Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pengaruh Media Komik Terhadap Pengetahuan Tentang Makanan Jajanan Sehat Pada Anak Berusia 9-12 Tahun Nita, Vio
JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): JPEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Permasalahan gizi yang banyak terjadi pada anak usia sekolah dasar salah satunya disebabkan kurangnya pengetahuan gizi misalnya bahaya bahan tambahan pangan dan higiene sanitasi pada jajanan. Rendahnya pengetahuan anak tentang gizi seimbang yang menunjukan bahwa sebanyak 57,7% anak sekolah dasar mempunyai tingkat pengetahuan gizi yang kurang dengan rata-rata awal 54,11. Komik merupakan media cetak efektif untuk menyampaikan informasi dan pendidikan gizi karena media cetak merupakan media statis yang mengutamakan pesan-pesan visual. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh media komik terhadap peningkatan pengetahuan tentang makanan jajanan sehat pada anak berusia 9-12 tahun. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian one group pre-test post-test. Sampel penelitian sebesar 34 orang siswa kelas IV,V dan VI yang dipilih secara accidental sampling. Hasil : Edukasi gizi memberikan pengaruh terhadap tingkat pengetahuan Nilai Sig (2-tailed) (0,013) P < 0,05. Kesimpulan : Terdapat pengaruh pada peningkatan pengetahuan pada siswa.
Edukasi Gizi Seimbang pada Anak Usia Dini Nita, Vio
JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): JPEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Berdasarkan Riskesdas Kementerian Kesehatan (2018) menunjukkan 17,7% bayi usia di bawah 5 tahun (balita) masih mengalami masalah gizi. Pemenuhan gizi seimbang pada anak akan mendukung tumbuh kembang mereka menjadi lebih sempurna. Salah satu caranya adalah memerhatikan jumlah porsi makanan dalam setiap piring anak saat mulai sekolah yakni usia 4-6 tahun. Anak usia dini memerlukan media yang sesuai dan memadai untuk menambah pengetahuan serta pengembangan sikap, perilaku dan norma tentang kesehatan. Pendidikan gizi pada anak usia dini harus diberikan dengan cara dan media yang sesuai agar dapat menarik perhatian anak dan juga dapat memudahkan anak dalam menerima informasi mengenai gizi. Tujuan penelitian: Mengetahui sebelum dan sesudah pengaruh pemberian edukasi gizi seimbang. Metode penelitian:Penelitian ini merupakan penelitian Jenis penelitian adalah eksperimen semu (Quasi Experiment) dengan rancangan non-Equivalent control group. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak PAUD yang berusia 4-5 tahun yang berjumlah 30 anak dengan sampel sebanyak 30 anak ditentukan menggunakan total sampling. Intervensi yang diberikan berupa edukasi gizi seimbang menggunakan media permainan masakan yang diberikan sebanyak 5 kali. Terlebih dahulu dilakukan pretest sebelum intervensi dan dilakukan posttest setelah intervensi. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Pemberian edukasi isi piringku dengan media permainan masakan mengalami peningkatan skor perilaku yakni nilai pretest sebesar 4,47 meningkat menjadi 5,10 setelah dilakukan posttest. Kesimpulan: Terdapat perbedaan rata-rata pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi dengan media food model.
HUBUNGAN KERAGAMAN PANGAN DAN STATUS GIZI SISWA DI SMA NEGERI 6 YOGYAKARTA Tiara, Rambu; Yuliati, Endri; Nita, Vio
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14, No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v14i2.3049

