Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN IMPLEMENTASI ASESMEN KOMPETENSI DENGAN PELAKSANAAN DISCHARGE PLANNING Wiwin Sulistyawati
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.792 KB) | DOI: 10.33366/cr.v4i3.442

Abstract

Discharge planning merupakan proses mempersiapkan pasien agar bisa berpindah dari rumah sakit ke rumah dengan aman yang dilakukan oleh tim interdisiplin rumah sakit. Discharge planning yang kurang optimal akan meningkatkan angka rawatan ulang pasien Asesmen kompetensi bermanfaat untuk meningkatkan kualitas perawatan pasien, meningkatkan efektifitas biaya pelatihan, mengurangi masalah penampilan kinerja, dan mempertahankan kepuasan pelanggan.. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan implementasi asesmen kompetensi dengan pelaksanaan discharge planning. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah perawat pelaksana di ruang rawat inap RS di Jakarta Barat dan dokumen discharge planning masing-masing sebanyak 121. Cara pengambilan data menggunakan simple random sampling dan proportional sampling. Instrumen yang digunakan adalah dengan menggunakan kuesioner Asesmen kompetensi untuk perawat dan panduan observasi dokumen untuk dokumen discharge planning. Analisis data menggunakan korelasi rank spearman. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan implementasi asesmen kompetensi dengan pelaksanaan discharge planning (p =0,001). Hasil penelitian ini merekomendasikan perlunya asesmen kompetensi yang memuat discharge planning sebagai upaya meningkatkan pelaksanaan asuhan keperawatan khususnya discharge planning.
SOSIALISASI PENCEGAHAN COVID-19 DENGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI RT.10 KELURAHAN POJOK, KOTA KEDIRI Arif Nurma Etika; Yeni Frilia Sabbok; Ferlina Jaizah Agustin; Delja Ayuk Rasidi; Erik Irham Lutfi; Mujtahid Bin Abd Kadir; Wiwin Sulistyawati; indah Jayani; Yeni Lufiana Novita Agnes
Jurnal Abdi Masyarakat Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Abdi Masyarakat November 2021
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v5i1.2168

Abstract

Menghadapi peningkatan angka positif kasus COVID-19 di Indonesia mendorong pentingnya untuk memberikan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat. Kita perlu mengetahui bagaimana penularan serta cara pencegahan COVID-19 agar tidak semakin meluas virus ini. Kelurahan Pojok RT.10 merupakan salah satu wilayah dengan tingkat kebersihan yang cukup rendah, masyarakatnya yang kurang produktif serta kurangnya kesadaran untuk mematuhi protokol kesehatan seperti tidak memakai masker. Pada bulan september 2021 ditemukannya 1 orang anak yang terinfeksi COVID-19 dengan kondisi sedang dan melakukan isolasi mandisi dirumah. Hal inilah yang menjadikan RT.10 rentan terhadap penyebaran COVID-19 sehingga mendorong mahasiswa universitas kadiri untuk melaksanakan pengabdian masyarakat di Kelurahan Pojok RT.10. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, kemauan, dan kemampuan masyarakat tentang pentingnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai salah satu upaya pencegahan COVID-19. Metode pelaksanaan yang diterapkan adalah dengan melakukan sosialisasi sebagai bentuk pendidikan masyarakat. Hasil dari kegiatan ini sejumlah 12 orang dewasa, 4 remaja, 6 anak – anak. Terdapat adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan tentang pola hidup bersih dan sehat dari 13,63% menjadi 86,36%. Berdasarkan hasil tersebut diharapkan masyarakat dapat menerapkan pengetahuan tersebut untuk pencegahan COVID-19 dan mewujudkan derajat kesehatan masyarakat setinggi – tingginya.
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PERAWAT DALAM PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) DI MASA PANDEMI COVID-19 DI RUMAH SAKIT Wiwin Sulistyawati; Arif Nurma Etika; Dwi Indri Yani
coba Vol 10 No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v10i2.407

