Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Pelatihan Prophetic Parenting untuk Menurunkan Stres Pengasuhan pada Ibu dengan Anak Disabilitas Tunanetra Ridha Habibah; H. Fuad Nashori; Retno Kumolohadi
Philanthropy: Journal of Psychology Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/philanthropy.v5i2.4456

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine the effect of prophetic parenting training in reducing parenting stress in mothers with children with disabilities. This study involved 7 mothers of children with disability that had parenting stress from the moderate to very high parental stress scores. The seven mothers were divided into two groups, 3 in the experimental group and 4 in the control one. Prophetic parenting training was carried out four times within a two-hour session. Parenting stress was measured using the parenting stress scale from Abidin (Ahern, 2004) adapted by Kurniawan (2012) with a total of 36 items and coefficient α=0.82. Pretest were done before training, posttest 1 was done after training, and posttest 2 was done two weeks after training. The result analysis of friedman test showed that score of p=0.043 (p<0.05). Mann whitney test showed that the measurement of posttes 1 with the score of p=0.054 (p>0.05) and postest 2 with the score of p=0.017 (p<0.05). Hence, it be concluded that the prophetic parenting training has brought the significant effect on the reduction of parenting stress among mothers with the child with disabilities (blind) after getting the time to practice prophetic parenting. The qualitative analisys also supported the result by showing a positive change experienced by each subject in the emotional, behavioral, and spiritual aspect.  Keywords: prophetic parenting training, parenting stress, chld with disability (blind)ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan prophetic parenting dalam menurunkan stres pengasuhan pada ibu dengan anak disabilitas (tunanetra) Subjek dalam penelitian ini adalah 7 ibu dari anak disabilitas tunanetra yang memiliki skor stres pengasuhan dengan kategori sedang hingga sangat tinggi. Tujuh subjek terbagi pada dua kelompok yakni 3 orang kelompok eksperimen dan 4 orang kelompok kontrol. Pelatihan prophetic parenting dilakukan sebanyak empat kali pertemuan. Stres pengasuhan diukur menggunakan skala stres pengasuhan dari Abidin yang diadaptasi oleh Kurniawan dengan jumlah aitem sebanyak 36 aitem dengan koefisien α=0.82. Prates dilakukan sebelum pelatihan, pascates 1 dilakukan setelah pelatihan, dan pascates 2 dilakukan dua minggu setelah pelatihan. Friedman test menghasilkan signifikansi sebesar p=0.043 (p<0.05). Uji mann whitney menunjukkan bahwa pengukuran pascates 1 memiliki nilai p=0.054 (p>0.05) dan pascates 2 memiliki nilai p=0.017 (p<0.05). Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa pelatihan prophetic parenting memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penurunan stres pengasuhan pada ibu dengan anak disabilitas (tunanetra) setelah mendapatkan waktu untuk mempraktikkan prophetic parenting. Hal tersebut didukung oleh analisis kualitatif yang menunjukkan adanya perubahan positif yang dialami subjek kelompok eksperimen dalam aspek emosi, kognitif, perilaku, dan spiritual.  Kata kunci: pelatihan prophetic parenting, stres pengasuhan, anak disabilitas (tunanetra)
Resiliensi pada Penyintas Banjir Ditinjau dari Tawakal dan Kecerdasan Emosi Ridha Habibah; Subekti Dwi Lestari; Sherli Kurnia Oktaviana; Fuad Nashori
Jurnal Psikologi Islam dan Budaya Vol 1, No 1 (2018): JPIB : Jurnal Psikologi Islam dan Budaya
Publisher : Faculty of Psychology, Sunan Gunung Djati Islamic State University of Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jpib.v1i1.2108

