Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Animation Film Design As a Promotional Media for Spiritual Tourism of Batur Traditional Village Janottama, I Putu Arya; Indira, Wahyu; Putra, Gede Bayu Segara
Jurnal Scientia Vol. 13 No. 04 (2024): Education and Sosial science, September-December 2024
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58471/scientia.v13i04.2707

Abstract

Batur Village is located in the Kintamani hilly area of ​​Bangli Regency. The history of Batur Village is influenced by the frequent eruptions of ancient Batur. It is estimated that the first eruption of ancient Mount Batur occurred 29,300 years ago, starting with the spewing of volcanic material as far as 84 kilometers, forming the first caldera. A series of eruptions occurred which resulted in beautiful cliffs along the road between Besakih and Penelokan. Its beauty attracts domestic and foreign tourists, but not many people know that Batur Village has spiritual tourism among its many potentials. With the emergence of the trend of religious tourism on the island of Bali, the fact that Batur Village has many holy places makes it have a very big opportunity. Through this research, the author created an animation in an effort to promote Batur Village as a Spiritual Tourism Destination. The creation method used in designing visual communication media for the Promotion of Batur Village as a Spiritual Tourism Destination with the Tri Hita Karana Concept is the design thinking method which is divided into three stages, namely inspiration, conception (ideation) and realization (implementation).
ANALISIS RELEVANSI DAN MAKNA PADA DESAIN BALIHO PESTA KESENIAN BALI TAHUN 2020-2023 TERHADAP KONSEP SAT KERTHI LOKA BALI Putra, Gede Bayu Segara; Indira, Wahyu; Trinawindu, Ida Bagus Ketut
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 4 (2024): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis relevansi dan makna dari desain baliho Pesta Kesenian Bali (PKB) dalam mencerminkan konsep Sat Kerthi Loka Bali, sebuah filosofi yang menekankan keseimbangan spiritual dan ekologis dalam kehidupan masyarakat Bali. Sebagai media publikasi, baliho PKB berfungsi tidak hanya sebagai sarana promosi acara budaya tetapi juga sebagai medium visual untuk menyampaikan nilai-nilai kearifan lokal yang tertanam dalam Sat Kerthi Loka Bali. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis semiotik terhadap elemen-elemen visual, seperti warna, simbol, dan tipografi pada desain baliho. Data diperoleh melalui studi pustaka dan observasi pada beberapa baliho PKB yang dipublikasikan dalam periode 2019–2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain baliho PKB secara konsisten mengusung simbol-simbol budaya dan religius yang mendukung visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yaitu menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali. Melalui penggunaan simbol-simbol khas Hindu-Bali, warna-warna natural, dan bentuk visual yang mencerminkan filosofi Tri Hita Karana, baliho PKB berfungsi sebagai perwujudan nilai spiritual dan identitas budaya Bali. Penelitian ini menekankan pentingnya peran desain komunikasi visual dalam memperkuat ideologi pelestarian budaya dan ekologi melalui media publikasi.
Perancangan Film Animasi sebagai Alat Sosialisasi untuk Mendukung Implementasi Peraturan Gubernur No. 1 Tahun 2020 tentang Legalitas Arak Bali Indira, Wahyu; Putra, Gede Bayu Segara; Wasista, I Putu Udiyana
Jurnal Desain Komunikasi Visual Nirmana Vol. 25 No. 1 (2025): JANUARY 2025
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/nirmana.25.1.88-96

