Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN EKONOMI TERHADAP PEMBERIAN PENDIDIKAN SEKS PADA USIA DINI Dewi Zolekhah; Liberty Barokah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 5 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v5i2.2473

Abstract

Kasus kekerasan anak belakangan terakhir banyak terjadi di dunia salah satunya yaitu di Indonesia. Kasus kekerasan pada anak usia dini, disebabkan oleh berbagai  faktor pemicu salah satunya adalah kurangnya pendidikan seks pada anak usia dini yang diberikan oleh orang tua. Pemahaman tentang pengetahuan dan ketersediaan keterampilan orang tua sangat diperlukan untuk memulai pendidikan seks pada anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dan ekonomi orang tua terhadap pemberian pendidikan seks pada anak usia dini. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan studi cross sectional dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Total sampling. Analisis dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian nilai p value sebesar 0.000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan pemberian  pendidikan seks pada anak usia dini. Pada variabel ekonomi didapatkan hasil bahwa nilai p value 0.135 > 0,05 sehigga bisa disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat ekonomi dengan perilaku pemberian Pendidikan seks untuk anak.
PENGARUH CONTINUITY OF CARE TERHADAP KEHAMILAN Silvia Ari Agustina; Liberty Barokah; Dewi Zolekhah
Jurnal Midwifery Update (MU) Vol 4, No 2 (2022): Jurnal Midwifery Update (MU)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jmu.v4i2.135

Abstract

Latar Belakang: Sebagian besar kematian dapat dihindari apabila permasalahan kesehatan ibu diintervensi sejak dari awal. Salah satu upaya dalam mengoptimalkan deteksi risiko tinggi maternal neonatal, ibu hamil sampai dengan nifas membutuhkan pendampingan secara terus menerus. COC (Continuity Of Care) merupakan pelayanan yang tercapai ketika terjalinnya hubungan secara berkelanjutan. Asuhan yang berkesinambungan dilakukan dengan tujuan memberikan pelayanan secara menyeluruh yang dapat di mulai dari masa prakonsepsi, awal kehamilan, selama kehamilan di setiap trimester, proses persalinan, perawatan BBL, hingga pasca persalinan. Penelitian ini untuk menganalisis pengaruh Continuity Of Care terhadap kesehatan ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, dan neonatus di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.Objective dan Metode: Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu (quasi experiment) dengan metode Posstest-Only Control Design. Dalam rancangan ini sampel dibagi menjadi dua kelompok yaitu, kelompok I dilakukan pendampingan secara berkesinambungan dan kelompok II sebagai kontrol. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan data primer berupa lembar observasi dan data sekunder dari rekam medis, buku KIA, dan register. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 208 responden, yang terbagi menjadi 2 kelompok dengan masing-masing kelompok 104 responden. Uji statistik yang digunakan uji Mann Whitney.Hasil: Terdapat perbedaan yang signifikan antara ketidaknyamanan kehamilan. Secara statistik diperoleh nilai p 0,030; p<0,05 dan ada 1 variabel lain tidak terdapat perbedaan yang signifikan yaitu variabel komplikasi kehamilan.Kesimpulan: Ibu hamil yang diberikan asuhan berkesinambungan mempunyai perbedaan ketidaknyamanan yang dialami dibandingkan dengan yang tidak diberikan asuhan berkesinambunganKata Kunci : Continuity of Care, Kehamilan
PERBEDAAN PENGETAHUAN CALON PENGANTIN LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN TENTANG KESEHATAN PRAKONSEPSI Dewi Zolekhah; Silvia Ari Agustina; Liberty Barokah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 3 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v6i3.7870

Abstract

Calon pengantin baik laki-laki dan perempuan berperan penting dalam menjamin kesehatan ibu dan janin yang akan dihasilkan nanti. Untuk itu pengetahuan tentang prakonsepsi untuk calon pengantin laki-laki dan perempuan sangat penting. Di Indonesia sudah ada program terkait peningkatan kesehatan prakonsepsi, akan tetapi peran calon pengantin laki-laki dinilai masih rendah. Tujuan penelitian ini  untuk mengetahui perbedaan pengetahuan calon pengantin laki-laki dan perempuan. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan kuesioner tertutup dan teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik berdasarkan tingkat pendidikan mayoritas SMA hanya saja masih ada 20,8% SMP 5,6% SD. Sumber informasi yang paling banyak diminati adalah sosial media. Tingkat pengetahuan baik calon pengantin laki-laki maupun perempuan tergolong kategori baik, akan tetapi masih ada 45.45% kategori kurang untuk tingkat pengetahuan laki-laki dan 17.95% untuk pengetahuan catin perempuan yang masuk dalam kategori kurang. Simpulan tingkat pengetahuan calon pengantin perempuan lebih baik dibandingkan dengan calon pengantin laki-laki.
The Effect Of Continuity Of care On Postpartum Women’s Health Liberty Barokah; Dewi Zolekhah; Silvia Ari Agustina
Jurnal EduHealth Vol. 14 No. 02 (2023): Periode April-June, 2023
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.623 KB)

