Dalam penyaluran bantuan sosial, bencana alam dan krisis sosial selalu memerlukan respons yang cepat. Distribusi yang tidak tepat sasaran atau terlambat dapat menyebabkan kondisi masyarakat umum semakin memburuk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan Sistem Pendukung Keputusan (DSS) berbasis Geospasial dan metode Teknik Preferensi Urutan dengan Kesamaan terhadap Solusi Ideal (TOPSIS) untuk menentukan prioritas distribusi modal sosial di Sulawesi Selatan. DSS ini mengintegrasikan data geografis, seperti kepadatan penduduk, infrastruktur jalan, lokasi fasilitas kesehatan, dan kerentanan wilayah tingkat, dengan kriteria yang relevan untuk distribusi dana. Metode TOPSIS digunakan untuk merangking lokasi atau wilayah alternatif berdasarkan keselarasan mereka dengan solusi positif ideal dan deviasi dari solusi negatif ideal, meningkatkan jumlah kriteria yang ditentukan oleh pakar atau analisis hirarki. Data geospasial dianalisis dan dianalisis menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk memvisualisasikan hasil prioritisasi dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih informatif. hasil yang memprioritaskan dan mendorong penulisan keputusan yang lebih informatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DSS ini dapat memberikan rekomendasi untuk distribusi modal sosial secara objektif dan spasial. Seiring dengan meningkatnya V, demikian pula tingkat prioritas untuk memperoleh distribusi sosial dari pemerintah Sulawesi Selatan, seperti di Makassar (0,75), Gowa (0,48), Maros (0,45), Bone (0,29), dan Wajo. (0,25). Ini membantu pemerintah dan organisasi kemanusiaan di daerah tersebut mengelola sumber daya dengan cara yang lebih efisien dan efektif. Diharapkan bahwa implementasi DSS ini akan meningkatkan akurasi dan kecepatan penyaluran bantuan, mengurangi dampak negatif bencana, dan memaksimalkan penggunaan anggaran bantuan sosial di Sulawesi Selatan.