Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pelatihan Perbanyakan Bibit Tanaman Durian bagi Petani di Desa Jurong Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara: Durian Seedling Propagation Training for Jurong Village Farmers, Sawang Subdistrict, North Aceh District Ismadi, Ismadi; Handayani, Rd Selvy; Rafli, Muhammad; Lukman, Lukman; Fridayanti, Nelly; Putra, Eric Erdiyansyah; Nasution, Chairil Adha
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 12 (2024): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v9i12.8290

Abstract

Durian is one of the potential crops to be developed in Jurong Village, Sawang District, North Aceh Regency. Sawang District is known as one of the centers of local durian production in Aceh which has an agroecosystem that is very suitable for durian plants. However, durian cultivation is still hampered by the unavailability of quality seeds suitable for the local agroecosystem. In addition, farmers' knowledge and skills are still limited in producing durian seeds, especially local durian seeds. This community service activity was carried out in Jurong Village, Sawang District, North Aceh Regency from July to September 2024 The community service activities carried out can increase the knowledge and skills of farmers in identifying prospective scion and rootstock parent trees, grafting techniques, planting, and maintenance of durian plants.
PPengaruh Daerah Pengambilan Limbah Kulit Singkong (Manihot Esculenta L.) Dan Volume Starter Ragi Terhadap Kuantitas Dan Kualitas Produk Bioetanol Inayatillah1, Aufa; Handayani, Selvy; Khaidir, Khaidir; Nazaruddin, Muhammad; Fridayanti, Nelly
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 5 No. 1 (2026): Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Maret 2
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah kulit singkong memiliki potensi besar sebagai bahan baku bioetanol karena kandungan selulosanya mencapai 80–85%. Namun, pemanfaatan limbah ini belum optimal meski produktivitasnya tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan daerah asal limbah dan volume starter ragi (Saccharomyces cerevisiae) terbaik dalam proses produksi bioetanol. Penelitian dilaksanakan pada Mei hingga Juli 2025 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor: asal limbah (Paya Gaboh dan Saree) serta volume starter ragi (250 mL, 350 mL, dan 450 mL). Proses produksi meliputi empat tahapan, yaitu pretreatment, hidrolisis, fermentasi, dan distilasi. Parameter pengujian mencakup rendemen, densitas, viskositas, kadar bioetanol, dan titik kabut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah asal limbah berpengaruh nyata terhadap densitas produk, dengan kualitas terbaik berasal dari daerah Saree (L2). Volume starter ragi berpengaruh terhadap rendemen dan densitas, di mana volume 250 mL (S1) memberikan hasil paling optimal. Terdapat interaksi antara daerah asal limbah dan volume starter ragi terhadap densitas bioetanol. Kombinasi perlakuan terbaik ditemukan pada interaksi limbah asal Saree dengan volume starter 250 mL (L2S1). Kesimpulannya, perbedaan karakteristik nutrisi pada daerah asal dan optimasi volume ragi sangat menentukan efisiensi serta kualitas konversi limbah kulit singkong menjadi bioetanol.