Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Workshop Pemanfaatan Platform Digital E-Commerce Untuk Meningkatkan Pemasaran Produk Batik di Kecamatan Telanaipura Kota Jambi Bahri, Zainul; Muazza, Muazza; Rafiqi, Rafiqi; Roihan, Muhammad; Lutfi, Lutfi; Hendra, Robi; Atiyyah, Jazilatul; Wijaya, Hansein Arif
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 5 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i5.1764

Abstract

Workshop pemanfaatan platform digital e-commerce untuk meningkatkan pemasaran produk batik di Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, bertujuan untuk mengatasi tantangan yang dihadapi pengrajin batik dalam memanfaatkan teknologi digital. Metode yang digunakan meliputi sesi teori tentang e-commerce, pelatihan praktis dalam mendirikan toko online, dan diskusi kelompok untuk mengevaluasi pemahaman peserta. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta, yang berhasil membuat dan mengelola toko online mereka sendiri. Selain itu, workshop ini berhasil membangun jaringan antara pengrajin batik dan pelaku bisnis lainnya, serta meningkatkan kesadaran akan potensi pasar produk batik. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan berwirausaha peserta, tetapi juga berkontribusi pada pemberdayaan ekonomi lokal melalui pemanfaatan teknologi digital. Luaran yang diharapkan mencakup dokumentasi hasil pengabdian dalam bentuk digital dan multimedia, serta publikasi di media cetak dan online. Workshop ini diharapkan dapat menjadi model bagi pengembangan kewirausahaan di kalangan pengrajin batik di daerah lain, serta mendorong pengrajin untuk menjadi produsen yang aktif dalam ekosistem digital.
Analysis of The Influence of Spending in The Health Sector and Poverty on Life Expectancy and Health Development Challenges in The Islands Region (Case Study of District/City In Riau Islands Province) Bahri, Zainul; Aprilianti, Vinni
Ekonomis: Journal of Economics and Business Vol 8, No 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/ekonomis.v8i1.1733

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh belanja kesehatan dan kemiskinan terhadap Angka Harapan Hidup Kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Riau dan tantangan yang dihadapi dalam pembangunan kesehatan di Kepulauan Riau yang merupakan salah satu daerah kepulauan di Indonesia. Angka Harapan Hidup adalah pengukuran ekspektasi rata-rata umur manusia, yang digunakan sebagai salah satu indikator di bidang kesehatan untuk menghitung Indeks Pembangunan Manusia dan menjadi salah satu output kinerja pemerintah dibidang kesehatan. Penelitian ini menggunakan regresi model Data Panel dengan menggunakan data Angka Harapan Hidup sebagai variabel terikat dan belanja di bidang kesehatan serta persentase masyarakat miskin sebagai variabel bebas di 7 (tujuh) kabupaten/kota di Kepulauan Riau selama periode 2017 sampai dengan 2021. Hasilnya menunjukkan bahwa belanja bidang kesehatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Angka Harapan Hidup sedangkan persentase jumlah masyarakat miskin berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Angka Harapan Hidup kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Riau.
Pelestarian Lacak sebagai Warisan Budaya Melayu Jambi di Desa Teluk, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari Jambi Fatonah, Fatonah; Hudaya, Padhil; Defrianti, Denny; Rahman, Abd; Siregar, Isrina; Resiyani, Wulan; Bahri, Zainul
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2178