Abstract

Remaja di Indonesia menghadapi tiga beban masalah gizi, yaitu stunting, wasting, dan obesitas, serta kekurangan zat gizi mikro. Keragaman pangan berkaitan dengan kualitas pangan sehingga akhirnya memengaruhi asupan makanan dan selanjutnya pada status gizi. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk melihat kaitan keragaman pangan dan status gizi. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan keragaman pangan dan status gizi siswa di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Subyek penelitian sebanyak 67 siswa kelas XI yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner IDDS (Individual Dietary Diversity Scale) berdasarkan 9 kelompok bahan makanan dan food recall 2 x 24 jam. Status gizi ditentukan dengan Indeks Massa Tubuh menurut Umur dengan software WHO Anthro Plus. Analisis data menggunakan uji Kruskal-Wallis. Sebagian besar sampel berjenis kelamin perempuan (58,2%) usia 17-19 tahun (65,7%). Tidak ada perbedaan rata-rata keragaman pangan weekday dan weekend (p > 0,05). Sebagian besar sampel memiliki keragaman pangan sedang (76,1%) dan status gizi baik (73,1%). Hasil analisis hubungan keragaman pangan dan status gizi menunjukkan p-value = 0,333, sehingga disimpulkan tidak terdapat hubungan antara keragaman pangan dengan status gizi siswa di SMA Negeri 6 Yogyakarta.
Pengaruh Media Visual Poster tentang Makanan Sehat terhadap Perilaku Konsumsi Makanan Jajanan Nita, Vio; Moniz, Florencia Maria
JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/adc.v3i3.1433

Abstract

Makanan jajanan adalah makanan yang dipersiapkan dan dijual oleh pedagang di jalanan dan di tempat umum yang langsung dimakan tanpa pengolahan atau persiapan lebih lanjut. Anak usia sekolah lebih terpapar makanan jajanan dan serring tertarik dengan makanan jajanan, karena makanan jajanan wananya lebih menarik, rasanya menggugah selera, dan harga terjangkau. Banyak penjual makanan jajanan tidak memperhatikan higienitas dan keamanan makanan yang dijual, sehingga beresiko terkontaminasi bakteri patogen dan dapat menyebabbkan gangguan pencernaan seperti diare. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media poster tentang makanan sehat terhadap perilaku konsumsi makanan jajajan di SMPK Santo Luiz Gonzaga Suai Timor-Leste. Penelitian dilaksanakan di SMPK Santo Luiz Gonzaga Suai Timor-Leste. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian quasi experimental, menggunakan desain atau rancangan penelitian one group pretest-posttest. Sampel pada penelitian ini sebanyak 50 siswa. Uji statistic yang digunakan adalah Wilcoxon matched pairs sign rank. Menilai perilaku menggunakan kuesioner terstruktur yg telah tervalidasi. Hasil penelitian ini berdasarkan uji statistik terlihat hasil bahwa ada pengaruh penggunaan media visual poster tentang makanan sehat terhadap perilaku konsumsi makanan jajanan sesudah dilakukan intervensi. Pengaruh intervensi terlihat dengan hasil yang menunjukkan nilai p <0,05 (H0 ditolak). Jumlah sampel yang digunakan adalah 50 responden dengan rata-rata skor pretest responden adalah 35 dengan skor terendah adalah 20 dan skor tertinggi adalah 41. Sedangkan, rata-rata skor posttest responden adalah 42 dengan skor terendah adalah 31 dan skor tertinggi adalah 46. Terdapat pengaruh media poster dalam meningkatkan perilaku secara bermakna.
Hubungan Pengetahuan Gizi Ibu dengan Kejadian Stunted Kapanewon Gedangsari Gunung Kidul Samapaty, Claudia Morista; Nita, Vio; Styaningrum, Silvia Dewi
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i1.1434

Abstract

Stunted merupakan salah satu kesehatan yang umum terjadi di negara berkembang termasuk Indonesia. Prevalensi stunting di Indonesia sebesar 21,6%, dan stunted sebesar 24,4%. Stunted disebabkan oleh faktor multidimensi dan tidak hanya disebabkan oleh gizi buruk pada ibu hamil dan anak. Beberapa faktor yang mempengaruhi kejadian stunted yaitu asupan makan, pemberian ASI eslusif, dan faktor infeksi. Tujuan penelitian ini untu mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan kejadian stunted pada balita usia 25-59 bulan di Kalurahan Mertelu Kapanewon Gedangsari Gunung Kidul. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 99 responden yaitu ibu yang mempunyai balita usia 25-59 bulan.Teknik pengambilan sampel adalah purposive random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian ini adalah sebagian besar ibu berusia < 35 tahun (69,7%), 50,5% berpendidikan SMP,100% ibu berstatus ibu rumah tangga,58,6% berpengetahuan kurang, 53,5% balita usia 37-48 bulan, 54,5% berjenis kelamin laki-laki dan 54,5% mengalami stunted. Mayoritas ibu berpendidikan SMP (51,5%), Ibu dengan pengetahuan kurang dan memiliki anak stunted sebanyak 53,4%. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan pengetahuan ibu dengan kejadian stunted pada balita usia 25- 59 bulan ( p= 0,057). Tidak ada hubungan pengetahuan ibu dengan kejadian stunted pada balita usia 25-59 bulan di Kalurahan Mertelu Kapanewon Gedangsari Gunung Kidul.
Pengetahuan Ibu tentang Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) dengan Kejadian Stunting Nita, Vio; Indrayani, Novi; Septiani, Evita
Poltanesa Vol 23 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v23i2.1914

