Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Developing An English Textbook For Students of Computer Science ernanda, ernanda; yanto, yanto
English Language, Linguistics, Literature, And Education Journal Vol. 4 No. 1 (2022): English Language, Linguistics, Literature, and Education Journal
Publisher : English Literature Department, Adab and Humanities Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/ellture.v5i1.59

Abstract

The purpose of this research is to develop an English textbook for students of computer science. This research used ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate). The researchers followed the five steps of the research procedure to produce an English textbook. Students and lecturers were involved in this research. The materials in the book were based on students' needs and have been validated by the computer science lecturers. The product has also accommodated the four basic skills and can be used as a self-study book.
Analisis Semiotika terhadap Prosesi Temu Manten Adat Jawa di Desa Mampun Baru Kabupaten Merangin Adiningtias, Nia; Ernanda, Ernanda; Yusra, Hilman
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 15, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/dikdaya.v15i2.795

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna denotasi, konotasi, dan mitos terhadap prosesi Temu Manten di Desa Mampun Baru Kabupaten Merangin dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara dengan pemandu prosesi Temu Manten. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa makna denotasi prosesi Temu Manten mencakup serangkaian tindakan yang dilakukan dalam prosesi Temu Manten, seperti tindakan melemparkan sirih, sungkeman, dan tindakan lainnya. Dari segi makna konotasi, prosesi Temu Manten melambangkan persatuan, komitmen, dan harapan untuk kehidupan yang harmonis bagi kedua mempelai kedepannya. Selain itu, terdapat mitos yang menyertai prosesi ini, di mana Temu Manten dipercaya bahwa setiap pelaksanaan prosesi mempengaruhi kehidupan kedua mempelai kedepannya. Setiap tahapan dalam prosesi ini tidak hanya dilakukan begitu saja, tetapi juga memiliki makna yang mendalam. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami makna dalam setiap tahapan prosesi Temu Manten. Dari hasil penelitian ini disarankan agar masyarakat terus melestarikan prosesi Temu Manten sebagai bagian dari warisan budaya yang memiliki nilai-nilai. Pemandu Temu Manten diharapkan tetap menjalankan tahapan Temu Manten secara konsisten dari waktu ke waktu untuk menghindari adanya perbedaan generasi.
Analisis Kebutuhan Materi Pembelajaran untuk Meningkatkan Skor Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Ernanda, Ernanda; Pratama, Deri Rachmad; D, Yusra; Rasdawita, Rasdawita
Prosiding Seminar Nasional Humaniora Vol. 4 (2025): Prosiding Seminar Nasional Humaniora
Publisher : Jurusan Sejarah, Seni, dan Arkeologi, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan materi yang diperlukan peserta dalam rangka meningkatkan skor Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI). Kuesioner terbuka digunakan untuk mengumpulkan data dan diisi oleh 67 responden yang telah mengikuti tes UKBI sebelumnya. Data dianalisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis tematik terhadap jawaban responden. Penelitian ini menemukan hasil yang menunjukkan materi keterampilan menyimak adalah materi yang paling dibutuhkan oleh peserta UKBI, yang kemudian diikuti oleh materi keterampilan merespon kaidah, dan keterampilan membaca. Hasil ini dapat menjadi dasar bagi penelitian selanjutnya untuk mengembangkan materi panduan persiapan menghadapi UKBI.
Konstruksi Kalimat Aktif Dan Pasif Dalam Bahasa Karo Kirani, Sasi; Ernanda, Ernanda; Amri, Ulil
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 5 No. 3 (2025): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v5i3.1861

Abstract

The purpose of this work is to describe how active and passive sentence constructions are built in the Karo language, with a focus on syntactic construction patterns. This research is important because the morphological and syntactic systems of the Karo language differ from other regional languages in Indonesia, requiring in-depth research to add new data to regional language linguistic research and regional language preservation. This study uses a qualitative descriptive method. Data were collected from three native speakers of Karo aged between 20 and 50 years old who live in Berastagi subdistrict, North Sumatra, to provide research data in the form of active Karo sentences and passive Karo sentences. The data collection techniques used in this study were interviews, recordings, and transcriptions using the ELAN application. The research analysis model used was the Miles & Huberman (1984) model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion formulation. Source triangulation was used for data validity. The findings of the analysis on the construction of active sentences in the Karo language show that the agent is the subject, the verb is the predicate, and the patient is the object. Active sentences have verbs with the prefixes n- and m-. There are syntactic patterns such as SVO (Subject-Verb-Object), VSO (Verb-Subject-Object), and VOS (Verb-Object-Subject) in the formation of active sentences in the Karo language. Then, passive sentence constructions have the patient as the subject, the verb as the predicate, and the prepositional phrase as an optional object. In passive sentences in the Karo language, there are SVPP (Subject-Verb-Prepositional Phrase) and VPPS (Verb-Prepositional Phrase-Subject) patterns. Passive sentences are distinguished by the prefix i- and the infix i-...-i. The results of this study will contribute to the preservation of the Karo language as part of Indonesia's linguistic and cultural diversity and enhance research on regional linguistics.