Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Bersih-Bersih Telinga (BBT) dan Penyuluhan Menjaga Kesehatan Telinga di Sekolah Luar Biasa Aneuk Nanggroe, Lhokseumawe Zachreini, Indra; Fahrizal, Fahrizal; Putri, Baluqia Iskandar
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan - Agustus 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v1i1.12612

Abstract

Gangguan pendengaran pada anak merupakan kasus yang semakin sering ditemukan di masyarakat. Data World Health Organization (WHO) mencatat gangguan pendengaran merupakan penyebab tertinggi keempat untuk kecacatan secara global. Gangguan pendengaran terdiri atas gangguan pendengaran kongenital dan didapat. Lebih dari 50% anak-anak dengan gangguan pendengaran disebabkan oleh genetik. Jenis gangguan pendengaran terdiri dari tuli konduktif, sensorineural dan campuran. Kondisi gangguan pendengaran ditatalaksana secara berbeda tergantung pada penyebab, jenis gangguan pendengaran dan derajat gangguan pendengaran. Kehilangan pendengaran memiliki dampak negatif pada anak-anak terkait kemampuan bahasa, bicara, sekolah, fungsi sosial, kapasitas kognitif, serta kualitas hidup. Pencegahan gangguan pendengaran merupakan hal yang sangat penting. Upaya menjaga kesehatan pendengaran dapat dilakukan dengan deteksi dini adanya gangguan pendengaran, menghindari kebisingan, pola hidup bersih dan sehat yang baik, memperhatikan kebersihan liang telinga, tidak minum obat ototoksik dalam jangka panjang tanpa konsultasi dengan dokter. Kegiatan pengabdian ini terdiri dari tiga sesi yaitu penyuluhan, sesi tanya jawab atau diskusi dan bersih-bersih telinga. Penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah mengenai cara menjaga kesehatan telinga dan dampak dari telinga yang tidak sehat. Kegiatan pengabdian ini mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai cara menjaga kesehatan telinga sehingga diharapkan para peserta dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Level of adolescent behavior towards noise-induced hearing loss Lestari, Wulan Suci; Zachreini, Indra
Science Midwifery Vol 14 No 1 (2026): April: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v14i1.2297

Abstract

Noise-induced hearing loss (NIHL) is a permanent health problem caused by continuous exposure to high-intensity sounds. In Indonesia, the prevalence of noise-induced hearing loss is 4.6%, one of the highest in Southeast Asia. NIHL can be prevented, but many adolescents still do not have appropriate preventive behaviors. This study aims to determine the relationships among adolescents' knowledge, attitudes, and actions regarding NIHL prevention in Aceh Province. The study used a cross-sectional analytical design with a sample of 143 adolescents aged 10–24 years, selected by consecutive sampling. The analysis results showed that the majority of respondents had good knowledge (78.8%) and good attitudes (86.1%). Still, there was no significant relationship between knowledge and actions (p = 0.361), attitudes and actions (p = 0.204), or knowledge and attitudes (p = 0.726). These findings indicate that good knowledge and attitudes do not necessarily promote effective preventive actions. Therefore, a more appropriate intervention approach is needed to encourage behavioral change among adolescents in preventing noise-induced hearing loss.