Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Utilize Man-hours Project C-Check Pesawat Airbus A320 Berdasarkan Data Aktual Man-hours mokhamad khoiruddin; Freddy Franciscus; Endah Yuniarti
Jurnal Mahasiswa Dirgantara Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Dirgantara
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jmd.v5i1.237

Abstract

Pemeliharaan suatu pesawat udara diperlukan guna mengembalikan dan memastikan bahwa pesawat dalam kondisi layak terbang dan sesuai spesifikasi yang dikeluarkan oleh manufaktur. Salah satu upaya untuk menjaga kelayakan terbang tersebut adalah pelaksanaan pemeliharaan C-Check pada pesawat jenis Airbus A320. Dalam proses Pemeliharaan pesawat, diperlukan jumlah man-hours dan man-power agar pelaksanaan pemeliharaan dapat diselesaikan dengan waktu yang telah ditentukan dan disepakati. Analisis dilakukan menggunakan metode regresi linear sederhana untuk mengetahui hubungan antara usia pesawat dengan kebutuhan man-hours dan man-power serta menyusun model estimasinya. Periode data yang di analisis yaitu sepanjang Tahun 2024 sesuai dengan ketersediaan slot yang ada di PT. GMF AeroAsia Tbk dan adapun hasil penelitian didapatkan bahwa dengan adanya peningkatan usia pakai pesawat Airbus A320 akan meningkatkan kebutuhan man-hours dan man power untuk pelaksanaan pemeliharaan C-Check. Nilai estimasi atau prediksi jumlah kebutuhan man- hours dan man-power untuk Pemeliharaan C-Check pesawat Airbus A320, didapat sebagai berikut; plan man-hours y = 138,5x + 3072,7 dan actual man-hours; y = 275x + 4362. Dan plan man-power y = 17,5x + 383,33 dan actual man-power; y = 34,5x + 545,67.
ANALISIS JUMLAH SPARE AUXILIARY POWER UNIT APS3200 UNTUK ARMADA PT XYZ BERDASARKAN JUMLAH PESAWAT AIRBUS A320 – 200 Radhix anang wahyudi; Ayu Martina; Freddy Franciscus
Jurnal Mahasiswa Dirgantara Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Dirgantara
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jmd.v5i1.126

Abstract

The Auxiliary Power Unit (APU) is a crucial component in commercial aircraft operations, primarily providing electrical power when the aircraft is not in operation. This study aims to determine the Mean Time Between Unscheduled Removal (MTBUR) of the APS3200 APU, estimate annual demand, and analyze the optimal spare quantity based on the fleet size of airline XYZ. The research methodology employs Weibull survival analysis using Minitab software to calculate MTBUR. Additionally, the estimation of spare unit requirements is based on MTBUR, annual demand, and re-supply time. The results indicate that the MTBUR of the APS3200 APU is 4,800 hours with a reliability level above 60%. Based on annual demand analysis, the recommended quantity for a fleet of 20 aircraft is 2 units per year. Furthermore, the recommended spare APU quantity varies depending on fleet size: 2 units for 20–30 aircraft, 3 units for 40–50 aircraft, 4 units for 60 aircraft, 5 units for 70–80 aircraft, and 6 units for 90 aircraft. These calculations allow airlines to optimize APU availability, enhance operational efficiency, ensure fleet reliability, and manage costs effectively within the aviation industry.
Analisis Pemeliharaan Scuff Plate Door Pesawat Menggunakan Critical Path Method Muhammad Abhista Fawwaz; Freddy Franciscus; Budi Aji Warsiyanto
Jurnal Mahasiswa Dirgantara Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Dirgantara
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jmd.v4i2.159

Abstract

Pemeliharaan pesawat yang efisien merupakan faktor penting dalam menjaga keselamatan dan keberlanjutan operasional, termasuk pada komponen minor seperti scuff plate door yang berfungsi sebagai pelindung struktural dari abrasi dan benturan. Meskipun komponen ini tergolong wear part, keterlambatan dalam pemeliharaannya dapat berkontribusi terhadap peningkatan downtime pesawat. Penelitian ini bertujuan menganalisis optimasi waktu pemeliharaan Scuff Plate Door pada pesawat Boeing 737–300 menggunakan Critical Path Method (CPM) sebagai model penjadwalan deterministik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif-deskriptif dengan pemodelan jaringan kerja berdasarkan data aktivitas pemeliharaan aktual yang diperoleh melalui observasi lapangan dan wawancara teknisi berpengalaman di fasilitas perawatan. Sebanyak 15 aktivitas pemeliharaan dimodelkan dalam jaringan CPM untuk menentukan Earliest Start (ES), Earliest Finish (EF), Latest Start (LS), Latest Finish (LF), serta float. Hasil analisis menunjukkan bahwa jalur kritis terdiri dari 10 aktivitas utama dengan total durasi 75 jam, lebih rendah dibandingkan durasi aktual sebesar 86 jam. Implementasi CPM berpotensi menurunkan Turn Around Time (TAT) dari 11,47 hari kerja menjadi 10 hari kerja.Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan CPM pada pemeliharaan komponen minor dapat meningkatkan efisiensi waktu dan mendukung optimalisasi perencanaan sumber daya tanpa mengubah prosedur teknis perawatan yang berlaku.   Efficient aircraft maintenance plays a critical role in ensuring operational safety and minimizing aircraft downtime, including for minor components such as the scuff plate door, which functions as a structural protective element against abrasion and impact. Although classified as a wear component, delays in its maintenance may contribute to extended aircraft ground time and reduced operational availability. This study aims to analyze maintenance time optimization of the Boeing 737–300 Scuff Plate Door using the Critical Path Method (CPM) as a deterministic scheduling model. A quantitative-descriptive approach was employed through network modeling of maintenance activities based on actual operational data obtained from field observations and structured interviews with experienced maintenance technicians. Fifteen maintenance activities were structured into a CPM network to determine the Earliest Start (ES), Earliest Finish (EF), Latest Start (LS), Latest Finish (LF), and total float for each task. The analysis identified ten critical activities forming the critical path with a total duration of 75 hours, compared to the recorded actual duration of 86 hours. The implementation of CPM demonstrates potential to reduce the Turn Around Time (TAT) from 11.47 working days to 10 working days. The findings indicate that applying CPM to minor structural component maintenance can improve scheduling efficiency and resource planning without altering established technical maintenance procedures, thereby supporting more reliable aircraft operational performance.