Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Dan Dukungan Suami Dengan Motivasi Pemeriksaan Antenata Care Dipuskesmas Sungai Raya Dalam Tutur Kardiatun; Lidia Hastuti; Yenni Lukita; Irham Irham
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 5 No 2 (2014): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.404 KB) | DOI: 10.54630/jk2.v5i2.26

Abstract

Background: Each year approximately 20,000 women die from complications in Indonesia in persalinan.One of them to reduce the "maternal death." One of them by increasing the knowledge and support of her husband and motivation so that pregnant women can be examined pregnancy appropriate and timely manner . Objective: This study aims to determine the "relationship between maternal knowledge and support of her husband on the motivation of antenatal care (ANC). Methods: This type of study design using analytic observational study with cross sectional approach to study the relationship between maternal knowledge and support of her husband on the motivation of antenatal care (ANC). The design is a cross sectional analytical study design aimed to determine the relationship of the independent variables are variables where the knowledge and support of her husband and the dependent variable motivation diidenfikasi on one unit waktu.analisa ches quare test data using the (α) = 0.05 . Results of the study: from the analysis there was a significant association between maternal knowledge and motivation antenatal care (Ha accepted) (p = 0.026 ≤ 0.05) and no significant relationship between husband and motivational support antenatal care (Ha rejected) higher value of (p = 0.321 ≥ 0.05). Conclusion: there is a relationship between knowledge of pregnant women with antenatal care in motivation that could mean that the knowledge of factors can affect the motivation of pregnant women in antenatal care , while there was no relationship with the husband's support motivation antenatal care it can be interpreted that the husband's support factor can not affect the motivation of prenatal care .
PENGARUH TERAPI MUROTTAL SURAH Al-Fatihah TERHADAP KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI Di RSUD Dr. Soedarso PONTIANAK KALIMANTAN BARAT Tutur Kardiatun
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 6 No 3 (2015): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.689 KB) | DOI: 10.54630/jk2.v6i3.34

Abstract

Latar Belakang: Pre operasi merupakan tahapan dalam proses pembedahan yang dimulai prabedah (preoperasi), bedah (intraoperasi), dan pascabedah (postoperasi). Prabedah merupakan masa sebelum dìlakukannya tindakan pembedahan, dimulai sejak persiapan pembedahan dan berakhir sampai pasien di meja bedah. Saat menjalani pre operasi tentunya klien atau pasien akan mengalami masa dimana dia merasa takut, gelisah dan cemas. Kecemasan adalah kondisi kejiwaan yang penuh dengan ke hawatiran dan ketakutan akan apa yang mungkin terjadi, baik berkaitan dengan permasalahan yang terbatas maupun hal-hal yang aneh. Rasa cemas dapat menstimulus denyut jantung dan tekanan darah. Kondisi ini dapat memperburuk kesehatan klien, terutama klien yang akan menjalani operasi bahkan dapat memperburuk penyakit yang diderita. Rasa kecemasan yang dialami oleh pasien yang akan menjalani operasi bisa diantisipasi dengan beberapa cara salah satunya dengan terapi murottal. Murottal merupakan rekaman ayat Al-Qur’an yang didengarkan secara langsung kepada seseorang. Tujuan: Mengetahui pengaruh terapi murottal surah Al-Fatihah terhadap penurunan kecemasan klien pre operiasi di RSUD dr. Soedarso Pontianak Kalimantan barat. Metode Penelitian: Jenis penelitian bersifat experimen jenis rancangan yaitu quasi experimen design with non randomized control group pretest posttest design. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan mengunakan 15 responden penelitian. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat bivariate mengunakan uji paired t-test, bila data berdistribusi normal dan wilcoxon test bila data berdisribusi tidak normal. Hasil: Setelah dilakukan pengukuran kecemasan dan pemeriksaan tanda-tanda vital seperti tekanan darah, pernafasan klien permenit, dan denyut nadi klieen permenit guna menunjang peneliti dalam menentukan tingkat kecemasan klien didapatkan hasil pada kelompok intervensi post test yang diuji dengan wilcoxon test ρ Value 0,001 artinya nilai ρ Value < 0,05 terjadi penurunan kecemasan klien yang diintervensi dengan murottal surah Al- Fatihah. Hasil berbeda ditemukan peneliti pada kelompok kontrol yang mendapat perlakuan sama namun tidak mendapat intervensi murottal surah Al-Fatihah, kelompok kontrol megunakan uji paired t-test ρ Value 0,531 artinya nilai ρ Value tidak > 0,05 terjadi peningkatan kecemasan pada klien yang tidak mendapat terapi murottal surah Al-Fatihah. Kesimpulan: Terjadi penurunan kecemasan klien pre operasi yang diberi terapi murottal surah Al-Fatihah di RSUD dr. Soedarso Pontianak Kalimantan Barat.
Factors Associsted With Adolescent Sexual Behavior In High School Pontianak City Tutur Kardiatun
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2015): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/jk2.v6i2.42