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menciptakan media sosialisasi dalam bentuk film animasi yang mengkaji Peraturan Gubernur Bali Nomor 1 Tahun 2021. Penelitian ini menitikberatkan pada penyajian informasi terkait regulasi ini dengan memper-timbangkan aspek sosiokultural dalam konteks keberadaan arak Bali. Metodologi penelitian dibagi menjadi tiga tahap: tahap inspirasi, tahap konsepsi, dan tahap implementasi. Hasilnya adalah produksi film dengan penerapan prinsip narasi piramida Freytag, dengan niatan untuk mencapai efek dramatis dan memicu kebingungan pada penonton. Pendekatan ini diambil dengan tujuan yang rasional, yaitu untuk mendorong masyarakat Indonesia untuk mengadopsi perilaku berliterasi yang berpikir kritis saat menganalisis eksistensi arak Bali.
Perancangan Ilustrasi Wood Painting dengan Konsep Identitas Bali bersama Enyo Studio Dharma Wijaya, Anak Agung Bagus; Indira, Wahyu; Bayu Artha, I Gede Agus Indram
AMARASI: JURNAL DESAIN KOMUNIKASI VISUAL Vol 5 No 02 (2024): Amarasi: Jurnal Desain Komunikasi Visual
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Enyo Studio is a creative company active in the field of illustration and design, pioneered by Putu Windu Sucipta A.Md Par., S.Par since 2019. Enyo Studio in its development has several business lines such as Zaloukh Apparel, Wall Painter, and Triple Eight Gallery. One of the typical merchandise forms of Enyo Studio is wood painting. In this study, the author will raise the characteristic characteristics of the Enyo Studio as the title of the report, namely about the Wood Painting Illustration Design with the Bali Identity Concept with Enyo Studios. The aim of this research is to understand the management process of artwork at Enyo Studio, and to know the process of creation of illustrations of wood painting with the concept of Bali identity in Enyo Studios. There are several methods of data collection in this study, including observation methods, interviews, library studies, and documentation. The data analysis technique used is a descriptive technique. The results of the analysis showed that wood painting became a common artwork and was routinely produced in the Enyo Studio for further promotion by the Triple Eight Gallery. In this project, the author designed a series of wood painting about the Bali culture that is embodied in the theme and major work of “Undagi Bali”. The design of the illustration includes the stage of sketch, contour/outline, stages of coloring and finishing, as well as mockup and application on hardboard media. In addition, the wood painting series was created to meet the SKS capacity of the author's main work in designing illustrations of wood paintings with Bali identity concepts, including the series "Woman Prayer", series "Terasering Bali", Series "Cewek Ngusung Gebogan", and series "Pura Bali".
Pengabdian Masyarakat di Desa Temesi, Gianyar: “Mural Temesi Mewali ka Guru” (Kembali ke Jati Diri Untuk Membangun Ekonomi Desa Temesi) Subtema Mural “Karang Desa” Wibawa, Arya Pageh; Swandi, I Wayan; Trinawindu, Ida Bagus Ketut; Janottama, I Putu Arya; Putraka, Agus Ngurah Arya; Putra, Gede Bayu Segara; Indira, Wahyu; Artha, I Gede Agus Indram Bayu; Wirawan, I Gusti Ngurah; Swandi, I Made Dwiarya
Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2024): Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/awjpm.v3i1.3572

Abstract

Desa Temesi merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, Bali. Desa Temesi merupakan salah satu yang menjadi desa binaan PKK Provinsi Bali dengan tema “Aku Hatinya PKK” dan “Desa Peduli Gigi (Deligi)” menuju Bali Bebas Karies tahun 2030. Pada tanggal 15 maret 2023 telah dilaksanakan pembukaan melukis mural yang dihadiri oleh dosen Program Studi Desain Komunikasi Visual dan dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Denpasar. Pelaksanaan melukis mural ini dimulai dari tanggal 15 sampai 24 maret, selama 10 hari. Tujuan dari program mural ini adalah untuk memperindah dan menambah wawasan masyarakat tentang potensi yang ada di Desa Temesi. Tema besar dari mural yang akan dibuat adalah “Mural Temesi Mewali ka Guru” (kembali ke jati diri untuk membangun ekonomi Desa Temesi). Tema ini teebagi menjadi tiga subtema yaitu karang desa, karang awak, dan karang umah. Karang desa memiliki arti mengangkat potensi-potensi yang ada dan dimiliki oleh Desa Temesi seperti berbagai tumbuhan yang unik, kehidupan masyarakat, lingkungan, obyek wisata, dan sebagainya yang digambarkan dalam mural. Mural dapat diartikan sebagai cara menggambar atau melukis diatas permukaan luas yang bersifat permanen lainnya. Tahapan kegiatan ini adalah persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Mural diharapkan dapat memperindah Desa.
Pengabdian Masyarakat di Sanggar Seni Lukis Balitung Denpasar “Menggambar Storyboard Komik Anak-Anak” Janottama, I Putu Arya; Wibawa, Arya Pageh; Yasa, Gede Pasek Putra Adnyana; Indira, Wahyu; Artha, I Gede Agus Indram Bayu; Kusuma, Gede Lingga Ananta; Pramayasa, I Made Hendra Mahajaya; Wiwana, I Putu Adi; Prabu, Anak Agung Bayu Krisna; Swandi, I Made Dwiarya
Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2024): Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/awjpm.v3i2.4356

