Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Cultivating a Tolerant Generation, Integrating Islamic Values with Local Wisdom in Education Mala, Asnal; Badriyah, Laila; Mufaizah, Mufaizah
Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars Vol 8 No 1 (2024): AnCoMS, Oktober 2024
Publisher : Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Wilayah IV Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/ancoms.v8i1.590

Abstract

This study aims to explore the integration of Islamic values and local wisdom in education as an effort to cultivate a tolerant generation. Utilizing a case study method, the research was conducted in several schools that implement a curriculum based on these values. Data were collected through interviews, observations, and document analysis to understand the implementation of these values in the teaching and learning process. The findings indicate that the integration of Islamic values and local wisdom significantly contributes to the enhancement of students' attitudes toward tolerance. Education that combines Islamic values with local wisdom not only enriches the learning experience but also fosters the character of a tolerant and inclusive generation. This research contributes to the development of a more holistic curriculum to be applied in educational institutions.
MENGEMBANGKAN CRITICAL THINGKING DALAM PEMBELAJARAN PAI Mufaizah, Mufaizah; Masfufah , Masfufah; Retno, Rachmadonna; Salwa, Firda
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.25482

Abstract

Pendidikan Agama Islam adalah upaya sadar yang terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, hingga mengimani ajaran agama Islam, dibarengi dengan tuntunannya untuk menghormati penganut agama lain dalam hubungannya dengan kerukunan antar umat beragama hingga terwujud kesatuan dan persatuan bangsa. Pendidikan Agama Islam adalah usaha sadar yang dilakukan pendidik dalam rangka mempersiapkan peserta didik untuk menyakini, memahami dan mengamalkan ajaran Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran atau pelatihan yang telah ditentukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan Kemampuan berpikir yang ada pada diri peserta didik. Kemampuan ini membantu peserta didik menghadapi setiap permasalahan dengan menggunakan pemikiran ilmiah. Berpikir kritis terdiri dari kata berpikir dan kritis, menurut KBBI berpikir adalah menggunakan pikiran untuk mempertimbangkan dan memutuskan sesuatu, sedangkan kritis dimaknai dengan sifat tidak mudah percaya, selalu berusaha menemukan masalah, dan ketajaman dalam menganalisis. Banyak pendapat ahli yang menjelaskan pengertian critical thinking. Namun, pengertian berpikir kritis dapat disimpulkan sebagai kemampuan berpikir manusia dengan menggunakan pemahaman yang fokus dan mendalam hingga menemukan titik terang yang pasti.
Implementasi Program Kecakapan Penerapan Ibadah (KPI) dalam Menunjang Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMK YPM 1 Taman Sidoarjo Abidin, Zainal; Mufaizah, Mufaizah
An-Nafah: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 2 No. 2 (2022): November 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Taswirul Afkar Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64469/an-nafah.v2i2.25

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) Strategi program kecakapan penerapan ibadah (KPI) di sekolah menengah kejuruan (SMK) YPM 1 Taman Sidoarjo 2) Program kecakapan penerapan ibadah (KPI) menunjang pembelajaran pendidikan agama islam (PAI) di sekolah menengah kejuruan (SMK) YPM 1 Taman Sidoarjo. 3) Faktor-faktor yang menghambat dan yang mendukung dari penerapan program kecakapan penerapan ibadah (KPI) dalam menunjang pembelajaran PAI di SMK YPM 1 Taman Sidoarjo. Melalui penelitian fenomonologi deskriptif mengenai Strategi Program Kecakapan Penerapan Ibadah (KPI) Dalam Menunjang pembelajaran Penididikan Agama Islam (PAI) di SMK YPM 1 Taman Sidoarjo. Penelitian ini memberikan hasil:; 1) Strategi program kecakapan penerapan ibadah (KPI) yang menjadi salah satu karakteristik dan program unggulan di Yayasan Pendidikan dan Sosial Ma’arif (YPM) adalah dengan praktik langsung. Tujuan program ini tentunya sebagai salah satu upaya penanaman nilai agama islam secara langsung, yaitu melalui praktek secara langsung kecakapan-kecakapan ibadah keseharian yang telah mereka pelajari sebelumnya secara teoritis di kelas. 2) Program kecakapan penerapan ibadah (KPI) menunjang pembelajaran pendidikan agama islam (PAI) karena program KPI lebih menekankan pada materi pengetahuan agama Islam (khususnya tentang ibadah) yang sifatnya menambah serta memperdalam materi agama Islam yang tidak diajarkan di pembelajaran pendidikan agama islam (PAI). 3).Sebagian faktor yang menghambat dalam perjalan KPI sebagian kecil siswa-siswi terkadang lambat dalam setoran materi KPI yang seharusnya dihafalkan atau belum mempunyai persiapan dan juga Sebagian kecil siswa-siswi ada yang masih belum bisa membaca tulisan arab. Adapun sebagian faktor pendukung dalam pelaksanaan program kecakapan penerapan ibadah (KPI) yaitu: Materi yang ada di dalam KPI merupakan kegiatan-kegiatan ibadah yang di lakukan sehari-hari. dan juga adanya instrumen buku, jadi masing-masing siswa- siswi mempunyai dua buku yang satu buku panduan dan yang satu buku prestasi KPI, dua buku ini harus dibawa kepada pembina atau pembimbing KPI setiap kali pertemuan sesuai dengan jadwalnya KPI seperti yang telah ditentukan sekolah.
PENGARUH DISIPLIN BELAJAR MOTIVASI BELAJAR DAN FASILITAS BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI SISWA DI SMPN 1 SIDOREJO MAGETAN Jannah, Miftakhul; Masnawati, Eli; Mufaizah, Mufaizah
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7511