Abstract

Pendahuluan: Pandemi Covid-19 yang belum berakhir mengharuskan perawat patuh menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Kepatuhan menggunakan APD sangat penting untuk mencegah penularan Covid-19 dari perawat ke pasien atau pasien ke perawat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kepatuhan perawat dalam penggunaan APD di masa pandemi Covid-19 di Rumah Sakit. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analisis korelasional dengan pendekatan cross sectional. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Sampel penelitian ini sebanyak 158 perawat pelaksana yang diambil secara teknik consecutive sampling. Uji statistik yang digunakan yaitu uji chi square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pengetahuan (0,029), dan ketersediaan APD (0,013), dan pelatihan (0,002) berhubungan dengan kepatuhan perawat dalam penggunaan APD. Variabel jenis kelamin (p = 0,424), pendidikan terakhir (0,559), lama kerja perawat (0,674), dan sikap (0,156) dan ketersediaan APD (0,013), tidak berhubungan dengan kepatuhan perawat dalam penggunaan APD di Rumah Sakit. Diskusi: Rumah sakit perlu mengadakan inhouse training tentang penggunaan APD dan menyediakan APD di setiap ruang untuk meningkatkan kepatuhan perawat dalam penggunaan APD. Kata Kunci: Kepatuhan, Alat Pelindung Diri, Perawat, covid-19.
Pengetahuan dan Sikap Berhubungan dengan Kepatuhan Perawat dalam Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) di Masa Pandemi Covid-19 di Rumah Sakit Wiwin Sulistyawati; Arif Nurma Etika; Dwi Indri Yani
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 3 No 4 (2021): November 2021, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v3i4.670

Abstract

Perawat sebagai tenaga profesional yang berperan sebagai garda terdepan rentan terinfeksi virus Covid-19. Kepatuhan perawat dalam penggunaan APD berpengaruh pada penularan penyakit. Jika kepatuhan penggunaan APD diabaikan, maka tentunya akan semakin bertambah risiko tertular Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan kepatuhan perawat dalam penggunaan APD di masa pandemi Covid-19 di Rumah Sakit Kabupaten Tuban Jawa Timur tahun 2021. Desain ini analitik korelasi melalui pendekatan cross sectional. Pengambilan data primer menggunakan metode kuesioner dengan sampel berjumlah 158 orang perawat di RS Kabupaten Tuban Jawa Timur. Variabel independen adalah faktor pengetahuan dan sikap, dan variabel bebasnya adalah kepatuhan penggunaan APD. Berdasarkan hasil uji chi-square didapatkan bahwa pengetahuan (p = 0,029) memiliki hubungan yang signifikan dengan kepatuhan menggunakan APD. Sedangkan sikap (p = 0,156) tidak ada memiliki hubungan yang signifikan dengan kepatuhan dalam penggunaan APD. Berdasarkan hasil ini menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan menggunakan APD di Rumah Sakit Kabupaten Tuban Jawa Timur.
Hubungan Motivasi Perawat dengan Kualitas Handover Pasien di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Wiwin Sulistyawati; Sri Haryuni
Jurnal Ilmiah Keperawatan STIKES Hang Tuah Surabaya Vol 13, No 2 (2018): October
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.502 KB) | DOI: 10.30643/jiksht.v13i2.9

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi perawat dengan kualitas handover di ruang rawat inap Rumah Sakit. Desain penelitian ini adalah korelasi yang dilakukan secara cross sectional, populasinya seluruh perawat di ruang rawat inap, sampel sebanyak 34  responden,  teknik pengambilan sampel dengan total sampling. Teknik pengambilan data menggunakan kuesioner untuk motivasi perawat dan lembar observasi untuk kualitas handover. Hasil analisa data menggunakan korelasi spearmen rho dengan α = 0,05, didapatkan ρ-value  < 0,05 yakni 0,02, yang berarti ada hubungan antara motivasi perawat dengan kualitas handover dengan koefisiensi korelasi 0,502  yang menujukkan kekuatan hubungan kuat. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan semakin tinggi motivasi perawat maka semakin tinggi kualitas handover pasien.  Kepala ruang  perlu  meningkatkan motivasi perawat dalam melaksanakan handover sehingga kualitas handover akan meningkat. Keywords: Motivasi perawat, Handover, Ruang Rawat Inap
UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN MELALUI SENAM ERGONOMI DAN PELATIHAN PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA PEKERJA Wiwin Sulistyawati; Arif Nurma Etika; Indah Jayani; Susmiati; Jihan Alifia; Fasela Ely Sadion
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.113 KB) | DOI: 10.31949/jb.v3i4.3424