Abstract

Sanggar Seni Lukis Balitung sebagai salah satu sanggar seni yang berada di jalan Tukad Yeh Biu Gang Pudak No. 1, Sesetan, Kecamatan Denpasar Selatan, kotamadya Denpasar. Sanggar ini didirikan pada tahun 1989 oleh Drs. I Ketut Sudiana dengan tujuan untuk melestarikan, mengembangkan, dan memajukan seni sebagai bagian dari warisan budaya. Sanggar Seni Lukis Balitung telah menjadi tempat untuk dilaksanakannya pengabdian masyarakat oleh dosen Program Studi Animasi Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Denpasar. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberikan wawasan pengetahuan tentang storyboard komik kepada anak-anak. Tambahan pengetahuan tentang pembuatan storyboard komik ini dimaksudkan untuk dapat meningkatkan kemampuan teknik menggambar komik kepada peserta didik. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah ceramah dan pelatihan kepada peserta didik yang selanjutnya diaplikasikan dalam media gambar berupa kertas. Selain itu, peserta didik diharapkan dapat mengembangkan berbagai cerita yang kreatif secara mandiri sehingga mereka memperoleh pemahaman secara komprehensif dan menyeluruh tentang storyboard komik. Tahapan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Implikasi kegiatan ini adalah pengetahuan yang terwujud dalam bentuk narasi visual yang digambarkan oleh peserta didik secara mandiri tidak hanya diimplementasikan ke dalam media komik tetapi juga nantinya dapat diterapkan pada media-media lainnya.
Gender Wayang Learning Video Design to Build the Characters of The Millennial Generation Lia Susanthi, Nyoman; Suratni, Ni Wy.; Arya Satyani, Ida Ayu Wayan; Hery Budiyana, Ketut; Dwiyani, Ni Kadek; Indira, Wahyu
Lekesan: Interdisciplinary Journal of Asia Pacific Arts Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/lekesan.v6i1.2205

Abstract

Nowadays the number of students engaged in criminal acts is alarming. In response to this, the role of parents, teachers in schools and the government is very important to strengthen character building, especially in the golden generation, namely students. Strengthening character education should not only be pursued through formal schools but also through non-formal and informal routes. Art studios can be a platform that offers an alternative to character building. However, in the process of transferring knowledge in the studio, several problems are encountered, including the low increase in students' ability to learn gender (Balinese musical instrument). For this reason, the gender wayang learning video was designed by implementing character education values for the millennial generation. The design of the gender wayang learning video to help build the character of the millennial generation uses a qualitative descriptive method. The data collection method was carried out through literature studies and field studies by interviewing the director and the production team involved in creating the learning video. In addition, an observation was made at one of the studios in Bali which has quite a lot of students, namely the Swati Swara Studio. The design and creation of a gender wayang learning video for the millennial generation began with conducting a target analysis for the millennial generation. Sanggar Swasti Swara is a place where one can find millennials who need a form of teaching using technology. For this reason, gender wayang learning video is the solution for this generation. This learning video is designed to be easy to access, namely having a good quality video that can be sent via cellphone and stored on the YouTube channel so that they are easy to access and distribute. The millennial generation at Sanggar Swasti Swara, in terms of learning style, prefers learning from practice, visuals, and a learning process that can be applied at home in groups and is fun. In addition, the educational values of the nation's character can be included in the text of the gender wayang learning video, namely religious values, tolerance, hard work, and love for the motherland.