Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN PENDIDIKAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI TERHADAP PENGETAHUAN DAN PERILAKU MASYARAKAT DI DUSUN WULUHADEG YOGYAKARTA Indrayani, Novi; Khasanah, Nur
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v2i2.12

Abstract

Latar Belakang: Setiap 2 dari 10.000 perempuan di dunia diperkirakan akan mengalami kanker payudara setiap tahunnya. Penderita kanker tertinggi di Indonesia adalah kanker payudara dan kanker leher rahim. Rendahnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai penyakit kanker, menjadi faktor tingginya kasus kanker di Indonesia. Tujuan: Mengetahui Pengaruh Pemberian Pendidikan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) terhadap Pengetahuan dan Perilaku Masyarakat. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pre-experiental dengan one group pre test- post test design. Pengambilan sampel menggunakan total Sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat menggunakan presentase dan analisis bivariat menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test karena data berdistribusi tidak normal. Hasil: Pre test sebelum diberikan penyuluhan didapatkan hasil yaitu 1,46 sedangkan setelah diberi penyuluhan tentang SADARI didapatkan hasil post test yaitu 2,58. Analisis uji Wilcoxon dengan n = 24, nilai Z sebesar -3,739 dengan p-value taraf kesalahan 5% sebesar 0,000 yang berarti kurang dari 0,05. Kesimpulan:. Pendidikan kesehatan tentang SADARI yang diberikan melalui penyuluhan dengan metode ceramah dan demonstrasi berpengaruh signifikan dalam meningkatkan tingkat pengetahuan Masyarakat Wuluhadeg Bantul Yogyakarta tentang SADARI.
Risk Analysis of Information Security in Balikpapan International Airport Service Desk Plus (SDP) Using The Octave Allegro Method Indrayani, Novi; Amalia, Norma
Journal of Computer Networks, Architecture and High Performance Computing Vol. 5 No. 2 (2023): Article Research Volume 5 Issue 2, July 2023
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/cnahpc.v5i2.2524

Abstract

Indonesia, as a developing country, is not exempt from the advancements in information and communication technology. However, these advancements in information and communication technology can bring negative impacts, such as an increasing threat of misuse. SDP (Service Desk Plus) is a system that serves as a management tool for IT services, facilitating employees from various departments in requesting services and reporting ICT (Information Communication Technology) incidents. SDP has faced challenges or obstacles that have hindered its optimal use, such as IT services experiencing downtime, inaccessible ICT services, and SDP users frequently sharing usernames and passwords. Based on these threats, it is necessary to conduct a further analysis of information security risks regarding the security of implementing SDP centrally using the OCTAVE Allegro method. OCTAVE Allegro is a framework that utilizes the OCTAVE approach with a primary focus on information assets, designed to provide faster results without requiring in-depth knowledge of risk assessment. The results of this research identified three risks that can be mitigated, namely user data password errors with a relative risk score of 27, internet downtime with a relative risk score of 31, and file intrusion with a relative risk score of 38, considering the likelihood of threats occurring. Additionally, there is one accepted risk, which is the input error of incident data, with a relative risk score of 19.
Pengetahuan Ibu tentang Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) dengan Kejadian Stunting Nita, Vio; Indrayani, Novi; Septiani, Evita
Poltanesa Vol 23 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v23i2.1914

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah gizi yang menjadi fokus perhatian dunia, termasuk Indonesia. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak kibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK). Kondisi anak stunting dapat diukur melalui pengukuran anthropometry panjang badan dibawah minus dua standar deviasi panjang badan anak seumurnya. Pemberian MP-ASI terlalu dini dapat mengakibatkan resiko pada gangguan pencernaan (diare). Pemberian MP-ASI yang tidak tepat dalam jumlah yang cukup dari segi kuantitas dan kualitas akan mengakibatkan gangguan pertumbuhan dan kurang gizi. Pemberian makanan pendamping yang terlalu dini ataupun terlambat merupakan masalah yang umum dan sering terjadi di masyarakat. Fakta yang terjadi di masyarakat menunjukkan bahwa selama ini ibu tidak tepat dalam pemberian makanan bayi dan anak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui prevalensi tingkat pengetahuan ibu tentang PMBA dengan kejadian stunting. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2022 dengan pendekatan observational dan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 30 responden dengan teknik pengambilan sampel cluster random sampling. Instrumen yang digunakan angket/kuesioner. Data analisis secara unvaried dan bivariate menggunakan Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak mengalami stunting yaitu 1 (3,3%) dan anak dengan kategori normal 29 (96,7%). Ibu yang memiliki pengetahuan cukup sebanyak 21 (70%) responden dan memiliki pengetahuan baik sebanyak 9 (30%) responden. Analisis bivariate menyatakan ada hubungan pengetahuan ibu tentang PMBA dengan signifikan (ρ=0,000) dengan kejadian stunting.
STRATEGI PENDAMPINGAN KELUARGA RISIKO STUNTING MELALUI PENINGKATAN PENGETAHUAN KELUARGA DI WILAYAH KALURAHAN WEDOMARTANI KAPANEWON NGEMPLAK Casnuri, Casnuri; Indrayani, Novi; Yantina, Yuli
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i1.18862

