Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Deconstructing Aestheticism in Oscar Wilde’s The Picture of Dorian Gray: Beauty and Moral Corruption Yuliandini, Nabila; Istiningdias, Dini Sri; Gusthini, Misyi
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora (Maret)
Publisher : CV Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jishum.v4i3.779

Abstract

This analysis of Oscar Wilde's The Picture of Dorian Gray using an aestheticism approach and decadence theory. This study aims to analyze the representation of aestheticism influenced by the thoughts of Walter Pater and the concept of decadence rooted in the ideas of Charles Baudelaire through the main character Dorian Gray. The method used is a descriptive qualitative analysis of the elements of characterization and symbolism in the novel. The analysis shows that Dorian Gray represents the extreme application of aestheticism, placing beauty, youth, and pleasure as the main goals of life without considering the moral consequences. The separation between Dorian's body, which remains beautiful, and the portrait that bears the inner decay becomes the main symbol of the paradox of aestheticism. From the perspective of decadence, Dorian's life reflects the decline of moral values, the excessive pursuit of pleasure, and the state of "spleen" in the form of boredom and existential emptiness. This study concludes that The Picture of Dorian Gray not only celebrates beauty but also critiques aesthetic life detached from ethical values.
TINDAK TUTUR DALAM PIDATO SAMBUTAN MENTERI KEUANGAN ‘SRI MULYANI’ (KONVENSI SAINS-TEKNOLOGI 2025) : KAJIAN PRAGMATIK Gusthini, Misyi; Fitriyani, Risa; Istiningdias, Dini Sri
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i2.2090

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi dan makna tuturan yang disampaikan oleh Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, yang memberikan sambutan pada Konvensi Sains-Teknologi 2025 di kampus Institut Teknologi Bandung pada 7 Agustus 2025. Dalam pidatonya, terdapat pernyataan yang membuat para pendidik di seluruh Indonesia memberikan perhatian khusus terhadap momen tersebut, “Banyak yang di media sosial selalu mengatakan, oh menjadi dosen atau guru tidak dihargai karena gajinya tidak besar, apakah semuanya harus keuangan negara? Ataukah ada partisipasi masyarakat?” Tuturan tersebut menimbulkan berbagai interpretasi dari kalangan pendidik maupun non-pendidik sehingga penulis merasa perlu untuk menganalisis secara mendalam makna dari tuturan tersebut. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, penulis menganalisis teks transkripsi pidato Menteri Keuangan dalam Konvensi Sains-Teknologi 2025. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman pola tindak tutur dalam konteks pidato politik formal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 12 data, yang terdiri dari 9 data representatif termasuk representatif-direktif, serta 3 data ekspresif termasuk ekspresif-representatif-direktif. Tindak tutur representatif digunakan untuk menyampaikan pernyataan, serta menginformasikan asal dana pendidikan dari APBN, jumlahnya, dan bagaimana dana tersebut didistribusikan dalam klaster 1, 2, dan 3 beserta tujuan masing-masing. Sementara itu, tindak tutur ekspresif digunakan untuk mengungkapkan sudut pandang pribadi Menteri Keuangan terkait keluhan para pendidik di Indonesia mengenai dana tunjangan kinerja.
Attitudinal Meaning in COVID-19 Local Language Guidelines of Indonesia: A Systemic Functional Linguistic Study Dini Sri Istiningdias; Lia Maulia Indrayani; Eva Tuckyta Sari Sujatna; Wagiati Wagiati
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 10, No 2 (2021): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v10i2.4050

Abstract

The Ministry of Education and Culture has published 3M's health protocol behavior change guidelines regarding the campaign to prevent COVID-19 transmission in 77 local languages of Indonesia. However, this research only focused on guidelines that used Sundanese as a local language in West Java. This research aimed to identify the types of attitudes and analyze the meanings that appear in these guidelines. The author used the theory of Martin and White (2005), namely the attitude subsystem as part of the appraisal system with Systemic Functional Linguistic approach which showed the author's evaluative attitude towards various things written to lead the readers. The result of this research showed that some information contained judgement both positive and negative side such as the authors found 15 clauses included in the affective indicator of the attitude subsystem in security meaning and four clauses satisfaction meaning. In addition, the authors found 16 clauses included in the attitude subsystem of judgment indicator referring to social esteem and three clauses referring to social sanction. The author also found 12 clauses included in the attitude subsystem of appreciation indicator referring to composition, five clauses referring to valuation, and two clauses referring to reaction. Based on the results of the analysis of each clause listed in the 3M health protocol behavioral change guidelines then the authors conclude that the message conveyed is positive attitude for the society. AbstrakKementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menerbitkan pedoman perubahan perilaku protokol kesehatan 3M terkait kampanye pencegahan penularan COVID-19 dalam 77 bahasa daerah di Indonesia. Namun, penelitian ini hanya berfokus pada pedoman yang menggunakan Bahasa Sunda sebagai bahasa daerah di Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis sikap dan menganalisis makna yang muncul dalam pedoman tersebut. Penulis menggunakan teori Martin and White (2005) yaitu subsistem sikap sebagai bagian dari sistem penilaian dengan pendekatan Linguistik Sistemik Fungsional yang menunjukkan sikap evaluatif penulis terhadap berbagai hal yang ditulis untuk mengarahkan pembaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa informasi mengandung penilaian baik sisi positif maupun negatif seperti, penulis menemukan 15 klausa yang termasuk dalam indikator afektif subsistem sikap bermakna keamanan dan 4 klausa bermakna kepuasan. Selain itu, penulis menemukan 16 klausa yang termasuk dalam subsistem sikap indikator penilaian yang mengacu pada penghargaan sosial dan 3 klausa yang mengacu pada sanksi sosial. Penulis juga menemukan 12 klausa yang termasuk dalam subsistem sikap indikator apresiasi mengacu pada komposisi, 5 klausa mengacu pada penilaian, dan 2 klausa mengacu pada reaksi. Berdasarkan hasil analisis dari setiap klausa yang tercantum dalam pedoman perubahan perilaku protokol kesehatan 3M maka penulis menyimpulkan bahwa pesan yang disampaikan bermakna sikap positif bagi masyarakat.