Abstract

Sexual behavior is any behavior that is driven by sexual desire either self-inflicted, with the opposite sex or the same sex without marriage. Sexual behavior is influenced by several factors, including : knowledge, attitudes, peers, age of first courtship, sex, frequency of meeting a boyfriend, and media information . The general objective of this research. Knowing the level of knowledge of adolescents about what factors are associated with adolescent sexual behavior of SMA in Pontianak . This study uses an observational analytic cross - sectional design. The results showed knowledge of the sexual behavior variables (p value : 0.000 < 0.005), variable attitudes toward sexual behavior(p value : 0.000 < 0.005), variable Friends risk sexual behavior (p value : 0.000 < 0.000), gender variable sexual behavior (p value : 0,0,760 > 0.005), variable frequency met girlfriend on sexual behavior (p value : 0.001 < 0.005), medium variable information on sexual behavior (p value : 0.930 > 0.005) and variable age of first courtship sexual behavior (p value : 0.202 > 0.005). Results of the above study, it was concluded that the factor of knowledge, attitudes, frequency of meeting a boyfriend, peers have been associated with sexual behavior while the age of first courtship, sex and the media does not have information on the relationship sexual behavior.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Pencegahan Filariasis Di Rasau Jaya Ii Kabupaten Kubu Raya Tutur Kardiatun
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2016): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.51 KB) | DOI: 10.54630/jk2.v7i1.48

Abstract

Latar Belakang: Penularan penyakit parasit dipengaruhi tiga faktor, yaitu adanya sumber infeksi, cara penularan parasit, dan adanya hospes yang peka atau sensitif. Selain itu kemampuan adaptasi alami parasit juga dipengaruhi oleh daya tahan tubuh manusia dapat mempengaruhi kecepatan terjadinya penularan penyakit parasit, salah satu penyakit yang disebabkan oleh parasit yang sering dikatakan sebagai penyakit menular seperti filariasis yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat Indonesia karena berjangkit disebagian besar wilayah Indonesia dan dapat menimbulkan kecacatan seumur hidup. Tujuan: Mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan pencegahan filariasis di Rasau Jaya II Kabupaten Kubu Raya. Metode Penelitian: Menggunakan pendekatan Cross Sectional menggunakan tehnik purposive sampling dengan cara mengumpulkan data dari sejumlah responden dalam jangka waktu tertentu dan menghubungkan tentang dukungan keluarga degan pencegahan filariasis di Rasau Jaya II Kabupaten Kubu Raya. Hasil: Frekuensi responden dengan jumlah n=88 (100%) yang memiliki dukungan keluarga yang baik berjumlah 60,2% dan yang memiliki dukungan yang kurang baik berjumlah 39,8%, hasil dukungan terlihat dari sebagian besar dari responden menunjukan adanya hubungan serta kepedulian, saling menghargai, mendanai keperluan sesama anggota keluarga itu terjalin baik, frekuensi responden dengan jumlah n=88 (100%) yang memiliki pencegahan filariasis yang baik berjumlah 63,6% dan yang memiliki pencegahan yang kurang baik berjumlah 36,4%, hasil pencegahan terlihat bahwa sebagian besar pola hidup masyarakat ada kesadaran untuk menggunakan kelambu, untuk berobat, untuk membersihkan rumah dan lain-lain Kesimpulan: Dukungan keluarga dengan pencegahan filariasis di Rasau Jaya II peroleh nilai ρ value = 0,017<0,05 artinya ada hubungan antara dukungan keluarga dengan pencegahan filariasis di Rasau Jaya II Kabupaten Kubu Raya.
Konsep Diri Pasien Dengan Diabetic Foot Ulcers (Dfu) Di Klinik Kitamura Pontianak (Studi Fenomenologi) Aprilia Silin; Tutur Kardiatun; Hartono Hartono
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 8 No 1 (2017): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.5 KB) | DOI: 10.54630/jk2.v8i1.55

