usaha. Dengan melakukan pencatatan keuangan membantu mengetahui kondisi usaha dan perkembangannya. UMKM salah satu sektor penting dalam perekonomian di Indonesia. Pada tahun 2023 tercatat sebanyak 64 juta UMKM di Indonesia. Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh UMKM dalam mengembangkan bisnisnya adalah rendahnya permodalan. Pemerintah sudah membantu UMKM melalui perbankan supaya dapat memberikan bantuan modal bagi UMKM melalui program KUR. Salah satu persayaratan dalam pengajuan program ini yaitu pelaku UMKM harus mempunyai catatan pengelolaan keuangan yang baik. Pengelolaan keuangan yang baik bagi para UMKM dipengaruhi oleh literasi keuangan yang mereka dapatkan. Dengan begitu dapat dikatakan bahwa literasi keuangan memegang peranan penting dalam menentukan seberapa baik pelaku UMKM dapat mengelola keuangan mereka. Metode yang dilakukan dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yaitu pelatihan pengelolaan keuangan dilakukan bertujuan untuk mengatasi tantangan keuangan yang dihadapi, meningkatkan daya saing, dan mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan. Kegitan pelatihan dilaksanakan di desa Cibinong Kecamatan Jatiluhur Kabupaten Purwakarta. Peserta pelatihan merupakan masyarakat desa cibinong sebagai pelaku UMKM produk olahan ikan patin. Hasil dari pelatihan adanya peningkatan 37% pemahaman peserta pelatihan bahwa pengelolaan keuangan sangat penting untuk usah mereka dan peningkatan 67% pemahaman mengenai tatacara pengelolaan keuanagan. Pelatihan yang dilakukan memberikan dampak positif bagi peningkatan pemahaman peserta pelatihan.
Meningkatkan Daya Saing Pengrajin Alas Kaki Melalui Pelatihan Pengembangan Produk dan E-Commerce Rukmana, Asep Nana; Aviasti, Aviasti; Supena, Agus Nana; Amaranti, Reni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 8, No 4 (2025): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v8i4.9532

Abstract

Cibaduyut, Kota Bandung, dikenal sebagai sentra industri alas kaki nasional yang sempat berjaya pada era 1990-an hingga awal 2000-an. Namun, sejak 2008, industri ini mengalami penurunan akibat kebijakan Perdagangan Bebas ASEAN-China (ACFTA), serta berbagai tantangan seperti persaingan produk impor, kualitas produk yang belum standar, akses pasar terbatas, minimnya teknologi, dan lemahnya branding lokal. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kualitas dan inovasi produk, memperluas pasar melalui e-commerce, serta memperkuat daya saing dan kemandirian pengrajin. Kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan dan pendampingan kepada sembilan pengrajin alas kaki di Bandung. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap pengembangan produk dari rata-rata 66,67 menjadi 82,22 (naik 23,33%), serta e- commerce dari rata-rata 80 menjadi 88,89 (naik 11,11%). Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan mampu meningkatkan literasi digital dan keterampilan kewirausahaan peserta, serta mendorong terwujudnya UMKM alas kaki yang berkelanjutan dan berdaya saing global.
PENETAPAN POTENSI UNGGULAN KECAMATAN DI KABUPATEN BANDUNG Rukmana, Asep Nana; Aviasti; Amaranti, Reni; Shakira , Muhammad Akbar
Journal of Research and Technology Vol. 6 No. 1 (2020): JRT Volume 6 No 1 Jun 2020
Publisher : 2477 - 6165

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/jrt.v6i1.137

Abstract

Economic development is a continuous effort to improve people’s welfare. The main problem in regional development lies in the development of policies that are based on the specific characteristics of the area concerned (endogenous development) by using the potential of human resource, institutional, and natural resource locally (regions). Potential leading sectors in Bandung Regency are agriculture, plantation, livestock, fishery, industry, and tourism. Each sub-district in Bandung Regency region has potential leading sectors that need to be set as leading sectors to be further developed. The purpose of this research was to identify the variables that influence the determination of superior potential of sub-districts in Bandung Regency. The method used to create a model in determining the superior potential of sub-districts in Bandung Regency was the Analytical Hierarchy Process (AHP) method. In this research, 4 sub-districts were taken as an example of the model that were Majalaya, Banjaran, Soreang, and Cimenyan District. Leading sectors assessment of the four districts had the following priority sequence: Majalaya District is for the Industrial sector with a priority weight of 0.326, Agriculture 0.254, Tourism 0.163, Plantation 0.149, and Livestock 0.107; Banjaran District, had the Plantation sector with priority weights 0.294, Industry 0.207, Tourism 0.205, Agriculture 0.165, and Livestock 0.128; Soreang District, had the Agriculture sector with priority weights 0.278, Industry 0.222, Plantation 0.208, Tourism 0.199, and Livestock 0.093; Cimenyan District, had the Tourism sector with priority weights 0.373, Agriculture 0.223, Industry 0.195, Plantation 0.129, and Livestock 0.081. The sub-criteria/factors that were priorities in determining the superio sectors of the district, the top 5 of the 12 sub-criterias/factors were capital, technology, business management, market availability, and prices.
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENGARSIPAN PERATURAN DI PERGURUAN TINGGI SWASTA Nurrahman, Ahmad Arif; Rukmana, Asep Nana; Abdurahman, Agung
JSI (Jurnal sistem Informasi) Universitas Suryadarma Vol 10 No 2 (2023): JSI (Jurnal sistem Informasi) Universitas Suryadarma
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jsi.v10i2.1075

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah proses pengarsipan peraturan pada salah satu perguruan tinggi swasta di Bandung, yang masih menggunakan cara konvensional dengan menyimpan arsip pada lemari arsip, pencatatan unit yang membuat arsip di sekretariat rektor, dan pengiriman arsip menggunakan kurir serta pencatatan laporan hasil pengiriman oleh kurir ditulis pada lembar catatan. Hal tersebut tentunya dapat menimbulkan berbagai masalah yang dapat menghambat proses pengambilan keputusan dan proses penyampaian informasi. Metode yang digunakan dalam perancangan sistem informasi pengarsipan peraturan yaitu Unfied Modeling Language (UML) dengan berorientasi pada arsip. Alat perancangan sistem yaitu Use-Case Diagram, Data Flow Diagram (DFD), dan Entitiy Relationship Diagram (ERD). Alat pembangunan sistem yaitu XAMPP , web server Apache, database MySQL, dan text editor Sublime Text. Untuk membangun interface aplikasi menggunakan bahasa pemograman HTML dan PHP. Didapatkan hasil perancangan sistem informasi pengarsipan peraturan menggunakan teknologi informasi yang meningkatkan aspek-aspek dalam kerangka kerja PIECES yaitu dalam aspek performansi menghasilkan waktu pengiriman arsip pada tembusan surat lebih cepat. Pada aspek informasi menghasilkan data yang akan tersimpan dengan aman karena terdapat database dan akses informasi tidak dapat diakses oleh pihak tidak berkepentingan. Pada aspek ekonomi menghasilkan biaya untuk mencetak kertas serta biaya pengiriman arsip yang sebelumnya memakai kurir berkurang. Pada aspek control menghasilkan sistem keamanan dengan password serta kendali arsip oleh ketiga entitas sehingga akses sesuai kebutuhan user. Pada aspek efisiensi menghasilkan proses pencarian arsip lebih mudah, dan aspek service menghasilkan arsip dapat diakses dimana saja dan kapan saja dengan koneksi internet. Kata kunci: Sistem Informasi, Pengarsipan, PIECES, Unified Modeling Language