Abstract

The background of this research is based on the phenomenon of low student achievement, which is more pronounced in non-academic areas than in academic areas. This study employed a quantitative approach with a survey method. Data collection was conducted through observation, questionnaire distribution, and documentation. The population in this study was all students of SMPN 1 Sidorejo Magetan, using a total sampling technique, with a sample size of 340 students, excluding inclusive students. Data analysis used multiple linear regression with IBM SPSS Version 26 statistics to test the simultaneous and partial effects of the three independent variables on student achievement. This study used an eight-point Likert scale as the instrument for distributing the questionnaire via Google Form. The results showed that learning discipline, learning motivation, and learning facilities had a positive and significant influence on student achievement at SMPN 1 Sidorejo Magetan. This finding indicates that student achievement is not solely determined by enthusiasm and support from the learning environment, but also by a disciplined attitude in undergoing the learning process and utilizing school infrastructure effectively. Therefore, schools are expected to instill a culture of consistent learning discipline as part of a strategy to improve student achievement. ABSTRAKLatar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena rendahnya prestasi belajar siswa yang lebih menonjol dalam bidang non-akademik dibandingkan akademik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, penyebaran kuesioner, dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMPN 1 Sidorejo Magetan, dengan teknik total sampling, sedangkan sampel yang diambil berjumlah 340 siswa kecuali siswa inklusi. Analisis data menggunakan regresi linier berganda melalui statistik, IBM SPSS Versi 26 untuk menguji pengaruh simultan maupun parsial dari ketiga variabel bebas terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan skala likert delapan poin sebagai instrumen penyebaran kuesioner melalui google form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin belajar, motivasi belajar, dan fasilitas belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa di SMPN 1 Sidorejo Magetan. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberhasilan prestasi siswa tidak hanya ditentukan oleh semangat dan dukungan lingkungan belajar, tetapi dipengaruhi oleh sikap disiplin dalam menjalani proses pembelajarandan memanfaatkan sarana prasarana sekolah dengan baik, oleh karena itu sekolah diharapkan mampu menanamkan budaya disiplin belajar yang konsisten sebagai bagian dari strategi peningkatan prestasi belajar siswa.  
Pembiasaan Sholat Dhuha Dalam Pembentukan Karakter Disiplin Siswa MAN Buduran Sidoarjour Fais Zalillah2 Marzuki, M. Rif’an; Zalillah, Nur Fais; Asy’ari, M. Hasyim; Pertamasari, Dewi; Putri, Salsabila; Lisan, Fasikhul; Mufaizah, Mufaizah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6718

