Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Model dukungan terpadu terhadap pencegahan kekambuhan dan peningkatan kemandirian activity of daily living pada ODGJ Aini, Khusnul; Mawaddah, Anggi Ulfah; Amalia, Yuli Desi; Febriani, Esty
Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan Vol. 5 No. 01 (2025): Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/w65py289

Abstract

Latar Belakang: Skizofrenia merupakan gangguan jiwa dengan tingkat kekambuhan tinggi yang berdampak pada produktivitas dan kemandirian. Dukungan keluarga dan masyarakat berperan penting dalam mencegah kekambuhan serta meningkatkan aktivitas pasien, sehingga diperlukan intervensi berbasis masyarakat untuk memperkuat sistem dukungan bagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).Metode: Metode pengabdian  kepada  Masyarakat jenis survey dan edukasi kepada Kader, Keluarga dan Tetangga (K2T). Kegiatan ini dilaksanakan  selama  satu bulan di Desa Darma Kuningan. Sasaran yaitu Kader, Keluarga dan Tetangga ODGJ sebanyak 42 orang. Instrumen adalah kuesioner RASP, Pengetahuan, Ceklist ADL dan PMO. Analisis data menggunakan pre-post test design menggunakan uji statistik deskriptif.Hasil: Pada ODGJ, rata-rata tingkat kekambuhan menurun dari 14,22 menjadi 13,17, sedangkan kemandirian aktivitas sehari-hari (ADL) meningkat dari 44,72 menjadi 47,22.Kesimpulan: Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi, psikoedukasi, dan dukungan sosial berperan penting dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, menekan kekambuhan, serta meningkatkan kemandirian ODGJ di masyarakat.
Peningkatan Kemampuan Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) untuk Perokok pada Kelompok Ibu PKK Rahim, Fitri Kurnia; Hamdan , Hamdan; Aini, Khusnul; Muzdhalifah, Nazwa Aulya; Ananda, Revansa Fitria; Maulana, Efan Samsiatul Fazri
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.20872

Abstract

Background: Cigarette smoke affects both active and passive smokers. Smoking is a risk factor for non-communicable diseases, one of which is hypertension, which can lead to other diseases. Therefore, efforts and strategies are needed to reduce smoking behavior in the community. Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) therapy is a relatively affordable and efficient non-pharmacological complementary therapy for smoking cessation. Empowering the Family Empowerment and Welfare (PKK) Mothers' Group is one way to strengthen the community's health, especially through promotive and preventive measures to reduce smoking. The purpose of this community service is to increase the PKK Mothers' Group's knowledge and skills in addressing smoking behavior by providing SEFT therapy in the Pasiragung Village area, Hantara District. The partners of the community service activity are the PKK Mothers' Group, comprising 35 people. Method: The method used is Training and Mentoring in conducting SEFT Therapy. The stages of the activity are initial screening, counseling, and training in SEFT Therapy, mentoring SEFT Therapy interventions for smokers, and the final stage is evaluation. Results: Showed that PKK mothers experienced increased knowledge and improved their ability to perform SEFT therapy on smokers. Eighty-eight percent of PKK mothers who demonstrated SEFT therapy skills were categorized as Good. Meanwhile, 2 percent of PKK mothers demonstrated very good SEFT therapy skills. Conclusion: The sustainability of this program is achieved by integrating the SEFT Therapy program into the routine activity agenda, the PKK work program, or the village integrated health post.
NURSE LEADERS FOR THRIVING MINDS BUILDING PSYCHOLOGICALLY SAFE UNIVERSITY: STUDY REPORT Aini, Khusnul; Wijayanti, Diyan Yuli; Kusumawardani, Lita Heni; Adawiyah, Robiyatul; Indrianingsih, Sofiyah Tri; Tobing, Vella Yovinna; Handayani, Hanny
Journal Nursing Care Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Gorontalo Vol 12, No 1 (2026): JOURNAL NURSING CARE
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jnc.v12i1.1630

Abstract

Background: Isu kesehatan mental civitas akademik secara global semakin meningkat dalam beberapa tahun belakangan. Kesehatan mental civitas akademika, terutama mahasiswa dan dosen, menjadi krusial karena dampaknya terhadap kualitas pembelajaran dan kesiapan mereka menghadapi tuntutan profesi dan pekerjaan selanjutnya.Purpose: Studi ini mendeskripsikan Leadership for Change dalam prosesnya meningkatkan psychological safety di lingkungan kampus dan menjabarkan praktik baik yang bisa digunakan untuk menjaga kesehatan mental di lingkungan kampusMethods: Merupakan study report di Universitas X yang menggunakan The Supporting Higher Education to Integrate Learning Analytics (SHEILA) Framework yang terdiri dari enam tahapan. Pengambilan data pada studi ini melibatkan 13 partisipan perwakilan mahasiswa dari setiap angkatan dalam pelaksanaan FGD, wawancara kepada 1 orang informan kunci dan pengisian kuesioner survey oleh 29 responden, terdiri dari 6 Dosen dan 23 perwakilan mahasiswa . Studi dilaksanakan pada bulan Desember 2025.Results: Hasil analisis kuesioner menggambarkan adanya kebutuhan dukungan kesehatan mental yang nyata serta persepsi yang beragam terhadap kecukupan dan aksesibilitas layanan yang tersedia. Hasil wawancara dan FGD menunjukkan adanya ambivalensi rasa aman, pengalaman perundungan verbal dan body shaming, dampak psikologis (penurunan kepercayaan diri, kecemasan, hingga risiko bunuh diri), strategi koping yang didominasi penghindaran, serta kesenjangan antara keberadaan pelayanan kesehatan jiwa dan tingkat kepercayaan serta pemanfaatannya. Hasil implementasi sudah dilakukan integrasi program Case Based Learning dan Project Based Learning ke dalam pembelajaran Mata Kuliah Keperawatan Jiwa dan CMHN serta kegiatan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sajiwa di Universitas Bhakti Husada Indonesia.Conclusion: Temuan ini menegaskan perlunya kepemimpinan inovatif perawat dan intervensi multi-level meliputi kebijakan anti-perundungan, penguatan layanan konseling dan peer support, serta peningkatan literasi kesehatan mental untuk mewujudkan kampus yang aman secara psikologis bagi seluruh sivitas akademika.