Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pengembangan Instrumen Tes Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Berdasarkan Teori Krulik dan Rudnick: Analisis Validitas Konten Lukman, Hamidah Suryani; Setiani, Ana; Agustiani, Nur
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 1: Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v7i1.1761

Abstract

Biasanya instrument asesmen yang dirancang guru lebih berfokus pada ranah kognitif, khususnya pada aspek pengetahuan dan pemahaman, sehingga kurang menggali kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Oleh karena itu, perlu dikembangkan instrumen tes kemampuan pemecahan masalah matematis dengan indikator heuristic Krulik dan Rudnick sebagai alah satu alternatif solusi untuk membantu guru mewujudkan pembelajaran yang mengembangkan kemampuan pemecahan masalah. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development dengan model ADDIE. Namun pada artikel ini tahapan penelitian yang dilakukan terbatas hanya sampai tahap ADD (Analysis, Design, dan Development). Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi instrumen yang terdiri dari tiga aspek penilaian yaitu penilaian kelayakan isi, penilaian aspek bahasa, dan penilaian kesesuaian butir soal dengan indikator Krulik dan Rudnick yang disajikan dalam 38 pertanyaan. Proses validasi dilakukan oleh lima orang Ahli Pendidikan Matematika menggunakan Teknik delphi. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data, produk instrumen tes kemampuan pemecahan masalah matematis denagn indikator Krulik dan Rudnick, 92% telah memenuhi kriteria penilaian kelayakan isi dan tergolong kategori sangat valid. Pada aspek kelayakan bahasa, 88% kriteria penilaian sudah terpenuhi dan tergolong kategori sangat valid. Pada aspek kesesuaian butir soal dengan indikator Krulik dan Rudnick, 90,20% kriteria penilaian sudah terpenuhi dan tergolong kategori sangat valid. Dengan demikian, secara keseluruhan 90% kriteria penilaian kelayakan instrumen tes kemampuan pemecahan masalah matematis Krulik dan Rudnick sudah terpenuhi, tergolong kategori sangat valid, serta layak digunakan dalam pembelajaran.
Pengembangan Bahan Ajar Kompilasi Berupa Modul Pada Mata Kuliah Aljabar Matriks Di Universitas Muhammadiyah Sukabumi Setiani, Ana; Kartiwi, Asti Putri; Wulandari, Heni
SJME (Supremum Journal of Mathematics Education) Vol 2 No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Singaperbangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/sjme.v2i1.924

Abstract

Makalah ini merupakan hasil penelitian dan pengembangan (Research and Development) yang diaplikasikan dalam 3 tahapan penelitian, yaitu tahap pendahuluan, uji coba kelompok kecil, dan terakhir uji lapangan. Tahap pendahuluan diantaranya meliputi analisis bahan ajar melalui studi literatur; merancang dan mengembangkan bahan ajar kompilasi; melakukan validasi bahan ajar oleh 2 orang ahli; dan melakukan revisi ke-1. Tahap uji coba kelompok kecil meliputi uji terbatas terhadap 10 mahasiswa yang dipilih secara acak sebagai sampel menguji produk dan melakukan revisi ke-2. Metode yang digunakan pada tahap Kedua adalah eksperimen  single one shot case study. Tahap uji lapangan meliputi pengunaan bahan produk yang dilakukan terhadap 30 mahasiswa peserta mata kuliah aljabar matriks tahun akademik 2016/2017. Pada Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Sukabumi. Uji lapangan ini menggunakan pengembangan prototipe. Intrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, lembar validasi, pedoman wawancara, lembar penilaian kinerja bahan ajar, dan tes uraian. Hasil validasi 2 orang ahli menujukna bahwa modul kompilasi aljabar matriks berada pada kategori jelas dan aspek untuk kevalidan modul termasuk kategori valid. RPS, pedoman wawancara, lembar observasi aktivitas mahasiswa termasuk pada kategori valid, keberhasilan aktivitas belajar mahasiswa masuk pada kategori berhasil, kepraktisan perangkat bahan ajar kompilasi jika dilihat dari aspek kepraktisan termasuk pada kategori praktis, efektivitas, ketertarikan mahaiswa terhadap bahan ajar kompilasi, dan hasil belajar mahasiswa, lebih baik daripada efektivitas pembelajaran sebelum menggunakan bahan ajar kompilasi. Oleh karena itu, bahan ajar kompilasi yang dikembangkan sudah memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif digunakan dalam pembelajaran.
Validitas Instrumen Tes Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Berdasarkan Teori FRISCO Lukman, Hamidah Suryani; Setiani, Ana; Agustiani, Nur
SJME (Supremum Journal of Mathematics Education) Vol 7 No 1 (2023): Supremum Journal of Mahematics Education
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Singaperbangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/sjme.v7i1.6960