Abstract

Continuity of care (CoC) is a midwifery service through a continuous service model for women throughout pregnancy, childbirth, postpartum and family planning. The design used is a quasi experiment with the Posttest-Only Control Design method. The sample size was 208 postpartum women divided into two groups. The group that was assisted was 104 respondents and the control group was 104 respondents. The statistical test used was the Mann Whitney test. Result: the majority of respondents were at reproductive age (74,6%), most respondents were 2-3 times gravida (58,33%), there were 46 (19,16%) postpartum women who experienced problems and complications. The most postpartum problems and complications were nipple blisters, there were 27 postpartum women (11.3%), there is a significant difference between complications and danger signs of puerperium between groups given continuous care and those not given continuous care (p = 0.000). Conclusion : Continuity of care affects the health of postpartum women. Postpartum complications and danger signs can be minimized because if there are postpartum complications and danger signs, they have been detected from the beginning of the postpartum period.
Tingkat Pengetahuan Orang Tua dengan Perilaku Pemberian Pendidikan Seks untuk Anak Zolekhah, Dewi; Shanti, Elvika Fit Ari
Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia Vol 11 No 03 (2021): Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia (Indonesian Midwifery Scientific Journal) Sek
Publisher : Q PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jiki.v11i03.1054

Abstract

Masalah pendidikan seksual pada saat ini kurang diperhatikan oleh orang tua, sehingga mereka menyerahkan seluruh pendidikan anak kepada sekolah termasuk pendidikan seksual. Padahal orang tua mempunyai tanggung jawab untuk memberikan pendidikan seksual pada anak usia dini. Pendidikan seksual adalah tanggung jawab keluarga terutama orang tua. Keluarga memiliki peranan yang sangat penting karena keluarga merupakan tempat membangun pondasi belajar anak yang pertama. Pengetahuan mengenai seksualitas bagi anak wajib diberikan orangtua sedini mungkin, terutama saat anak masuk play group (usia 3-4 tahun). Tujuannya agar anak mampu mengenali diri mereka dengan baik. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengetahuan orang tua tentang pemberian pendidikan seks pada anak usia dini di TKIT Alhamdulillah, Kasihan Bantul Yogyakarta. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan studi cross sectional dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Total sampling. Analisis dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian nilai p value sebesar 0.014 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku pemberian pendidikan seks pada anak usia dini.
HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA MASSA DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAMPAK PERNIKAHAN DINI TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI Barokah, Liberty; Zolekhah, Dewi
Jurnal Kebidanan VOLUME 11. No.01, JUNI 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v11i01.329