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis peran pembiasaan Sholat Dhuha dalam membentuk karakter disiplin siswa di MAN Buduran Sidoarjo. Pembentukan karakter merupakan bagian esensial dalam pendidikan modern, termasuk pendidikan berbasis keagamaan seperti madrasah. Salah satu nilai karakter yang sangat penting adalah kedisiplinan, karena berkaitan dengan kemampuan mengatur waktu, mematuhi aturan, serta menjalankan tanggung jawab akademik maupun moral. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan mengumpulkan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap siswa, guru PAI, guru piket, serta pihak madrasah terkait. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan Sholat Dhuha merupakan program religius yang terintegrasi dalam budaya madrasah dan memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan kedisiplinan siswa. Pelaksanaan ibadah yang dilakukan secara rutin melatih siswa untuk hadir tepat waktu, mengikuti tata tertib, menjaga kekhusyukan, dan berperilaku tertib selama kegiatan berlangsung. Selain kedisiplinan teknis, pembiasaan Sholat Dhuha juga membentuk disiplin moral dan spiritual melalui penguatan regulasi diri, komitmen terhadap tugas dan ibadah, pengendalian perilaku, serta kesadaran akan tanggung jawab pribadi. Lingkungan madrasah yang religius, keteladanan guru, serta sarana ibadah yang memadai turut memperkuat efektivitas pembiasaan. Penelitian menyimpulkan bahwa Sholat Dhuha tidak hanya berfungsi sebagai ritual ibadah, tetapi juga menjadi instrumen pendidikan karakter Islami yang efektif. Kegiatan ini mampu menciptakan pola perilaku disiplin yang berkelanjutan dan memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan karakter siswa secara menyeluruh. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi penguatan pendidikan karakter di madrasah melalui program pembiasaan ibadah yang konsisten dan terstruktur.
Pembiasaan Sholat Dhuha Dalam Pembentukan Karakter Disiplin Siswa MAN Buduran Sidoarjo Zalillah, Nur Fais; Marzuki, M. Rif’an; Asy’ari, M. Hasyim; Pertamasari, Dewi; Putri, Salsabila; Lisan, M. Fasikhul; Mufaizah, Mufaizah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6740

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis peran pembiasaan Sholat Dhuha dalam membentuk karakter disiplin siswa di MAN Buduran Sidoarjo. Pembentukan karakter merupakan bagian esensial dalam pendidikan modern, termasuk pendidikan berbasis keagamaan seperti madrasah. Salah satu nilai karakter yang sangat penting adalah kedisiplinan, karena berkaitan dengan kemampuan mengatur waktu, mematuhi aturan, serta menjalankan tanggung jawab akademik maupun moral. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan mengumpulkan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap siswa, guru PAI, guru piket, serta pihak madrasah terkait. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan Sholat Dhuha merupakan program religius yang terintegrasi dalam budaya madrasah dan memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan kedisiplinan siswa. Pelaksanaan ibadah yang dilakukan secara rutin melatih siswa untuk hadir tepat waktu, mengikuti tata tertib, menjaga kekhusyukan, dan berperilaku tertib selama kegiatan berlangsung. Selain kedisiplinan teknis, pembiasaan Sholat Dhuha juga membentuk disiplin moral dan spiritual melalui penguatan regulasi diri, komitmen terhadap tugas dan ibadah, pengendalian perilaku, serta kesadaran akan tanggung jawab pribadi. Lingkungan madrasah yang religius, keteladanan guru, serta sarana ibadah yang memadai turut memperkuat efektivitas pembiasaan. Penelitian menyimpulkan bahwa Sholat Dhuha tidak hanya berfungsi sebagai ritual ibadah, tetapi juga menjadi instrumen pendidikan karakter Islami yang efektif. Kegiatan ini mampu menciptakan pola perilaku disiplin yang berkelanjutan dan memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan karakter siswa secara menyeluruh. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi penguatan pendidikan karakter di madrasah melalui program pembiasaan ibadah yang konsisten dan terstruktur.
Mahasiswa Universitas Sunan Giri & Pemerintah Sebagai Penggerak Kepedulian Lingkungan: Penelitian Mufaizah, Mufaizah; Ihsan, Muhammad Ilham; Mardikaningsih, Rahayu; Darmawan, Didi; Mala, Asnal
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4954

Abstract

The environmental cleaning activity on Jln. Brigjend Katamso shows that collaboration between students of Sunan Giri University Surabaya, the government, and the community is able to create significant positive changes in efforts to maintain the cleanliness and quality of the environment. Through the Asset Based Community Development (ABCD) approach, local potential is successfully optimized so that people are not only involved in physical activities to clean the environment, but also experience increased social awareness, solidarity, and a sense of belonging to public spaces. The results of this activity can be seen from the formation of new behaviors that are more concerned about the environment. Strengthening the culture of mutual cooperation, as well as the emergence of citizens' initiatives to continue the cleanliness program independently. These findings confirm that multistakeholder synergy is the key to success in realizing sustainable social change. So that it will always be a community that cares about the surrounding environment.