Abstract

Abstract Musculoskeletal pain is a disease that is often experienced by workers. Musculoskeletal pain is caused by many factors including work activities, body position at work or sitting and standing positions while working. Gaharu’s workers mostly work in a sitting and squatting position. Improper sitting position can cause back pain. Workers at CV Gaharu have not used PPE properly. This can lead to accidents at work. Community service in the form of training on the use of PPE and ergonomics positions needs to be provided to increase workers' knowledge. The results of the post-test evaluation of workers' knowledge showed that most workers had knowledge about the use of PPE and the ergonomic position worked well. (81.2%), this is an increase from before the training of workers who have good knowledge (12.5%). Good knowledge will make workers behave well, especially when wearing PPE and doing ergonomic positions while working. It is expected that the owner of the company monitors the use of PPE by workers and the work position of their employees so that work productivity increases and incidents of work accidents and work-related diseases such as low back pain can be prevented. Keywords: Musculoskeletal pain, Personal Protective Equipment, Ergonomic Position, Worker. Abstrak Nyeri Muskuloskeletal merupakan penyakit yang sering dialami pekerja. Nyeri yang ditimbulkan pada muskuloskeletal disebabkan oleh banyak faktor diantaranya aktivitas pekerjaan, posisi tubuh saat bekerja atau posisi duduk dan posisi berdiri saat bekerja. Pekerja pabrik pengolahan kayu gaharu lebih banyak bekerja dengan posisi duduk dan jongkok. Posisi duduk yang kurang benar bisa mengakibatkan nyeri pada pinggang. Pekerja di CV Gaharu People belum menggunakan APD dengan benar. Hal ini bisa mengakibatkan insiden kecelakaan kerja. Pengabdian masyarakat berupa Pelatihan pemakaian APD dan posisi ergonomi perlu diberikan untuk meningkatkan pengetahuan pekerja. Hasil Evaluasi post test pengetahuan pekerja menunjukkan sebagian besar pekerja mempunyai pengetahuan tentang pemakaian APD dan posisi ergonomic bekerja baik. (81,2%), ini meningkat dari sebelum pelatihan pekerja yang mempunyai pengetahuan baik (12,5%). Pengetahuan yang baik akan membuat pekerja berperilaku baik terutama saat memakai APD dan melakukan posisi ergonomic saat bekerja. Diharapkan pemilik perusahaan melakukan monitoring pemakaian APD oleh pekerja dan posisi bekerja karyawannya sehingga produktivitas kerja meningkat dan insiden kecelakan kerja maupun penyakit akibat kerja seperti nyeri pinggang bisa dicegah. Kata Kunci: Nyeri muskuloskeletal, Alat Pelindung Diri, Posisi Ergonomi, Pekerja.
Pengetahuan dan Sikap Berhubungan dengan Kepatuhan Perawat dalam Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) di Masa Pandemi Covid-19 di Rumah Sakit Wiwin Sulistyawati; Arif Nurma Etika; Dwi Indri Yani
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 3 No 4 (2021): November 2021, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v3i4.670

Abstract

Perawat sebagai tenaga profesional yang berperan sebagai garda terdepan rentan terinfeksi virus Covid-19. Kepatuhan perawat dalam penggunaan APD berpengaruh pada penularan penyakit. Jika kepatuhan penggunaan APD diabaikan, maka tentunya akan semakin bertambah risiko tertular Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan kepatuhan perawat dalam penggunaan APD di masa pandemi Covid-19 di Rumah Sakit Kabupaten Tuban Jawa Timur tahun 2021. Desain ini analitik korelasi melalui pendekatan cross sectional. Pengambilan data primer menggunakan metode kuesioner dengan sampel berjumlah 158 orang perawat di RS Kabupaten Tuban Jawa Timur. Variabel independen adalah faktor pengetahuan dan sikap, dan variabel bebasnya adalah kepatuhan penggunaan APD. Berdasarkan hasil uji chi-square didapatkan bahwa pengetahuan (p = 0,029) memiliki hubungan yang signifikan dengan kepatuhan menggunakan APD. Sedangkan sikap (p = 0,156) tidak ada memiliki hubungan yang signifikan dengan kepatuhan dalam penggunaan APD. Berdasarkan hasil ini menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan menggunakan APD di Rumah Sakit Kabupaten Tuban Jawa Timur.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO INFORMATIF TERHADAP PERUBAHAN TINGKAT STRES PADA ODHA DI MASA PANDEMI COVID–19 Eva Dwi ramayanti; Indah Jayani; Satria Eureka Nurseskasatmata; Arif Nurma Etika; Wiwin Sulistyawati
Nursing Sciences Journal Vol 7 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/nsj.v7i1.4506