Abstract

Liberty Barokah 1) Dewi Zolekhah 2) 1), 2) Prodi Kebidanan (D-3) Fakultas Kesehatan Universitas Jenderal Achmad Yani YogyakartaE-mail: aleafeda12@gmail.comABSTRAKPerkawinan usia anak sering menimbulkan dampak buruk terhadap status kesehatan, pendidikan, ekonomi, keamanan anak perempuan, dan bagi masyarakat. Pengetahuan sangat penting untuk dijadikan sebagai pemahaman remaja putri untuk dapat menjaga dan merawat kesehatan reproduksinya. Keterpaparan seseorang kepada informasi dapat merubah pengetahuan, sikap, dan perilaku yang dimiliki seseorang. Semakin banyak sumber informasi yang didapatkan maka semakin banyak pengetahuan yang dimiliki. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan penggunaan media massa dengan tingkat pengetahuan dampak pernikahan dini terhadap kesehatan reproduksi di SMK Ma’arif Ponjong Gunung Kidul. Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan pendekatan Cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampel dengan jumlah sampel sebanyak 54. Analilis data univariat menggunakan persentase dan analisis bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian didapatkan bahwa media massa yang paling banyak digunakan adalah internet yaitu sebanyak 54 (100%), tingkat pengetahuan siswa tentang dampak psikologis sebagian besar dalam kategori baik sebanyak 39 (72,2%), tingkat pengetahuan tentang dampak biologis dalam kategori sedang sebanyak 30 (55,56%), dan tingkat pengetahuan tentang dampak pernikahan dini terhadap kesehatan reproduksi sebagian besar dalam kategori baik sebanyak 26 (48,14%). Hasil analisis data didapatkan  nilai p (0,033 < 0,05) artinya terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan media massa dengan tingkat pengetahuan tentang dampak pernikahan dini terhadap kesehatan reproduksi. Siswa dapat memanfaatkan media massa untuk banyak mencari informasi yang positif khususnya kesehatan reproduksi.Kata Kunci : Media Massa, Pengetahuan, Kesehatan ReproduksiRELATIONSHIP OF THE USE OF MASS MEDIA WITH THE LEVEL OF KNOWLEDGE OF EARLY MARRIAGE IMPACT ON REPRODUCTIVE HEALTHABSTRACTTeen  marriage Often has a negative impact on the status of health, education, economy, security of girls, and for the community. Knowledge is very important to be used as an understanding of young women to be able to maintain and care for their reproductive health.  A person's exposure to information can change a person's knowledge, attitudes, and behavior. The more sources of information obtained, the more knowledge they have.  The purpose of this research was to determine the correlation between the use of mass media and the level of knowledge of the impact of early marriage on reproductive health in SMK Ma'arif Ponjong Gunung Kidul. This research is an analytical survey with a cross sectional approach. Sampling uses a total sample technique with a total sample of 54 respondents. Univariate data analysis using percentage and bivariate analysis using Chi Square test. Research results showed that the most used mass media is the internet as much 54 (100%), the level of students' knowledge about the psychological impact was mostly in the good category as much as 39 (72.2%), the level of knowledge about biological impacts in the medium category was 30 (55.56%), and the level of knowledge about the impact of early marriage on reproductive health mostly in the good category as many as 26 (48.14%). The results of data analysis obtained p value (0.041 <0.05) means that there is a significant relationship between the use of mass media and the level of knowledge about the impact of early marriage on reproductive health. Students can use mass media to find a lot of positive information, especially reproductive health. Keyword : Mass Media, Knowledge, Reproductive Health
COKLAT HITAM DAN JUS WORTEL TERHADAP PENURUNAN NYERI MENSTRUASI Dewi Zolekhah; Nendhi Wahyuni Utami
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 11 No 3 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v11i3.687

Abstract

Latar belakang: Nyeri menstruasi merupakan ketidaknyamanan pada saat menstruasi yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Banyak wanita yang menangani nyeri menstruasi  dengan cara  membeli kemudian mengkonsumsi  obat-obatan sendiri untuk mengurangi nyeri menstruasi yang bisa berdampak menjadi ketergantungan terhadap efek  obat penghilang nyeri.Tujuan:  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian coklat hitam dan jus wortel untuk mengatasi nyeri menstruasi.Metode: Rancangan dalam penelitian ini yaitu quasy eksperimen, dengan one group pre test and post test control group design dengan menggunakan lembar observasi skala pengukuran nyeri numeric rating scale (NRS) kemudian dilakukan uji normalitas dengan shapiro wilk test dan analisa data menggunakan uji Wilcoxon dan mann whitney. Penelitian dilakukan mulai bulan Februari sampai Agustus 2020. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh mahasiswa prodi kebidanan yang mengalami nyeri mentruasi. Teknik pengambilan sampel dengan consecutive sampling dan sampel  berjumlah 30 responden yang terdiri dari 15 responden untuk kelompok intervensi dan 15 responden untuk kelompok kontrolHasil: Penelitian dengan menggunakan uji Wilcoxon didapatkan hasil p value 0.001 < 0.05 maka disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian coklat hitam dan jus wortel terhadap nyeri menstruasi. Pada kelompok kontrol hasil p value 0.001 < 0.05 sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh pemberian cokelat hitam terhadap nyeri menstruasi.
KARAKTERISTIK KEJADIAN NYERI MENSTRUASI PADA MAHASISWI FAKULTAS KESEHATAN UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI YOGYAKARTA Zolekhah, Dewi; Barokah, Liberty
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i3.19662