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah gizi yang menjadi fokus perhatian dunia, termasuk Indonesia. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak kibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK). Kondisi anak stunting dapat diukur melalui pengukuran anthropometry panjang badan dibawah minus dua standar deviasi panjang badan anak seumurnya. Pemberian MP-ASI terlalu dini dapat mengakibatkan resiko pada gangguan pencernaan (diare). Pemberian MP-ASI yang tidak tepat dalam jumlah yang cukup dari segi kuantitas dan kualitas akan mengakibatkan gangguan pertumbuhan dan kurang gizi. Pemberian makanan pendamping yang terlalu dini ataupun terlambat merupakan masalah yang umum dan sering terjadi di masyarakat. Fakta yang terjadi di masyarakat menunjukkan bahwa selama ini ibu tidak tepat dalam pemberian makanan bayi dan anak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui prevalensi tingkat pengetahuan ibu tentang PMBA dengan kejadian stunting. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2022 dengan pendekatan observational dan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 30 responden dengan teknik pengambilan sampel cluster random sampling. Instrumen yang digunakan angket/kuesioner. Data analisis secara unvaried dan bivariate menggunakan Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak mengalami stunting yaitu 1 (3,3%) dan anak dengan kategori normal 29 (96,7%). Ibu yang memiliki pengetahuan cukup sebanyak 21 (70%) responden dan memiliki pengetahuan baik sebanyak 9 (30%) responden. Analisis bivariate menyatakan ada hubungan pengetahuan ibu tentang PMBA dengan signifikan (ρ=0,000) dengan kejadian stunting.
Strategi Peningkatan Pengetahuan dan Perilaku dengan Blended Learning di Masa Pandemi Covid-19 Dewi Gunawan, Delima Citra; Nita, Vio; Septriana, Septriana; Indrayani, Novi; Arintasari, Farida; Erni Sutarni, Ni Made; Septiana, Marseliana Avila
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3222

Abstract

AbstrakDi masa Pandemi Covid 19 ini kegiatan posyandu sebagai sarana edukasi mengenai tumbuh kembang balita menjadi terhambat. Kurangnya informasi secara tidak langsung akan menganggu tumbuh kembang balita. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan perilaku ibu balita mengenai MP-ASI 4 bintang dengan menggunakan metode blended learning. Metode daring pada edukasi gizi ini mengunakan live Instagram, sedangkan metode luring dilakukan edukasi gizi langsung ke Posyandu Ringinsari Kecamatan Prambanan Yogyakarta. Edukasi gizi ini dilakukan sebanyak tiga kali pertemuan selama tiga minggu. Sebelum dan sesudah edukasi gizi dilakukan pre test dan post test untuk melihat perbedaan pengetahuan dan perilaku dengan menyebarkan link google form melalui whatsapp. Hasil dari kegiatan edukasi gizi ini menunjukkan pengetahuan ibu balita dengan kategori baik meningkat dari 44.11% menjadi 52.94% setelah edukasi gizi sedangkan perilaku ibu balita dengan kategori baik meningkat dari 26.47% menjadi 44.12%. Dari hasil analisis diatas dapat disimpulkan edukasi gizi menggunakan metode blended learning atau metode dimana proses edukasi gizi terpadu secara harmonis antara daring dan luring mampu meningkatkan pengetahuan dan perilaku ibu balitaKata Kunci: Blended learning, Pengetahuan, Perilaku, Ibu Balita, Pandemi Covid-19 AbstractDuring the Covid-19 pandemic, posyandu activities as a means of education regarding the growth and development of toddlers were hampered. Lack of information will indirectly interfere with the growth and development of toddlers. The purpose is to increase the knowledge and behavior of mothers of toddlers using the blended learning method. The online method for nutrition education uses live Instagram, while the offline method provides nutrition education directly to the Ringinsari Posyandu, Prambanan District, Yogyakarta. This nutrition education was conducted in three meetings for three weeks. Before and after nutrition education, pre-test and post-test were carried out to see the difference in knowledge and behavior by spreading the google form link via whatsapp. The results of this nutrition education activity showed that the knowledge of mothers of toddlers in good category increased from 44.11% to 52.94% after nutrition education, while the behavior of mothers of children under five in good category increased from 26.47% to 44.12%. From the results, it can be concluded that nutrition education using the blended learning method or a method in which the process of integrated nutrition education harmoniously between online and offline is able to increase the knowledge and behavior of mothers of toddlersKeywords: Blended learning, Knowledge, Behavior, Mother of Toddlers, Pandemic Covid-19
Edukasi Gizi Menggunakan Whatsapp terhadap Pengetahuan Mengenai Hipertensi pada Karang Taruna Pratama, Muhammad Renaldy; Nita, Vio
JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/adc.v4i2.1625