Abstract

Resilience by people affected by natural disasters is very important. Disaster is an extreme thing that can make a person depressed, anxious, stressed, and somatisasi. Individuals who pay attention to belief in God, cognitive and positive affective of the things it faces, will affect its resilience. This study aims to determine the resilience of flood survivors in terms of tawakal and emotional intelligence. The research subjects were flood survivors aged 20-60 , 53 people, obtained by using quotum technique. Data collection used three psychological scales: Resilience Scale, Emotional Intelligence Scale, and Tawakal Scale. The methods for data analysis were multiple linear regression and partial correlation. The results showed significant relationship between tawakal and emotional intelligence together against resilience. The relationship between tawakal and resilience is significant but the relationship between emotional intelligence and resilience is not significant. Further analysis shows emotional intelligence has indirect relationship mediated by tawakal variable.
Psikoedukasi Pada Mahasiswa Terkait Dampak Kekerasan Seksual Berbasis Gender (Analisis Psikologi Abnormal Dewasa) Nurafni, Nurafni; Habibah, Ridha; Astari, Ruri Yuni; Nurlatifah, Metasya; Putri, Novianti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 3 (2024): Mei
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i3.879

Abstract

Kekerasan seksual merupakan fenomena yang sudah tidak asing lagi, melainkan diberbagai awak media fenomena ini sangat sering diberitakan dan dibicarakan oleh masyarakat. Kekerasan seksual merupakan perbuatan menyerang, menghina, merendahkan atau perbuatan lain terhadap tubuh secara paksa yang mengakibatkan korban mengalami penderitaan fisik, psikis, seksual, kerugian ekonomi dan politik. Tidak dipungkiri kekerasan seksual dapat terjadi pada siapapun termasuk Mahasiswa Universitas YPIB Majalengka. Dari hasil studi pendahuluan diperoleh isu mengenai kekerasan seksual. Setelah dianalisis peneliti memutuskan untuk memberikan Psikoedukasi mengenai kekerasan seksual pada Mahasiswa Universitas YPIB Majalengka. Dari kegiatan psikoedukasi Mahasiswa memeperoleh pengetahuan seperti pentingnya pendidikan seksual sejak dini, peran orang tua sebagai pendorong, jenis kekerasan seksual seperti perdagangan seks, dan dampak kekerasan seksual yaitu penurunan nafsu makan, trauma fisik, insomnia.
Psikoedukasi Promotif dan Preventif Kesehatan Mental di Tempat Kerja Guru dan Staff Yayasan Menara Islam Majalengka Sudirlan, Imelda Fransisca; Muhammad, Alya Aulia Nur; Rahmawati, Eva; Resmayanti, Mima; Habibah, Ridha; Muhopilah, Pipih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 3 No. 4 (2025): Bulan Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v3i4.129

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat ini menggabungkan teknik promotif dan preventif untuk edukasi kesehatan mental di tempat kerja, di Yayasan Menara Islam, Majalengka. Kesehatan mental di tempat kerja adalah isu yang semakin mendapat perhatian di lingkungan kerja modern. Dalam dunia yang penuh tekanan dan kompetitif, stres di tempat kerja menjadi salah satu masalah utama yang dihadapi oleh karyawan. Kegiatan pengabdian ini berhasil memberikan pemahaman kepada guru dan staff Yayasan Menara Islam, Majalengka tentang kesadaran kesehatan mental di tempat kerja untuk mencegah atau menghindari timbulnya masalah kesehatan mental di tempat kerja. Implementasi pengabdian kepada masyarakat di Yayasan Menara Islam, Majalengka berupa pemberian penyuluhan promotif dan preventif berupa psikoedukasi kesehatan mental di tempat kerja, yang didalamnya berisikan pengertian kesehatan mental, faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan mental di tempat kerja, dampak kesehatan mental di tempat kerja, dan cara meningkatkan kesehatan mental di tempat kerja untuk memberikan keterampilan dan strategi yang dapat membantu karyawan mengelola stres dengan lebih baik, seperti melalui teknik relaksasi, mindfulness, manajemen waktu, atau cara-cara untuk mengurangi tekanan kerja.
Psikoedukasi Resiliensi Dalam Penyakit Kronis UPTD Puskesmas Maja Kabupaten Majalengka Purnamasari, Cici Meyyesti; Putri, Novianti; Muawiyah, Salwa; Nurhayati, Sri; Habibah, Ridha; Shiamullaeli, Meina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 3 No. 4 (2025): Bulan Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v3i4.136

