Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Edukasi pencegahan stunting mulai dari remaja pada siswi SMP Muhammadiyah 9 Ngemplak Boyolali Kusumaningrum, Tanjung Anitasari Indah; Rini, Novyanti Setiyo; Sandrana, Sabrina Cantika Putri; Pertiwi, Nanda Hani Nur
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26758

Abstract

Abstrak Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi utama pada balita yang sampai saat ini belum teratasi. Stunting adalah masalah kesehatan yang menunjukkan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, sehingga tinggi badan anak tidak sesuai dengan umurnya. Sasaran pencegahan stunting tidak hanya pada ibu hamil dan anak balita, tetapi juga pada remaja. Perlunya pengetahuan tentang stunting dan pencegahannya pada remaja sebagai salah satu cara untuk menurunkan angka stunting di masa mendatang. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan edukasi mengenai stunting kepada remaja Siswa SMP Muhammadiyah 9 Ngemplak Boyolali sebagai upaya pencegahan stunting. Metode pelaksanaan program pengabdian ini yaitu penyuluhan dengan metode ceramah dan tanya jawab terhadap 42 siswa yang diawali dengan pre-test, penyampaian materi edukasi, lalu dilakukan diskusi interaktif tanya jawab, dan diakhiri dengan post-test. Hasil akhir yang didapatkan dari kegiatan pengabdian ini yaitu adanya peningkatan pengetahuan remaja mengenai stunting sebesar 1,86 poin dari sebelum edukasi. Hal ini menunjukkan pentingnya pendidikan kesehatan kepada remaja. Pendidikan kesehatan berperan penting dalam meningkatkan pengetahuan. Pengetahuan yang diperoleh melalui pendidikan dapat mempengaruhi pemahaman dan keyakinan seseorang dalam melakukan upaya pencegahan stunting. Kata kunci: edukasi kesehatan; remaja; stunting Abstract Stunting is one of the main nutritional problems in toddlers which has not yet been resolved. Stunting is a health problem that indicates failure to grow in children under five due to chronic malnutrition, so that the child's height does not match his age. The target of preventing stunting is not only pregnant women and toddlers, but also teenagers. There is a need for knowledge about stunting and its prevention in adolescents as one way to reduce stunting rates in the future. The aim of this service is to provide education about stunting to young students at Muhammadiyah 9 Middle School Ngemplak Boyolali as an effort to prevent stunting. The method for implementing this service program is counseling using a lecture and question and answer method for 42 students, starting with a pre-test, delivery of educational material, then an interactive question and answer discussion, and ending with a post-test. The final result obtained from this service activity was an increase in teenagers' knowledge about stunting by 1.86 points compared to before education. This shows the importance of health education for teenagers. Health education plays an important role in increasing knowledge. Knowledge gained through education can influence a person's understanding and confidence in making efforts to prevent stunting. Keywords: adolescents; health education; stunting
Factors Associated with Compliance in Iron Tablet Consumption among Adolescent Girls Anggita, Galuh Cahya Ayu; Kusumaningrum, Tanjung Anitasari Indah
Jurnal Kesehatan Vol 18, No 3 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v18i3.11048

