Claim Missing Document
Check
Articles

PENYULUHAN BAHAYA PENGGUNAAN ROKOK ELEKTRIK, CEGAH VIRUS CORONA DENGAN PHBS SERTA PEMERIKSAAN ANGKA KUMAN DI SMP NEGERI 6 DENPASAR Apriyanthi, Desak Putu Risky Vidika; W, Ayu Saka Laksmita; Ni Putu Widayanti; Ni Putu Rahayu Artini; I Wayan Tanjung Aryasa
UNBI Mengabdi Vol. 1 No. 1 (2020): UNBI Mengabdi
Publisher : Universitas Bali Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34063/um.v1i1.138

Abstract

Kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan oleh Program Studi Teknologi Laboratorium Medik dilakukan di SMP Negeri 6 Denpasar melibatkan seluruh dosen program Studi Teknologi Laboratorium Medik yang berjumlah 5 orang dan 21 orang mahasiswa yang tergabung dalam HIMATLM dan ini diikuti oleh 527 siswa sebagai peserta. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa SMP tentang dampak negatif penggunaan rokok elektrik serta memberikan wawasan mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang sangat berperan dalam mencegah penularan Virus Corona. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode penyuluhan dan pemeriksaan angka kuman yang disertai juga dengan diskusi dan tanya jawab di akhir acara. Adanya kegiatan ini diharapkan siswa dapat menghindari penggunaan rokok elektrik serta mampu menerapkan PHBS dan menjadikannya sebagai kebiasaan di kehidupan sehari-hari
Evaluasi Penyuluhan Kesehatan tentang DBD dan Hemoglobin pada Siswa SMP di Denpasar Apriyanthi, Desak Putu Risky Vidika; Aryasa, I Wayan Tanjung; Laksmita W, Ayu Saka; Widayanti, Ni Putu; Artini, Ni Putu Rahayu
UNBI Mengabdi Vol. 5 No. 2 (2024): UNBI Mengabdi Juli
Publisher : Universitas Bali Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34063/um.v5i2.427

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), terutama di negara-negara tropis seperti Indonesia, masih merupakan penyakit yang ditakuti. Penurunan daya tahan tubuh adalah salah satu penyebab DBD selain interaksi dengan perantara nyamuk. Penurunan daya tahan tubuh ini dapat disebabkan oleh banyak hal, salah satunya adalah penurunan kadar hemoglobin yang disebabkan oleh anemia, suatu kondisi di mana ada penurunan kadar zat besi (ferit) dalam darah. Diperlukan upaya yang berkelanjutan untuk mencegah penyakit demam berdarah dengue (DBD). Penyuluhan tentang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan hemoglobin dilakukan di SMP Ganesha Denpasar dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa/i mengenai bahaya DBD, gejala, cara pencegahan, serta pentingnya kadar hemoglobin dalam tubuh. Kegiatan ini melibatkan 60 siswa/i kelas VIII dan dilakukan dalam beberapa tahap, termasuk pemberian pre-test dan post-test. Hasil analisis data menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan pemahaman tentang penyebab, gejala, dan pencegahan DBD meningkat sebesar 22%, serta pengertian mengenai hemoglobin meningkat sebesar 41%. Kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kesadaran kesehatan di kalangan siswa dan dapat dijadikan model untuk penyuluhan kesehatan di sekolah-sekolah lain. Dengan demikian, penyuluhan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa/i mengenai DBD dan hemoglobin, dan dapat menjadi dasar untuk intervensi lebih lanjut dalam meningkatkan kesehatan masyarakat di lingkungan sekolah.   Dengue Hemorrhagic Fever (DHF), especially in tropical countries like Indonesia, is still a feared disease. Decreased immunity is one of the causes of DHF in addition to interaction with mosquitoes. This decreased immunity can be caused by many things, one of which is decreased hemoglobin levels caused by anemia, a condition in which there is a decrease in iron levels (ferrite) in the blood. Continuous efforts are needed to prevent dengue fever (DHF). Counseling on Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) and hemoglobin was conducted at SMP Ganesha Denpasar with the aim of increasing students' knowledge about the dangers of DHF, symptoms, prevention methods, and the importance of hemoglobin levels in the body. This activity involved 60 students in grade VIII and was carried out in several stages, including giving pre-tests and post-tests. The results of the data analysis showed a significant increase in knowledge, with understanding of the causes, symptoms, and prevention of DHF increasing by 22%, and understanding of hemoglobin increasing by 41%. This activity is expected to contribute to increasing health awareness among students and can be used as a model for health counseling in other schools. Thus, this counseling has proven effective in increasing students' knowledge about DHF and hemoglobin, and can be the basis for further interventions in improving public health in the school environment.
PEMERIKSAAN STATUS KESEHATAN BODY MASS INDEX (BMI) DAN KADAR GLUKOSA DARAH DI SMA NEGERI BALI MANDARA Artini, Ni Putu Rahayu; Vidika, Desak Putu Risky; Laksmita, Ayu Saka; Aryasa, I Wayan Tanjung; Widayanti, Ni Putu; L., Yulidia Iriani
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 8 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i8.2828-2833