Abstract

Di Indonesia, prevalensi penyakit kronis masih tinggi, dan stigma sering menyertai kondisi ini. Resiliensi, yaitu kemampuan untuk menghadapi kesulitan, menjadi penting bagi pasien dalam mengelola stres dan meningkatkan penerimaan terhadap penyakit. Kegiatan pengabdian masyarakat di UPTD Puskesmas Maja, Kabupaten Majalengka, bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang resiliensi kepada 40 pasien prolanis. Melalui psikoedukasi, kegiatan ini menunjukkan peningkatan kesadaran pasien mengenai pentingnya resiliensi, yang berkontribusi pada kesejahteraan mental dan kemampuan mereka dalam menghadapi tantangan. Kegiatan pengabdian ini berhasil memberikan pemahaman tentang pentingnya resiliensi dalam menghadapi penyakit, sehingga dapat membantu individu meningkatkan kesejahteraan mental dan emosional mereka dalam proses pemulihan.
Psikoedukasi Pengelolaan Distress dan Mekanisme Coping pada Siswa SMKN 1 Majalengka Hidayat, Tiara Rosie Chandra; Holifah, Tika Nur Islah; Ismawati, Ratus; Habibah, Ridha; Muhopilah, Pipih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.561

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi mengenai stres, distress, dan strategi coping adaptif pada siswa. Kegiatan dilaksanakan pada 35 siswa kelas XI RPL SMKN 1 Majalengka dengan metode psikoedukasi yang meliputi identifikasi kebutuhan, pengembangan materi, penyampaian melalui presentasi dan diskusi, praktik coping (relaksasi, mindfulness, manajemen waktu, komunikasi), serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tingkat stres siswa meningkat menjelang masa akhir sekolah, dipengaruhi oleh tekanan keluarga maupun pribadi terkait tuntutan ekonomi, persaingan akademik, hingga masalah keluarga seperti perceraian, hubungan percintaan, kondisi fatherless, dan kesulitan ekonomi. Stres tampak dalam bentuk kecemasan, hopeless, bingung, overthinking, dan pesimis. Melalui psikoedukasi, siswa memperoleh pemahaman mengenai pentingnya coping sehat, seperti olahraga, tidur cukup, menyalurkan hobi, pernapasan dalam, dan mindfulness, sehingga dapat membantu mereka mengelola stres secara lebih adaptif.
Penerapan Konsep Psikologi Pendidikan Dalam Pembelajaran Di Sekolah Islam Terpadu Muhopilah, Pipih; Habibah, Ridha; Resmayanti, Mima; Indriani, Zalzabila Karina; Holifah, Tika Nur Islah
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 1 No. 7 (2024): Mei
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/m67qxj35

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan manusia yang diperlukan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Pendidikan akan membantu manusia yang belum matang dan dewasa dari segi jasmani, akal dan rohaninya menjadi dapat difungsikan dalam melakukan aktivitas. Pelaksanaan pendidikan secara umum juga tidak terlepas dari kata lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan merupakan tempat dilakukannya aktivitas pendidikan berupa belajar dan mengajar. Aktivitas belajar mengajar akan terjadi jika dilakukan oleh dua pelaku pendidikan yaitu guru dan siswa. Guru merupakan pelaku utama dalam melakukan pengajaran. Dalam praktiknya, pengajaran tidak dapat dilakukan dengan mudah, harus dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan dalam pengajaran. Maka guru harus memiliki ilmu dan keterampilan yang berkaitan dengan pengajaran termasuk mengetahui potensi dan psikis siswanya. Oleh karena itu, Psikologi Pendidikan Islami akan membantu guru dalam proses pengajaran untuk mengetahui potensi dan psikis dari siswanya sebagai bentuk persiapan mengajar dikelas.
Konseling Kelompok Cognitive Restructuring untuk Meningkatkan Resiliensi Akademik Mahasiswa Habibah, Ridha; Muhopilah, Pipih; Muhammad, Alya Aulia Nur; Rahmawati, Eva
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 1 No. 7 (2024): Mei
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/1qac2616