Abstract

Latar Belakang : Diabetes mellitus (DM) merupakan suatu penyakit yang ditandai oleh kenaikan kadar gula darah (hyperglycemia) kronik yang dapat menyerang banyak organ di semua lapisan masyarakat. DM jika tidak ditangani dengan baik akan mengakibatkan timbulnya beberapa komplikasi bersama-sama atau terdapat satu masalah yang mendominasi seperti kelainan vaskuler, retinopati, nefropati diabetik, neuropati diabetik dan ulkus kaki diabetik. Berat kecilnya suatu penyakit sangat mempengaruhi konsep diri seperti hal nya seseorang yang mengalami DFU, DFU dianggap merupakan suatu penyakit yang menakutkan, karena mempunyai dampak negatif yang kompleks terhadap kelangsungan kualitas hidup individu. Salah satu diantaranya adalah amputasi, apabila DFU tersebut mengancam jiwa seseorang. Tujuan : Mengetahui konsep diri pada pasien Diabetic Foot Ulcers (DFU) di Klinik Kitamura Pontianak. Metode Penelitian : Pendekatan yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Desain dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif jenis fenomenologi. Hasil Penelitian : Konsep diri dari kelima komponen menunjukan hampir sebagian dari kelima komponen konsep diri memiliki konsep diri yang negatif, tetapi ada salah satu dari kelima komponen konsep diri yaitu peran, masih postif dan ada juga beberapa komponen lagi yang masih menunukan ke hal yang positif salah satu nya ideal diri dan harga diri. Pada ideal diri mereka masih memiliki harapan yang positif dan di harga diri meskipun ada yang negatif tetapi mereka masih memiliki harga diri yang positif pada diri mereka, jadi meskipun dari beberapa komponen ada yang masih negatif tetapi dengan adanya beberapa komponen yang masih positif dengan di dukung beberapa faktor lain lagi yaitu faktor eksternal dan internal jadi konsep diri pada pasien DFU di Klinik Kitamura Pontianak masih positif atau baik. Kesimpulan : Konsep diri pasien DFU di Klinik Kitamura Pontianak positif atau baik.
Uji Efektifitas Teknik Relaksasi Genggam Jari dan Nafas Dalam Terhadap Penurunan Intensitas Derajat Disminore pada Remaja Putri di SMA Negeri 10 Pontianak Tutur Kardiatun; Kharisma Pratama; Fathul Khair; Hartono Hartono; Ditha Astuti
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 11 No 2 (2020): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.419 KB) | DOI: 10.54630/jk2.v11i2.125

Abstract

Disminore adalah salah satu gangguan dalam siklus menstruasi yang sering dialami oleh wanita termasuk remaja. Intensitas derajat disminore yang dialami oleh wanita berbeda-beda mulai dari ringan hingga berat dan mengganggu aktivitas. Penanganan disminore dapat dilakukan dengan cara farmakologi dan non-farmakologi. Salah satu cara non-farmakologi yang dapat digunakan adalah teknik relaksasi genggam jari dan nafas dalam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui manakah yang lebih efektif antara terapi relaksasi genggam jari dan nafas dalam terhadap penurunan intensitas derajat disminore pada remaja putri di SMA Negeri 10 Pontianak. Metode penelitian: Quasi eksperimental design dengan menggunakan rancangan two group pretest-posttest without control group design. Sampel sebanyak 30 orang remaja menggunakan teknik purposive sampling. Uji statistik yang digunakan yaitu uji wilcoxon dan mann whitney. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaaan efektivitas antara teknik relaksasi genggam jari dan nafas dalam terhadap penurunan intensitas derajat disminore dengan p value 0,324 (p value >0,05). Kesimpulan : Teknik relaksasi genggam jari dan nafas dalam efektif terhadap penurunan intensitas derajat disminore sedang menjadi ringan dikarenakan kedua teknik ini merupakan bagian dari teknik relaksasi yang mengutamakan pernafasan dengan menarik nafas secara perlahan-lahan akan memicu pengeluaran hormon endorphin yang memiliki efek analgesik dan menekan pertahanan nyeri serta membuat tubuh menjadi rileks dan melepaskan ketegangan otot-otot terutama uterus yang mengalami spasme karena peningkatan prostaglandin sehingga nyeri yang dirasakan dapat berkurang.
BODY SHAMING DENGAN HARGA DIRI DAN MEKANISME KOPING REMAJA Tutur Kardiatun
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 12 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.509 KB) | DOI: 10.54630/jk2.v12i1.143