Abstract

Penderita HIV/AIDS (ODHA) merupakan salah satu kelompok rentan pada saat pandemi Covid-19 karena memiliki tingkat kecemasan tinggi yang berdampak pada penurunan imunitas sehingga tubuh rentan terinfeksi Covid-19, dari permasalahan tersebut perlu adanya upaya guna mengatasinya. Salah satu upaya yang mampu menjadi solusi adalah dengan peningkatan pengetahuan mengenai pendidikan kesehatan yang mampu memberikan perubahan pada tingkat stres. Video informatif merupakan salah satu media inovatif dan menarik yang dapat digunakan sebagai edukasi kesehatan terutama dalam pandemi Covid-19 saat ini. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media video informatif terhadap perubahan tingkat stres pada ODHA di masa pandemi Covid-19.  Metode penelitian yang digunakan adalah pra eksperimen dengan menggunakan satu kelompok perlakuan yang diukur dengan pretest dan posttest. Keseluruhan sampel yang diteliti berjumlah 32 penderita HIV AIDS di wilayah Kediri yang diambil dengan teknik purposive sampling yang kemudian akan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa p-value sebesar 0,000 <a=0,05 yang berarti bahwa adanya perbedaan signifikan antara pretest dan posttest. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh metode pendidikan kesehatan dengan menggunakan video informatif terhadap tingkat stres pada ODHA di masa pandemi Covid -19
PEMBERIAN PSIKOEDUKASI SEBAGAI UPAYA PENATALAKSANAAN ANSIETAS PADA LANSIA DENGAN DIABETES MELITUS TIPE-II Endang Mei Yunalia; Idola Perdana Sulistyoning Soeharto; Satria Eureka Nurseskasatmata; Wiwin Sulistyawati; Arif Nurma Etika
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2021): Jurnal Abdi Masyarakat Mei 2021
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v4i2.1746

Abstract

ABSTRACTThe incidence of Diabetes Mellitus in the elderly in Indonesia is increasing. Diabetes mellitus is a chronic disease that can cause various physiological and psychological impacts on the elderly. One of the psychological effects of chronic disease is anxiety. The solution that can be given to overcome anxiety is to provide Psychoeducation. This community service activity aims to provide Psychoeducation to the elderly with Diabetes Mellitus to reduce the level of anxiety that occurs in the elderly. The method in this community service activity is to use problem methods, management practices and management practices as a form of Psychoeducation application. The group of 15 elderly who received psychoeducation was proven to have decreased anxiety levels and the elderly had the ability to control the anxiety who reported it. Psychoeducation is an alternative solution that can be given to elderly people with chronic diseases who experience anxiety.Keywords:Anxiety, elderly, psychoeducationABSTRAKAngka kejadian Diabetes Melitus pada lansia di Indonesia semakin meningkat. Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang dapat mengakibatkan berbagai macam dampak biologis ataupun psikologis pada lansia. Salah satu dampak psikologis akibat penyakit kronis yaitu ansietas. Solusi yang dapat diberikan untuk mengatasi ansietas adalah dengan pemberian Psikoedukasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan Psikoedukasi pada lansia yang mengalami Diabetes Melitus untuk menurunkan tingkat ansietas yang terjadi pada lansia. Metode yang diterapkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan menggunakan metode identifikasi masalah, ceramah dan praktik manajemen ansietas sebagai bentuk aplikasi Psikoedukasi. Sejumlah 15 lansia yang mendapatkan Psikoedukasi terbukti mengalami penurunan tingkat ansietas dan lansia memiliki kemampuan untuk mengontrol ansietas yang dialami. Psikoedukasi merupakan salah satu alternatif solusi yang dapat diberikan pada lansia dengan penyakit kronis yang mengalami ansietas.Kata kunci: Ansietas, lansia, psikoedukasi
PEMANFAATAN BAHAN PANGAN OKRA SEBAGAI PENDAMPING TERAPI PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II Satria Eureka Nurseskasatmata; Yeni Lufiana Novita Agnes; Idola Perdana Sulistyoning Suharto; Arif Nurma Etika; Wiwin Sulistyawati; Endang Mei Yunalia
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2021): Jurnal Abdi Masyarakat Mei 2021
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v4i2.1787

Abstract

Covid-19 ini bisa menyerang hampir seluruh kalangan usia, namun demikian data yang ada saat ini menunjukkan bahwa kelompok usia lanjut dan orang yang mempunyai riwayat penyakit kronis khususnya diabetes. Penatalaksanaan diabetes melitus  dapat dilakukan dengan pengelolaan diet, exercise, dan pendidikan kesehatan. Penatalaksanaan farmakologi  dengan obat oral antidiabetes dan insulin. Terdapatnya pembatasan sosial di masa pandemi Covid-19 sehingga mempengaruhi pelayanan kesehatan untuk pasien diabetes, oleh karena itu perlu diberikan terapi komplementer. Salah satu terapi komplementer yang ideal untuk pasien diabetes adalah buah okra (Abelmoschus esculentus), karena memiliki indeks glikemik yang rendah. Penyuluhan tentang pemanfaatan Okra dalam membantu kestabilan gula darah pada pasien diabetes secara mandiri oleh masyarakat. Adapun hasil dari penyuluhan ini masyarakat memiliki ketertarikan dan motivasi yang tinggi untuk memakai bahan pangan Okra masuk kedalam menu dietnya