Abstract

This study aims to analyze the content validity of the test instrument for the mathematical critical thinking ability of junior high school students using the FRISCO indicator as an alternative solution to help teachers realize learning that develops students' mathematical critical-thinking ability. This study uses the Research and Development method with the ADDIE model. However, the stages are limited to the ADD (Analysis, Design, and Development). The instrument used an instrument validation sheet consisting of three assessment aspects: content feasibility assessment, language aspect assessment, and assessment of the suitability of items with FRISCO indicators, presented in 26 questions. The validation was carried out by five Experts in Mathematics Education Experts using the Delphi technique. Data were analyzed descriptively. Based on the results of data analysis, the product of the mathematical critical thinking ability test instrument with the FRISCO theory, 92% have met the content feasibility assessment criteria and are categorized as very valid. In the aspect of language feasibility, 86.60% of the assessment criteria have been met and classified as very valid categories. In the aspect of the suitability of the items with the FRISCO indicators, 92.20% of the assessment criteria have been met and classified as very valid categories. Thus, overall, 90.20% of the criteria for assessing the feasibility of the critical thinking ability test instrument with the FRISCO theory have been met and classified as very valid categories, and are suitable for use in learning.
PENGUATAN PENYUSUNAN MODUL AJAR BERDIFERENSIASI UNTUK MEMAKSIMALKAN IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA Setiani, Ana; Agustiani, Nur; Lukman, Hamidah Suryani; Nur’azizah, Mira Siti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.23963

Abstract

Abstrak: Pendampingan kurikulum Merdeka di tahun kedua pada jenjang SMP di kabupaten Sukabumi, masih banyak sekolah penggerak yang belum maksimal dalam mengimplementasikan modul ajar berdiferensiasi. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk penguatan penyusunan modul ajar berdiferensiasi sampai dengan mengimpelentasikannya pada sekolah penggerak. Metode pendekatan yang di gunakan untuk pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi lokakarya, workshop, kunjungan lapangan dan pendampingan secara rutin untuk menonitoring pencapaian dari setiap sekolah. Kegiatan ini melibatkan 4 kepala sekolah dan 16 komite pembelajaran. Untuk melihat dampak dari implementasi pembelajaran berdiferensiasi pada kegiatan pembelajaran, perlu mengetahui ketercapaian modul ajar berdiferensiasi. Hal ini dibuktikan dari hasil aspek refleksi keterapaian modul ajar berdiferensiasi yang terdiri dari 5 komponen indikator tergolong baik dengan rata-rata pencapaian sebesar 86,6%, para peserta sudah memahami komponen modul ajar berdiferensiasi pada kurikulum Merdeka. Hal tersebut, diperkuat ketika kunjungan langsung ke sekolah menujukan 84,5% para guru sebagain besar sudah menerapkan implementasi modul ajar berdiferensiasi dengan baik.Abstract: Supporting the Merdeka curriculum in the second year at the junior high school level in the Sukabumi district, many driving schools still have not implemented differentiated teaching modules optimally. Therefore, this community service activity aims to strengthen the preparation of differentiated teaching modules and implement them in driving schools. The approach used to carry out community service activities includes workshops, field visits, and regular mentoring to monitor the achievements of each school. This activity involved four school principals and 16 learning committees. To see the impact of implementing differentiated learning on learning activities. It is necessary to know the achievements of differentiated teaching modules. That is proven by the results of the reflection aspect of the achievement of the differentiated teaching module, which consists of 5 indicator components that are classified as good with an average achievement of 86.6%; the participants already understand the components of the differentiated teaching module in the Merdeka curriculum. That was reinforced when direct school visits showed that 84.5% of teachers had implemented differentiated teaching modules well.
PENDAMPINGAN PERENCANAAN BERBASIS DATA UNTUK MEWUJUDKAN PAUD BERKUALITAS Lukman, Hamidah Suryani; Setiani, Ana; Agustiani, Nur
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.22323