Abstract

BODY SHAMING DENGAN HARGA DIRI DAN MEKANISME KOPING REMAJA Fathul Khoir, Tutur Kardiatun, Cici Ultari, Parliani, Lidia Hastuti STIK Muhammadiyah Pontianak khoir@stikmuhptk.ac.id Abstract Background: adolescents have experienced body shaming which causes changes in self-esteem that stimulate adaptive or maladaptive coping mechanisms. Objective: to determine the relationship between body shaming and self-esteem with coping mechanisms adolescents at SMAN 2 Mempawah Hilir. Methods: descriptive research with cross sectional correlation approach, total sampling technique amounted to 50 students. The instrument uses the body Shaming Checklist sheet, Rosenberg Self-Esteem Scale, and Ways Of Coping. Results: There is no relationship between body shaming and adolescent self-esteem at SMAN 2 Mempawah Hilir (p = 0.596), and there is no relationship between body shaming and coping mechanisms in adolescents at SMAN 2 Mempawah Hilir (p = 0.456). Conclusion: majority of adolescents in SMAN 2 Mempawah Hilir have high or positive self-esteem with adaptive coping mechanisms. Some teenagers stated that body shaming is a criticism to improve themselves, divert body shaming in a spiritual way, such as prayer being given patience, and being ignorant. Keywords: Body Shaming, Self-Esteem, Coping Mechanism
PENGALAMAN PERAWATAN KELUARGA DALAM MENCEGAH KEKAMBUHAN PENYAKIT ASMA PADA ANAK DI PUSKESMAS SANGGAU LEDO KABUPATEN BENGKAYANG: Family Treatment Experience in Preventing Asthma Repeat in Children at The Sanggau Ledo Health Center, Bengkayang District Wahyuni, Tri; Kardiatun, Tutur; Ariyanti, Sri; Khairillah, Yuyun Nisaul; Sutikanti; Sukartina
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 9 No. 3 (2023): JIKep | Oktober 2023
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v9i5.1487

Abstract

Pendahuluan: Asma dapat terjadi karena adanya suatu peradangan kronis di saluran pernafasan akibat adanya penyempitan saluran pernafasan karena adanya suatu inflamasi eosinofilik yang berlebih. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengalaman Perawatan Keluarga Dalam Mencegah Kekambuhan Penyakit Asma Pada Anak. Metode: Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif studi fenomenologi dan wawancara mendalam Jumlah partisipan dalam penelitian ini yaitu 10 partisipan. Hasil: penelitian ini mendapatkan 4 tema yaitu pengalaman pengetahuan, pengalaman respon fisik, pengalaman psikologis dan pengalaman penatalaksanaan. Simpulan: Pencegahan kekambuhan asma pada anak memberikan pemahaman pada keluarga tentang penyakit asma,  respon fisik agar tidak sering terjadi kekambuhan dengan cara membatasi aktivitas fisik yang berat, jika dilakukan maka ada jeda waktu untuk istirahat hingga kondisi siap untuk beraktivitas kembali. Respon psikologis menerima dengan ikhlas keadaan tubuh apabila asma dikarenakan factor keturunan. Serta menghindari fatkor pencetus. Penatalaksanaan persiapan obat yang biasa di gunakan dan terapi.
Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Anak di TK Islam Al-Adaby 2 Pontianak Timur Wahyuni, Tri; Kardiatun, Tutur; Ariyanti, Sri
IKHLAS: Jurnal Pengabdian Dosen dan Mahasiswa Vol. 3 No. 1 (2024): IKHLAS: Jurnal Pengabdian Dosen dan Mahasiswa
Publisher : Indra Institute Research & Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58707/ikhlas.v3i1.972

Abstract

DBD (Dengue Hemorrhagic Fever) is an infectious disease caused by the Aedes aegypti mosquito. DHF cases in the Pontianak area are also quite high, although they have decreased compared to previous years. Various efforts have been made to control dengue fever, until now it can be said that dengue fever is still an epidemic in Indonesia, including the city of Pontianak. The aim of this program is to socialize to the community at Al-Adaby Islamic Kindergarten about how to prevent and eradicate dengue fever in the environment. Method used in the form of interactive counseling, demonstration and evaluation. The appropriate method for preventing dengue fever is by eradicating mosquito nests (PSN) through 3 M (Draining, Covering, Burying) and sowing larvicide and spreading fish in water reservoirs, and other activities that can prevent/eradicate Aedes mosquitoes from breeding. It is hoped that the community will be able to understand the dengue epidemic and how to control and eradicate dengue fever
Maternal Barriers in Raising Children with Special Needs in Rural Areas: A Qualitative Study Jiu, Cau Kim; Pitri, Pitri; Pratama, Kharisma; Usman, Usman; Kardiatun, Tutur
Indonesian Journal of Disability Studies Vol. 7 No. 2 (2020)
Publisher : The Center for Disability Studies and Services Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.437 KB) | DOI: 10.21776/ub.ijds.2020.007.02.04

Abstract

It is not easy for mothers living in rural areas to raise children with special needs because various obstacles arise from both within and outside the family. This study aimed to explore various obstacles for mothers in raising children with special needs, especially in rural areas. The research design used in this study was descriptive qualitative. The sample in this study consisted of 55 mothers who were selected using purposive sampling method. Data collection was carried out through semi-structured face-to-face interviews and through focus group discussions. The data collected in this study was then analyzed using thematic analysis. There are 3 themes generated in this research including 1) family perception, 2) financials, and 3) access to health care services. Information obtained from this research can provide solutions for families to overcome or get out from the existing barriers and provide information to the government to provide health services to families with children with special needs in rural areas.