Abstract

Dismenore adalah nyeri saat  menstruasi  yang bersifat kram dan berpusat pada perut bagian bawah. Di Indonesia angka kejadian dismenorea berkisar 45-95% dikalangan perempuan usia produktif, terdiri dari 72,89% dismenorea primer dan 21,11% dismenorea sekunder. Informasi mengenai ketidaknyamanan selama menstruasi ini sangat bermanfaat bagi setiap wanita yang mengalami nyeri menstruasi. Walaupun menstruasi datang setiap bulan pada usia reproduksi, banyak wanita yang mengalami ketidaknyamanan fisik saat menjelang atau selama haid berlangsung. Salah satu ketidaknyamanan fisik saat menstruasi yaitu nyeri haid. Nyeri haid dalam istilah medis disebut juga dismenore. Dismenorea menjadi saat yang mengganggu bagi yang mengalaminya, hal ini mengakibatkan aktivitas terganggu, menurunkan produktivitas kerja seperti tingginya tingkat absen sekolah maupun tempat kerja, serta menurunkan performa akademik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik mahasiswi yang mengalami nyeri menstruasi di Fakultas Kesehatan Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta. Metode: penelitian ini menggunakan desain  deskriptif cross sectional dengan sampel berjumlah 45 mahasiswi. Hasil: Dari 45 responden sebagian besar responden berusia 20 tahun (44.4%), mengalami menarche pada usia 13 tahun (42.2%), mengalami menstruasi paling hebat pada 1-2 jam saat menstruasi (68.9%), mengalami nyeri menstruasi selama 1 hari (51.1%), merasakan nyeri menstruasi seperti diremas-remas pada bagian perut (57.8%), mengalami nyeri pada perut bagian bawah (75.6%), melakukan aktivitas tidur (73,3%), mengalami peningkatan nyeri apabila stress (66.7%).
KARAKTERISTIK KEJADIAN HIPERTENSI PADA IBU HAMIL Zolekhah, Dewi; Barokah, Liberty; Kusumawardani, Arum Margi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.34370

Abstract

Gangguan hipertensi kehamilan (gestasional) dapat menyebabkan 10–15% kematian ibu,terutama di negara berkembang. Hipertensi dalam kehamilan (HDK) merupakan kelainan vaskular yang terjadi sebelum kehamilan atau muncul pada saat kehamilan atau pada masa nifas. Hipertensi pada saat kehamilan sering ditemui dan merupakan salah satu penyebab kematian ibu Hipertensi gestasional ini merugikan bagi ibu dan janin serta berisiko mengalami penyakit kardiovaskular lainnya. Wanita dengan riwayat pre eklamsi atau hipertensi memiliki tujuh hingga delapan kali meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas penyakit jantung koroner. Karakteristik pada ibu hamil dapat mempengaruhi tekanan darah, karakteristik tersebut diantaranya yaitu usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, obesitas, paritas, riwayat hipertensi dan genetik. Kejadian hipertensi juga  dipengaruhi  beberapa  faktor  risiko  yaitu  usia ibu hamil, stress, gaya hidup, aktivitas ibu hamil.  Metode penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan observasional untuk melihat karakteristik pasien hipertensi pada ibu hamil. Data yang digunakan yaitu data sekunder dengan melihat data rekam medis pasien dengan jumlah sampel 80. Penelitian di laksanakan di RSUD Panembahan Senopati Bantul pada tanggal 1-30 Agustus 2024. Dari total 80 responden ibu hamil yang mengalami hipertensi dapatkan bahwa sebagian besar responden berumur 20-35 tahun (56,3%), Pendidikan SLTA 58,8%, Tidak bekerja 53.3%, kehamilan multigravida 53,8%, Obesitas 86,3%, mempunyai riwyat hipetensi 55% dan tidak ada keturunan hipetensi 71.3%.
Efektivitas Pelatihan Kader Posyandu Dalam Penggunaan Buku KIA Dengan Metode Make a Match Dewi Zolekhah; Elvika Fit Ari Shanti; Liberty Barokah
Journal for Quality in Women's Health Vol. 3 No. 1 (2020): Journal for Quality in Women Health
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jqwh.v3i1.42

Abstract

Tugas kader posyandu dalam kegiatan KIA salah satunya adalah melakukan pencatatan. Kenyataanya masih banyak kader posyandu yang tidak mengetahui cara menggunakan buku KIA. Selama ini kader telah memperoleh pelatihan tentang Buku KIA. Pendekatan yang digunakan adalah konvensional. Kelemahan metode ini yaitu pengetahuan yang didapatkan cepat terlupakan. Metode Make A Match merupakan jenis dari metode dalam pembelajaran kooperatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan kader posyandu dalam penggunaan buku KIA dengan metode make a match. Jenis penelitian ini adalah pra eksperimental, dengan rancangan penelitian one group pre test-post test group design. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh kader posyandu yang terdapat di Desa Lumbungrejo sebanyak 30 orang. Teknik sampel dengan total sampling. Analisis data menggunakan Wilxocon Sign test dan paired t test, didapatkan p value (0,000) < 0,005 sehingga terdapat perbedaan yang bermakna pengetahuan dan keterampilan kader sebelum dan sesudah diberikan pelatihan penggunaan buku KIA dengan metode make a match