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang mengalami masalah gizi double burden, yaitu underweight dan overweight. Masalah gizi dapat meningkatkan risiko penyakit rendah BMI seperti malnutrisi, hipoglikemia dan hipotensi. Sedangkan penyakit yang dapat disebabkan karena tingginya BMI dapat berupa obesitas, hiperglikemia, hiperkolesterol, hipertensi dan penyakit jantung koroner. Pemeriksaan tersebut dapat dilakukan melalui pemeriksaan gratis pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Program Studi Teknologi Laboratorium Medik, Universitas Bali Internasional dengan sasaran pada siswa, staf dan guru di SMA Negeri Bali Mandara. Pemeriksaan ini menggunakan metode point of care testing (POCT). Hasil pemeriksaan kesehatan siswa SMA Negeri Bali Mandara yang memiliki BMI 18,5 dengan persentase 13,34%, BMI 18,5-24,9 sebanyak 80% kategori ideal, 6,66% memiliki BMI berlebih. Sedangkan untuk staf dan guru SMA Negeri Bali Mandara 1 orang memiliki kriteria BMI kurang ideal dengan persentase 2,38%,  BMI ideal dengan persentase 45,23%,  BMI berlebih dengan persentase 40,47% dan BMI kriteria obesitas dengan persentase 11,92%. Berdasarkan parameter kadar glukosa darah, semua siswa SMA Negeri Bali Mandara memiliki kadar glukosa normal. Sedangkan kadar glukosa staf dan guru SMA Negeri Bali Mandara hanya 4,77% yang memiliki kadar glukosa tinggi. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat tentang pemeriksaan BMI dan glukosa darah dapat digunakan untuk pengecekan status kesehatan.
Peningkatan Pengetahuan dan Pengukuran IMT (Indeks Masa Tubuh) sebagai Deteksi Dini Obesitas pada Remaja Laksmita W., Ayu Saka; Apriyanthi, Desak Putu Risky Vidika; Widayanti, Ni Putu
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/pjpm.v6i2.3605

Abstract

Obesity is an excessive accumulation of fat that poses a health risk. The right lifestyle and diet greatly affect the growth of adolescents. If there is an imbalance, then adolescents can be affected by obesity. The method in this activity is in the form of providing education through counselling at SMAN 7 Denpasar about the dangers of obesity and checking height, weight, and waist circumference to determine the BMI of students and early detection of obesity conditions. The number of students who were educated and measured BMI status was 50 students. The BMI measurement results showed that 48% of students had normal BMI status, 22% with overweight BMI status, 18% were obese, and 12% with underweight BMI status. The average results of pre-test and post-test assessments showed an increase in understanding from students about the dangers of obesity after being given counselling. This community service activity concludes that counselling is an effective means of increasing understanding of the dangers of obesity and measuring BMI in students can make them realise early on whether they are obese or not, making it easier to prevent or improve lifestyle and eating habits to prevent or overcome adolescent obesity.
Perbandingan Kadar Air, Asam Lemak Bebas dan Bilangan Peroksida Pada Minyak Curah dan Minyak Tandusan di Desa Baluk, Jembrana Ni Putu Widayanti; Ayu Saka Laksmita W; Desak Putu Risky Vidika Apriyanthi
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 8 No. 1 (2023): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA/2023.v08.i01.p08

