Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Sanitasi Lingkungan dan Personal Hygiene dengan Kejadian Skabies Pada Santriwati Di Pondok Pesantren Al-Mukhlishin Kabupaten Mempawah Selvianty, Weni; Alamsyah, Dedi; Trisnawati, Elly; Budiastutik, Indah
Jumantik Vol 10 No 1 (2023): JUMANTIK : Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jjum.v10i1.5796

Abstract

Skabies penyakit kulit menular yang disebabkan oleh infestasi dan sensitisasi Sarcoptes scabiei var. Hominis betina.. Tungau skabies dapat bertahan selama 2-6 jam pada suhu ruangan dan masih tetap mampu berpenetrasi. Skabies menular dengan dua cara yaitu secara kontak langsung dan tidak langsung.Dari data survey awal 10  santriwati, untuk pemeriksaan skabies dengan cara pengerokan kulit, 40% santriwati  positif mengalami skabies, personal hygiene  80% santriwati sering bertukar pakaian dan menggunakan alat tidur bersama, 30% santriwati menggunakan alat mandi bersamaan.Untuk sanitasi lingkungan terhadap 5 kamar santriwati, hasil kepadatan hunian100% kamar tersebut kurang dari persyaratan minimum 8m²/orang.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan sanitasi lingkungan dan personal hygiene dengan kejadian skabies pada santriwati di Pondok Pesantren AlMukhlishin.Desain penelitian ini adalah analitik observasional dengan rancangan penelitian crosssectional study. Populasi pada penelitian ini berjumlah 380 santriwati dengan total sampel 75 santriwati menggunakan rumus lemeshow. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan teknik pengumpulan data dengan cara pengerokkan di bawah kulit, laboratorium, observasi dan wawancara. Hasil penelitian didapatkan variabel yang  memiliki hubungan  luas ventilasi (p value = 0,031), kebiasaan mandi ( p value = 0,000), kebersihan handuk (p value = 0,002), kebersihan pakaian (p value = 0,008), kebersihan tempat tidur dan sprei (p value = 0,008 ), variabel yang tidak memiliki hubungan, kepadatan hunian (p value = 0,710), suhu ruangan ( p value = 0,541).Diharapkan dari hasil penelitian ini pondok pesantren dapat memberikan santriwati fasilitas yang lebih baik lagi seperti kepadatan hunian yang sesuai persayaratan 8m²/orang serta kamar yang memiliki ventilasi yang cukup agar sinar matahari dan udara dapat bebas masuk.
Faktor yang Berhubungan dengan Keluhan Computer Vision Syndrome pada Aparatur Sipil Negara (ASN) di BAPPEDA Provinsi Kalimantan Barat Pikri, Nur; Trisnawati, Elly; Alamsyah, Dedi
Jumantik Vol 11 No 1 (2024): JUMANTIK : Jurnal Mahasiswa dan Penelitian Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jjum.v11i1.6833

Abstract

Prevalensi kejadian Computer Vision Syndrome mencapai 64-90% pada pengguna komputer dengan jumlah penderita di seluruh dunia diperkirakan sebesar 60 juta orang dan setiap tahun akan terus muncul 1 juta kasus baru. Pekerja kantoran adalah salah satu jenis pekerjaan yang paling berisiko untuk mengalami CVS, hal ini dikarenakan tuntutan tugas yang secara keseluruhan diselesaikan dengan menggunakan komputer/laptop serta dengan waktu yang lebih dari standarnya yaitu 2 jam secara terus-menerus. Hal tersebut didukung dengan adanya temuan hasil studi pendahuluan yang dilakukan menyatakan bahwa 9 dari 10 orang (90%) ASN mengalami CVS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan keluhan Computer Vision Syndrome pada ASN di BAPPEDA Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional dengan teknik pengambilan sampel total sampling yaitu sebanyak 62 responden. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini berupa kuesioner, luxmeter, dan rollmeter. Uji statistik/analisis data yang digunakan adalah uji Correlation Pearson dan Rank Spearman dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara jarak pandang mata ke layar (p-value = 0,00) dan durasi penggunaan komputer/laptop terus-menerus (p-value = 0,00) dengan keluhan CVS. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di BAPPEDA Provinsi Kalimantan Barat, disimpulkan bahwa hanya ada dua variabel yang berhubungan dengan terjadinya CVS yaitu jarak pandang dan durasi penggunaan terus-menerus. Disarankan kepada pekerja untuk menerapkan kebiasaan beristirahat selama 15 menit setiap 2 jam penggunaan komputer dan bekerja dengan jarak pandang ≥50 cm.
Prevalence and Factors Associated with Uncontrolled Hypertension: A Cross-sectional Study Fitria Fitria; Dedi Alamsyah; Elly Trisnawati
JURNAL INFO KESEHATAN Vol 24 No 2 (2026): JURNAL INFO KESEHATAN
Publisher : Research and Community Service Unit, Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/infokes.Vol24.Iss2.2529

Abstract

Uncontrolled hypertension remains a major public health concern because it increases the risk of cardiovascular morbidity and mortality, particularly in low- and middle-income settings. This study aimed to estimate the prevalence of uncontrolled hypertension and identify factors associated with poor blood pressure control among adults with diagnosed hypertension receiving follow-up care in Rasau Jaya Village, Kubu Raya Regency, Indonesia. A cross-sectional study was conducted among 252 adult patients with diagnosed hypertension. Data were collected using a structured questionnaire and medical record review, and blood pressure was measured using standardized procedures. Uncontrolled hypertension was defined as systolic blood pressure ≥140 mmHg and/or diastolic blood pressure ≥90 mmHg. Bivariate analyses and multivariable regression were performed to identify factors associated with uncontrolled hypertension. The prevalence of uncontrolled hypertension was 59.5%. In multivariable analysis, family history of hypertension and hypertension duration of five years or longer remained significantly associated with uncontrolled blood pressure. Participants with a family history of hypertension had a higher likelihood of uncontrolled hypertension (APR = 2.34; 95% CI: 1.36-4.04). Similarly, participants with a hypertension duration of five years or longer were more likely to have uncontrolled blood pressure (APR = 2.18; 95% CI: 1.23-3.86). These findings indicate that uncontrolled hypertension is common among patients receiving follow-up care in this setting. Family history of hypertension and longer disease duration were key determinants of poor blood pressure control. Strengthening routine blood pressure monitoring are essential to improve hypertension control and reduce cardiovascular risk.