Abstract

Abstrak: Perencanaan Berbasis Data (PBD) merupakan cara yang tepat untuk mengidentifikasi, merefleksi akar masalah, dan membenahi permasalahan yang dihadapi sekolah dengan memanfaatkan Rapor Pendidikan. Namun, jangkauan layanan PAUD dan kualitas pengelolaannya masih belum merata. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan bagi Kepala Sekolah dan guru PAUD di Kota Sukabumi dalam merencanakan program sekolah yang efektif melalui perencanaan berbasis data dengan metode Identifikasi, Refleksi, dan Benahi (IRB), penentuan akar masalah menggunakan metode 5Why, penusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT), dan anggaran kegiatan yang disepakati. Sehingga diharapkan melalui kegiatan ini satuan PAUD dapat meningkatkan kesiapannya untuk implementasi kurikulum Merdeka dan pengelolaan PAUD yang berkualitas. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini terdiri dari 5 pertemuan meliputi workshop dan pendampingan. Mitra yang terlibat adalah HIMPAUDI Kota Sukabumi, dengan total peserta 153 orang dari 53 Lembaga PAUD. Hasil evaluasi kegiatan ini tergolong efektif dengan pencapaian sebesar 87%. Selain itu, respon guru dalam kegiatan pendampingan menunjukkan bahwa kegiatan ini bermanfaat bagi guru dalam memecahkan masalah prioritas agar mampu mewujudkan pengelolaan PAUD yang akuntabel. Kegiatan pendampingan ini juga memberikan pengalaman langsung kepada kepala sekolah dan guru dalam memanfaatkan platform perencanaan berbasis data, melakukan identifikasi refleksi benahi (IRB) secara terstruktur, dan menyusun RKT serta anggaran prioritas yang tepat dan dirasa efektif untuk menyelesaikan akar masalah di setiap satuan PAUD.Abstract: Data-based planning is the right way to identify, reflect on the roots of problems and fix the problems faced by schools by utilizing Educational Report Cards. However, the reach of early childhood education services and the quality of management are still uneven. Therefore, this service activity aims to provide understanding and skills for School Principals and PAUD teachers in Sukabumi City in planning effective school programs through data-based planning using the Identification, Reflection and Correction (IRB) method, determining the root of the problem using the 5Why method, preparation of the Annual Work Plan (RKT), and agreed activity budget. So, it is hoped that through this activity the PAUD unit can increase its readiness for implementing the Merdeka curriculum and managing quality PAUD. The implementation of this community service activity consists of 5 meetings including workshops and mentoring. The partners involved were HIMPAUDI Sukabumi City, with a total of 153 participants from 53 PAUD institutions. The evaluation results of this activity were classified as effective with an achievement of 87%. Apart from that, the teacher's response to mentoring activities shows that this activity is useful for teachers in solving priority problems in order to be able to realize accountable PAUD management. This mentoring activity also provides direct experience to school principals and teachers in utilizing data-based planning platforms, carrying out structured reflection improvement (IRB) identification, and preparing RKTs and priority budgets that are appropriate and deemed effective in resolving the root of problems in each PAUD unit.
Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMP pada Materi Bilangan Bulat ditinjau dari Gaya Belajar Auditori Agustina, Dina; Setiani, Ana; Saefuloh, Nandang Arif
Jurnal PEKA (Pendidikan Matematika) Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal PEKA (Pendidikan Matematika)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37150/t6k47531