Abstract

Latar Belakang: Remaja putri merupakan kelompok yang rentan terhadap anemia, sementara tingkat kepatuhan dalam mengonsumsi tablet tambah darah masih rendah. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi tingkat kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi tablet tambah darah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan metode potong lintang (cross-sectional). Sampel sebanyak 147 remaja putri dari empat sekolah di wilayah kerja Puskesmas Kartasura dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji regresi logistik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang berhubungan dengan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah adalah persepsi kerentanan (p-value = 0.009; OR = 2.594; 95% CI: 1.264–5.323). Hal ini berarti bahwa remaja putri dengan persepsi kerentanan yang tinggi memiliki peluang 2,594 kali lebih besar untuk patuh dalam mengonsumsi tablet tambah darah (TTD) dibandingkan dengan remaja yang memiliki persepsi kerentanan rendah. Kesimpulan: Penelitian ini mengungkapkan adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara persepsi kerentanan dan persepsi hambatan dengan tingkat kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi suplemen zat besi.   Background: Adolescent girls are a group that is vulnerable to anemia, while the level of compliance with iron tablet consumption is still low. Therefore, the purpose of this research is to identify factors that influence the level of compliance of adolescent girls in consuming iron tablets. Method: This research uses an analytical observational design using a cross-sectional method. A sample of 147 adolescent girls from four schools in the working area of the Kartasura Community Health Center was selected using a proportional random sampling technique. Data were collected using a questionnaire that had been tested for validity and reliability and then analyzed using a logistic regression test. Results: The results of this research revealed that the main factor related to compliance in iron tablet consumption is perceived susceptibility (p-value = 0.009; OR = 2.594; 95% CI: 1.264–5.323). This means that adolescent girls with a high perception of susceptibility are 2.594 times more likely to comply with consuming iron tablets (IBT) than adolescents with a low perception of susceptibility. Conclusion: This study reveals a statistically significant relationship between perceived susceptibility and perceived barriers, as well as the degree of compliance among female adolescents who take iron supplements.
Co-Authors Adib, Abdul Alichwan, Muhamad Almayda, Mutiara Bahi Amanda, Mutiara Sabta Ananda, Afara Tri Anggita, Galuh Cahya Ayu Anisa Catur Wijayanti Anny Fauziyah Arif Pristianto Arifin, Muhammad Alexandria Husen Athaya, Muhamad Rivandi Augustine, Venanda Clariza Ayu Khoirotul Umaroh Az-Zahra, Qoonitah Brilliyanti, Aulia Suffah Cahya, Annisa Dewi Devi Usdiana Rosyidah Dewangga, Mahendra Wahyu Dian Purworini Dwi Astuti Dwinita, Diah Ahdianingsih Fadillah, Muhamad Faiz Fauzia, Zenitha Nururriski Fauziana, Eny Fitroh, Zavier Ferodova Al Had, Fairus El Hafizhah, Nur Hibatullah, Afif Iqbal Ilmuddin, Fathul Wahid Imron Santoso, Faturohit Rois Inayati, Nurul Latifatul Indriyana, Rizka Amalia Izzatul Arifah Kurniawati, Nurdika Laili, Ramadani Nur Larasati, Dwi Intan Lintang Kusuma, Devinta Livia, Wardhatul Madona, Ade Maghfiroh, Ilmia Nur Mayang Widya Saputri Meisya, Melly Meyzwari, Fioriska Putri Muhamad Taufik Hidayat Mutiara Anggraeni Muzakhi, Mika Tata Nabila, Khansa Nuriashinta Nabila, Nurjihan Luthfia Nabilla, Nur Jihan Luthfia Nafian, Imas Nurcahyanti, Lisetya Maya Paramita, Evi Kusuma Pertiwi, Nanda Hani Nur Pinandhita, Pradhana Satria Pratiwi, Handini Pratiwi, Puspita Intan Priska, Maria Alna Rahmawati Setyaningrum Raniawati, Ruri Arifah Nor Ratri, Yoka Risma Mustika Retno Sintowati - Rini, Novyanti Setiyo Rochmadina Suci Bestari Rudisty, Bunga Cintantya Sadiah, Halima Tus Samiyem, Samiyem Sandrana, Sabrina Cantika Putri Santosa, Talitha Ulima Santoso, Faturohit Rois Imron Santoso, Talitha Ulima Saputra, Oktavian Reno Saputri, Mayang Widya Sawitri, Riski Resti Setiyaningrum, Zulia Setiyaningsih, Rita Setyawati, Anisa Seviani, Kiky Firda Shofiana, Friska Siddiq, Muhammad Nizar Siti Soekiswati Soleha, Azza Rhohidatus Sri Utami Sri Wahyuni Suwadi, Fatrisya Fia Syifa, Asy Tasya Aulianisa Hidayat Triasari, Ana Trijaya Trijaya Trijaya Ulvana, Sukma Utomo, Hasbi Dwi Widyantoro, Claristha Kristya Winarko, Julian Bramantya Wulansih, Rahmaniati Yuli Kusumawati Zahran, Muhammad Irfan Zakiyya, Anisa Hasna