Abstract

Lacak is one of the unique cultural heritages of the Malay people of Jambi, possessing high historical and philosophical value. Its existence is not only a symbol of regional pride, but also reflects the identity of the Malay people, who uphold the values of honor and wisdom. However, amid the tide of modernization and changing lifestyles among the younger generation, interest in learning about and preserving traditional cultures such as lacak is declining. Based on these issues, a team of lecturers from the University of Jambi carried out a community service activity with the theme “Preservation of Lacak as a Cultural Heritage of the Malay People of Jambi” which was held on October 4, 2025, in Teluk Village, Pemayung District, Batanghari Regency. This activity included training in making lacak, guided by Jambi cultural expert Zainul Bahri, and attended by local school children and teenagers. In addition to the training, a cultural quiz was held on lacak and historical figures of Jambi, such as Sultan Thaha Saifuddin and Raden Mattaher. The results of the activity showed an increase in participants' knowledge about the meaning and form of lacak, as well as a growing enthusiasm for preserving local culture. This activity successfully served as an educational and recreational means of strengthening the cultural identity of the Teluk Village community.ABSTRAKLacak merupakan salah satu warisan budaya khas Melayu Jambi yang memiliki nilai historis dan filosofis tinggi. Keberadaannya tidak hanya menjadi simbol kebanggaan identitas daerah, tetapi juga mencerminkan jati diri masyarakat Melayu yang menjunjung tinggi nilai kehormatan dan kebijaksanaan. Namun, di tengah arus modernisasi dan perubahan gaya hidup generasi muda, minat untuk mengenal dan melestarikan budaya tradisional seperti lacak semakin menurun. Berdasarkan permasalahan tersebut, tim dosen dari Universitas Jambi melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema “Pelestarian Lacak sebagai Warisan Budaya Melayu Jambi” yang dilaksanakan pada tanggal 4 Oktober 2025 di Desa Teluk, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari. Kegiatan ini meliputi pelatihan pembuatan lacak yang dipandu oleh budayawan Jambi, Zainul Bahri, serta diikuti oleh anak-anak sekolah dan remaja setempat. Selain pelatihan, juga diselenggarakan kuis budaya mengenai lacak dan tokoh sejarah Jambi seperti Sultan Thaha Saifuddin dan Raden Mattaher. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pengetahuan peserta tentang makna dan bentuk lacak, serta tumbuhnya semangat pelestarian budaya lokal. Kegiatan ini berhasil menjadi sarana edukatif dan rekreatif dalam memperkuat identitas budaya masyarakat Desa Teluk.
Analysis of Cost, Income, and Feasibility of Areca Nut Seed Breeding Farming Business, Betara District, Tanjung Jabung Barat Regency Hamid, Faisal; Achmad, Erni; Bahri, Zainul; Umiyati, Etik; Nurhayani; Zamzami; Hodijah, Siti
Indonesian Journal Economic Review (IJER) Vol. 6 No. 1 (2026): March
Publisher : Divisi Riset, Lembaga Mitra Solusi Teknologi Informasi (L-MSTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59431/ijer.v6i1.722

Abstract

Indonesia is the ruler of areca nut exports in the world and 40% of Indonesia's total areca nut exports come from Jambi. The research was focus by Jambi’s strategic role in national areca nut production and exports, alongside persistent constraints in the upstream subsystem of agribusiness especially limited capital, production-cost variability, and uneven breeder capacity to consistently meet certification standards. A survey based descriptive quantitative approach was employed. Primary data were collected through structured interviews using questionnaires from three purposively selected certified breeders (from five existing units) who met the criteria of business ownership, a minimum of two years of operation, and active participation in certification. Secondary data were sourced from BPS and relevant provincial agencies. Analysis focused on fixed and variable cost components, total revenue, farm income (TR–TC), and feasibility using the Revenue–Cost (R/C) ratio. Results show that the average total production cost reached Rp 183,266,666/year, comprising seeding costs of Rp 71,889,427 and nursery costs of Rp 111,377,239. Average total revenue was Rp 692,156,067/year, generating an average income of Rp 508,889,401/year (= Rp 42,407,450/month). The mean R/C ratio was 3.5, indicating financial feasibility (R/C > 1). However, substantial income disparities among breeders suggest that scale, managerial capability, and cost control critically determine profitability. Strengthening cost efficiency, optimizing nursery land (including yard-based expansion), and improving compliance support for certification are recommended to enhance sustainability.
Strategi Pengembangan Sektor Pertanian Dan Pertambangan Di Provinsi Jambi bahri, zainul; Roihan, Muhammad; Rosyid, Garry Yuesa; Muhammad Ridwan; Indriyani Setyawati; Vinni Aprilianti
Jurnal Khazanah Intelektual Vol. 10 No. 1 (2026): Khazanah Intelektual
Publisher : Brida Provinsi Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to identify economic sectors with comparative and competitive advantages and to analyze structural economic shifts supporting economic growth in Jambi. In addition, the study formulates development strategies for the agricultural and mining sectors as the region’s leading sectors. The research employs a mixed-methods approach, combining quantitative and qualitative analyses using SLQ, DLQ, Esteban-Marquillas Shift-Share, and SWOT analysis. The data used consist of (GRDP) at constant prices for the period 2011–2024. The findings indicate that the agriculture, forestry, and fisheries sector, along with the mining and quarrying sector, constitute base sectors with strong competitive advantages. The economic structure of Jambi Province remains dominated by primary sectors and has not yet undergone a significant transformation toward industrial and service sectors. The SWOT analysis places the leading sectors in Quadrant I (aggressive strategy), indicating substantial development opportunities through downstream industrialization policies, technological modernization, and strengthened environmental governance. These findings provide a strategic foundation for formulating sustainable and competitive regional economic development policies.