Abstract

ABSTRACT: This study aims to investigate students’ mathematical communication skills based on their learning styles. The research adopts a qualitative approach with a case study design. The subjects of this study were nine 7th-grade junior high school students, selected through purposive sampling. Data collection techniques included test instruments (a learning style questionnaire and mathematical communication skill test sheets) and non-test instruments (interviews). Based on the result and discussion, the findings of the study show that students with a visual learning style experience difficulties when the learning process relies solely on lecture-based methods. These students also tend to feel nervous when asked to explain or present their work, and their mathematical communication skills fall into the moderate category. Students with an auditory learning style tend to lose focus due to frequent noise during task completion. However, they are more confident when explaining or presenting the results of their work, placing them in the high category. Students with a kinesthetic learning style prefer hands-on activities using learning aids or studying outdoors. However, they often lack confidence and feel very nervous during presentations, resulting in their mathematical communication skills being classified in the low category.   ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis siswa yang ditinjau dari gaya belajar. Metode yang digunakan yaitu metode pendekatan kualitatif. Desain penelitian yang digunakan yaitu   studi kasus. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 9 siswa SMP kelas VII dan teknik pengambilan subjek tersebut menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu instrumen tes (angket gaya belajar dan lembar soal kemampuan komunikasi matematis) dan instrumen non tes (wawancara). Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, hasil dari penelitian tersebut adalah siswa dengan gaya belajar visual itu memiliki kesulitan disaat pembelajaran hanya menggunakan metode ceramah saja dan siswa tersebut merasa gugup saat melakukan penjelasan ulang dan siswa dengan gaya belajar visual berada di kategori sedang, siswa dengan gaya belajar auditori merasa kehilangan fokus karena selalu berisik pada saat mengerjakan soal dan siswa dengan gaya belajar auditori lebih percaya diri ketika melakukan penjelasan ulang atau presentasi hasil pengerjaannya sehingga gaya belajar auditori ada pada kategori tinggi, siswa dengan gaya belajar kinestetik yaitu siswa yang ketika belajar itu selalu ingin praktek menggunakan alat peraga atau belajar di luar ruangan namun ketika melakukan presentasi siswa dengan gaya belajar kinestetik merasa tidak percaya diri dan sangat gugup sehingga gaya belajar kinestetik ada pada kategori rendah.
Eksperimentasi Model Pembelajaran Discovery Learning Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa MTs Abdul Fajar Firdaus; Setiani, Ana; Imswatama, Aristya
Jurnal PEKA (Pendidikan Matematika) Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal PEKA (Pendidikan Matematika)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37150/ganmxw84

Abstract

ABSTRACT: This research was motivated by the low mathematical problem solving ability of students at MTs Al-Ma'arij Sukabumi Regency. This research aims to determine the effectiveness of using the discovery learning model on students' mathematical problem solving abilities. The subjects of the study were students at MTs Al-Ma'arij Sukabumi Regency. The method used in this study is quantitative. The sampling technique used in this study is cluster random sampling where each element of the whole in the study was taken from the population of class VIII, namely class VIII A with 27 students and class VIII B with 28 students. The data collection technique used a research instrument in the form of mathematical problem solving ability test questions given before and after treatment was given. With the N-Gain calculation analysis technique and the analysis prerequisite test, namely the normality test, homogeneity and hypothesis test. the results obtained in the study stated that based on the pretest-posttest value in the N-Gain calculation, the difference in the average pretest-posttest of the experimental class was 41.11 while the control class was 33.39. The Gain value in the experimental class was 0.71 in the high category and the control class was 0.54 in the medium category. Normality test, homogeneity test and hypothesis test were also carried out with normal results and there were significant differences. All the syntax listed in the module with the discovery learning model was implemented very well. The conclusion in this study can be stated that the experimentation of the discovery learning model on the mathematical problem solving abilities of MTs students is better to use.   ABSTRAK: Penelitian ini dilatar belakangi karena rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis pada peserta didik di MTs Al-Ma’arij Kabupaten Sukabumi. Penitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penggunaan model pembelajaran discovery learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik. Subjek pada penelitian adalah peserta didik di MTs Al-Ma’arij Kabupaten Sukabumi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah cluster random sampling yang dimana setiap unsur dari keseluruhan dalam penelitian diambil dari populasi kelas VIII  yakni kelas VIII A dengan jumlah siswa 27 dan kelas VIII B berjumlah 28 siswa.  Teknik pengumpulan data dengan menggunakan Instrumen penelitian berupa soal tes kemampuan pemecahan masalah matematis yang diberikan sebelum dan setelah diberikan perlakuan. Dengan teknik analisis perhitungan N-Gain dan uji prasyarat analisis yakni uji normalitas, homogenitas dan uji hipotesis.  hasil yang didapat dalam penelitian menyatakan bahwa berdasarkan nilai pretest-posttest pada perhitungan N-Gain selisih rata-rata pretest-posttest kelas eksperimen sebesar 41,11 sedangkan kelas kontrol 33,39. Nilai Gain pada kelas eksperimen sebesar 0,71 pada kategori tinggi dan kelas kontrol 0,54 pada kategori sedang. Uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis juga dilakukan dengan hasil yang normal dan terdapat perbedaan signifikan. Seluruh sintaks yang tercantum pada modul dengan model pembelajaran dicovery learning terlaksana dengan sangat baik. Simpulan dalam penelitian ini dapat dinyatakan bahwa eksperimentasi model pembelajaran discovery learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa MTs lebih baik untuk digunakan.