Abstract

The scarcity of cooking oil in various regions is a significant problem in the food security sector. One alternative that can be done to overcome this phenomenon is to develop Tandusan oil as a product of local wisdom in Baluk Village, Jembrana. The purpose of this study was to determine the water content, free fatty acids, and peroxide number of the Tandusan oil and compare it with the bulk oil on the market. Testing the oil quality parameters uses three samples with the AOAC (Association of Official Analytical Chemists) method. The test results from this study obtained that the water content in the three samples of tandusan oil was 0.16%; 0.12%; and 0.14% while in the bulk oil sample, it was 0.47%; 0.45%; and 0.48%. The free fatty acid content obtained from the tandusan oil test was 0.49%; 0.42%; and 0.46% while in the bulk oil sample, it was 2.39%; 2.41%; and 2.45%. The measured peroxide number in the tandusan oil was 0.52 mg eq/kg; 0.55 mg eq/kg; and 0.50 mg eq/kg whereas in the bulk oil, it is 3.49 mg eq/kg; 3.55 mg eq/kg; and 3.59 mg eq/kg. Tandusan oil has better oil quality than bulk oil and meets SNI 2902:2011 and SNI 3741: 2013 so it is safe to use as food
PEMERIKSAAN KADAR ASAM URAT DAN KOLESTEROL TOTAL di PSTW WANA SERAYA DENPASAR Yulidia Iriani; Ni Putu Rahayu Artini; Risky Vidika A; Ayu Saka Laksmita; I Wayan Tanjung Aryasa; Ni Putu Widayanti; Ni Made Sri Dwijastuti; Ni Putu Senshi Septiasari; I Gusti Agung Ayu Satwikha Dewi; Ni Putu Widiantari
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i3.964-973

Abstract

Permasalahan yang dialami para lanjut usia yang ditampung di PSTW Wana Seraya semakin hari semakin kompleks diantaranya mengenai kesehatan dengan berbagai macam keluhan seperti rheumatik, sakit kepala, dan gatal-gatal. Menyikapi hal tersebut Prodi TLM Universitas Bali Internasional Denpasar mengadakan kegiatan pengabdian masayarakat di panti tersebut dengan melakukan pemeriksaan kimia darah dengan sasaran para lansia dan petugas panti yang bertugas. Tujuan pemeriksaan untuk mengetahui gambaran kadar asam urat dan kolesterol total para lansia dan petugas yang berada di PSTW Wana Seraya. Bahan yang dipergunakan serum diperiksa menggunakan alat semiotomatis Chemistry Analyzer Mindray tipe BA 88A. Metode pemeriksaan asam urat adalah Uricase/Enzymatic sedangkan CHOD PAP untuk kolesterol total. Hasil pemeriksaan dari 36 sampel didapatkan kadar asam urat dengan nilai terendah 2,0 mg/dL, nilai tertinggi 10,7 mg/dL sadangkan kadar kolesterol total minimum 144 mg/dL dan kadar maksimum 354,0 mg/dL Simpulan yang didapat pemeriksaan asam urat para lansia dan petugas PSTW Wana Seraya kadar tertinggi terjadi pada kelompok umur  56-65 tahun 10,7mg/d diikuti kelompok umur 76-85 tahun 9,6 mg/dL dengan jenis kelamin perempuan masing masing satu orang, sedangkan pada laki-laki terjadi pada kelompok umur 66-75 tahun sebanyak satu orang dengan kadar 8,6 mg/dL Kadar kolesterol tertinggi pada kelompok umur 76-85 tahun 354mg/dL dan kelompok umur 46-55 tahun 347 mg/dL masing –masing satu orang dengan jenis kelamin perempuan. Pada jenis kelamin laki laki satu orang dengan kadar kolesterol total tinggi  terjadi pada kelompok umur 66-85 tahun dengan kadar sebesar 222 mg/dL.