Abstract

Resiliensi akademik adalah kemampun yang dimiliki mahasiswa dalam menghadapi kejatuhan (setback), tantangan (challenge), kesulitan (adversity), dan tekanan (pressure) secara efektif dalam konteks akademik. Dalam meningkatkan kemampuan resiliensi akademik mahasiswa, bimbingan dan konseling memiliki peranan yang sangat penting. Sehingga penelitian ini berutujuan untuk mengetahui apa saja strategi layanan bimbingan dan konseling yang dapat digunakan dalam meningakatkan kemampuan resiliensi akademik mahasiswa. Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan resiliensi siswa melalui pelatihan impact konseling melalui layanan konseling yang diberikan oleh guru bimbingan dan konseling. Pelatihan ini dilakukan dalam bentuk ceramah, FGD, role playing dan refleksi. Hasil pelatihan diperoleh data kepuasan mahasiswa dalam mengikuti pelatihan.
Penerapan Edukasi Manajemen Waktu Belajar dalam Mengurangi Stres Akademik pada Siswa Kelas IX SMP Negeri 2 Majalengka Sinta, Sinta; Rahmawati, Dita; Maulana, Ahcmad; Nura’in, Euis Siti; Habibah, Ridha; Muhopilah, Pipih; Rachim, Ryan Listiawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1153

Abstract

Manajemen waktu belajar merupakan keterampilan penting yang perlu dimiliki siswa untuk mendukung efektivitas belajar dan pencapaian akademik. Pada siswa kelas IX SMP, tuntutan akademik yang meningkat sering kali tidak diimbangi dengan kemampuan mengelola waktu secara optimal, sehingga menimbulkan berbagai permasalahan belajar. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai manajemen waktu belajar kepada siswa kelas IX SMP supaya mempu mengatur waktu belajar secara lebih terstruktur dan efektif. Kegiatan ini menggunakan metode yang berupa psikoedukasi melalui penyampaian materi, dikusi interaktif, serta latihan penyusunan jadwal belajar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya manajemen waktu belajar dan mampu menyusun jadwal belajar sesuai dengan aktivitas sehari-hari. Edukasi manajemen waktu belajar diharapkan dapat membantu siswa meningkatkan efektivitas belajar serta mengurangi permasalahan akademik yang dihadapi.
Psikoedukasi Regulasi Emosi Sebagai Upaya Promosi dan Prevensi Kesehatan Mental pada Guru Pendamping Khusus di Sekolah Inklusi Khaerunnisa, Asma Farida; Rahmawati, Yeni; Muftiasih, Putri; Ananda, Luis; Habibah, Ridha; Shiamullaeli, Meina; Al Iman, Budiman
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 5 (2026): Maret
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/z0enwy98

Abstract

Guru Pendamping Khusus (GPK) memiliki peran penting dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif, namun menghadapi tuntutan emosional yang tinggi dalam proses pendampingan peserta didik berkebutuhan khusus. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko stres kerja dan kelelahan emosional apabila tidak diimbangi dengan kemampuan regulasi emosi yang adaptif. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan psikoedukasi regulasi emosi sebagai upaya promosi dan prevensi kesehatan mental pada GPK di sekolah inklusi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikoedukasi partisipatif. Subjek kegiatan adalah Guru Pendamping Khusus di SDIT dan SMPIT Insan Kamil Majalengka. Data diperoleh melalui observasi kegiatan, diskusi interaktif, refleksi peserta, serta praktik langsung teknik regulasi emosi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami konsep regulasi emosi, mengidentifikasi pemicu emosi dalam konteks pekerjaan, serta mempraktikkan strategi regulasi emosi secara aplikatif, khususnya cognitive reappraisal dan teknik deep breathing. Psikoedukasi regulasi emosi berpotensi menjadi pendekatan promotif dan preventif yang relevan dalam mendukung kesehatan mental serta profesionalisme GPK di lingkungan sekolah inklusi.