Abstract

Indonesia adalah salah satu negara dengan masalah malnutrisi tertinggi dan juga menempati urutan ketiga dengan angka stunting tertinggi yakni 36,4% atau sekitar 9 juta kasus. Faktor tingginya masalah stunting di Indonesia salah satunya adalah buruknya asupan gizi sejak janin masih dalam kandungan (masa hamil), baru lahir, sampai anak berusia dua tahun. Upaya penting yang dilakukan untuk menekan angka stunting yaitu dengan pengenalan, pendampingan terhadap keluarga. Keluarga memiliki peran krusial untuk pencegahan dan penanganan masalah stunting atau anak kerdil. Karena itu, upaya pemberdayaan keluarga sangat diperlukan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi dalam pendampingan keluarga risiko stunting yang dilakukan Tim Pendamping Keluarga di wilayah Kalurahan Wedomartani Kapanewon Ngemplak dalam pencegahan stunting. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan metode dekskriptif yaitu penelitian yang bersifat empiris dapat diamati sesuai kenyataan yang ada di lapangan selain itu juga menggunakan teknik wawancara, data-data dan dokumentasi yang langsung didapatkan dari sumber terpercaya. Data yang dikumpulkan berupa hasil wawancara dengan beberapa informan yang mengetahui seputar pencegahan stunting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendampingan keluarga risiko stunting melalui peningkatan pengetahuan efektif dilakukan untuk mencegah terjadinya stunting.
Strategi Peningkatan Pengetahuan dan Perilaku dengan Blended Learning di Masa Pandemi Covid-19 Dewi Gunawan, Delima Citra; Nita, Vio; Septriana, Septriana; Indrayani, Novi; Arintasari, Farida; Erni Sutarni, Ni Made; Septiana, Marseliana Avila
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3222

Abstract

AbstrakDi masa Pandemi Covid 19 ini kegiatan posyandu sebagai sarana edukasi mengenai tumbuh kembang balita menjadi terhambat. Kurangnya informasi secara tidak langsung akan menganggu tumbuh kembang balita. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan perilaku ibu balita mengenai MP-ASI 4 bintang dengan menggunakan metode blended learning. Metode daring pada edukasi gizi ini mengunakan live Instagram, sedangkan metode luring dilakukan edukasi gizi langsung ke Posyandu Ringinsari Kecamatan Prambanan Yogyakarta. Edukasi gizi ini dilakukan sebanyak tiga kali pertemuan selama tiga minggu. Sebelum dan sesudah edukasi gizi dilakukan pre test dan post test untuk melihat perbedaan pengetahuan dan perilaku dengan menyebarkan link google form melalui whatsapp. Hasil dari kegiatan edukasi gizi ini menunjukkan pengetahuan ibu balita dengan kategori baik meningkat dari 44.11% menjadi 52.94% setelah edukasi gizi sedangkan perilaku ibu balita dengan kategori baik meningkat dari 26.47% menjadi 44.12%. Dari hasil analisis diatas dapat disimpulkan edukasi gizi menggunakan metode blended learning atau metode dimana proses edukasi gizi terpadu secara harmonis antara daring dan luring mampu meningkatkan pengetahuan dan perilaku ibu balitaKata Kunci: Blended learning, Pengetahuan, Perilaku, Ibu Balita, Pandemi Covid-19 AbstractDuring the Covid-19 pandemic, posyandu activities as a means of education regarding the growth and development of toddlers were hampered. Lack of information will indirectly interfere with the growth and development of toddlers. The purpose is to increase the knowledge and behavior of mothers of toddlers using the blended learning method. The online method for nutrition education uses live Instagram, while the offline method provides nutrition education directly to the Ringinsari Posyandu, Prambanan District, Yogyakarta. This nutrition education was conducted in three meetings for three weeks. Before and after nutrition education, pre-test and post-test were carried out to see the difference in knowledge and behavior by spreading the google form link via whatsapp. The results of this nutrition education activity showed that the knowledge of mothers of toddlers in good category increased from 44.11% to 52.94% after nutrition education, while the behavior of mothers of children under five in good category increased from 26.47% to 44.12%. From the results, it can be concluded that nutrition education using the blended learning method or a method in which the process of integrated nutrition education harmoniously between online and offline is able to increase the knowledge and behavior of mothers of toddlersKeywords: Blended learning, Knowledge, Behavior, Mother of Toddlers, Pandemic Covid-19