Abstract

Menurut Riskesdas (2018) pada Asia Tenggara sendiri hipertensi mencapai angka 36%. Prevalensi hipertensi di Indonesia Riskesdas (2018) menyatakan prevalensi hipertensi berdasarkan hasil pengukuran pada penduduk usia≥18 tahun sebesar 34,1%, tertinggi di Kalimantan Selatan (44.1%), sedangkan terendah di Papua sebesar (22,2%). Aplikasi Whatsapp sangat berpotensi sebagai alat bantu media pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi menggunakan media digital Whatsapp terhadap pengetahuan tentang hipertensi pada usia produktif di Kapanewon Kalasan Sleman Yogyakarta. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Quasi Eksperiment dengan rancangan One Grup Pretest Posttest Design yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah dilakukan edukasi gizi melalui media sosial Whatsapp terhadap usia produktif di karang taruna Kapanewon Kalasan, Sleman. Jumlah responden sebesar 56 sampel dengan menggunakan teknik sampling kuota sampling, analisis bivariate menggunakan analisis uji paired t-test. Hasil: Sebelum dilakukan edukasi nilai minimal adalah 10 dengan nilai maksimal 18. Setelah dilakukan edukasi dengan menggunakan media digital Whatsapp nilai minimal naik menjadi 18 dengan nilai maksimal 19. Hal ini menunjukan telah terjadi peningkatan pengetahuan pada responden. Terdapat pengaruh edukasi gizi menggunakan media digital whatsapp terhadap pengetahuan tentang hipertensi (p=0,000).
Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Gizi Seimbang dengan Status Gizi Mahasiswa Jurusan Gizi Nita, Vio
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i2.1624

Abstract

Indonesia mengalami masalah gizi ganda yang artinya sementara masalah gizi kurang belum dapat diatasi secara menyeluruh, sudah muncul masalah baru, yaitu berupa gizi lebih.Masalah gizi remaja perlu mendapatkan perhatian khusus karena pengaruhnya yang sangat besar terhadap pertumbuhan dan perkembangan serta dampaknya pada masalah gizi saat dewasa. Berdasarkan studi pendahuluan dari 10 mahasiswa yang diwawancarai, 7 diantaranya mampu menjelaskan tentang gizi seimbang dan 3 orang mahasiswa lainnya mengatakan lupa tentang gizi seimbang, serta 8 mahasiswa memiliki status gizi normal dan 2 mahasiswa lainnya dengan status gizi kurus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang gizi seimbang dengan status gizi mahasiswa jurusan gizi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif Analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 72 orang dengan Proportional Simple Random Sampling. Hasil: Karakteristik responden mayoritas remaja akhir (>18 tahun) (95,8%), mayoritas memiliki jenis kelamin perempuan (80,6%), mayoritas memiliki tingkat pengetahuan baik (86,1%), mayoritas status gizi Mahasiswa pada kategori normal (76,4%), mayoritas Mahasiswa memiliki tingkat pengetahuan baik berdasarkan status gizi normal (68,1%), serta hasil uji korelasi P Value(0,001)<α(0,05) berarti ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang gizi seimbang dengan status gizi mahasiswa jurusan gizi.